ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 214


__ADS_3

Sore itu juga Stefan mengajak keluarganya pulang ke indonesia dengan keluarga Smith yang mengantar sampai ke bandara.


“Kak, kami tidak tau akan sampai kapan Gabriel menjadi tersangka karena apa yang Michele lakukan jika tidak karena bantuan dari kakak. Aku dan Jason juga mungkin tidak akan bisa lagi bersama jika bukan karena bantuan kakak juga. Kami sungguh sangat berterimakasih.”


Stefan tersenyum mendengar apa yang Selena katakan. Stefan perduli pada Gabriel juga Selena karena keduanya adalah adik sepupunya yang sejak kecil Stefan sayangi. Hanya saja setelah menikah dengan Lusi Stefan memang jarang berkontak dengan mereka. Bahkan Stefan hampir tidak pernah mengunjungi keluarga om dan tantenya.


“Itulah tugasnya seorang kakak, melindungi adik adiknya.” Balas Stefan.


Selena terharu sampai meneteskan air matanya begitu juga dengan Gabriel yang berdiri disampingnya. Gadis yang kini sudah tidak bisa lagi berbicara itu hanya bisa mendengarkan apa yang Selena katakan karena semua itu juga sudah mewakili rasa terimakasihnya pada Stefan yang telah mengungkap tentang sosok Michele yang berada di balik semua kejadian yang di tuduhkan pada Gabriel.


Sera, juga nyonya dan tuan Smith tersenyum mendengarnya. Mereka tau anak anaknya memang saling sayang dan saling perduli.


Gabriel kemudian menuliskan sesuatu di buku kecilnya dan langsung menunjukkan-nya pada Stefan.


“We love you kak Stefan.” Tulisnya.


Stefan tertawa melihatnya. Stefan sudah berjanji pada dirinya juga pada Hana untuk menjaga Gabriel meski dirinya tidak bisa selalu dekat dengan gadis itu. Tapi Stefan sudah menyuruh seseorang untuk selalu mengawal Gabriel kemanapun Gabriel pergi.


Tidak hanya itu, Stefan pun akan mencoba mencari informasi untuk pemulihan pita suara Gabriel agar gadis itu bisa kembali berbicara.


“Stefan, om juga tante benar benar tidak akan melupakan jasa kamu. Kamu sudah sangat membantu keluarga kami.” Ujar tuan Smith yang membuat Sera terkekeh mendengarnya begitu juga dengan Stefan dan Hana.

__ADS_1


“Ayolah Max, kita semua keluarga. Saling perduli dan saling melindungi adalah tugas kita sebagai keluarga. Bukan begitu?”


Mendengar itu nyonya Smith langsung mendekat pada Sera dan berhambur memeluknya dengan erat. Wanita itu bahkan menangis sesenggukan dibalik punggung Sera yang hanya bisa tersenyum mendengar tangisan-nya.


“Jangan menangis Ria.. Kamu harus selalu tersenyum untuk menyemangati Gabriel.” Lirih Sera mengusap lembut punggung bergetar saudara iparnya itu.


“Ya kak.. Aku harus kuat.” Angguk nyonya Smith semakin mengeratkan pelukan-nya.


Hana yang melihat itu hanya bisa menghela napas dengan senyuman simpulnya. Hana tidak menyangka akan mengalami banyak hal yang tidak pernah sekalipun Hana rasakan dalam hidupnya. Wanita itu kemudian menunduk menatap wajah damai putranya yang terlelap dalam gendongan-nya. Sedikitpun Hana tidak pernah menduga putranya akan lahir begitu cepat di negara kelahiran Stefan juga.


Setelah mengucap salam perpisahan yang begitu mengharukan, Stefan pun menggiring istri, putrinya, juga sang mamah Sera masuk kedalam bandara. Mereka akan segera terbang kembali ke jakarta.


Namun dibalik tawa Sera melihat Stefan yang begitu telaten meski kesusahan membantu Hana mengurus Theo selama berada didalam pesawat, Sera juga merasa cemas. Sera takut sesuatu yang selama ini Stefan tutupi rapat rapat pada Hana akan menghancurkan segalanya suatu saat nanti. Sera takut Hana tidak bisa memahami maksud Stefan. Karena memang pada kenyataan-nya apapun alasan Stefan menyembunyikan tentang kenyataan itu tetaplah salah. Walaupun memang Stefan sudah bertanggung jawab penuh pada keluarga Alan, tapi memanfaatkan kesempatan dengan menipu Hana agar menikah dengan ajuan syarat setelah Stefan membiayai operasi Alan tetaplah suatu hal yang tidak akan bisa di benarkan.


Hana mungkin memang sudah benar benar mencintai Stefan, namun rasa kecewa itu pasti akan tetap Hana rasakan mengingat Alan juga adalah sahabat dekatnya sejak kecil.


“Oma kenapa?” Tanya Angel membuyarkan semua yang ada di pikiran Sera.


Sera menoleh kemudian tersenyum manis menatap Angel. Seperti halnya menyembunyikan tentang jati diri Angel padanya dulu, Stefan begitu apik menutupinya tanpa menimbulkan sedikitpun rasa curiga dibenak Sera.


“Nggak papa sayang. Oma hanya senang saja melihat daddy dan mommy yang begitu kompak mengurus adek Theo.” Jawab Sera pelan.

__ADS_1


“Ya oma.. Tapi sepertinya daddy tidak begitu pintar menggantikan pampers adek Theo. Mommy bahkan sampai marah dan terlihat sangat gemas dengan gerakan kaku daddy.” Tawa Angel pelan.


Sera ikut tertawa. Itu memang benar. Stefan beberapa kali mendapat teguran galak Hana karena memakaikan pampers yang terbalik juga terlalu kasar mengangkat kaki kecil bayi tampan itu.


“Oma, setelah adek Theo lahir, apa kasih sayang daddy dan mommy akan tetap sama seperti kemarin pada Angel? Daddy nggak akan nggak perduli lagi kan pada Angel oma? Daddy akan tetap sayang kan sama Angel seperti sekarang?”


Sera membelai lembut pipi chuby Angel. Wanita itu menatap penuh perhatian pada Angel yang begitu polos menatapnya. Sera yakin Stefan tidak akan melupakan Angel meskipun sudah ada Theo diantaranya dan Hana. Sera yakin putranya benar benar menganggap Angel layaknya putrinya sendiri.


“Dengar sayang.. Sampai kapanpun daddy dan mommy akan terus menyayangi dan mencintai kamu. Tidak perduli apapun yang terjadi dan berapapun adik kamu akan lahir nanti dari mommy. Percaya sama oma.” Lirih Sera mencoba menghapus rasa ragu di hati cucu cantiknya itu.


Angel membalas tatapan serius namun penuh dengan perhatian dan ketulusan yang dilayangkan Sera padanya. Entah kenapa gadis kecil itu selalu merasa ragu setiap kali melihat Stefan yang begitu sibuk membantu Hana mengurusi Theo. Padahal sedikitpun Stefan juga tidak pernah mengabaikan-nya. Namun perasaan-nya begitu sensitif dan mudah sekali takut akan kehilangan sosok hangat Stefan yang baru bisa Angel rasakan sejak ada Hana ditengah keluarganya.


“Tapi oma, Angel selalu merasa takut. Angel takut daddy akan kembali lagi seperti dulu. Angel takut daddy kembali merasa nggak nyaman setiap dekat dengan Angel. Angel takut daddy nggak mau balas sapaan dari Angel.”


Dada Sera mendadak terasa sesak. Namun wanita itu mencoba meredakan-nya dengan menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan. Ketakutan dan ke khawatiran yang Angel rasakan mungkin terjadi karena Angel yang masih belum terbiasa dengan kehadiran Theo. Apa lagi Stefan juga tampak begitu perhatian mengurusi bayi tampan itu yang memang tidak pernah Stefan lakukan pada Angel dulu.


“Kamu nggak perlu takut sayang. Daddy, mommy, juga oma sangat mencintai kamu. Oke?” Senyum Sera terus mencoba meyakinkan Angel.


“Ya oma..” Angguk Angel pelan.


Sera kemudian menarik Angel ke dalam pelukan-nya. Sera sangat sangat yakin pada Stefan yang benar benar akan menyayangi dan mencintai Angel layaknya putri kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2