ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 14


__ADS_3

Hana tersenyum menatap Angel yang terlelap dengan memeluknya. Gadis kecil itu terlihat sangat menggemaskan bahkan saat memejamkan kedua matanya. Tingkah polos dan manjanya membuat Hana merasa sangat menyayanginya.


“Aku akui Lusi memang sangat cantik seperti kamu Angel. Dia juga pasti sangat baik sampai membuat Stefan sangat tergila gila padanya.” Gumam Hana tersenyum sambil membelai lembut pipi chuby Angel.


Tapi Hana benar benar tidak mengerti kenapa Stefan mengabaikan Angel. Padahal Angel adalah putrinya sendiri. Angel lahir dari wanita yang sangat di cintainya.


“Apa Stefan menyalahkan Angel karena kepergian Lusi?” Hana bertanya tanya dalam hati.


Hana tampak berpikir. Wanita itu beranggapan mungkin Stefan mengabaikan Angel karena ingin melupakan Lusi yang memang tidak akan bisa lagi kembali bersamanya.


“Kalau memang benar begitu, berarti dia memang laki laki gila.” Vonis Hana merasa gemas pada Stefan.


Setelah yakin Angel sudah benar benar nyenyak, pelan pelan Hana melepaskan pelukan Angel. Hana turun dari ranjang empuk Angel dengan sangat hati hati karena tidak mau jika pergerakan-nya sampai mengusik tidur lelap Angel.


Hana menyelimuti Angel kemudian mengecup penuh sayang kening gadis kecil itu sebelum mematikan lampu dan keluar dari kamar Angel.


Hana menghela napas setelah menutup pintu kamar gadis kecil itu. Tiba tiba Hana kembali teringat akan ucapan Amira yang mengatakan agar dirinya meninggalkan Stefan dan sama sama mencari uang untuk mengganti semua uang yang sudah Stefan keluarkan.


Hana menggelengkan kepalanya. Uang itu pasti tidaklah sedikit. Mustahil jika dalam waktu singkat Hana bisa mendapatkan-nya.


“Sudahlah.. Aku nggak perlu mikirin sesuatu yang nggak mungkin.” Gumam Hana kemudian melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan Stefan.


Saat baru beberapa langkah, Hana berhenti. Hana menoleh menatap bingkai photo besar dimana ada photo Sera dan seorang wanita berperut besar yang tidak lain adalah Lusi.


Hana tersenyum. Lusi memang sangat cantik dan mirip sekali dengan Angel. Mata mereka bahkan sama sama belo dan begitu bening.


“Lusi.. Aku nggak tau siapa dan seperti apa kamu. Tapi aku yakin kamu memang orang yang baik. Tapi aku juga heran, kenapa orang sebaik kamu mau menikah dengan laki laki berwajah datar seperti Stefan.”


Tanpa Hana sadari, ternyata Stefan sudah berdiri dibelakangnya. Pria itu mengeryit tidak suka mendengar apa yang Hana katakan.


“Aku akui sih Stefan itu memang ganteng. Dia kaya raya dan punya segalanya. Tapi buat apa punya wajah ganteng tapi nggak pernah tersenyum.” Lanjut Hana meneruskan pendapatnya tentang Stefan.

__ADS_1


“Tapi Lusi, aku yakin kamu bukan perempuan bodoh. Kamu mau dengan laki laki berwajah datar itu pasti karena satu alasan kan?” Senyum Hana terus menatap wajah cantik Lusi di photo tersebut.


Stefan ikut menatap wajah Lusi. Wanita itu adalah wanita yang berhasil mengubah hidupnya. Lusi mewarnai hari harinya begitu indah dulu. Tapi Lusi juga yang membuat hari harinya tidak lagi berwarna.


“Ah ya Lusi kamu jangan marah ya aku disini. Aku mau menikah sama Stefan bukan karena aku mau merebut dia dari kamu. Tapi aku sayang sama Alan dan keluarganya. Mereka begitu baik padaku. Aku hanya ingin membalas apa yang sudah mereka lakukan selama ini buat aku. Dan yah, aku menikah dengan Stefan karena uang. Tapi kamu nggak perlu khawatir aku disini tidak mengincar harta yang Stefan miliki. Aku disini karena harga diriku. Aku disini karena memenuhi syarat setelah apa yang Stefan berikan pada orang orang yang aku sayangi.”


Stefan tersenyum tipis mendengarnya. Pria itu menganggap wanita kecil didepan-nya sedang gila karena berbicara dengan photo Lusi. Tapi Stefan juga merasa sedikit terhibur dengan apa yang Hana katakan. Meskipun Hana beberapa kali mengatainya tapi Stefan tidak mempermasalahkan-nya. Asal Hana tidak mengatakan-nya pada Sera atau para wartawan Stefan masih bisa memaafkan-nya.


“Hhh.. Aku udah kaya orang gila bicara sama photo.” Hana tertawa pelan. Wanita itu menertawakan kebodohan-nya sendiri karena mengajak photo Lusi berbicara.


Hana menggelengkan kepalanya kemudian memutar tubuhnya berniat untuk melanjutkan langkahnya. Namun begitu Hana berbalik, Hana terkejut mendapati Stefan yang berdiri menjulang didepan-nya dengan kedua tangan yang di lipat didepan dada.


“Sudah selesai menjelek jelekkan aku nona?” Tanya Stefan membuat Hana gelagapan.


Stefan semakin mendekat pada Hana membuat Hana melangkah mundur hingga punggung Hana menabrak tembok tepat dibawah bingkai besar photo Sera bersama Lusi.


Stefan mengunci Hana dalam kungkungan tubuh tingginya membuat Hana tidak memiliki celah sedikitpun untuk melarikan diri saat ini.


“Stefan aku tidak bermaksud..”


“Kamu tau Hana, mungkin di alamnya sekarang Lusi sedang tertawa mendengar lelucon kamu tentang aku..” Ujar Stefan menatap tepat pada kedua bola mata Hana.


Hana semakin gelagapan mendengarnya. Hana benar benar menyesal mengeluarkan unek unek tentang Stefan didepan photo Lusi.


“Tapi Hana, kamu harus tau satu hal. Lusi tidak sebaik yang kamu pikirkan.”


Hana tidak mengerti dengan apa yang sedang Stefan katakan. Padahal Sera mengatakan Stefan sangat mencintai Lusi dan rela melakukan apa saja demi wanita itu.


“Ap apa maksud kamu Stefan?”


Stefan tersenyum miring. Dengan lembut Stefan meraih dagu Hana memperhatikan dengan seksama wajah cantik wanita yang sama sekali tidak Stefan cintai itu.

__ADS_1


“Stefan, Hana.”


Baik Stefan maupun Hana, keduanya sama sama terkejut mendengar suara Sera. Dengan kompak mereka berdua menoleh menatap Sera yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang.


“Apa apaan kalian berdua ini? Memangnya kamar kalian kurang nyaman sampai kalian berdua melakukan-nya disini?”


Stefan berdecak. Sera pasti salah paham dengan apa yang dilihatnya. Stefan menjauhkan diri dari Hana membuat Hana segera menegakkan posisinya yang semula bersender di tembok.


“Bagaimana kalau sampai Angel melihatnya? Memangnya kalian nggak malu?” Marah Sera.


Hana menundukkan kepalanya. Sera salah mengartikan apa yang dilihatnya. Karena pada kenyataan-nya Stefan bukan hendak melakukan hal itu padanya.


Enggan menyaut, Stefan pun memilih berlalu dan melangkah menuju kamarnya. Toh menjelaskan juga percuma karena posisinya dengan Hana memang sangat dekat tadi. Ditambah status mereka yang membuat Sera pasti berpikir jika mereka berdua hendak bermesraan.


“Maaf mah..” Lirih Angel menatap Sera takut.


Sera menghela napas dan menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan apa yang baru saja hampir dilakukan pasangan pengantin baru itu.


“Sudah nggak papa. Tapi jangan di ulangi lagi ya? Nggak baik kalau sampai ada yang lihat apa lagi kalau Angel yang melihatnya.”


“Iya mah..” Angguk Hana pelan.


“Ya sudah, lebih baik sekarang kamu istirahat Hana, sudah malam.” Perintah Sera pelan.


“Baik mah..”


Hana segera melangkah menyusul Stefan masuk kedalam kamarnya. Wanita itu menghela napas menatap kesal pada Stefan yang sama sekali tidak merasa bersalah dengan apa yang baru saja dilakukan-nya. Pria itu bahkan duduk dengan tenang ditepi ranjang dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasanya.


“Gara gara kamu mamah jadi mikir yang enggak enggak.” Ketus Hana kemudian naik keatas ranjang dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Stefan tersenyum samar. Entah kenapa Stefan tiba tiba merasa Hana adalah wanita yang unik dan menarik.

__ADS_1


__ADS_2