ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 141


__ADS_3

Pagi ini Stefan bangun lebih pagi dari biasanya. Tentu saja karena pria itu mempunyai jadwal yang cukup padat hari ini. Stefan juga harus bertemu dengan Boby untuk melanjutkan perbincangan tentang kerja samanya yang lagi lagi harus tertunda karena Hana.


“Kamu rajin banget jam segini sudah rapi..”


Stefan menoleh mendengar suara serak Hana. Pria tampan itu menghela napas melihat Hana yang sudah terbangun dan sedang mengucek pelan kedua matanya. Hana juga sesekali menguap karena mungkin masih merasa mengantuk.


“Aku sedikit sibuk hari ini Hana. Jadi harus berangkat lebih pagi.”


“Aku ikut yah..” Pinta Hana tenang.


Stefan memejamkan sesaat kedua matanya merasa frustasi mendengar permintaan Hana. Wanita itu pasti akan kembali berulah kali ini, mengacaukan rencana yang sudah Stefan susun dengan apik dalam pekerjaan-nya.


“Hana kamu itu sedang hamil sekarang. Aku nggak mau kamu..”


“Stop. Aku tidak mau menerima penolakan. Pokonya aku mau ikut. Titik.” Sela Hana dengan sangat tegas.


Stefan mengeram kesal dengan kedua tangan mengepal saking kesalnya. Stefan tidak tau harus bagaimana menyikapi Hana yang selalu bertingkah semaunya sendiri. Melawan rasanya sangat tidak mungkin mengingat Hana yang pasti akan langsung berubah menjadi cengeng. Hal itu juga pasti akan memancing amarah Sera yang sering mewanti wanti pada Stefan agar lebih memperluas rasa sabarnya saat menghadapi Hana.


Karena tidak mau Stefan meninggalkan-nya, Hana pun langsung turun dari ranjang dengan gerakan cepat. Hana melangkah mendekat pada Stefan dan berdiri tepat dibelakang Stefan yang masih berdiri di depan cermin besar.


“Kamu harus tunggu aku sampai aku selesai bersiap Stefan.” Katanya dengan nada menekan.


Setelah berkata menyuruh agar Stefan menunggunya, Hana pun segera masuk kedalam kamar mandi. Namun baru beberapa menit berada didalam sana, tiba tiba Hana muntah muntah.


Stefan yang mendengar itu berdecak kemudian segera ikut masuk kedalam kamar mandi. Stefan terdiam sesaat ketika mendapati Hana yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sepertinya wanita itu sedang melucuti semua bajunya saat tiba tiba merasakan mual.


Stefan segera mengambil handuk kemudian mendekat pada Hana. Stefan memakaikan handuk tersebut dengan cara di lilitkan di pinggang Hana kemudian mengusap usap pelan punggung terbuka Hana.

__ADS_1


Hana terus muntah muntah sampai sekitar satu menit baru berhenti. Wanita itu segera membasuh mulutnya kemudian menegakkan tubuhnya dengan napas tersengal.


“Aku ambilkan teh hangat yah?” Tawar Stefan sambil merapikan anak rambut Hana yang berantakan.


“Pokonya aku tetap mau ikut Stefan.” Tegas Hana yang sudah bisa menebak Stefan pasti akan kembali melarangnya dengan alasan Hana yang harus banyak istirahat.


Stefan hanya diam saja berusaha menahan rasa kesalnya. Stefan bukan tidak mau mengajak Hana. Stefan hanya tidak mau membuat Hana kelelahan yang pasti akan berpengaruh buruk pada kondisi tubuh juga janin yang sedang di kandungnya.


“Kamu nggak pernah ajak aku ke kantor. Kamu juga nggak pernah kenalin aku sama karyawan kamu. Paling yang aku tau Rico. Bagaimana jika diam diam ada karyawan perempuan kamu yang diam diam menyukai kamu terus berusaha merebut kamu dari aku?”


Stefan menyipitkan kedua matanya mendengar apa yang Hana katakan. Perlahan tapi pasti seulas senyum terukir di bibir Stefan. Rasa kesal yang menguasai hatinya mendadak sirna mendengar apa yang Hana katakan. Stefan merasa bangga pada dirinya sendiri karena itu artinya Hana sedang cemburu dan takut kehilangan-nya.


Stefan menghela napas kemudian meraih pinggang terbuka Hana, memeluknya dengan lembut dan mesra. Stefan juga mengusap dengan lembut perut Hana dimana benihnya sedang tumbuh dan berkembang didalamnya.


“Jadi kamu sedang cemburu?” Tanya Stefan sambil mendekatkan wajahnya pada Hana memperhatikan lekat lekat wajah cantik alami tanpa make up Hana dengan jarak yang sangat dekat.


“Hana aku sudah berkali kali mengatakan sama kamu, aku bukan laki laki bodoh yang mau menambah beban pada diriku sendiri dengan menambah lagi perempuan bodoh kedalam kehidupanku. Cukup kamu saja perempuan bodoh yang berada dalam hidup aku. Entah itu sekarang, besok, bahkan selamanya.” Ujar Stefan lirih.


Hana tersenyum mendengar apa yang Stefan katakan. Ucapan Stefan membuat hatinya menghangat dan langsung berbunga bunga meskipun Stefan mengatakan bahwa dirinya adalah wanita bodoh namun kata satu satunya wanita yang akan berada di dalam hidup Stefan membuat Hana merasa sangat istimewa.


“Sekarang apa perlu aku bantu kamu membersihkan diri hem?” Goda Stefan yang membuat wajah Hana langsung merona.


“Iihh.. Apaan sih kamu Stefan.” Ketus Hana merasa malu.


“Kenapa hem? Aku sudah melihat bahkan merasakan semuanya bukan? kamu tidak perlu malu Hana..”


Stefan terus menggoda Hana dengan sentuhan sentuhan lembut tangan-nya yang membuat Hana tidak berdaya. Namun Stefan tidak benar benar ingin membuat istrinya mengeluarkan tenaga ekstra di pagi buta seperti ini. Stefan menghentikan aksinya kemudian mencium kening Hana lama.

__ADS_1


“Segeralah mandi, aku akan suruh orang untuk membuatkan teh hangat untuk kamu.” Senyum Stefan kemudian meninggalkan Hana sendiri di dalam kamar mandi.


Hana senyum senyum sendiri karena perlakuan lembut Stefan padanya tadi. Tidak mau membuat Stefan menunggu lama, Hana pun segera bergegas membersihkan diri bahkan tanpa menutup pintu kamar mandinya. Hana berpikir tidak masalah meskipun mandi dengan pintu terbuka karena yang berada dikamarnya sekarang hanya Stefan.


Sementara Stefan yang menyadari hal itu hanya bisa mengepalkan kedua tangan-nya erat erat. Sebenarnya Stefan juga sedang menahan diri karena melihat Hana yang hanya mengenakan pakaian dalam. Pria itu tidak mau menyita waktunya lagi. Apa lagi sekarang kondisi Hana juga sangat tidak memungkinkan untuk menerima apa yang Stefan lakukan jika Stefan menuruti egonya sendiri.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Stefan menoleh. Pria itu segera melangkah menuju pintu untuk membukanya.


“Selamat pagi tuan. Ini teh hangat yang tuan mau.” Ujar seorang pelayan yang membawa nampan dimana diatasnya terdapat dua cangkir teh hangat.


Stefan mengambil alih nampan itu karena tidak mau pekerjanya masuk kedalam kamar sementara Hana saja sedang membersihkan diri di kamar mandi dengan pintu yang di biarkan terbuka.


“Terimakasih. Kamu boleh kembali dengan pekerjaan kamu.” Balas Stefan tegas kemudian membawa masuk kedalam kamarnya.


Stefan membawa nampan itu dan di letakan diatas nakas samping tempat tidurnya dan Hana. Baru saja Stefan hendak meraih secangkir teh hangat itu suara ketukan pintu kembali terbuka.


Rahang Stefan mengeras. Paginya benar benar sangat tidak menyenangkan kali ini.


Dengan langkah lebar, Stefan kembali mendekat kearah pintu dan membukanya. Dan disana, didepan pintu kamarnya Angel sudah berdiri. Gadis itu masih mengenakan piyama tidurnya dengan rambut yang di kuncir tinggi.


“Hay dad.. Selamat pagi..” Sapa Angel dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


“Ada apa Angel?” Tanya Stefan tidak ingin basa basi.


“Angel mau ajak mommy buat lihat matahari terbit daddy..” Jawab Angel dengan senyuman yang terus menghiasi bibirnya.

__ADS_1


Mendengar itu Stefan ikut tersenyum. Stefan harap Hana akan mengurungkan niat untuk ikut dengan-nya dan lebih memilih menemani Angel melihat sinar jingga matahari terbit pagi ini.


__ADS_2