ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 162


__ADS_3

Siang ini Stefan tidak lagi kembali ke perusahaan. Stefan lebih memilih untuk menemani Hana yang sedang dalam kondisi hati yang gundah. Dan seperti biasanya, pria itu memasrahkan segala urusan-nya pada Rico, orang kepercayaan-nya.


Saat ini Stefan dan Hana sudah berbaring diatas tempat tidur mereka dengan Stefan yang terus memeluk Hana.


Stefan memang langsung mengajak Hana pulang saat Hana tidak juga kunjung berhenti menangis di pelukan-nya ketika mereka berdua berada di taman.


“Stefan...” Panggil Hana pelan.


“Hem...” Saut Stefan terus mengusap lembut lengan terbuka Hana.


“Tadi saat aku dan mamah berangkat untuk membeli keperluan Angel mamah bilang mamah merasa sangat penasaran dengan awal pertemuan kita hingga akhirnya kita memutuskan untuk bersama sampai sekarang. Aku nggak tau harus bilang apa sama mamah. Karena kalau aku jujur itu sangat tidak mungkin. Mamah pasti akan salah paham.”


Stefan menelan ludahnya. Sampai sekarang Stefan memang belum merasa menemukan waktu yang tepat untuk mengatakan dengan jujur pada Sera, juga Hana. Karena jika Stefan membuka satu saja itu artinya semuanya juga akan terbuka termasuk tentang rahasia bahwa Stefan lah orang yang menabrak Alan sehingga Alan sampai kritis kemudian koma dan mengalami kelumpuhan.


Stefan selalu berpikir jika dirinya mengatakan semuanya dengan terbuka bukan hanya Sera saja yang akan kecewa. Tapi juga Hana. Bahkan mungkin satu satunya orang yang akan sangat merasa kecewa dan tertipu adalah Hana. Karena yang Hana tau selama ini adalah Stefan menolongnya dengan membiayai semua pengobatan Alan hanya dengan syarat Hana menikah dengan Stefan saja. Hana tidak pernah tau bahwa Stefan lah pelaku yang menabrak sahabatnya sendiri yaitu Alan.


“Aku khawatir mamah akan menanyakan itu lagi Stefan. Makan-nya aku bilang sama kamu sekarang. Aku takut salah ngomong dan membuat mamah marah.” Lanjut Hana terus menyenderkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang Stefan.


Stefan memejamkan kedua matanya mencoba untuk menenangkan pikiran-nya sendiri yang mulai tidak karuan karena ucapan Hana. Jika saja Stefan bisa, Stefan ingin menutupi semuanya selamanya. Tapi itu sangat tidak mungkin karena cepat atau lambat semuanya pasti akan terbuka. Hana dan semuanya akan tau bahwa Stefan adalah orang yang menabrak Alan malam itu.


“Menurut kamu aku harus bagaimana?” Tanya Hana yang kemudian mengangkat kepalanya dari dada bidang Stefan dan menatap Stefan dengan tatapan bingung.


Stefan menatap tepat pada kedua mata Hana kemudian tersenyum tipis. Stefan tau dirinya harus benar benar tenang dalam menghadapi semuanya. Apa lagi masalah itu bukan masalah sepele. Stefan harus benar benar bisa mempertimbangkan semuanya sebelum mengatakan semuanya secara jujur dan terbuka baik pada Sera maupun pada Hana. Karena Stefan juga yakin Alan tidak mungkin diam saja. Pria itu pasti akan sangat marah kemudian bertindak karena rasa tidak terimanya.


“Aku yang akan pelan pelan menjelaskan-nya pada mamah nanti. Kamu nggak perlu memikirkan-nya.” Ujar Stefan lembut.

__ADS_1


“Tapi Stefan...”


“Shhhtt.. Percaya sama aku..” Sela Stefan pelan.


Hana diam menatap Stefan kemudian menganggukkan kepalanya. Hana yakin Stefan bisa membuat Sera memahami semuanya.


“Sekarang lebih baik kita istirahat.”


Hana menganggukkan lagi kepalanya kemudian kembali meletakan kepalanya diatas dada bidang suaminya. Perlahan Hana memejamkan kedua matanya terlelap dalam pelukan hangat dan nyaman Stefan.


Berbeda dengan Hana yang bisa memejamkan kedua matanya, Stefan justru merasakan sesuatu yang mulai mengusik ketenangan-nya. Tidak hanya terpikirkan tentang Alan, Stefan juga memikirkan bagaimana jika Sera sampai tau dari orang lain tentang awal mula pernikahan-nya dengan Hana. Apa lagi Stefan juga sudah menutupi masalahnya dimasa lalu dengan Lusi dari mamahnya itu. Dan mungkin jika kecelakaan itu tidak terjadi pada Angel, sampai sekarang Sera tidak akan tau siapa Angel sebenarnya.


Stefan menghela napas pelan. Hana menikah dengan-nya karena pada awalnya Stefan menjanjikan pengobatan untuk Alan. Stefan bahkan juga menjamin kecukupan sampai keamanan keluarga Alan sebagai bentuk tanggung jawabnya karena sudah membuat Alan tergeletak tidak berdaya diatas brankar selama berbulan bulan.


Perihal tentang peristiwa kecelakaan itu memang tidak ada satu orang pun yang tau selain Rico dan para body guardnya. Tapi Stefan juga tidak bisa menjamin semua itu bisa Stefan tutupi selamanya. Karena sepintar pintarnya orang menyimpan bangkai, aromanya akan tercium juga.


Setelah mantap memikirkan semuanya, pelan pelan Stefan melepaskan pelukan-nya pada Hana. Stefan meletakan kepala Hana dengan lembut diatas bantal, menyelimuti tubuh Hana sampai batas dada lalu pelan pelan turun dari ranjang.


Satu kecupan lembut Stefan daratkan dikening Hana sebelum dirinya melangkah keluar dari kamarnya untuk menemui Sera.


Stefan mencari keberadaan Sera kekamar wanita itu namun tidak menemukan-nya. Dikamar Angel juga tidak ada hingga akhirnya Stefan memutuskan untuk mencari mamahnya itu di lantai satu rumahnya.


“Kamu.” Panggil Stefan saat seorang pelayan melintas didepan tangga di lantai satu.


Pelayan itu langsung menoleh kemudian menunduk hormat pada Stefan yang sedang menuruni satu persatu anak tangga dengan langkah pelan.

__ADS_1


“Saya tuan..” Tunduk pelayan tersebut menghadap pada Stefan.


“Apa kamu melihat mamah?” Tanya Stefan dengan wajah datarnya.


“Nyonya ada ditaman belakang tuan, sedang bermain bersama nona Angel.” Jawab pelayan itu.


Stefan menganggukkan kepalanya mengerti. Taman belakang rumah memang menjadi salah satu tempat favorit Sera selain kolam renang yang ada disamping rumah.


“Baik, terimakasih.” Ujar Stefan kemudian melangkah melewati pelayan itu.


“Sama sama tuan.” Balas si pelayan meskipun Stefan sama sekali tidak mendengarkan karena langsung melewatinya begitu saja.


Stefan langsung menuju ke taman belakang rumah dimana kata pelayan-nya Sera dan Angel sedang berada disana. Pria dengan kemeja biru muda yang sudah di lipat lengan-nya sampai batas siku itu benar benar tidak ingin menunda sedikitpun waktu untuk menjelaskan semuanya pada Sera. Tentu agar wanita itu tau dan paham dengan posisi Stefan.


Stefan yakin Sera akan mengerti maksudnya meskipun mungkin memang Sera juga akan sangat kecewa karena merasa di bohongi. Terlebih perbuatan Stefan yang menabrak Alan dan menutupinya dengan uang yang dia punya pasti akan sangat tidak diterima oleh Sera.


Stefan tersenyum begitu melihat Angel dan Sera yang sedang memetik bunga bunga yang bermekaran ditaman itu. Mereka berdua memang selalu kompak dalam segala hal meskipun pada kenyataan-nya keduanya sebenarnya sama sekali tidak ada hubungan darah.


Perlahan Stefan melangkah mendekat pada Sera dan Angel yang terus mengobrol sambil memetik bunga bunga disana.


“Daddy...”


Sera menoleh ketika mendengar Angel menyebut daddy dengan sangat antusias.


“Hay dad.. Selamat sore..” Sapa Angel dengan ceria.

__ADS_1


__ADS_2