ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 189


__ADS_3

Stefan, Selena, dan Jason langsung menyerahkan Michele pada pihak yang berwajib dengan semua barang bukti yang ada. Meski keluarga Michele sempat menentang namun saat Stefan marah mereka langsung ketakutan dan akhirnya menyerah dengan membiarkan Michele dibawa oleh pihak kepolisian.


Stefan menahan napas sejenak. Ternyata Michele adalah pelaku yang menghancurkan semuanya. Tidak hanya Gabriel saja yang dia kambing hitamkan, namun juga Lusi. Hanya bedanya Lusi terlena dan akhirnya benar benar mengkhianati Stefan sampai menjelang kematian-nya. Sedang Gabriel dia hanya korban yang dihakimi sebagai tersangka oleh orang orang didekatnya karena Michele.


“Jadi kamu tau kalau kesalah pahaman diantara kita itu karena ulah Michele?” Tanya Selena pada Jason.


Stefan menoleh. Pria itu menggelengkan kepalanya ketika melihat wajah bodoh Jason yang memang tidak mengerti dengan apa yang Selena tanyakan padanya. Tidak ingin terlalu ikut campur dengan masalah hubungan keduanya, Stefan pun memilih menyingkir. Stefan memberi waktu untuk Selena menyelesaikan kesalah pahaman dengan Jason, tunangan-nya. Kesalah pahaman yang memang dibuat dengan sengaja oleh Michele agar Selena dan Jason berpisah.


Stefan mendudukkan dirinya dikursi ditaman yang tidak jauh dari rumah Michele sembari menunggu sampai Selena selesai berbicara dengan Jason.


Stefan merenung sendiri hingga akhirnya ingatan masa lalu membawanya kembali ke masa dimana Stefan melihat sendiri Lusi yang sedang memadu cinta dengan selingkuhan-nya. Ironisnya saat itu Lusi bahkan sedang hamil besar. Stefan sangat marah dan kecewa bahkan sampai menangis. Namun karena rasa cintanya yang begitu besar Stefan berniat memaafkan Lusi. Tapi sayang Lusi tidak benar benar serius meminta maaf padanya karena setelah melahirkan Angel, Lusi malah pergi dengan selingkuhan-nya yang tidak lain adalah orang suruhan Michele. Dan tanpa diduga kecelakaan itu terjadi yang menyebabkan Lusi dan pria itu meninggal ditempat.


Stefan memejamkan kedua matanya sesaat. Michele sudah begitu banyak mengacaukan hidupnya. Bahkan sampai berniat mencelakai Angel yang berujung terungkapnya identitas Angel yang sesungguhnya.


“Ya Tuhan... Aku tidak menyesali apa yang telah terjadi dalam hidupku.. Aku hanya tidak menyangka jika semua yang terjadi itu sudah diatur oleh seorang gadis kecil yang bahkan tidak pernah sedikitpun aku duga..” Batin Stefan membuka kembali kedua matanya dan menatap bintang yang bertaburan di langit.


Stefan tau meskipun Michele sudah tertangkap namun semuanya belum berakhir. Tentu saja karena tuntutan untuk Michele juga akan menyusul. Apa lagi gadis itu juga dengan santai mengatakan pada Stefan bahwa dirinya pernah mencoba membunuh Sera, mamah Stefan.


“Michele.. Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja. Kamu harus membayar atas semua yang sudah kamu lakukan.” Lirih Stefan dengan senyuman sinisnya.


Sisi kejam pria tampan itu langsung terlihat. Stefan memang pria yang baik dibalik topeng wajah datar dan sikap dingin-nya. Tapi Stefan juga bisa lebih kejam jika seseorang sudah berani mengusik kehidupan-nya.


Stefan mengeluarkan ponsel dalam saku celana jins hitamnya kemudian menghubungi tuan Smith, om nya.

__ADS_1


Stefan menanyakan pada tuan Smith bagaimana keadaan Gabriel sekarang. Dan kabar baik itu Stefan dengar langsung dari tuan Smith bahwa Gabriel sudah sadarkan diri meskipun memang vonis dokter benar bahwa Gabriel tidak bisa mengeluarkan suaranya. Ya, Gabriel tidak bisa bicara.


Stefan juga mengatakan pada om nya itu apa yang baru saja dirinya dan Selena lakukan. Om nya sangat marah mendengarnya dan bersumpah serapah akan menuntut Michele dengan hukuman seberat beratnya bahkan jika perlu hukuman mati atau seumur hidup.


Setelah menjelaskan semuanya Stefan mengakhiri telepon itu dan Selena juga Jason mendekat padanya. Mereka akhirnya sama sama pergi menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Gabriel sekarang.


Stefan benar benar melakukan apa yang dia tekad kan dan menuntaskan-nya malam ini juga dengan bantuan Selena juga Jason.


----------------


Hana menatap bingung pada Jane yang baru saja keluar menemui kedua rekan-nya. Entah kenapa Hana merasa seperti telah terjadi sesuatu diluar kamar hotel tempatnya dan Stefan menginap.


“Jane, apa sesuatu terjadi?” Tanya Hana menatap Jane penasaran.


“Ya nyonya.. Tadi ada orang yang berusaha menerobos kamar anda dan tuan Devandra.” Jawab Jane.


Hana menutup mulut terkejut mendengarnya. Hana merasa dirinya tidak punya musuh dimana mana apa lagi di negara itu.


“Tapi anda tidak perlu khawatir. Dua rekan saya sudah berhasil mencegahnya. Yah, meskipun dia kabur. Saya juga sudah memberitahu tuan tentang ini.” Lanjut Jane.


Hana menghela napas pelan. Satu satunya orang yang harus Hana waspadai adalah Gabriel. Tapi sekarang Gabriel sedang dirumah sakit dan belum sadarkan diri karena luka parah di lehernya. Tidak mungkin rasanya jika memang gadis manis itu yang berusaha mencelakainya. Namun Hana juga yakin orang itu bukanlah Gabriel.


“Nyonya anda tenang saja. Kami akan berusaha semampu kami untuk melindungi nyonya seperti apa yang sudah tuan Devandra percayakan pada kami.” Jane menatap Hana meyakinkan wanita hamil itu bahwa selama ada dirinya Hana akan tetap aman.

__ADS_1


“Ya Jen, terimakasih.” Senyum Hana berusaha menutupi rasa khawatir juga takutnya.


Hana memikirkan bagaimana Stefan dan Selena diluar sana sekarang. Wanita itu takut suami juga adik sepupu iparnya mengalami kendala dalam mengungkap semuanya.


Deringan ponsel yang begitu nyaring dan tiba tiba membuat Hana tersentak karena terkejut. Dengan segera Hana meraih ponselnya yang ada diatas nakas samping tempat tidur. Hana menghela napas begitu mendapati nama kontak Stefan yang tertera dilayar ponselnya.


“Stefan, dia menelepon.” Ujar Hana memberitahu Jane.


Jane menganggukan kepala dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Wanita itu kemudian melangkah menuju sofa dan mendudukan dirinya disana dengan santai. Sembari menemani Hana, Jane memilih untuk memainkan ponselnya sekedar saling membalas pesan singkat dengan putra dan putrinya yang menunggunya dirumah dengan baby siter.


“Halo Stefan.. Bagaimana? Kamu dan Selena tidak apa apa kan?” Tanya Hana dengan perasaan khawatir yang menguasai hati dan pikiran-nya akan keadaan Stefan dan Selena.


“Aku dan Selena baik baik saja sayang.. Jangan khawatir. Kamu bagaimana?”


Hana menghela napas lega mendengar jawaban Stefan.


“Syukurlah.. Aku takut banget kamu dan Selena kenapa napa Stefan.”


“Tenanglah Hana. Aku sudah dalam perjalanan menuju hotel. Semuanya sudah terungkap.”


“Aku tunggu kamu kembali Stefan. Jangan lama lama.”


“Ya sayang..” Balas Stefan kemudian memutuskan sambungan telepon-nya.

__ADS_1


Hana tersenyum merasa sangat bersyukur karena Tuhan mendengarkan do'a yang dia panjatkan. Hana merasa lega juga tenang karena Stefan dan Selena baik baik saja.


__ADS_2