ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 238


__ADS_3

Setelah Sera membawa Theo dan Angel berlalu, Hana memusatkan perhatian-nya pada Alan. Hana tidak tau kenapa tiba tiba Alan datang dan marah marah pada Stefan. Bahkan Alan sampai memukul Stefan sampai sudut bibir Stefan mengeluarkan darah. Karena hal itu Hana tidak bisa menerima begitu saja apa yang Alan lakukan pada suaminya.


Sedang Alan, dia terus memberontak mencoba melepaskan diri dari cengkraman dua body guard Stefan.


“Lepaskan saya. Biarkan saja menghabisi tuan kalian yang brengsek itu !!” Marah Alan.


Hana menggelengkan kepalanya tidak menyangka Alan begitu kasar berbicara didepan-nya tentang Stefan.


“Hana kamu harus ikut aku Hana. Kamu harus pergi tinggalkan manusia licik itu. Dia bukan laki laki yang baik Hana. Percaya sama aku. Dia brengsek.” Ujar Alan yang membuat Hana semakin tidak menyangka dengan apa yang Alan katakan.


Stefan yang berdiri disamping Hana hanya diam saja. Stefan menebak mungkin dokter Rania sudah memberitahu Alan tentang dirinya yang adalah penabrak Alan malam itu.


“Lepaskan dia.” Perintah Stefan tegas.


“Tapi tuan..”


“Lepaskan dan kalian semua kembali dengan pekerjaan kalian masing masing. Tinggalkan kami bertiga disini.” Sela Stefan tidak ingin siapapun dari orang orang nya yang membantah perintahnya.


Dua body guard itu saling menatap satu sama lain dan sama sama mengangguk. Mereka kemudian melepaskan Alan.


“Jangan harap saya akan berterimakasih tuan.” Ujar Alan pada Stefan dengan nada sinis.


Hana semakin tidak percaya bahwa yang ada didepan-nya adalah sosok Alan, sahabat yang sejak kecil Hana kenal dengan segala kebaikan dan kesabaran-nya.


“Cukup.” Tegas Hana membuat Alan langsung memusatkan perhatian-nya pada Hana.


“Hana aku..”


“Apa begini cara kamu bertamu Alan? Memukul dan berbicara kasar pada si tuan rumah? Apa itu pantas kamu lakukan pada Stefan? Suamiku.” Sela Hana menangis merasa sedih karena perlakuan kasar Alan pada Stefan.


Sementara Stefan, pria itu hanya diam saja mendengar apa yang Hana katakan pada Alan.

__ADS_1


“Aku punya alasan kuat melakukan-nya Hana.” Balas Alan menatap tajam pada Stefan sebentar kemudian kembali memusatkan perhatian-nya pada Hana yang menangis disamping Stefan.


“Kamu tau Hana? suami kamu ini, laki laki yang sangat kamu cintai ini adalah pembohong. Dia adalah orang yang membuatku sekarat sampai koma berbulan bulan. Dia juga memanfaatkan kamu selama ini. Dia mengajukan syarat yang tidak seharusnya sama kamu.”


Kedua mata Hana melebar mendengarnya. Alan sudah tau semuanya.


“Dokter Rania, dia yang memberitahuku tentang siapa laki laki brengsek ini.” Lanjut Alan.


Hana menarik napas dalam kemudian menghembuskan-nya kasar. Wanita itu tidak menyangka jika ternyata dokter Rania juga tau tentang Stefan yang adalah pelaku penabrak Alan.


“Jadi kamu sudah tau?” Lirih Hana.


Alan menyipitkan kedua matanya. Hana tetap tenang mendengar apa yang seharusnya sangat mengejutkan itu. Padahal Alan pikir Hana akan terkejut kemudian sangat marah pada Stefan.


“Apa maksudnya? Jadi kamu juga sudah tau Hana?” Tanya Alan kemudian.


Hana menelan ludah kemudian menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Alan.


Alan menggelengkan kepalanya. Pria itu tidak menyangka jika ternyata hanya dirinya dan keluarganya yang tidak tau tentang siapa pelaku yang menabraknya.


“Alan.. Aku juga sempat marah. Aku kecewa sama apa yang dilakukan Stefan dengan menutupi semua kebenaran itu. Tapi kemudian aku menyadari bahwa mungkin apa yang terjadi memang sudah jalan dari Tuhan. Aku tau apa yang Stefan lakukan memang sangat keterlaluan. Tapi sedikitpun Stefan tidak pernah mengabaikan tanggung jawabnya sebagai orang yang sudah membuat kamu sekarat dan koma Alan.”


Hana diam sesaat. Wanita itu mengusap air mata yang membasahi kedua pipi chuby nya.


“Bukan aku sedang membela atau menyanjung suamiku Alan. Aku akui Stefan memang bersalah. Tapi aku yakin Stefan juga tidak sengaja menabrak kamu malam itu. Aku yakin Stefan juga tidak ingin kecelakaan itu terjadi.”


“Hana kamu...”


“Alan tolong dengarkan aku dulu. Izinkan aku untuk menjelaskan semuanya.” Sela Hana menatap Alan dengan tatapan memohon.


Alan kembali urung melanjutkan ucapan-nya. Pikiran-nya semakin kacau sekarang.

__ADS_1


“Stefan sudah melakukan semuanya sebagaimana seorang pelaku yang memang harus mempertanggung jawabkan perbuatan-nya. Dia memastikan pengobatan kamu yang terbaik, sampai menitipkan kamu yang saat itu koma pada dokter Rania. Stefan juga memastikan yang terbaik untuk ibu, untuk Amira juga Aisha. Dia menanggung semua yang menjadi tanggungan kamu Alan. Jadi aku mohon sama kamu tolong mengerti. Jangan seperti ini.”


Alan tertawa merasa lucu dengan apa yang Hana katakan. Hana terus membela bahkan memasang badan untuk suaminya. Padahal semua sudah jelas pada Stefan bersalah. Bahkan Hana sudah tau lebih dulu darinya dan sama sekali tidak melakukan apapun. Hana tetap bertahan di sisi Stefan dan tidak memberitahunya sejak awal tentang apa yang sudah Hana tau.


“Ini benar benar sangat lucu Hana. Ini lucu bahkan sampai aku tidak tau harus bagaimana caranya tertawa untuk menertawakan apa yang kamu ucapkan.” Ujar Alan lirih yang masih bisa dengan jelas di dengar oleh Hana.


Stefan yang melihat dan mendengar apa yang Hana katakan hanya diam saja. Bukan tidak berani menjelaskan sendiri, Stefan hanya mencoba mempercayakan semuanya pada Hana. Tapi meskipun begitu Stefan tidak akan lepas tangan begitu saja. Stefan akan tetap menjelaskan pada Alan nanti tidak perduli meski dirinya akan mendapat banyak pukulan kemarahan dari pria itu.


“Alan, Tuhan tidak pernah menghendaki sesuatu tanpa alasan. Aku yakin kamu tau itu.”


“Ya.. dan alasan itu adalah kebersamaan kamu dengan tuan kaya raya itu sekarang kan Hana?” Balas Alan bertanya dengan nada putus asa di akhir kalimatnya.


Hana diam dan tidak menjawab. Hana mengerti bagaimana perasaan Alan sekarang. Tapi Hana juga yakin Alan akan mengerti jika sudah memikirkan semuanya dengan hati tenang nanti.


“Aku pikir aku akan mendapat keadilan dari kamu Hana. Tapi nyatanya kamu malah menekanku seperti ini. Baiklah, sekarang aku tau apa arti persahabatan kita sekarang.” Lanjut Alan kemudian berlalu dengan hati hancur.


Alan keluar dari kediaman mewah Stefan dengan rasa kecewa yang terasa menyayat hatinya. Rasa kecewa karena ternyata Hana jauh lebih memihak pada Stefan yang sudah jelas jelas bersalah.


“Hana.. Kamu benar benar berubah sekarang. Aku merasa seperti sudah tidak mengenal kamu lagi.” Batin Alan sembari melangkah dihalaman luas kediaman Stefan. Alan juga tidak perduli dengan tatapan marah pada body guard Stefan juga wajah bingung pak satpam yang membukakan pintu gerbang untuknya.


Didalam rumah Hana dan Stefan masih berdiri di ruang tamu beberapa menit setelah Alan berlalu. Stefan mengepalkan kedua tangan-nya melihat air mata yang menetes di pipi istri tercintanya. Stefan kesal juga marah tapi tidak tau harus pada siapa karena pada dasarnya air mata Hana menetes karena kebohongan-nya.


“Hana..”


“Aku yakin apa yang aku lakukan sudah benar Stefan..” Sela Hana lirih.


Stefan menghela napas. Hana membelanya. Tidak tega melihat Hana yang terus menangis dalam diam, Stefan pun dengan lembut menarik Hana kedalam pelukan-nya.


“Kalau begitu tolong berhenti menangis Hana.” Bisiknya.


Hana memejamkan kedua matanya. Air matanya semakin deras menetes. Hana tidak bermaksud membela siapapun. Hana hanya tidak ingin ada masalah apapun antara dirinya, Stefan juga keluarga Alan.

__ADS_1


__ADS_2