ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 261


__ADS_3

Ucapan Williana terus saja terngiang di telinga Hana. Ucapan tersebut bahkan berhasil membuat Hana tidak bisa memejamkan kedua matanya bahkan meskipun Stefan sudah menyentuhnya. Rasa lelah memang terasa di sekujur tubuh Hana. Namun rasa kantuk sama sekali tidak di rasakan oleh Hana karena perasaan hatinya yang memang sedang berpusat pada apa yang Williana katakan tentang penampilan-nya. Kali ini Williana benar benar berhasil membuat rasa tidak percaya diri kembali menguasai hati dan pikiran Hana.


Hana menghela napas. Wanita itu membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya lalu memperhatikan dengan seksama perubahan yang di alami oleh tubuhnya. Semuanya memang tidak seindah dulu.


“Apa yang Williana katakan memang benar. Aku memang sudah tidak lagi menarik.” Gumam Hana pelan.


Hana bangkit dari berbaringnya kemudian meraih dress nya yang tergeletak diatas nakas. Wanita itu mengenakan-nya. Dan karena pergerakan-nya itu Stefan pun terbangun dari tidur lelapnya.


“Apa Theo menangis?” Tanya Stefan dengan suara seraknya.


Hana menoleh menatap Stefan yang sudah menatapnya meskipun dengan kedua mata yang belum benar benar terbuka dengan sempurna.


“Tidak. Aku hanya sedikit merasa dingin saja.” Jawab Hana berbohong.


Stefan mengeryit. Tidak mungkin sekali jika Hana merasa dingin sementara Stefan saja terus memeluknya. Ditambah udara AC yang tidak terlalu dingin karena memang sengaja di atur seperti itu oleh Stefan karena kemauan Hana.


“Oh ya?”


“Ya..” Angguk Hana tersenyum.


Stefan menghela napas kemudian ikut bangkit dari berbaringnya. Pria itu terkekeh geli sambil menyeka peluh yang membasahi kening Hana.


“Memangnya ada orang merasakan dingin bisa keringetan hem? Kamu tidak pandai berbohong sayangku. Katakan ada apa? apa ini karena ucapan Williana?”


Hana menghela napas pelan kemudian menundukkan kepalanya. Stefan memang tidak gampang di bohongi.


“Williana tidak salah. Apa yang dia katakan memang benar. Aku memang sudah tidak lagi menarik Stefan.” Ucap Hana lirih dengan pandangan nanar.


Stefan menghela napas berat. Stefan sudah menduga Hana pasti akan memikirkan apa yang Williana katakan padanya.

__ADS_1


Stefan kemudian menarik Hana dengan lembut ke dalam pelukan-nya. Stefan tau bagaimana perasaan istrinya sekarang. Siapapun tidak akan bisa memaklumi jika sudah di hina fisiknya. Meski mungkin memang bagi orang lain penampilan Hana terlalu biasa bahkan tidak menarik. Tapi itu tidak menurut Stefan. Tentu saja karena Stefan tau bagaimana Hana yang begitu super sibuk menghandle semua pengurusan Theo sendiri. Stefan memaklumi jika memang Hana tidak ada waktu untuk mengurus diri sendiri. Untuk mandi sore saja Hana harus menunggu Stefan pulang karena Theo yang tidak mau lepas darinya.


“Jangan dengarkan apa kata orang lain sayang.. Yang harus selalu kamu tau, kamu adalah istri yang sangat aku cintai Hana. Aku tidak mempermasalahkan bagaimana kamu sekarang. Yang terpenting adalah kamu harus selalu ada untuk aku dan selamanya hanya menjadi milikku seutuhnya Hana.” Bisik Stefan sambil mengusap lembut punggung Hana.


“Tapi Stefan..”


“Jangan membantahku. Asal kamu tau Hana, apapun yang kamu inginkan kamu bisa melakukan-nya. Kamu juga punya kekuasaan karena kamu adalah istriku.” Sela Stefan tidak ingin mendengar Hana merasa tidak percaya diri.


Stefan kemudian melepaskan pelukan-nya. Pria itu menangkup kedua pipi chuby Hana, menatap tepat pada kedua bola mata Hana dengan tatapan teduhnya.


“Jangan pernah kamu menganggap diri kamu tidak berharga Hana. Kamu jauh lebih baik dari siapapun untukku.” Lirih Stefan.


Mendengar itu Hana tersenyum haru. Air mata perlahan menetes menyeberangi kedua pipinya bahkan sampai membasahi kedua tangan Stefan yang menangkupnya dengan lembut.


“Kamu berlebihan Stefan.” Geleng Hana.


Hana langsung menggelengkan kepalanya.


“Tidak, jangan keterlaluan Stefan. Itu akan sangat menyusahkan banyak pihak.”


“Tapi Williana sudah berani menghina kamu. Dia sudah membuat kamu seperti ini.”


“Demi Tuhan Stefan, tolong jangan melakukan apapun pada Williana. Dia melakukan itu karena dia mencintai kamu. Mungkin aku hanya sedang sedikit sensitif sehingga apa yang Williana katakan membuat aku sedikit cengeng. Berjanjilah padaku Stefan. Jangan melakukan apapun pada Williana.”


Stefan menggelengkan kepalanya. Hana masih melarang Stefan memberi pelajaran pada Williana padahal Williana sudah menghinanya.


“Tapi...”


“Laki laki ku adalah suami yang baik, yang bisa menjaga harkat dan martabat seorang perempuan. Aku yakin itu.” Sela Hana tersenyum menatap Stefan dalam tangisnya.

__ADS_1


Stefan menghela napas. Jika Hana sudah melarangnya, Stefan tidak mungkin melakukan apapun pada Williana.


“Baiklah kalau begitu. Tapi aku minta sama kamu untuk jangan pernah mendengarkan orang lain jika orang itu berkata tidak baik sama kamu. Percaya sama aku, aku tidak hanya mencintai kelebihan kamu Hana. Tapi aku mencintai semua kekurangan kamu juga. Karena sejak kita menikah kekurangan kamu adalah kekuranganku yang sebenarnya Hana. Aku hanya akan merasa cukup kalau istri yang sangat aku cintai ini bahagia.” Ujar Stefan menyeka air mata yang membasahi kedua pipi chuby Hana menggunakan dua ibu jarinya.


Hana kembali tersenyum. Hana tidak menyangka jika Stefan ternyata adalah suami yang sangat romantis. Ucapan manis Stefan membuat rasa tidak percaya diri itu seketika sirna begitu saja.


“Ini sudah hampir pagi tapi kamu bahkan belum tidur Hana.”


Hana mengeryit. Bagaimana mungkin Stefan tau dirinya sama sekali belum tidur barang semenitpun.


“Bagaimana mungkin kamu tau Stefan? Kamu tidur sejak tadi.” Tanya Hana menjauhkan sedikit wajahnya dari Stefan.


Stefan tertawa.


“Sebenarnya aku hanya asal bicara Hana. Tapi sepertinya itu benar.”


Hana berdecak, wanita itu pikir Stefan benar benar tau dan tidak menebak asal asalan. Tapi nyatanya Stefan hanya asal bicara saja dan itu memang benar.


“Lebih baik sekarang kamu tidur Hana. Jangan sampai kamu sakit hanya karena ucapan tidak penting Williana. Karena kalau sampai kamu sakit, aku tidak tau apakah aku masih bisa menjadi laki laki yang baik menurut kamu atau tidak.”


Hana berdecak. Stefan mengancamnya.


“Baiklah tuan. Tapi bisakah kamu tetap disampingku sampai aku bangun nanti?” Tanya Hana menatap Stefan dengan senyuman.


Stefan terdiam sesaat. Sebenarnya hari ini Stefan harus berangkat lebih pagi karena akan ada meeting. Tapi Stefan juga tidak bisa menolak kemauan Hana. Apa lagi Hana hanya meminta Stefan untuk tetap berada disampingnya sampai Hana membuka mata kembali.


“Tentu saja. Aku tidak punya alasan untuk berkata tidak Hana.” Jawab Stefan mantap. Stefan akan menghubungi Rico pagi nanti agar Rico menghandle semuanya.


Setelah itu Stefan memeluk Hana dan mengajaknya berbaring kembali diatas tempat tidur empuk itu. Dan Stefan benar benar terus menemani Hana yang langsung terlelap didalam pelukan-nya.

__ADS_1


__ADS_2