ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 26


__ADS_3

Siang ini Hana merasa kesepian karena Sera yang pergi karena acara arisan dengan teman teman-nya. Meskipun dirumah itu banyak pelayan dan body guard yang berlalu lalang namun mereka sama sekali tidak bisa Hana ajak bicara. Mereka begitu kaku dan terlalu menganggapnya sebagai nyonya yang harus disikapi dengan sangat hormat dan sopan. Hana tidak akan nyaman jika mengobrol dengan orang seperti itu.


Hana menuruni anak tangga satu persatu menuju lantai satu rumah itu dengan membawa ponsel baru pemberian Stefan. Dibawah sana ada beberapa pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Mereka bahkan tidak saling bicara satu sama lain dan sangat fokus dengan apa yang sedang dikerjakan-nya.


Hana berdecak. Selain Sera dan Angel semua penghuni dirumah mewah itu benar benar seperti robot yang hanya tau bekerja dan bekerja tanpa mau menyapa satu sama lain.


Begitu sampai dilantai dasar, Hana kemudian melangkah keluar. Hana berniat duduk diteras rumah barangkali saja ada pemandangan ramai diluar gerbang yang bisa Hana lihat. Bahkan menonton orang berantem tidak ada masalah bagi Hana.


Tintiiiinn.....


Saat Hana sampai diambang pintu Hana mengeryit melihat mobil Rico yang mulai memasuki area luas kediaman Stefan.


“Apa mungkin dia mau mengantar sesuatu lagi untukku dari Stefan.” Batin Hana bertanya tanya.


Mobil Rico berhenti tepat diteras rumah. Pria itu kemudian turun dari mobilnya dan bergegas membuka pintu mobil belakang yang kemudian turunlah Aisha.


Bibir Hana terbuka melihat gadis remaja berseragam biru putih itu yang terlihat kebingungan.


“Mari nona..” Ujar Rico pelan pada Aisha.


Aisha mengedarkan pandangan-nya ke seluruh area luas rumah itu. Gadis itu bergidik ngeri ketika tatapan-nya tidak sengaja bertemu dengan seorang pria berbadan kekar tinggi besar dengan warna kulit coklat gelap dan rupanya yang sangar.


“Aisha?”


Hana benar benar sangat terkejut. Bagaimana mungkin Rico bisa membawa Aisha kerumah Stefan.


“Kak Hana..”


Aisha langsung berlari dan berhambur memeluk Hana yang memang sudah lama tidak ditemuinya sejak Alan kecelakaan.


“Aku kangen banget sama kakak..” Tangis Aisha pecah saat Hana membalas pelukan-nya. Gadis itu benar benar sangat merindukan sosok Hana yang sudah di anggap seperti kakaknya sendiri.


“Iya... Aku juga kangen banget sama kamu Aisha. Bagaimana kabar ibu?”


Aisha melepaskan pelukan-nya, menatap Hana dengan buliran air mata yang membasahi kedua pipi tirusnya.

__ADS_1


“Ibu baik baik saja kak..”


Hana tersenyum.


“Syukurlah..”


Hana dengan lembut menyeka air mata yang membasahi kedua pipi Aisha. Hana tidak menyangka akan bertemu kembali dengan gadis imut itu.


Hana kemudian beralih menatap Rico yang hanya diam didepan-nya dan Aisha dengan jarak sekitar dua meter.


Hana tidak mengerti kenapa Rico tiba tiba membawa Aisha kepadanya.


Mengerti dengan tatapan bingung Hana, Rico pun tersenyum tipis.


“Tuan yang menyuruh saya untuk menjemput nona Aisha dan membawanya pada anda nyonya. Anda punya waktu satu jam sebelum nyonya Sera pulang.”


Hana mengeryit. Entah apa maksud Stefan tiba tiba menyuruh Rico membawa Aisha kepadanya. Tapi apapun maksudnya Hana harap Stefan tidak sedang memiliki rencana terselubung padanya.


“Kita ngobrolnya ditaman belakang saja ya Aisha. Rico, saya bawa Aisha masuk dulu ya.. Terimakasih sudah membawa Aisha pada saya..” Ujar Hana pada Aisha kemudian beralih menatap Rico.


Hana mengangguk pelan kemudian merangkul bahu Aisha mengajaknya masuk kedalam rumah. Wanita itu juga meminta pada pelayan untuk membawakan minuman dan cemilan ke taman belakang sebagai suguhan untuk Aisha.


Di Gazebo, Hana mengajak Aisha mengobrol. Wanita itu juga sempat meminta kembali kontak Aisha yang hilang karena ponsel miliknya yang hancur dibanting oleh Stefan.


“Jadi apa Amira masih tidak mau sekolah juga?” Tanya Hana pada Aisha.


Aisha menghela napas kemudian menatap Hana dengan ekspresi sendu.


“Ya kak.. Kak Aisha bahkan sering berantem sama ibu. Aku juga nggak tau kenapa kak Amira begitu. Tapi setiap berantem sama ibu kak Amira selalu bilang akan putus sekolah dan mencari pekerjaan saja.” Jawab Aisha pelan.


Hana berdecak. Hana sekarang percaya apa yang Alan katakan padanya dulu bahwa Amira memang gadis yang sangat keras kepala.


“Ya sudahlah.. Yang penting kamu jangan begitu ya.. Nanti kalau aku ada waktu aku akan main kerumah dan bicara sama Amira.” Senyum Hana mengusap usap pelan bahu gadis berseragam SMP itu.


“Iya kak...” Angguk Aisha dengan senyuman dibibirnya.

__ADS_1


Hana kemudian terdiam. Apa yang Stefan lakukan benar benar mengejutkan-nya kali ini. Pria itu menyuruh Rico untuk membawa Aisha padanya. Sesuatu yang sebenarnya memang sedang sangat Hana inginkan. Yaitu bertemu dengan siapapun orang yang Hana sayangi.


“Apa mungkin maksud Stefan itu supaya aku bisa mendapatkan lagi nomor handphone Aisha?” Hana bertanya tanya lagi dalam hati. Jika memang benar seperti itu maksud Stefan, Hana akan sangat berterimakasih pada pria itu.


Setelah satu jam mengobrol, Rico menyusul keduanya di taman belakang rumah.


“Maaf nyonya, waktu anda dan nona Aisha sudah habis.”


Hana menghela napas. Rasanya seperti Hana dipenjara dan Aisha adalah orang yang menjenguknya. Sedang Rico, tentu saja dia adalah polisinya.


“Baiklah kalau begitu. Rico, tolong antar Aisha sampai kerumahnya dengan selamat ya.. Saya percaya sama kamu.”


Rico hanya menganggukkan kepala dengan senyuman tipisnya. Pria itu kemudian mempersilahkan untuk Aisha lebih dulu melangkah darinya.


“Saya permisi nyonya.” Ujar Rico pada Hana dengan segala hormatnya.


“Ya.. Sekali lagi terimakasih.” Balas Hana pelan.


“Saya hanya menjalankan perintah dari tuan, nyonya.”


Hana tidak lagi menyaut. Wanita itu kemudian memeluk Aisha erat sebelum membiarkan Aisha pergi dengan Rico yang akan mengantarnya selamat sampai rumahnya.


“Alan.. Aku sudah melakukan semuanya untuk kamu dan keluarga kamu.. Tapi Amira.. Dia sangat keras kepala dan tidak mau memahami posisiku disini...” Gumam Hana menatap Aisha yang melangkah gamam didepan Rico.


Hana menghela napas. Perlahan seulas senyum mengembang dibibirnya. Kali ini Hana merasa seperti diberikan kejutan oleh Stefan.


Satu notifikasi masuk di ponselnya membuat Hana segera membukanya. Pesan itu dari nomor yang tidak dikenal yang menanyakan apakah Hana sudah merasa senang atau tidak siang ini. Profil nomor itu bahkan hanya photo hitam.


Hana mengeryit dan berusaha memutar otaknya hingga akhirnya Hana bisa menebak dengan tepat bahwa pesan itu adalah pesan dari Stefan.


Hana kemudian tertawa pelan. Hana benar benar mendapat kejutan tidak terduga dari pria itu dengan mendatangkan Aisha siang ini di tengah rasa sepinya.


Tidak mau di anggap tidak tau berterimakasih, Hana pun segera membalas pesan dari Stefan dengan mengetik kata terimakasih kemudian segera mengirimnya pada Stefan.


Dan untuk sesaat keduanya saling mengirim pesan dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2