ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 97


__ADS_3

Malamnya.


Stefan menatap Hana dan Angel yang sedang asik membuka semua peralatan menggambar milik Angel yang baru dibelinya setelah pulang sekolah sore tadi bersama Sera. Pria itu menghela napas enggan mendekat pada keduanya yang duduk diatas karpet berbulu dengan antusias yang sama begitu membuka semua peralatan menggambar baru milik Angel.


“Wah.. Ini warnanya cantik banget loh cat airnya Angel. Ini kamu atau oma yang pilih?” Tanya Hana meraih cat air yang menurutnya warnanya bagus.


“Itu Angel yang pilih mommy. Semua ini semuanya pilihan Angel. Soalnya oma bebasin Angel buat milih apapun yang Angel suka tadi sore. Kata oma daddy yang suruh oma buat nggak membatasi Angel.” Senyum gadis kecil itu menjawab dengan wajah berseri seri.


“Oh ya? Waw seneng banget..”


Angel menganggukan kepala dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Terang saja gadis itu sangat bahagia karena ternyata daddy nya masih sangat perhatian padanya.


Hana kemudian menoleh pada Stefan. Wanita itu sangat berharap Stefan mendekat dan bergabung bersamanya dan Angel untuk melihat semua yang sudah Angel beli bersama Sera tadi sore. Namun ternyata bukan-nya mendekat Stefan malah berlalu dari tempatnya berdiri dan melangkah menjauh meninggalkan Hana dan Angel.


Hal itu membuat mood Hana langsung memburuk. Senyuman dibibirnya sirna karena Stefan malah menjauh darinya juga Angel.


“Mommy, apa daddy marah sama Angel karena Angel terlalu banyak membeli semua ini?” Tanya Angel pada Hana dengan wajah sendunya.


Hana menoleh dan kembali menatap pada Angel. Dengan lembut Hana membelai kedua pipi Angel.


“Kamu tentu tau bagaimana daddy kamu sayang. Daddy tidak mungkin marah hanya karena kamu membeli semua ini. Bukan-nya tadi kamu sendiri yang bilang daddy membebaskan apapun yang ingin kamu ambil hem?”


Angel menatap Hana dengan wajah polosnya. Gadis itu kemudian menganggukkan kepalanya pelan setuju dengan apa yang Hana katakan. Sejak dulu Stefan memang tidak pernah membatasi apapun yang ingin Angel beli.


“Ya udah kalau begitu lebih baik sekarang kamu beresin semua ini terus istirahat. Mommy bantu yah?”


“Enggak usah mommy. Angel beresin sendiri aja. Angel nggak mau mommy sampai kelelahan. Mommy kan harus jaga kesehatan terus nggak boleh kelelahan biar ade baby nya Angel juga sehat didalam perut mommy.” Ujar gadis kecil itu menolak tawaran bantuan dari Hana dengan sangat manis.


Hana tertawa mendengarnya.


“Oke oke kalau begitu. Ya sudah mommy tungguin aja deh sampai Angel selesai beresin semua ini.”

__ADS_1


“Oke mommy..”


Angel pelan pelan mulai membereskan semua peralatan menggambarnya yang baru dia keluarkan dari bungkusnya. Setelah rapi Angel membawanya menuju kamar menaruh di tempatnya dengan Hana yang hanya memperhatikan saja karena Angel yang memang tidak mau dibantu olehnya.


“Selesai..” Girang Angel setelah semuanya beres.


“Anak pintar.. Ya sudah lebih baik sekarang Angel tidur ya sudah malam. Mommy juga mau istirahat.”


Hana membelai sayang puncak kepala Angel kemudian mengecup lembut kening gadis itu sebelum berlalu keluar dari kamar Angel.


Hana menghela napas setelah menutup pintu kamar Angel. Ekspresinya langsung berubah begitu mengingat Stefan yang malah menjauh darinya dan Angel tadi.


Dengan langkah lebar Hana melangkah menuju kamarnya dan Stefan, membuka pintunya dengan sedikit kasar membuat Stefan yang sedang asik melamun ditepi ranjang tersentak kaget.


“Bisa nggak buka pintunya pelan pelan? Ngagetin tau nggak.” Ketus Stefan merasa kesal karena ulah Hana yang mengagetkan-nya.


Hana mendelik mendengarnya. Wanita itu tidak terima dengan apa yang Stefan katakan padanya dengan ketus tadi.


Hana melangkah mendekat pada Stefan kemudian mendorong kedua bahu Stefan dengan kasar membuat tubuh Stefan terbanting ke atas tempat tidur.


“Hana kamu..”


“Aku nggak suka ya dengan sikap kamu tadi Stefan. Kamu membuat Angel sedih. Kamu bahkan berani berkata begitu ketus setelah kamu sendiri melakukan kesalahan.” Tekan Hana menatap Stefan tajam.


Stefan menyipitkan kedua matanya menatap Hana yang semakin berani padanya. Wanita itu bahkan dengan begitu berani merangkak diatas tubuhnya dan mengintimidasinya dengan tatapan tajamnya.


Rahang Stefan mengeras. Pria itu merasa sangat diremehkan sekarang. Hana sama sekali sudah tidak lagi merasa takut padanya. Sebaliknya, Hana sepertinya sedang mencoba menindasnya.


“Menyingkir dariku Hana atau aku..”


Ucapan Stefan terhenti, dan kedua mata pria itu membulat dengan sempurna ketika tiba tiba Hana menyambar bibirnya, menciumnya dengan kasar bahkan sampai menggigit bibir bawah Stefan.

__ADS_1


“Jangan mengancamku Stefan.” Ujar Hana setelah melepaskan bibir Stefan.


Stefan mendadak menjadi bisu. Seingatnya bahkan Stefan sekalipun tidak pernah mencium Hana dengan begitu kasar. Stefan selalu melakukan-nya dengan lembut dan penuh cinta.


“Pokonya aku nggak mau tau Stefan. Mulai besok, kamu nggak boleh lagi menampakan wajah datar didepan aku.” Tegas Hana kemudian bangkit dari tubuh Stefan.


Stefan mengerjapkan beberapa kali kedua matanya. Stefan sangat berharap apa yang terjadi hanyalah mimpi. Karena Stefan tidak mau di tindas oleh Hana, istrinya sendiri.


Apapun alasan-nya Stefan ingin tetap menjadi yang paling kuat diantara semua orang yang berada didalam rumahnya. Tidak boleh ada satupun orang yang menindasnya sekalipun itu Hana.


Setelah berhasil membuat Stefan mati kutu, Hana masuk kedalam kamar mandi. Namun tiba tiba Hana merasa sangat mual dan muntah muntah didalam kamar mandi.


Stefan yang mendengar Hana muntah didalam kamar mandi langsung tersadar. Stefan bangkit dari posisinya kemudian berlari masuk kedalam kamar mandi menghampiri Hana yang sedang muntah muntah di wastafel.


Stefan memang sedang kesal pada Hana. Tapi bukan berarti Stefan akan membiarkan Hana yang sedang muntah muntah sendirian.


“Kamu kenapa Hana?” Tanya Stefan dengan nada khawatir setelah Hana berhenti muntah dan sudah membasuh bibirnya.


“Aku nggak tau, tiba tiba aku mual banget.” Jawab Hana meringis sambil memegangi perutnya.


Stefan menyipitkan kedua matanya menatap Hana. Tidak mungkin jika Hana muntah karena menciumnya. Begitu pikir Stefan sekarang.


“Gara gara kamu ini pasti Stefan. Gara gara aku cium kamu makan-nya aku muntah begini.”


Stefan mendelik. Pemikiran Hana sama dengan apa yang sedang berada dipikiran Stefan. Tapi Stefan tidak membenarkan pemikiran-nya itu.


“Hana, bisa nggak sih kamu nggak usah keterlaluan begitu? Aku juga nggak nyuruh kamu buat cium aku kok. Orang kamu sendiri yang cium aku, kasar banget lagi.” Marah Stefan tidak terima.


Hana mengerucutkan bibirnya mendengar omelan tidak terima Stefan. Dan mendadak Hana merasa sangat sedih dan menderita karena ucapan Stefan.


Hana menutup wajahnya dengan kedua tangan-nya kemudian menangis terisak. Hal itu membuat Stefan ingin sekali berteriak sekencang kencangnya. Hana terus saja membuatnya serba salah.

__ADS_1


“Kamu jahat Stefan.. Hiks hiks hiks.” Tangis Hana.


Stefan benar benar tidak tau harus bagaimana dan melakukan apa selain memeluk Hana untuk menenangkan-nya kemudian mengalah meminta maaf.


__ADS_2