ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 206


__ADS_3

Beberapa menit menunggu, Stefan datang menghampiri. Angel yang pertama kali melihat Stefan melangkah menghampiri tersenyum lebar dan segera berlari mencegat langkah pria tampan berkaos warna navy lengan panjang itu.


“Daddy...!!” Pekiknya membuat Sera langsung ikut bangkit dari duduknya kemudian menatap ke arah Stefan yang langsung berhenti melangkah kemudian merentangkan kedua tangan-nya menunggu Angel yang sedang berlari ke arahnya.


Begitu sampai tepat didepan Stefan, Angel berhenti. Gadis itu sempat kebingungan harus bagaimana. Tadi dirinya terlampau bahagia sampai berlari kearah Stefan tanpa sadar.


“Hey, kenapa?” Tanya Stefan yang sudah siap merentangkan kedua tangan-nya karena berpikir Angel akan berhambur memeluknya.


Angel diam. Gadis kecil itu menatap Stefan ragu. Angel ingin sekali memeluk daddy nya, tapi Angel takut Stefan menolaknya.


“Daddy.. Angel kangen banget sama mommy sama daddy.” Lirih gadis itu menatap Stefan.


Stefan tersenyum. Melihat ekspresi sedih gadis kecilnya, Stefan seketika teringat dengan sikap dingin-nya di masa lalu pada gadis kecil itu. Stefan bahkan hampir tidak pernah menegur Angel dulu. Saat Angel menyapanya pun Stefan sama sekali tidak menjawabnya. Tapi semua itu sekarang sudah tidak lagi berlaku karena Hana yang hadir di tengahnya dan Angel. Hana yang menjadi jembatan hubungan antara Angel dan Stefan yang akhirnya harmonis seperti ayah dan anak pada umumnya.


“Kemarilah.” perintah Stefan kemudian memeluk erat tubuh kecil Angel.


Angel tertegun. Stefan memeluknya dengan begitu erat. Rasanya Angel seperti sedang bermimpi bisa merasakan hangat dan nyaman-nya pelukan Stefan.


“Kami juga. Mommy dan daddy kangen banget sama kamu princess.” Lirih Stefan tersenyum di balik punggung kecil Angel.


Mendengar itu Angel tersenyum. Perlahan kedua tangan kecil Angel terangkat dan melingkar di punggung Stefan. Saat ini Angel tidak bisa mengutarakan bagaimana rasa bahagianya karena pelukan Stefan.


Sera yang melihat itu tersenyum. Tidak hanya Angel saja yang merasa itu semua hanya mimpi. Sera juga merasakan hal demikian. Melihat Stefan memeluk Angel adalah sesuatu yang tidak pernah Sera lihat sebelumnya. Meski Sera juga sudah tau kenyataan yang sebenarnya tentang Angel, namun kasih sayangnya sudah terlanjur begitu besar. Sera sudah mencintai gadis kecil itu dan menganggapnya sebagai cucunya sendiri. Dan Stefan, putra tunggalnya benar benar berjiwa besar karena sanggup menerima anak dari selingkuhan mendiang istri pertamanya dan menganggapnya sebagai putranya sendiri. Sera sendiri tidak menyangka Stefan bisa melakukan hal itu. Karena Sera juga membayangkan bagaimana sakitnya jika dirinya yang berada di posisi Stefan.


“Mari nyonya..”


Lamunan Sera buyar begitu mendengar suara berat body guard yang mengawalnya. Sera menoleh dan menatap sebentar pada body guardnya kemudian mengangguk.


“Ya.. Ayo.” Angguknya mengajak body guard itu untuk mendekat pada Stefan.


Sera melangkah lebih dulu di iringi oleh body guard di belakangnya yang membawakan koper miliknya dan Angel mendekat pada Stefan dan Angel yang masih berpelukan.

__ADS_1


“Stefan..” Panggil Sera.


Stefan tersenyum kemudian segera melepaskan pelukan-nya pada Angel. Pria itu bangkit dari bersimpuhnya kemudian menyalimi dan memeluk Sera erat.


“Bagaimana Hana dan cucu mamah Stefan?” Tanya Sera lirih dibalik punggung Stefan.


Stefan tersenyum kemudian segera melepaskan pelukan eratnya pada Sera. Stefan merasa sangat merindukan sosok mamah tercintanya itu.


“Semuanya baik baik saja mah. Putraku, dia sangat kuat dan hebat.” Senyum haru Stefan dengan kedua mata berkaca kaca memberitahu Sera dengan bangganya.


“Yah.. Mamah tau itu nak.” Angguk Sera percaya pada apa yang Stefan beritahukan padanya.


“Jangan menangis. Tuan Devandra tidak boleh cengeng apa lagi ini didepan umum.” Titah Sera lembut tidak ingin Angel melihat Stefan meneteskan air mata.


“Ya mah..” Angguk Stefan tertawa pelan mengerti dan paham dengan apa yang di maksud oleh Sera.


“Ya sudah mah, lebih baik sekarang kita segera kerumah om dan tante. Mamah dan Angel pasti capek kan?”


Stefan terdiam sesaat. Stefan tau banyak sekali kenangan indah dan manis dirumah itu. Itu sebabnya Stefan juga tidak pernah menempati rumah itu karena pasti akan teringat akan sosok mendiang papahnya. Begitu juga dengan Sera.


“Tapi mah..”


“I'm okay dear..” Sela Sera tersenyum meyakinkan Stefan.


Stefan menghela napas. Jika mereka pulang kerumah om dan tantenya mungkin memang akan sangat merepotkan mengingat ada Angel dan juga bayi mungil tampan-nya dan Hana. Sedangkan jika kembali ke hotel itu akan lebih merepotkan lagi karena posisi kamar mereka yang ada di lantai paling atas.


“Oke..” Angguk Stefan akhirnya setuju setelah berpikir.


“Tapi Stefan, mamah pikir lebih baik kita kerumah sakit saja dulu. Mamah sudah tidak sabar ingin melihat Hana dan...”


“Mommy dirumah sakit?” Sela Angel bertanya. Raut keterkejutan jelas terlihat dari ekspresi wajah cantik gadis kecil itu.

__ADS_1


Stefan mengeryit. Pria itu pikir Sera sudah mengatakan pada Angel tentang apa yang terjadi pada Hana juga tentang adiknya yang sudah lahir ke dunia.


“Ups, apakah kejutan-nya gagal?” Tawa Sera merasa geli sendiri.


Angel langsung beralih menatap pada Stefan meminta penjelasan pada daddy nya itu.


“Mommy kenapa dad? Mommy nggak papa kan?” Tanya Angel pada Stefan pelan.


Stefan tersenyum tipis. Pria itu membelai lembut puncak kepala gadis kecil kesayangan-nya itu.


“Mommy baik baik saja princess. Hanya saja ada sesuatu yang sempat terjadi pada mommy. Tapi kamu nggak usah khawatir. Mommy sudah baik baik saja dan sekarang sedang menunggu kita karena mommy juga kangen sama kamu sama oma juga.”


“Really dad?” Tanya Angel memastikan.


“Of course.” Angguk Stefan mantap.


“Jadi lebih baik sekarang kita segera ke mommy, bagaimana?” Tanya Stefan dengan senyuman yang menghiasi bibir tipisnya.


“Emm.. Iya dad. Ayo..”


Angel meraih tangan besar Stefan, menggenggamnya dengan erat. Meski sebenarnya masih terbesit rasa khawatir dalam hatinya akan penolakan Stefan.


Stefan diam menatap tangan kecil Angel yang menggandeng tangan-nya. Perlahan seulas senyum kembali menghiasi bibir pria itu. Berkontak fisik dengan Angel memang masih belum terbiasa bagi Stefan. Tapi mulai sekarang Stefan akan mencoba untuk terbiasa karena Angel juga adalah putrinya meski memang Angel bukan darah dagingnya sendiri seperti anak yang baru saja dilahirkan Hana.


Tidak hanya Angel saja yang khawatir akan penolakan Stefan, Sera pun juga merasakan hal yang sama. Wanita itu bahkan sempat menahan napas saat tiba tiba Angel menggandeng tangan Stefan. Sera khawatir Stefan menolaknya.


“Ayo..” Angguk Stefan balas menggenggam tangan kecil Angel yang membuat Angel juga Sera merasa sangat lega seketika.


Stefan dan Angel melangkah lebih dulu menuju mobil Gabriel yang kemudian di ikuti oleh Sera dan body guard dari belakang.


“Tuhan... Beribu terimakasih pun tidak bisa mengungkap rasa bahagia ini.. Tapi hamba tau engkau maha tau segala apa yang hamba rasakan sekarang..” Batin Sera terharu melihat Stefan yang begitu menyayangi Angel.

__ADS_1


__ADS_2