
Sorenya Sera benar benar mengajak Angel jalan jalan ke mall. Sera juga menghubungi Rico agar Rico datang menemuinya di mall tersebut. Sera ingin tau apakah Stefan menghubungi Rico untuk menanyakan tentang pekerjaan atau tidak.
“Selamat malam nyonya, maaf saya tidak bisa datang tepat waktu. Tadi ada meeting dengan nona Williana juga tuan Boby.”
Sera menganggukkan kepalanya memahami bagaimana sibuknya Rico karena tidak ada Stefan. Rico memang mengambil alih semua pekerjaan Stefan. Pria itu begitu sibuk mondar mandir menemui client, terjun langsung ke lapangan untuk mengawasi proyek yang sedang dibangun, juga membahas tentang kerja sama dengan perusahaan lain. Sera ingin sekali membantu Rico sebenarnya namun itu tidak mungkin karena Sera harus fokus pada Angel.
“Duduk..” Senyum Sera menyuruh agar Rico duduk disampingnya.
Saat ini Sera memang sudah berada di salah satu restoran untuk mengisi perutnya bersama Angel mengingat waktu makan malam sudah tiba.
“Kamu mau pesan apa Rico?” Tanya Sera sambil membuka buku menu.
“Anda tidak perlu repot repot nyonya.” Senyum tipis Rico merasa tidak enak hati jika harus makan bersama dengan nyonya besar keluarga Devandra.
Sera tertawa pelan. Wanita itu kemudian memanggil pelayan dan memesankan menu makanan untuknya, Angel, juga Rico. Sera tidak tau apa makanan yang Rico suka sebenarnya. Dia hanya menyamakan menu makanan dengan pesanan Angel.
“Jadi bagaimana perusahaan selama Stefan tidak ada Rico?” Tanya Sera menutup buku menu yang di pegangnya kemudian meletakan-nya ke tempat semula.
Rico tersenyum tipis. Pria itu sudah biasa menangani perusahaan Stefan sendiri jika Stefan tidak ada. Jadi Rico sudah banyak tau tentang perusahaan juga apa saja yang harus dia lakukan jika Stefan sedang tidak ada di tempat. Salah satunya adalah menggantikan posisi Stefan di rapat atau meeting penting.
“Semuanya baik baik saja nyonya.” Jawab Rico pelan.
“Syukurlah kalau begitu. Stefan benar benar sangat beruntung memiliki orang yang bisa di andalkan seperti kamu, Rico.”
Rico tertawa pelan mendengarnya.
__ADS_1
“Anda terlalu berlebihan nyonya. Saya hanya melakukan apa yang memang harus saya lakukan juga yang saya bisa.”
Sera diam. Sera benar benar penasaran apakah Rico terus berkomunikasi dengan Stefan selama Stefan dan Hana berada di Amerika atau tidak.
“Jadi saya mau menanyakan sesuatu sama kamu Rico. Ini tentang Stefan.”
Rico diam dengan segala pertanyaan yang bersarang di benaknya. Selama ini Rico tidak pernah mengobrol serius dengan Sera. Tentu saja karena Rico selalu berhadapan langsung dengan Stefan.
“Rico..” Panggil Sera membuat Rico menatapnya.
“Apa selama di Amerika Stefan sama sekali tidak menghubungi kamu? Mungkin menanyakan tentang pekerjaan?”
Rico tidak langsung menjawab. Rico sama sekali tidak menerima pesan atau telepon dari Stefan. Maka dari itu Rico juga tidak berani menghubungi Stefan. Di samping karena memang Rico bisa menangani dengan baik perusahaan Stefan, Rico juga berpikir mungkin memang Stefan sedang tidak ingin di ganggu dan ingin menghabiskan waktunya hanya berdua saja dengan Hana, istri yang sangat Stefan cintai.
“Hem.. Tidak nyonya. Tuan Stefan sama sekali tidak menghubungi saya untuk membicarakan apapun.” Jawab Rico jujur.
Sera kemudian melirik Angel. Gadis cantik itu sama sekali tidak menyimak obrolan serius Sera dengan Rico. Angel asik memainkan mainan barunya.
“Nyonya maaf sebelumnya. Kalau boleh saya tau memangnya ada apa nyonya? Apa sesuatu terjadi?”
Sera kembali menatap pada Rico. Wanita itu tersenyum tipis kemudian menggelengkan pelan kepalanya.
“Tidak ada apa apa Rico. Hanya saja saya penasaran karena Stefan juga jarang menghubungi saya. Yah.. Kamu tau sendirikan sebagai seorang laki laki yang sudah punya anak dan pergi tanpa anaknya pasti anaknya sangat merindukan daddy nya. Begitu juga dengan Angel.”
Rico menganggukan pelan kepalanya mengerti. Yang Rico tau Stefan sangat menyayangi putrinya dan tidak ingin apapun terjadi pada gadis kecil itu. Hanya saja mungkin kali ini Stefan sedang ingin menghabiskan waktunya bersama Hana saja.
__ADS_1
Tidak lama kemudian pesanan Sera datang. Mereka menyantap makan malamnya bersama dengan tenang di selingi dengan obrolan seputar pekerjaan yang memang harus banyak Rico lakukan untuk menggantikan posisi Stefan selama Stefan tidak berada di tempat.
------------
Tuan dan nyonya Smith, juga Gabriel dan Selena terus bertanya tanya melihat Stefan yang lagi lagi menguap dan memijit pangkal hidungnya dengan kedua mata terpejam sesaat. Apa lagi Stefan juga sesekali berdecak pelan dengan gelengan kepala seperti orang yang sedang berusaha menahan kantuknya.
Namun bukan hanya mereka saja yang bingung dan bertanya tanya. Hana pun demikian. Saat ini keduanya memang sedang berada di rumah nyonya dan tuan Smith untuk menengok bagaimana keadaan Gabriel. Mereka berdua juga bermaksud untuk pamit karena harus segera pulang ke indonesia. Mereka tidak tega terlalu lama meninggalkan Angel yang sudah sangat Hana rindukan.
“Emm.. Stefan..” Panggil Hana menyentuh lembut tangan besar Stefan.
Stefan langsung menoleh pada Hana. Kali ini Stefan benar benar tidak bisa menahan rasa kantuknya. Kedua matanya bahkan sampai terasa panas.
“Apa kamu sakit?” Tanya Hana dengan perasaan khawatir yang menguasai hatinya.
Stefan tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya. Semalaman tidak bisa memejamkan mata karena ulah Hana membuat Stefan mengantuk sekarang. Sedangkan menjelang pagi saat tangan Hana baru terlepas darinya, Stefan sudah tidak mungkin lagi bisa memejamkan kedua matanya. Di tambah dengan Hana yang akhirnya terbangun karena rasa mual yang di rasakan-nya.
“Aku tidak apa apa Hana. Aku hanya sedikit mengantuk.” Jawab Stefan yang memilih untuk jujur dengan apa yang di rasakan-nya sekarang.
“Ya ampun.. Memangnya semalam kamu nggak bisa tidur?” Tanya Hana menatap Stefan sendu.
Stefan hanya tersenyum saja. Tidak mungkin Stefan mengatakan apa yang Hana lakukan secara tidak sadar padanya semalam. Hana pasti akan merasa sangat malu jika Stefan apa yang terjadi semalam pada dirinya. Apa lagi disana juga ada tuan dan nyonya Smith juga kedua adik sepupunya, Selena dan Gabriel.
“Ya..” Jawab Stefan pelan.
“Ya sudah kalau begitu lebih baik setelah sarapan kamu tidur saja sebentar disini Stefan. Nanti setelah kamu sudah tidak mengantuk kamu bisa pergi mengajak Hana untuk mencari sesuatu untuk Angel. Siapa tau Gabriel dan Selena juga ingin membelikan sesuatu juga untuk Angel.” Saran tuan Smith melirik sekilas pada Selena dan Gabriel yang langsung mengangguk dengan semangat setuju dengan apa yang daddy mereka sarankan pada Stefan.
__ADS_1
Hana menghela napas tidak berani mengiyakan. Wanita itu khawatir Stefan masih masih merasa tidak nyaman dirumah om dan tantenya.
“Baiklah..” Angguk Stefan setuju karena merasa sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi.