ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 163


__ADS_3

Stefan mengajak Sera untuk berbicara berdua ke ruang kerjanya setelah sebelumnya menitipkan Angel pada mbak Titin, pelayan yang memang di percaya untuk mengawasi Angel baik saat dirumah maupun saat disekolah.


“Ada apa Stefan? Kenapa sepertinya serius sekali?” Tanya Sera yang penasaran karena tiba tiba Stefan mengajaknya untuk berbicara berdua di ruang kerjanya.


Sera tau jika sudah seperti itu Stefan pasti mempunyai hal penting yang akan dibicarakan dengan-nya.


Stefan menelan ludah tidak langsung menjawab pertanyaan Sera. Sebenarnya Stefan juga tidak ingin membukanya sekarang. Tapi Stefan tidak mau istrinya tertekan dan kebingungan jika Sera menanyakan awal mula hubungan mereka terjalin. Apa lagi awal mula hubungan mereka juga karena uang yang menurut Stefan adalah pembahasan yang sangat sensitif jika dibahas dengan mamahnya.


Sera mengeryit melihat kediaman putranya. Stefan terlihat seperti orang yang sedang kebingungan menurutnya.


“Jangan membuat mamah semakin penasaran Stefan. Katakan ada apa?” Tuntut Sera tidak sabar.


Stefan memejamkan sebentar kedua matanya kemudian menghela napas. Stefan juga bingung harus bagaimana memulai pembicaraan-nya tentang awal mula hubungan-nya dengan Hana pada Sera.


“Sebelumnya aku mau minta maaf sama mamah. Mungkin mamah akan sangat terkejut mendengar apa yang akan aku katakan.”


Sera menyipitkan kedua matanya. Jika ekspresi Stefan sudah seperti itu, Sera yakin apa yang akan Stefan bicarakan pasti memang sangat penting.


“Ini tentang hubungan aku dan Hana mah.”


“Apa maksud kamu Stefan?” Tanya Sera yang mulai berpikir tidak tenang.


Stefan menghela napas kemudian menatap Sera yang duduk dikursi didepan meja kerjanya. Sedikitpun Stefan tidak pernah berniat membohongi mamahnya. Stefan hanya menuruti apa mau sang mamah agar Stefan menikah lagi demi Angel yang memang sangat mendambakan sosok mommy saat itu.


“Stefan jawab pertanyaan mamah.” Tuntut Sera lagi dengan nada suara yang mulai meninggi karena tidak bisa sabar menunggu apa yang ingin Stefan bicarakan tentang hubungan-nya dengan Hana.


Pelan pelan Stefan mulai menceritakan awal mula pertemuan-nya dengan Hana yang tentu saja juga karena insiden kecelakaan yang membuat Alan sekarat malam itu. Dan kecelakaan itu terjadi tepat saat dimana malam Angel dilarikan kerumah sakit karena demam.


Stefan juga menjelaskan bahwa saat itu baik dirinya maupun Hana sama sekali tidak saling mencintai. Namun karena sering terbiasa bersama akhirnya rasa cinta itu muncul dan mereka berdua sama sama mengakuinya.

__ADS_1


“Jadi apa yang selama ini mamah pikirkan tentang hubungan kamu dan Hana itu salah? Dan dari awal hubungan kalian terjalin hanya karena syarat yang kamu ajukan pada Hana?”


Stefan menganggukkan pelan kepalanya menjawab pertanyaan yang di ajukan mamahnya.


“Ya Tuhan...” Lirih Sera meneteskan air matanya tidak menyangka jika selama ini Stefan banyak menutupi sesuatu darinya.


“Aku bener bener minta maaf mah. Aku tau aku salah..”


Napas Sera mulai tidak beraturan karena rasa sesak yang dirasakan-nya. Wanita itu menggelengkan kepalanya tidak menyangka putranya akan begitu lihai membohonginya.


“Itu artinya secara tidak langsung kamu menipu Hana Stefan? Kamu mengajukan syarat pada Hana agar Hana menikah sama kamu dengan meng iming imingi uang untuk biaya operasi Alan. Sementara pada kenyataan-nya kamu lah orang yang sebenarnya membuat Alan sampai masuk dan kritis dirumah sakit.”


Stefan menundukkan kepalanya. Stefan juga sadar apa yang dilakukan-nya salah. Bahkan setelah apa yang Stefan lakukan dengan menjamin seluruh kehidupan keluarga Alan juga tidak akan mampu membuatnya lolos begitu saja dari kesalahan-nya malam itu.


“Apa kamu tidak pernah sekalipun berpikir Stefan? Apa kamu tidak berpikir bagaimana jika seandainya Hana tau semua ini? Hana pasti akan sangat kecewa Stefan. Dia akan merasa tertipu. Dia juga pasti akan sangat membenci kamu. Apa lagi kemarin Alan juga yang mendonorkan darah untuk Angel.”


“Aku akan mengatakan-nya sama Hana mah. Tapi tidak untuk sekarang. Aku masih butuh waktu. Sekarang Hana sedang hamil. Kondisinya bisa saja memburuk jika aku mengatakan semuanya dengan jujur sekarang.”


Sera melengos. Apa yang Stefan katakan memang benar. Tapi terlalu lama menutupi kebohongan juga tidak akan baik pada akhirnya. Apa lagi jika sampai Hana tau dari orang lain.


“Siapa saja yang tau tentang kejadian malam itu?” Tanya Sera enggan menatap Stefan.


“Hanya Rico dan body guard yang ada dirumah mah. Itupun sudah aku suruh untuk menjaga rahasia ini.” Jawab Stefan pelan.


“Bagus. Kamu memang hebat Stefan. Kamu bisa begitu percaya pada mereka sampai kamu juga membohongi mamah.”


“Mah aku..”


“Mamah nggak tau harus bagaimana. Tapi apa yang kamu lakukan dengan berbohong itu tetap salah. Mamah harap sebelum kamu membuka semuanya pada Hana, Hana tidak tau lebih dulu dari orang lain.” Sela Sera kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan kerja Stefan sembari mengusap air mata yang terus menetes membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


Stefan berdecak pelan melihat reaksi sang mamah. Stefan juga tau mamahnya pasti akan marah. Tapi saat itu Stefan juga tidak punya pilihan lain. Stefan juga tidak mau Hana tau bahwa dirinya yang menyebabkan Alan kritis kemudian koma dengan waktu yang tidak sebentar.


Setelah pembicaraan itu Sera terus mendiamkan Stefan. Hal itu membuat Hana merasa bingung karena Sera yang sama sekali tidak menatap Stefan saat berada dimeja makan.


Hana ingin bertanya kenapa tapi takut Sera tidak menjawabnya. Apa lagi melihat raut wajah cantik mamah mertuanya yang tampak sangat tidak perduli dengan apapun disekitarnya termasuk ocehan Angel.


“Angel..” Panggil Hana pada Angel dengan sangat lembut saat sedang menemani gadis kecil itu mengerjakan tugas dari sekolahnya.


“Ya mommy..” Saut Angel menoleh pada Angel dan mengabaikan laptop miliknya.


Hana diam sebentar menatap wajah polos gadis itu. Hana ingin bertanya tentang Sera pada Angel tapi khawatir Angel akan mengatakan pada Sera mengingat gadis kecil itu yang begitu dekat dan lengket pada Sera.


“Eemm.. Mommy mau tanya sesuatu sama kamu, tapi kamu harus janji dulu sama mommy buat nggak bilang sama oma tentang pertanyaan mommy ini. Bagaimana?”


Angel diam dan tampak kebingungan dengan apa yang Hana katakan. Namun karena penasaran, Angel pun akhirnya menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang Hana ajukan padanya.


“Iya, Angel nggak akan bilang sama oma.” Angguknya menatap Hana polos.


“Hem.. Tadi oma marah nggak sama Angel?” Tanya Hana pelan.


Angel langsung menggelengkan kepalanya. Sera memang tidak pernah memarahinya. Sera selalu bersikap lemah lembut padanya.


“Nggak mommy. Oma nggak marah sama Angel.” Jawabnya.


“Oh begitu ya.. Baguslah kalau begitu sayang. Ya sudah lanjutin ngerjain tugasnya.” Senyum Hana sambil membelai lembut kepala Angel.


“Ya mommy..”


Angel kemudian kembali fokus dengan laptopnya. Sementara Hana, wanita itu berharap Angel benar benar tidak mengatakan pada Sera perihal tentang apa yang baru saja dia pertanyakan.

__ADS_1


__ADS_2