ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 57


__ADS_3

Karena tidak bisa menahan emosinya, dokter Rania langsung mendatangi Stefan dikediaman-nya. Dan kebetulan sore itu Stefan baru saja pulang dari jalan jalan-nya bersama Hana dan Angel.


“Kita bicara di ruanganku saja Rania.” Ujar Stefan dingin.


Hana yang saat itu masih ada di antara mereka mengeryit. Berbicara di ruangan Stefan itu artinya Stefan sengaja menghindar dari Hana agar Hana tidak tau apa yang ingin Stefan dan dokter Rania bicarakan.


“Kenapa nggak disini saja Stefan?” Tanya Hana.


Dokter Rania menatap sebentar pada Hana kemudian menghela napas. Dokter cantik itu yakin Hana juga tidak tau apapun tentang Stefan yang menyuruh body guard untuk berjaga dirumahnya agar menghalangi ibu dan kedua adik Alan menjenguk Alan.


Stefan melirik Hana yang berdiri disampingnya kemudian menatap pada Angel yang masih di gandeng oleh Hana.


“Lebih baik sekarang kamu ajak Angel ke kamar Hana.” Katanya kemudian berlalu yang langsung di ikuti oleh dokter Rania.


Hana berdecak kesal. Wanita itu menatap dokter Rania yang melangkah mengikuti Stefan masuk kedalam rumah menuju ruangan kerja Stefan.


“Mau ngomongin apa sih? Rahasia banget kayanya.” Gumam Hana merasa kesal melihat Stefan bersama wanita lain.


Hana menghela napas kasar kemudian mengajak Angel untuk masuk kedalam rumah. Hana membantu Angel membersihkan dirinya kemudian membuatkan susu hangat untuk gadis kecil itu.


“Mommy...” Panggil Angel pada Hana yang sedang menemaninya bermain di kamarnya.


“Ya sayang..” Saut Hana menatap Angel.


“Mommy nggak bersih bersih?” Tanya Angel dengan wajah polos.


“Memangnya nggak papa mommy tinggalin Angel sebentar?” Tanya Hana membelai lembut pipi Angel.


“Enggak papa mommy.”


“Ya udah begini saja, biar mommy panggilin mbak titin ya buat nemenin Angel main?” Tawar Hana karena tidak tega meninggalkan Angel sendiri.


“Boleh mommy..” Angguk Angel setuju.


“Ya sudah sebentar biar mommy telepon mbak titin-nya suruh kesini nemenin kamu..”


Hana beranjak dari duduknya kemudian keluar dari kamar Angel untuk mengambil ponselnya yang berada di kamarnya. Hana berniat menelepon pelayan agar menemani Angel selama dirinya mandi. Karena tidak mungkin jika Hana turun mencari ke seluruh sudut rumah.

__ADS_1


Setelah pelayan masuk kedalam kamar Angel, Hana pun segera masuk kekamarnya. Namun saat sampai didepan pintu kamar, Hana tiba tiba merasa penasaran dengan apa yang sedang di bicarakan oleh Stefan dan dokter Rania diruangan Stefan. Hana sejenak terlihat diam dan berpikir.


“Apa aku coba dengerin aja?” Gumam Hana bertanya pada dirinya sendiri.


Karena rasa penasaran-nya yang tinggi akhirnya Hana pun menuruni anak tangga menuju lantai satu dimana ruangan Stefan berada. Hana mengesampingkan niat awalnya untuk membersihkan dirinya karena rasa penasaran-nya yang begitu besar.


Begitu sampai didepan ruang kerja Stefan, Hana mencoba mendengarkan pembicaraan Stefan dengan dokter Rania dengan menempelkan telinganya di daun pintu yang tertutup. Namun karena Hana tidak bisa mendengar apapun, akhirnya Hana memberanikan diri membuka pelan pintu ruang kerja Stefan.


“Kamu tidak bisa berbuat seenaknya Stefan. Bagaimanapun juga keluarga Alan berhak tau bagaimana kondisi Alan. Tentang Hana yang terus memikirkan Alan itu bukan salah Alan atau keluarganya. Itu adalan PR untuk kamu bagaimana caranya kamu membuat istri kamu tidak memikirkan laki laki lain.” Marah dokter Rania sambil menunjuk nunjuk Stefan yang duduk dengan santai dikursinya.


Hana mengeryit mendengar dokter Rania yang membawa bawa namanya, Alan, bahkan juga keluarga Alan.


“Kamu membuat Amira semakin membenciku Stefan. Kamu tau? Dia sampai berbohong pada ibunya setiap hari. Dia juga sampai mengira bahwa semua ini adalah ulahku.” Tambah Rania lagi.


Hana menutup mulutnya terkejut mendengar apa yang dokter Rania katakan. Hana tidak menyangka Stefan melakukan perbuatan seperti itu hanya karena tau Hana terus memikirkan Alan.


“Cukup Rania. Aku melakukan ini bukan tanpa alasan. Dan juga, aku sudah meminta padamu secara baik baik untuk merahasiakan tentang kondisi Alan. Tapi kamu menolak.”


Stefan bangkit dari duduknya menatap tajam pada dokter Rania yang sejak tadi terus meluapkan amarahnya. Wanita itu menelan ludah melihat Stefan yang begitu marah sekarang. Dokter Rania tau Stefan mungkin melakukan-nya karena cemburu Hana terus memikirkan Alan. Tapi bagaimanapun juga itu bukan salah Alan atau keluarganya menurut dokter cantik itu.


Stefan melangkah mendekat pada dokter Rania. Setelah jaraknya begitu dekat dengan dokter cantik itu Stefan tersenyum.


“Cukup sekali aku lengah dan gagal Rania. Aku tidak ingin mengalami untuk yang kedua kalinya.” Ujar Stefan dengan penuh penekanan.


Dokter Rania menggelengkan kepala tidak mengerti entah kegagalan apa yang Stefan maksud.


“Kalau kamu mau bekerja sama dengan tidak lagi mengatakan hal apapun tentang kondisi Alan, aku tidak akan menghalangi keluarga Alan masuk kerumah kamu Rania.”


Dokter Rania menelan ludah. Stefan benar benar pria yang selalu melakukan segala cara demi ke inginan-nya tercapai. Pria itu bahkan sampai tidak perduli dengan perasaan orang lain.


“Stefan tapi..”


“Jangan.”


Suara Hana membuat Stefan dan dokter Rania langsung menoleh kearah pintu. Dokter Rania terkejut melihat Hana berdiri disana dengan air mata berlinang. Dokter itu kemudian menatap pada Stefan yang sama terkejutnya seperti dirinya.


“Aku mohon jangan.. Biarkan keluarga Alan tau bagaimana pun kondisi Alan dokter..” Ujar Hana menangis.

__ADS_1


Stefan berdecak kemudian melengos. Hana menangisi Alan didepan-nya. Stefan merasakan hatinya berdenyut ngilu. Stefan tidak bisa menerima istrinya menangis untuk pria lain.


“Hana..” Gumam dokter Rania tidak menyangka.


“Alan adalah tulang punggung keluarganya. Ibu dan juga kedua adik Alan pasti akan sangat sedih jika tau semua ini.. Aku mohon dokter tolong lakukan yang terbaik untuk Alan. Jangan dengarkan Stefan. Dia bukan Tuhan yang bisa mengatur segala sesuatu semaunya sendiri.”


Hana beralih menatap Stefan dengan tatapan tajamnya. Hana sudah berusaha sebaik mungkin menjadi istri Stefan juga mommy untuk Angel, putri semata wayang Stefan. Tapi diam diam Stefan membuat keluarga Alan begitu menderita dibelakangnya dengan melarang keluarga Alan mengunjungi Alan dirumah dokter Rania.


“Hana maaf, tapi aku..”


“Keluar kamu Rania.” Tegas Stefan menyela apa yang ingin dokter Rania katakan pada Hana.


“Tapi aku..”


“Aku bilang keluar !” Marah Stefan dengan wajah memerah serta kedua mata yang menatap dokter Rania tajam.


Dokter Rania menghela napas. Kedatangan-nya kerumah Stefan bukan bermaksud menyulut api pada hubungan Stefan dan Hana. Dokter Rania hanya ingin Stefan menghentikan perlakuan seenaknya itu pada keluarga Alan.


“Baik kalau begitu.” Lirih dokter Rania kemudian berjalan keluar dari ruangan Stefan meninggalkan Stefan dan Hana hanya berdua saja.


Setelah dokter Rania keluar, Hana mendekat pada Stefan. Hana berdiri tepat didepan Stefan yang menolak menatapnya dengan air mata yang terus menetes membasahi kedua pipinya.


“Aku nggak nyangka kamu sejahat ini Stefan.” Lirih Hana dengan suara bergetar.


Stefan diam. Stefan harusnya mengunci pintu ruangan-nya saat berbicara dengan dokter Rania mengingat Hana yang selalu saja penasaran jika sudah menyangkut wanita lain.


“Stefan.. Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu. Jadi tolong, jangan membuat keluarga Alan semakin susah.”


Stefan tertawa pelan mendengarnya. Pria itu menatap Hana kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Hana yang basah oleh air mata.


“Istri yang baik kamu bilang? Apa memikirkan laki laki lain adalah sikap istri yang baik? Apa melakukan segala hal demi laki laki lain juga sikap istri yang baik?”


Hana terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Stefan. Hana langsung menundukkan kepala tidak berani membalas tatapan Stefan padanya.


“Istri yang baik adalah istri yang mencintai dan melakukan segala hal untuk suaminya dengan tulus Hana. Bukan demi laki laki lain.” Ujar Stefan penuh penekanan.


Setelah berkata demikian, Stefan langsung melangkah keluar dari ruangan-nya meninggalkan Hana yang menangis sesenggukan seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2