
Setelah menemani Angel melihat matahari terbit, Stefan langsung bersiap siap untuk berangkat ke perusahaan. Pria itu bergegas membersihkan dirinya kemudian mengenakan kemeja, dasi, dan jas abu abu tuanya dengan bantuan Hana. Mereka berdua benar benar seperti pasangan suami istri yang saling mencintai. Walaupun sikap Stefan masih tetap dingin dan datar pada Hana.
Sejak pagi itu semuanya terasa berubah. Hana tidak lagi mendapat telepon dan kabar apapun tentang Alan dari Aisha maupun Amira. Tapi Hana selalu berdo'a untuk kebahagiaan mereka. Hana juga sangat yakin Alan akan baik baik saja dan akan cepat pulih ditangan dokter Rania. Hana juga mulai berpikir untuk benar benar menjalani peran-nya sebagai istri Stefan. Meskipun beberapa kali Hana mengalami kendala karena sikap dingin Stefan juga gangguan dari luar, yaitu Williana Atmaja yang tidak juga menyerah dan terus berusaha mendekati Stefan.
Dua bulan kemudian.
“Hana, besok mamah harus ke Amerika.”
Ucapan Sera membuat Hana berhenti dari aktivitas menyulamnya. Saat ini mereka berdua sedang berada di gazebo taman belakang rumah dengan Hana yang asik menyulam dan Sera yang membaca majalah.
“Ke Amerika? sama siapa mah?” Tanya Hana menatap Sera penasaran.
“Tadinya mamah mau ngajak Stefan sama kamu. Tapi semalam Stefan bilang kalau akhir akhir ini perusahaan tidak bisa di tinggal. Jadi enggak papa biar mamah sendiri aja. Ngajak kamu kamu sama Angel juga nggak mungkin. Stefan nggak mungkin ngebolehin.” Jawab Sera dengan senyuman dibibirnya.
Hana menghela napas. Stefan selalu saja menomor satu kan perusahaan. Bahkan untuk menemani Sera pergi saja Stefan tidak bisa. Tapi Hana juga tidak bisa menyalahkan Stefan begitu saja. Hana tau posisi Stefan diperusahaan. Dan Hana juga tau tanggung jawab Stefan sangat besar di perusahaan itu.
“Eem mah, maaf kalau Hana boleh tau memangnya di Amerika mamah mau ada acara apa?” Tanya Hana hati hati.
“Anaknya adik mamah, om sama tantenya Stefan tunangan. Jadi mamah harus hadir.” Jawab Sera.
__ADS_1
“Om sama tante?” Hana merasa sangat penasaran. Pasalnya saat dirinya menikah dengan Stefan Hana merasa tidak ada satupun keluarga Stefan yang lain selain Sera dan Angel. Hana bahkan sempat berpikir mungkin Sera memang tidak punya keluarga lagi selain Stefan sebagai putranya dan Angel sebagai cucunya.
“Iya.. Dulu saat kamu dan Stefan menikah mereka tidak bisa datang karena anaknya sakit. Dan juga, mamah mau ziarah ke makam papahnya Stefan. Rasanya sudah lama sekali mamah nggak kesana sejak ada kamu dirumah ini Hana.”
Hana menganggukan pelan kepalanya mengerti.
“Hana.. Kamu tau kan bagaimana sikap Stefan pada Angel?”
Hana menatap tangan-nya yang di genggam oleh Sera. Tentu saja Hana tau. Stefan memang selalu bersikap dingin dan mengabaikan putri kecilnya.
“Mamah titip Angel sama kamu ya nak.. Mamah percaya sama kamu..” Ujar Sera pelan penuh harap.
Stefan selalu menuruti dan memenuhi semua kebutuhan Angel. Tapi Stefan tidak pernah mau menghabiskan waktunya dengan putrinya itu bahkan di hari libur sekalipun. Stefan selalu menolak dengan tegas bahkan tanpa alasan yang Hana maupun Sera ingin tau.
“Jujur sampai sekarang mamah juga bingung Hana. Stefan tetap saja bersikap cuek dan tidak perduli pada Angel. Padahal Angel adalah darah dagingnya sendiri. Putri yang dilahirkan dengan susah payah oleh Lusi, mendiang istri pertama yang dulu sangat Stefan cintai.”
Hana hanya bisa diam mendengar apa yang Sera katakan. Hana menatap Sera dengan tatapan sendunya. Hana juga melihat sendiri bagaimana kaku dan dingin-nya sikap Stefan pada Angel. Padahal Hana sangat yakin meskipun dari luar Stefan terlihat dingin dan kejam, tapi Stefan adalah pria baik yang penuh dengan kasih dan kelembutan. Hanya saja Stefan tidak pernah memperlihatkan itu semua didepan semua orang, termasuk Hana dan Sera terutama Angel putrinya sendiri.
“Mamah yakin Hana Stefan sangat menyayangi Angel. Buktinya Stefan selalu menuruti dan memenuhi semua kebutuhan Angel. Tapi mamah juga tidak bisa paham bahkan sampai sekarang usia Angel jalan 8 tahun. Stefan bahkan tidak pernah mau menggendong Angel sejak Angel bayi Hana..”
__ADS_1
Air mata Sera menetes menceritakan-nya pada Hana. Wanita itu merasa sangat sakit melihat sikap dingin putranya pada cucunya. Padahal Sera juga selalu meyakini ada cinta yang begitu besar dari Stefan untuk Angel. Namun melihat sikap Stefan yang selalu terkesan tidak perduli dan selalu mengabaikan Angel membuat hatinya terkadang merasa teriris pilu sendiri. Angel sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang nyata dari Stefan. Tapi sedikitpun Stefan tidak pernah memperlihatkan itu pada putrinya sendiri.
“Mamah sebenarnya merasa sakit Hana. Mamah nggak bisa nuntut pada Stefan. Karena mamah sendiri juga tau bagaimana rasanya kehilangan. Tapi menurut mamah sikap Stefan pada Angel itu salah.”
Hana tidak tau harus berkata apa. Hana hanya bisa mengusap usap bahu bergetar Sera berusaha untuk menenangkan-nya. Karena dari sudut pandang manapun cara Stefan bersikap pada Angel memang salah.
“Hana..”
Sera meraih kembali tangan Hana dan menggenggamnya dengan erat. Tatapan kedua matanya memancarkan harapan yang begitu besar pada Hana.
“Mamah nggak tau harus berharap pada siapa lagi selain pada kamu Hana. Sejauh yang mamah tau setelah meninggalnya Lusi, Stefan selalu menutup diri dan hatinya dari perempuan diluar sana. Kamu tau sendiri banyak perempuan yang mencoba menarik perhatian Stefan. Mereka bahkan juga sangat perhatian pada Angel. Tapi sedikitpun Stefan tidak pernah mau menatap mereka. Stefan selalu tidak perduli dengan apapun. Tapi sama kamu Stefan begitu terang terangan memperlihatkan cintanya didepan semua orang.”
Hana menelan ludahnya. Semua itu Stefan lakukan tentu saja untuk dirinya sendiri. Dan Hana juga berada didalam keluarga Devandra sampai sekarang adalah demi orang orang yang sangat Hana sayangi. Yaitu keluarga Alan yang sudah Hana anggap sebagai keluarganya sendiri.
“Mamah mohon sama kamu katakan pada Stefan Angel sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya. Katakan pada Stefan jika setiap berangkat ke sekolah Angel ingin selalu merasakan pelukan hangat dan ciuman penuh kasih sayang di keningnya.”
Tangis Sera semakin hebat sampai isak tangis keluar dari bibirnya. Sera benar benar memperlihatkan kesakitan-nya karena sikap Stefan pada Angel kali ini didepan Hana.
“Mamah yakin Hana.. Mamah sangat yakin kamu bisa merubah Stefan.”
__ADS_1
Hana menghela napas. Kedua matanya ikut berkaca kaca menyaksikan kepiluan Sera saat membicarakan tentang sikap Stefan pada Angel. Di tambah lagi dengan permohonan Sera yang sepertinya tidak mungkin bisa Hana tolak. Hana tidak bisa menjanjikan apa apa pada Sera. Tapi Hana akan berusaha mendekatkan Angel dengan Stefan. Hana akan berusaha membuka pandangan Stefan terhadap Angel, putrinya sendiri.