ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 41


__ADS_3

Stefan melirik pada dokter Rania yang asik menonton kartun dengan ponselnya. Merasa tidak nyaman dengan suara tawa nyaring wanita itu Stefan pun bangkit dari duduknya.


“Stefan, kamu mau kemana?” Tanya dokter Rania beralih menatap pada Stefan.


Stefan berhenti ketika sampai didepan pintu ruang keluarga itu. Stefan menggerakkan bola matanya melirik dokter Rania yang masih duduk ditempatnya.


“Aku nggak bodoh. Aku juga tidak mau membiarkan istriku terlalu lama berdua dengan Alan.” Ujar Stefan.


Dokter Rania tersenyum geli mendengarnya. Wanita itu tau Stefan sedang menahan rasa cemburunya sejak tadi duduk disampingnya. Dalam diamnya bahkan pria bule itu tampak resah.


“Dasar laki laki.” Gumam dokter Rania kemudian kembali meneruskan menonton-nya.


Sedang Stefan, pria itu melangkah menuju kamar tempat Alan dan Hana berada sekarang. Stefan juga sudah tau Angel sudah pulang dengan Rico sekitar setengah jam yang lalu.


Ketika sampai di ambang pintu kamar itu, Stefan mendapati Hana yang tertidur dengan posisi duduk di sofa tunggal yang berada tidak jauh dari ranjang Alan.


Stefan tersenyum. Terlalu lama dibiarkan berdua dengan Alan, Hana sampai tertidur. Tapi Stefan merasa lega karena Hana tidur tidak ditepi ranjang Alan seperti yang Stefan bayangkan sekarang.


Stefan mengangkat tangan kirinya menilik waktu sekarang. Stefan tersenyum lagi dan menggelengkan pelan kepalanya. Malam hampir larut dan pantas saja jika Hana sampai tertidur.


Stefan melangkah menghampiri Hana kemudian dengan sangat pelan dan hati hati mengangkat tubuh Hana, menggendongnya ala bridal style dan membawanya keluar dari kamar itu.


Stefan menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai satu rumah itu. Stefan berniat membawa Hana pulang agat bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman ditempatnya sendiri.


Seorang pria berbadan kekar dengan sigap membantu Stefan membukakan pintu mobil saat melihat Stefan keluar dengan Hana yang berada di gendongan-nya.


Setelah memasukan dengan sangat hati hati Hana kedalam mobil, Stefan pun memanggil empat pria yang tidak lain adalah orang suruhan-nya.

__ADS_1


“Kalian dengar, jaga dengan baik Alan disini. Kalian tidak boleh lengah sedetikpun. Karena kalau sampai Alan keluar dari rumah ini tanpa kalian tau, Kalian akan tau sendiri akibatnya. Kalian mengerti?”


“Mengerti tuan.” Tegas mereka ber empat menjawab dengan kompak.


“Bagus. Tolong buka gerbangnya, saya mau pulang.”


“Siap tuan !!”


Stefan masuk kedalam mobilnya. Sedangkan salah satu dari pria berbadan kekar itu berlari dan menyuruh satpam untuk membukakan pintu gerbang dengan segera.


Stefan tersenyum melirik Hana yang begitu pulas disampingnya. Hana bahkan sama sekali tidak terusik saat Stefan meletakan-nya dikursi samping kemudi. Tidak tega melihat posisi duduk istrinya itu Stefan pun menurunkan kursi mobilnya sehingga posisi Hana menjadi sedikit terlentang disampingnya.


Stefan mulai menghidupkan mesin mobilnya kemudian melajukan-nya dengan kecepatan sedang berlalu keluar dari pekarangan rumah dokter Rania.


Stefan yakin dirinya bisa mempercayakan Alan pada dokter cantik itu. Ditambah dengan pengawasan ketat juga kegesitan Rico saat bertindak. Alan pasti tidak akan bisa lepas begitu saja darinya. Apa lagi jika hendak membawa pergi Hana dari sisinya, Stefan tidak akan membiarkan-nya begitu saja.


“Aku tidak perduli dengan apapun Hana. Yang aku mau kamu selalu ada di sisiku apapun yang terjadi.” Gumam Stefan.


Stefan menambah laju kecepatan mobilnya karena malam semakin larut. Selain itu Stefan juga sudah merasa lelah dan ingin sekali mengistirahatkan tubuhnya.


Setelah sampai dirumah, Stefan segera menggendong Hana lagi dan membawanya ke kamar mereka.


Stefan sempat kebingungan saat akan menggantikan baju Hana karena tidak mungkin Stefan membiarkan istrinya tidur dengan pakaian yang meskipun nyaman dibawa tidur tetapi mungkin juga sudah tekena keringat dan bakteri. Hingga akhirnya Stefan menemukan cara yaitu dengan menutup kedua matanya saat melepas baju yang Hana kenakan kemudian menggantikan-nya dengan piyama.


Stefan merasakan jantungnya berdetak sangat cepat saat tangan-nya salah memegang bagian sensitif tubuh Hana. Apa lagi saat tidak sengaja menyenggolnya, itu membuat hasrat yang tidak pernah muncul itu tiba tiba bangkit dan seakan membakar tubuh Stefan.


Namun Stefan bukan pria brengsek yang mau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Stefan tetap berusaha menahan dirinya karena meskipun Hana adalah istrinya tapi Stefan tidak mau mengambil haknya atas Hana dengan cara yang salah. Stefan akan menunggu sampai Hana sendiri yang dengan senang hati menyerahkan-nya. Bahkan jika Hana menyerahkan padanya sekarang pun Stefan tidak akan mau. Karena Stefan tau Hana pasti melakukan-nya bukan karena mencintainya, tapi karena merasa memiliki beban sebagai istrinya.

__ADS_1


Stefan membuka kedua matanya setelah selesai menggantikan baju Hana. Pria itu kemudian melempar baju Hana yang sudah dia lepas ke keranjang baju kotor. Dan untuk mendinginkan tubuhnya yang panas terbakar oleh gairah itu Stefan memilih untuk mandi lebih dulu sebelum tidur.


Paginya.


Hana terbangun dari tidurnya sebelum subuh. wanita itu bangkit dari berbaringnya menguap dan merenggangkan otot otot tubuhnya sambil melenguh.


Hana mengeryit ketika menyadari dirinya sudah berada dikamarnya dan Stefan. Hana kemudian menundukkan kepalanya menatap dirinya sendiri. Kedua mata Hana membulat dengan sempurna ketika mendapati piyama motif bunga bunga yang sudah melekat di tubuhnya.


“Ya Tuhan...” Lirih Hana kemudian menoleh pada Stefan yang tertidur miring memunggunginya.


Pikiran buruk langsung menguasai Hana.


“Apa mungkin dia yang gantiin baju aku?” Hana bertanya tanya dengan jantung berdetak sangat cepat. Hana tidak berani membayangkan saat Stefan membuka bajunya semalam.


“Enggak enggak, dia nggak mungkin mau repot repot melakukan itu. Iyah, enggak mungkin.” Hana mencoba berpikir positif.


Hana kemudian mencoba mengingat ingat apa yang terjadi semalam. Seketika Hana merasa kesal pada Stefan. Hana melihat sendiri semalam bagaimana Stefan yang begitu dekat dengan dokter Rania. Stefan bahkan membuat wanita cantik bercepol tinggi itu tertawa bahagia.


Hana menghela napas kasar. Hana tidak perduli siapapun yang membawanya sampai ke kamar. Yang pasti Hana berpikir orang itu tidak mungkin Stefan.


“Dasar suami jelek, nyebelin, muka datar.” Ejek Hana pada Stefan yang sama sekali tidak mendengar apapun yang Hana katakan. Tentu saja, pria itu masih terlelap dengan damai.


Hana kemudian turun dari ranjang dan melangkah menuju kamar mandi. Setelah melihat kedekatan Stefan dan dokter Rania semalam Hana bertekad tidak akan lagi dekat dekat dengan pria itu. Hana enggan menjadi orang ketiga antara Stefan dan dokter Rania.


Hana melangkah menuju lemari baju mengambil baju ganti kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk mandi guna menyegarkan tubuhnya pagi ini.


Dan selama dikamar mandi Hana kembali menggerutu kesal tentang Stefan. Hana bahkan sampai membejek bejek wadah shampo milik Stefan saking kesalnya.

__ADS_1


__ADS_2