
Hari ini Stefan terus saja marah marah di perusahaan. Bahkan Rico dan karyawan lain sampai terkena amukan darinya. Semua itu tentu saja karena apa yang Hana lakukan pagi ini. Hana begitu seenaknya dan mengatur bahkan mengancamnya akan pergi dari rumah jika Stefan tidak menuruti kemauan-nya.
Stefan menghela napas kasar. Hana berhasil merusak harinya. Hana membuatnya terus di kuasai amarah.
Suara ketukan pintu membuat Stefan menoleh. Tidak lama berselang pintu tersebut terbuka dan masuklah seorang wanita cantik berpakaian sexy yang tidak lain adalah karyawan-nya.
“Permisi tuan.. Ini laporan yang anda inginkan.” Ujar wanita tersebut dengan suara bergetar sembari meletakan map berwarna merah diatas meja kerja Stefan.
“Hem.” Jawab Stefan dengan wajah datar.
Deheman Stefan membuat wanita itu semakin merasa takut. Tidak ingin berada lama lama dalam ruangan Stefan yang di selimuti aura menakutkan itu, wanita tersebut langsung undur diri dari hadapan Stefan.
Tanpa terasa waktu pulang Angel tiba, Stefan mendapat satu notifikasi di ponselnya dari Hana yang mengatakan bahwa Hana sudah menunggunya dirumah.
Stefan berdecak kesal. Pria itu kemudian segera menghubungi Rico dan meminta Rico untuk langsung menghadapnya.
“Saya tuan..” Ujar Rico berdiri dihadapan Stefan yang duduk dikursi kebesaran-nya.
“Rico, tolong wakili saya datang ke acara makan malam Santa grup nanti. Saya ada urusan mendadak dan harus pergi sekarang juga” Kata Stefan dengan nada memerintahnya yang memang tidak pernah bisa Rico tolak.
“Baik tuan.”
Setelah Rico menjawab, Stefan kemudian bangkit dari duduknya meraih berkas yang tadi baru diberikan oleh karyawan-nya dan membawanya pergi meninggalkan Rico yang masih berdiri di tempatnya.
Rico menghela napas pelan. Hari ini hampir semua karyawan mendapat amukan tanpa sebab dari Stefan. Bahkan seorang office girl sampai menangis karena tiba tiba ditegur keras oleh Stefan hanya karena tidak sengaja menghalangi jalan Stefan saat hendak menuju ruang meeting tadi pagi.
Tidak ingin terlalu memikirkan sikap Stefan sekarang, Rico pun memilih untuk berlalu dari ruangan Stefan dan tidak lupa menutup pintu ruangan bos besarnya itu.
__ADS_1
Sementara Stefan, pria itu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata menuju jalan pulang. Stefan tidak ingin jika sampai Hana benar benar pergi dari rumah dan meninggalkan-nya hanya karena Stefan tidak mau menuruti kemauan-nya. Terdengar sangat konyol memang karena seorang Stefan bahkan sampai tidak rela kehilangan seorang wanita sedang diluar sana banyak wanita yang mengantri. Stefan bisa menunjuk siapa saja dan seperti apa wanita yang dia mau. Stefan tentu akan mendapatkan-nya dengan mudah. Tapi sekali lagi, Stefan bukan pria brengsek yang bisa menabur cinta di luaran sana dan pada sembarang wanita.
Dalam waktu singkat mobil mewah Stefan mulai memasuki area kediaman luasnya. Dan di teras rumah ternyata Hana sudah menunggu dengan mengenakan dress pink lembut model simpel tanpa lengan yang panjangnya hanya selutut. Rambut panjangnya di cepol tinggi membuatnya terlihat cantik dan imut.
Stefan menghela napas pelan kemudian turun dari mobilnya dan melangkah mendekat pada Hana yang terus menatapnya.
“Sudah siap?” Tanya Stefan datar.
Hana menganggukan kepala dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya. Hana merasa sangat senang karena Stefan mau menuruti kemauan-nya untuk sama sama menjemput Angel ke sekolahnya.
“Angel pasti akan sangat senang melihat Stefan menjemputnya.” Batin Hana menghela napas pelan.
“Eemm.. Kamu mau aku ambilin minum dulu Stefan?” Tawar Hana.
“Nggak perlu. Ayo berangkat.” Jawab Stefan dingin kemudian meraih tangan Hana dan menuntun-nya menuju mobil.
Namun sebelum pergi, Stefan lebih dulu menyuruh seorang pelayan untuk menaruh map warna merah yang Stefan sengaja bawa pulang ke ruang kerjanya.
Stefan menyusul Hana masuk kedalam mobil. Pria itu kembali menghidupkan mesin mobilnya kemudian mulai melajukan-nya dengan kecepatan sedang berlalu dari pekarangan luas kediaman-nya.
Dalam perjalanan menuju sekolah Angel, Stefan terus saja diam. Stefan sempat melirik Hana sekilas dalam diamnya. Pria itu tidak habis pikir dengan dirinya sendiri. Stefan merasa takut hanya karena ancaman Hana yang akan pergi darinya pagi tadi.
“Stefan, aku minta maaf ya kalau tadi pagi aku bicara kurang sopan sama kamu. Aku lakukan itu untuk Angel. Tapi bukan hanya untuk Angel doang sih. Tapi untuk kamu.. Yah untuk kita bersama.” Ujar Hana pelan.
Stefan diam. Pria itu merasa tidak perlu menanggapi apa yang Hana katakan. Stefan merasa tidak memiliki hal apapun untuk dibahas jika itu tentang Angel.
Stefan bukan membenci Angel sebenarnya. Stefan hanya tidak mau berhubungan terlalu dekat dengan gadis kecil itu. Karena dari awal Stefan sudah tau siapa ayah Angel yang sebenarnya.
__ADS_1
Hana menatap Stefan. Pria itu terus saja fokus dengan kemudinya dan sama sekali tidak menyauti apa yang Hana katakan.
“Stefan aku...”
“Kamu bisa diam tidak?” Tanya Stefan menyela apa yang ingin Hana katakan.
Hana menghela napas kemudian menganggukkan kepalanya. Untuk saat ini Hana merasa lebih baik diam dan menuruti kemauan Stefan. Hana tau Stefan sangat terpaksa menuruti kemauan-nya untuk menjemput Angel kemudian mengajak gadis kecil itu jalan jalan.
Tepat saat mobil mewah Stefan sampai, Angel baru saja keluar dari area sekolahnya. Gadis kecil itu tersenyum merasa sangat bahagia melihat mobil sang daddy yang berhenti tepat didepan pintu gerbang sekolahnya.
Dengan semangat Angel menjauh dari teman temanya mendekat kearah gerbang dimana mobil mewah daddy nya berhenti disana. Angel tidak menyangka Hana benar benar membuktikan omongan-nya menjemputnya saat pulang sekolah bersama Stefan.
Ketika Angel keluar dari area sekolah elitnya, Hana pun keluar dari mobil Stefan. Wanita itu tersenyum dan merentangkan kedua tangan-nya memberi kode agar Angel memeluknya. Dan tentu saja Angel dengan semangat berlari berhambur memeluk Hana.
“Mommy nggak bohong kan? Mommy sama daddy beneran jemput Angel.” Senyum Hana menunduk menatap pada Angel.
“Iya mommy.. Makasih banget ya mommy.. Angel seneng banget.”
“Ya udah lebih baik sekarang kita cari makan dulu abis itu baru kita jalan jalan. Jangan membuat daddy menunggu lama.” Ujar Hana dengan suara berbisik.
Angel menganggukan kepala mengerti kemudian segera mengikuti Hana yang menuntun-nya dan membukakan pintu mobil bagian belakang untuknya.
Setelah Angel duduk dengan tenang dikursi belakang, Hana pun masuk dan duduk kembali disamping Stefan.
“Hay daddy.. Selamat siang..” Sapa Angel dengan senyuman manis di bibirnya.
“Hem.. Ya..” Balas Stefan tanpa menoleh pada Angel.
__ADS_1
Hana ingin sekali protes tapi itu tidak mungkin. Hana tidak ingin berdebat dengan Stefan didepan Angel.
Stefan melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah Angel. Dan mereka lebih dulu mencari tempat untuk makan sebelum akhirnya mereka jalan jalan bersama layaknya keluarga yang harmonis seperti pada umumnya. Keluarga yang sejak dulu sangat Angel impikan.