
Stefan menggandeng tangan Hana melewati beberapa makam yang tidak tau milik siapa. Mereka sudah sampai di pemakaman tempat peristirahatan terakhir papah Stefan. Dan sekarang Stefan sedang melangkah dengan Hana yang berada di belakangnya dan tangan saling bertautan menuju makam sang papah.
Hana beberapa kali menghela napas sembari melangkah mengikuti Stefan. Entahlah, Hana benar benar merasa sangat gugup sekarang. Padahal mereka hanya mau berziarah ke makam mendiang papah Stefan, tapi rasanya seperti akan bertatap muka secara langsung dengan papah mertuanya itu.
Langkah Stefan berhenti ketika berada tepat didepan makam bertuliskan Nicholas Devandra pada batu nisan-nya.
Hana langsung mengsejajarkan dirinya disamping Stefan yang terdiam dengan tatapan lurus kearah nisan mendiang papahnya.
“Kita sudah sampai.” Ujar Stefan pelan.
Hana menahan napas sejenak kemudian menghembuskan-nya perlahan. Wanita itu kemudian melepaskan gandengan tangan Stefan dan semakin mendekat pada makam papah Stefan.
Hana berdiri disamping kanan makam papah Stefan kemudian tersenyum. Pelan pelan wanita itu kemudian berjongkok dan menaruh sebuket bunga yang dibawanya tepat didepan batu nisan papah mertuanya itu.
“Saya Hana pah.. Istrinya Stefan.” Ujar Hana memperkenalkan dirinya didepan makam papah mertuanya. Meski memang papah mertuanya itu sudah tidak ada lagi di dunia namun Hana merasa seperti sedang berkenalan langsung didepan sosoknya. Gugup juga malu Hana pun juga merasakan-nya saat ini.
Stefan yang tau apa yang sedang dirasakan istrinya tersenyum geli. Hana benar benar bertingkah konyol karena merasa gugup didepan makam papah mertuanya.
Stefan menghela napas pelan kemudian mendekat pada Hana dan berjongkok tepat disamping Hana disamping kanan makam papahnya.
“Ini Hana pah.. Dia perempuan yang sangat aku cintai. Dia istriku.” Gumam Stefan pelan.
Stefan tersenyum menatap nisan papahnya. Jika saja papahnya masih ada, mungkin dia akan menertawakan-nya karena menikah sampai dua kali. Mungkin juga pria itu akan marah padanya karena menganggap Stefan tidak setia pada mendiang istri pertamanya Lusi. Tapi bagaimanapun juga Stefan hanya pria biasa yang bisa kembali jatuh cinta setelah istri pertamanya pergi meninggalkan-nya untuk selamanya. Stefan akui dirinya memang tidak bisa setia seperti mamahnya yang memilih bertahan setelah di tinggalkan oleh orang yang sangat di cintainya. Tapi kisahnya dan mamahnya berbeda. Sera di tinggalkan dalam keadaan suaminya tetap setia membawa cinta. Sedangkan Stefan dia di khianati sebelum akhirnya di tinggalkan untuk selama selamanya oleh Lusi. Lusi bahkan meninggalkan buah hati hasil perselingkuhan-nya yaitu Angel pada Stefan.
“Pah.. Aku minta maaf karena aku nggak pernah datang buat mengunjungi papah disini. Seperti yang papah tau, aku selalu sibuk setiap hari dan baru sekarang bisa datang untuk mengunjungi papah..”
Hana hanya diam saja mendengarkan apa yang Stefan katakan didepan makam papahnya. Wanita itu bingung harus mengatakan apa sekarang.
__ADS_1
“Papah tau, aku baru saja mengungkap satu hal yang lumayan besar. Papah pasti akan sangat bangga padaku jika papah masih ada disampingku.”
Hana menoleh menatap wajah tampan Stefan dari samping. Kali ini Hana benar benar mendapati sisi lain lagi dari seorang Stefan. Stefan seperti seorang anak kecil berusia lima tahun yang sedang menceritakan apa yang baru saja di alaminya pada orang tuanya.
Hana tersenyum penuh arti menatap Stefan. Hana sadar setangguh dan sehebat apapun suaminya Stefan juga seorang anak yang sebenarnya masih sangat membutuhkan sosok papahnya.
Hana kemudian meraih tangan Stefan dan menggenggamnya erat juga lembut.
Apa yang Hana lakukan membuat Stefan menoleh menatapnya. Pria itu menatap Hana dengan tatapan tidak mengerti.
“Aku akan selalu ada untuk kamu Stefan. Dan jika Tuhan mengizinkan, aku akan menemani kamu sampai rambut ini memutih.” Senyum Hana berkata.
Stefan ikut tersenyum mendengarnya. Stefan harap Hana benar benar menepati apa yang dikatakan-nya.
Setelah mengunjungi makam papahnya, Stefan mengajak Hana untuk kembali mengunjungi beberapa tempat wisata dikota itu. Stefan tidak ingin menyia nyiakan waktu berduanya bersama Hana. Pria itu ingin membuat istrinya bahagia dengan mengajaknya pergi ketempat yang tidak pernah Hana kunjungi sebelumnya.
Alan menghentikan motornya didepan gerbang kediaman dokter Rania. Sore ini Alan kembali datang ke rumah dokter cantik itu dengan sebuket bunga yang dibawanya.
Alan menghela napas. Alan tidak tau apakah dokter cantik itu sudah pulang atau belum dari rumah sakit tempatnya bekerja. Alan memang sengaja datang tanpa memberitahu dokter Rania.
“Tuan Alan..”
Alan tersenyum saat satpam yang bekerja dirumah dokter Rania menyapanya kemudian membukakan gerbang untuknya.
“Pak.. Dokter Ranianya sudah pulang?” Tanya Alan pada Satpam itu.
“Nona belum pulang tuan. Biasanya sih jam segini sudah dirumah. Tapi kali ini belum. Mungkin sedang dalam perjalanan.” Jawab satpam tersebut.
__ADS_1
Alan menganggukkan kepalanya mengerti. Pria itu kemudian turun dari motornya dan meraih sebuket bunga yang ditaruh dibagian depan motornya.
“Tuan silahkan masuk. Tunggu saja di dalam, mungkin sebentar lagi nona sampai.” Ujar pak satpam.
“Ah tidak usah pak, saya titip ini saja ya untuk dokter Rania.” Tolak Alan kemudian memberikan sebuket bunga yang dibawanya pada satpam tersebut.
“Loh kenapa nggak dikasih sendiri secara langsung saja tuan?” Tanya satpam itu bingung.
“Iya pak, soalnya saya buru buru harus menjemput adik saya yang sedang les. Kalau begitu saya permisi ya pak.”
“Ah iya, iya tuan. Hati hati.”
Alan hanya menganggukkan kepalanya kemudian naik kembali ke motornya. Dengan kecepatan sedang Alan berlalu dari depan gerbang kediaman dokter Rania menjauh dari satpam yang hanya menggelengkan kepalanya kemudian kembali menutup pintu gerbang dan membawa masuk ke dalam rumah sebuket bunga pemberian Alan untuk dokter Rania yang di titipkan padanya.
Dalam perjalanan menuju tempat les Aisha, Alan terus memikirkan dokter Rania. Beberapa hari ini mereka memang tidak bertemu tepatnya setelah kedatangan mereka berdua beberapa hari yang lalu kerumah Stefan untuk bertemu dengan Hana.
Alan menghela napas. Dokter Rania adalah sosok dokter cantik yang penuh dengan ketulusan. Dokter Rania juga sosok yang berhasil membuat Alan tegar dan bisa melalui masa masa sulitnya.
“Apa mungkin aku jatuh cinta lagi?” Batin Alan bertanya tanya.
Selama ini selain Hana tidak ada satupun wanita yang bisa membuat Alan begitu bahagia dan berbunga bunga. Tapi akhir akhir ini bayangan wajah cantik dokter Rania terus membayanginya membuat Alan semakin bersemangat bekerja setiap hari. Dokter Rania bahkan sering masuk kedalam mimpinya yang membuat Alan tersenyum begitu bangun di pagi harinya.
Tintiiiiiiin !!
Suara klakson mobil yang begitu nyaring membuat Alan tersentak kaget. Lamunan pria itu buyar seketika tentang dokter Rania. Alan kemudian segera menambah kecepatan laju mobilnya karena tidak ingin membuat si pengendara mobil yang ada di belakangnya semakin marah padanya.
Alan menghela napas kasar. Hampir saja dirinya celaka karena terlalu asik melamunkan dokter cantik itu.
__ADS_1
“Huft, hampir saja.” Gumam Alan.