ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 236


__ADS_3

Suara klakson mobil Stefan membuat pak satpam buru buru membuka pintu gerbang. Pria dengan kulit coklat gelap itu dengan gerakan cepat mendorong gerbang tinggi menjulang itu agar mobil Stefan bisa segera masuk kedalam pekarangan luas rumahnya.


Ketika mobil Stefan melewatinya, satpam tersebut mengangguk hormat. Sedangkan para body guard yang juga selalu berjaga disana segera bangkit dari duduk santainya. Salah satu dari mereka bahkan langsung berlari dan membukakan pintu mobil untuk Stefan yang kemudian segera turun.


“Selamat malam tuan..” Sapa body guard tersebut.


Stefan hanya mengangguk saja. Pria yang sudah tidak lagi mengenakan jasnya itu segera melangkah masuk kedalam rumahnya untuk menemui Hana, istri tercintanya.


Dan tepat setelah Stefan masuk kedalam rumahnya, Alan sampai didepan pintu gerbang yang sudah kembali di tutup dan di kunci oleh pak satpam mobil taksi yang ditumpangi Alan sampai di seberang jalan. Alan segera turun dari taksi tersebut dan membayar ongkosnya.


“Terimakasih ya pak.” Ujar Alan sambil menyodorkan uang pada supir taksi.


“Ya tuan, sama sama.” Balas si supir taksi menerima uang dari Alan.


Setelah itu Alan menghela napas. Kedua matanya menatap bangunan mewah dengan pekarangan rumah yang begitu luas didepan-nya. Alan menelan ludah mendapati banyak body guard di sekeliling kediaman mewah Stefan. Penjagaan dirumah itu memang sangat ketat sehingga membuat siapa saja tidak akan mudah menyusup kedalamnya.


Ketika Alan hendak melangkahkan kakinya, tiba tiba ponsel dalam saku celana jinsnya berdering. Alan berdecak pelan kemudian segera merogoh saku celananya mengeluarkan benda pipih itu. Dilayar ponselnya terdapat nama kontak dokter Rania. Enggan mengangkat telepon dari dokter cantik itu, Alan pun menolak telepon tersebut kemudian menonaktifkan ponselnya tidak ingin siapapun mencegahnya untuk memberitahu Hana tentang yang sebenarnya.


“Apapun yang terjadi Hana harus tau siapa Stefan Devandra sebenarnya. Aku nggak mau Hana sampai di bohongi terus terusan oleh Stefan.” Gumam Alan penuh tekad. Alan bahkan tidak memikirkan akan bagaimana nasibnya jika Stefan marah kemudian menyuruh pada body guardnya itu untuk menghabisinya.


Dengan langkah mantap Alan menuju gerbang menjulang itu. Alan ingin memberitahu Hana bahwa Stefan lah pelaku yang menabraknya. Alan juga ingin menanyakan secara langsung apa maksud Stefan yang kemudian membiayai semua pengobatan bahkan menjamin kehidupan keluarganya tercukupi setelah menabraknya. Di tambah lagi Stefan yang meminta Hana untuk menikah dengan-nya sebagai syarat sebelum Stefan memberikan pengobatan untuknya.


“Tuan Alan..”


Alan tersenyum tipis pada satpam yang sudah mengenalinya karena Alan yang pernah datang dengan dokter Rania.


“Maaf, tuan mencari siapa?” Tanya satpam tersebut tanpa membuka gerbang.


“Tuan Stefan, apa dia sudah pulang pak? Saya ingin bertemu dengan tuan Stefan dan Hana, emm maksud saya nyonya Hana.”

__ADS_1


“Oh ya tuan, tuan Stefan baru saja masuk. Sebentar tuan, saya akan memberitahu orang rumah dulu.” Ujar satpam tersebut.


Alan menghela napas pelan. Pria itu merasa kehidupan dirumah mewah itu memang sangat terjamin keamanan-nya. Buktinya satpam penjaga gerbang saja tidak berani membukakan pintu gerbang meski sudah mengenalnya. Bahkan satpam itu berniat memberitahu orang dalam dulu sebelum menerima Alan sebagai tamu.


Sementara di dalam rumah, Stefan langsung membersihkan dirinya sebelum mendekat pada Hana dan Theo yang saat itu sedang duduk disofa di seberang ranjang mereka. Stefan tidak mau jika sampai ada bakteri dari luar yang menempel pada istri juga putranya.


Setelah membersihkan dirinya, Stefan baru mendekat pada Hana juga Theo yang sedang asik menyusu sambil menatap Hana yang memangkunya.


Hana tersenyum saat Stefan mendekat dan duduk disampingnya. Wanita itu segera menyalimi Stefan yang kemudian mendapatkan ciuman dikeningnya dari Stefan. Stefan juga mencium Theo yang kemudian langsung menyudahi aktivitas menyusunya pada Hana. Bayi tampan itu menatap Stefan dengan tatapan seriusnya.


“Hey, kenapa menatap daddy seperti itu?” Tanya Stefan menyentuh lembut pipi gembul Theo dengan jari telunjuknya.


“Sepertinya Theo pengin di gendong sama kamu Steff..” Ujar Hana pelan.


Stefan tersenyum tipis. Tanpa mengatakan apapun pada Hana, Stefan mengambil alih Theo yang tiba tiba tersenyum begitu sudah berada di gendongan Stefan. Dan senyuman bayi tampan itu membuat Stefan terkejut.


“Hey, dia tersenyum Hana. Theo tersenyum padaku tadi.” Ujar Stefan memberitahu Hana dengan keterkejutan yang masih menguasainya.


“Benarkah? Mana coba aku lihat.”


Hana kemudian menatap Theo yang sama sekali tidak tersenyum. Bayi itu hanya diam saja menatap Stefan yang sedang menggendongnya.


“Aku serius Hana. Aku tidak bohong.” Stefan mencoba meyakinkan Hana. Pria itu benar benar merasa tidak salah melihat Theo yang memang tersenyum padanya walaupun hanya sebentar.


Hana tersenyum diam diam. Yang ada di pikiran Hana adalah mungkin apa yang dilihat Stefan hanya imajinasinya saja. Karena yang Hana tau bayi baru bisa tersenyum jika sudah berusia 3 bulan.


“Mungkin Theo senang karena kamu peka Stefan.” Ujar Hana yang tidak ingin membuat Stefan merasa tidak dipercaya. Meski pada dasarnya Hana juga sebenarnya tidak percaya dengan apa yang Stefan katakan.


“Ya.. Mungkin begitu.” Balas Stefan pelan.

__ADS_1


“Ah ya Stefan, apa kamu sudah makan?” Tanya Hana pada Stefan.


“Sudah. Aku makan malam dengan Rico di perjalanan pulang tadi. Kamu sendiri apa kamu sudah makan malam?” Stefan menatap Hana yang duduk menghadapnya. Pandangan pria itu langsung tertuju pada dada Hana yang menyembul keluar karena memang baru selesai menyusui Theo.


Menyadari tatapan itu, Hana pun segera membenahi bajunya. Sedikitpun Hana tidak berniat menggoda suaminya. Hana hanya lupa merapikan kembali bajunya kembali setelah menyusui Theo.


“Aku, tentu saja aku sudah makan Stefan.” Jawab Hana gugup karena tatapan Stefan sekarang.


“Kenapa? Malu?” Tanya Stefan membuat wajah Hana langsung memerah detik itu juga. Tentu saja Hana malu karena tatapan Stefan seolah sedang meledeknya.


“Enggak tuh, biasa aja.” Jawab Hana sedikit ketus.


“Oh ya? Kalau begitu coba keluarkan lagi, aku ingin melihat bagaimana istriku tidak malu di depanku.” Kata Stefan.


Hana berdecak pelan.


“Iiiihh.. Apaan sih kamu Stefan. Nggak lucu tau nggak.”


“Kenapa sih? Kan aku juga sudah biasa melihat kamu tanpa sehelai benang pun Hana. Aku bahkan sudah merasakan bagaimana rasanya.” Ujar Stefan lagi. Kali ini seringaian muncul di bibir Stefan. Pria itu kembali berniat menggoda Hana.


“Stop Stefan. Jangan ngomong apa apa lagi.” Hana langsung membekap bibir Stefan dengan telapak tangan-nya. Hana tidak ingin mendengar apapun dari mulut suaminya itu yang entah kenapa hobi sekali menggodanya.


Stefan diam diam tersenyum. Melihat Hana malu malu karena godaan-nya membuat Stefan merasa gemas.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Hana langsung menoleh kearah pintu. Hana yakin itu adalah Angel yang tanpa sengaja membantunya menghindar dari Stefan.


“Biar aku yang buka.” Ujar Hana lagi kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu untuk membukanya.

__ADS_1


Sementara Stefan, pria itu tau Hana sedang mencoba menghindar darinya sekarang.


__ADS_2