ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 288


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Stefan pun benar benar mengajak Hana untuk berziarah ke makam kedua orang tua Hana. Stefan juga mengajak serta Sera dan Angel di hari libur itu.


“Ini makamnya siapa dad?” Tanya Angel pada Stefan yang berdiri disampingnya.


Stefan tersenyum tipis. Stefan tidak mengatakan pada Angel akan berziarah ke makam kedua orang tua Hana pada putrinya.


Stefan membuka kaca mata hitam yang bertengger di pangkal hidungnya. Pria yang mengenakan setelan serba hitam itu menatap penuh perhatian pada putrinya.


“Ini makamnya nenek sama kakek. Ayah sama ibunya mommy princess.” Jawab Stefan memberi penjelasan.


Mendengar itu Angel pun menganggukkan kepalanya. Gadis kecil itu kemudian mencomot bunga yang berada didalam keranjang yang ada disamping Hana yang bersimpuh di samping makam tersebut. Angel menaburi bunga dengan pelan diatas pusara mendiang kedua orang tua Hana.


“Hay nenek, kakek. Ini Angel.” Ujar gadis kecil itu tersenyum manis menatap bergantian pada nisan ayah dan ibu Hana.


Hana yang mendengarnya menoleh. Wanita itu kemudian kembali memusatkan perhatian-nya pada nisan kedua orang tuanya. Hana tidak tau kenapa rasa kehilangan itu selalu saja terasa setiap dirinya berziarah ke makam kedua orang tuanya. Hana sudah berusaha untuk ikhlas namun rasa rindu itu begitu menggerogoti hatinya. Membelenggu perasaan juga jiwanya. Hana bahkan berpikir dirinya ingin kembali ke masa kecil lagi dimana kedua orang tuanya masih ada untuk memeluknya.


Stefan kemudian ikut berjongkok disamping Angel. Pria itu mencomot bunga yang ada di keranjang dan menaburinya dengan perlahan diatas pusara kedua orang tua Hana.


“Ayah ibu.. Saya Stefan, Stefan Devandra.” Batin Stefan menatap nisan kedua orang tua Hana bergantian.

__ADS_1


“Saya sangat mencintai Hana, putri kesayangan kalian.” Stefan kembali membatin. Stefan merasa apa yang saat ini ada di benaknya tidak perlu siapapun tahu. Tapi Stefan yakin kedua orang tua Hana pasti mendengar apa yang dia katakan tanpa harus Stefan mengucapkan secara langsung.


“Walaupun kalian sekarang sudah berada di tempat yang tidak sama dengan kami, tapi saya yakin kalian pasti melihat semuanya. Dan sebagai suami Hana, saya mohon restu dari kalian berdua.”


Sera yang terus saja berdiri sambil menggendong Theo menatap Hana, Stefan, juga Angel yang berjongkok disamping makam ibu Hana. Sera tidak tau apa yang ada di pikiran ketiganya sekarang. Tapi Sera yakin sesuatu pasti sedang terlintas di benak ketiganya.


“Aoo.. Huuu..” Theo tiba tiba bersuara. Balita itu bahkan memekik tertawa melihat mommy dan daddy juga kakaknya yang berjongkok sejajar.


“Sshhtt.. pelan pelan sayang..” Bisik Sera pada Theo yang malah tertawa begitu lebar mendengarnya.


Hana menghela napas pelan. Wanita itu berusaha untuk menghilangkan rasa sedih atas kehilangan yang terus saja membelenggu setiap Hana berziarah ke makam kedua orang tuanya.


Hana kemudian menoleh pada Angel dan Stefan. Hana juga menatap sebentar pada Sera yang sedang menggendong Theo. Ya, balita tampan itu sudah tidak lagi rewel seperti saat itu.


“Enggak perlu terimakasih mommy.. Angel seneng kok ikut mommy sama daddy juga oma kesini. Ternyata Angel nggak cuma punya mommy, daddy, sama oma terus adek. Tapi Angel juga punya nenek dan kakek walaupun Angel nggak bisa melihatnya secara langsung. Mommy jangan sedih ya.. Walaupun nenek sama kakek sudah tidak bisa lagi menemani mommy, tapi mommy harus selalu bahagia karena ada Angel, daddy, oma, sama adek yang akan selalu ada buat mommy.” Ujar Angel dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


Hana tertawa pelan mendengarnya. Wanita itu menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang Angel katakan. Hana memang tidak seharusnya merasa sedih terus menerus karena kehilangan kedua orang tuanya. Tentu karena segala sesuatu yang terjadi sudah di atur oleh Tuhan. Dan setiap yang Tuhan atur pasti adalah sesuatu yang baik.


“Ya sayang.. Mommy nggak akan sedih kok. Mommy sangat bahagia memiliki kalian semua. Terimakasih sudah mau menerima mommy dengan segala kekurangan yang mommy miliki.”

__ADS_1


Hana tersenyum menatap Angel. Hana juga membelai lembut pipi chuby putrinya itu dengan penuh kasih sayang.


Stefan yang mendengar itu tersenyum. Pria itu berjanji pada dirinya sendiri akan terus menjaga Hana juga mempertahankan Hana agar selalu ada di sampingnya. Stefan juga akan memastikan sendiri bahwa Hana akan hidup bahagia bersamanya.


Setelah berziarah ke makam kedua orang tua Hana, Stefan juga mengajak Hana, Angel, juga Sera untuk berziarah ke makam mendiang istri pertamanya Lusi. Hal itu membuat Angel sangat bahagia karena ini adalah pertama kalinya Stefan mengajaknya lebih dulu untuk ke makam mommy kandungnya.


“Hay mommy.. Angel datang sama daddy sama mommy Hana juga.” Angel mulai berceloteh sambil menaburi bunga di atas pusara Lusi. Gadis kecil itu terus mengukir senyuman manis di bibirnya. Angel percaya meski mommy kandungnya tidak lagi berada di sisinya bahkan sejak dirinya di lahirkan, namun mommy kandungnya pasti bisa melihat dirinya yang bahagia bersama Stefan juga Hana.


“Mommy lihat deh.. Angel punya adek. Namanya Theo. Adek sangat mirip sama daddy mom.. Sama sama ganteng dan keren.”


Hana terkekeh geli mendengar apa yang Angel katakan pada makam Lusi. Gadis kecil itu benar benar begitu sangat polos. Itu yang membuat Hana sangat menyayangi Angel sejak pertama kali mereka bertemu.


Sementara Stefan, pria itu berdiri disamping Sera yang masih menggendong Theo. Pria itu menatap dalam diam nisan mendiang istri pertamanya. Stefan berpikir sefatal apapun kesalahan yang Lusi lakukan dengan mengkhianatinya di masa lalu, tidak seharusnya Stefan membenci Lusi begitu dalam dulu. Karena bagaimanapun Lusi adalah wanita yang berhasil membuat hati Stefan tergerak merasakan rasa cinta. Rasa cinta yang juga membuat Stefan bahagia.


“Mamah harap semua rasa benci kamu sama Lusi sudah benar benar hilang dari hati kamu Stefan. Percaya lah bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah di atur oleh Tuhan.” Ujar Sera pelan.


Stefan tersenyum samar. Stefan dulu memang sangat kecewa, marah, hingga akhirnya merasakan benci yang begitu dalam bahkan meski Lusi sudah tiada. Stefan bahkan sampai mengabaikan Angel yang tidak tau apa apa. Tentu saja karena Stefan tau siapa Angel yang sebenarnya.


“Aku bahkan sudah tidak ingat lagi bagaimana rasa itu menguasai hati dan pikiranku mah.. Yang aku tau sekarang, aku bahagia dengan kehidupan baruku bersama Hana.” Balas Stefan membuat Sera tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


Sera juga tidak menampik rasa kecewa yang di rasakan-nya begitu tau Lusi pernah mengkhianati Stefan dan Angel adalah anak hasil dari perselingkuhan Lusi dengan pria yang sampai sekarang tidak Sera tau siapa.


“Dan aku tidak akan mengulangi kesalahanku untuk yang kedua kalinya mah. Aku akan menjaga dengan baik hubunganku dengan Hana sampai kami sama sama menua nanti. Bahkan mungkin sampai Tuhan mempertemukan kami lagi di kehidupan abadi.” Tambah Stefan.


__ADS_2