ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 131


__ADS_3

Sorenya Stefan mengajak Hana untuk menjenguk dan menemani Angel dirumah sakit. Gadis kecil itu sudah membaik namun masih harus mendapatkan perawatan yang intensif kata dokter.


“Mommy, Daddy?”


Wajah Angel yang semula tampak sendu langsung terlihat sumringah saat Hana dan Stefan masuk kedalam ruang rawatnya. Apa lagi Stefan juga membawa hadiah untuknya yaitu boneka tedy bear berwarna pink lembut dengan ukuran sedang di tangan-nya.


“Hay sayang...” Hana langsung mendekat pada Angel, memeluk dan mencium seluruh bagian wajah gadis kecil itu.


“Mommy kangen banget loh sama kamu sayang.. Yang pinter ya makan sama minum obatnya biar Angel bisa cepat pulang kerumah.”


Angel tertawa senang mendengarnya. Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang Hana katakan. Angel kemudian beralih menatap Stefan yang berdiri disamping Hana.


“Daddy.. Selamat sore..” Sapanya dengan dengan senyuman manis pada Stefan.


Stefan tersenyum. Angel memang selalu menyapanya dengan bahasa yang baku diwaktu waktu tertentu. Gadis kecil itu juga selalu memperlihatkan senyuman manisnya pada Stefan meskipun Stefan jarang membalas senyuman-nya.


“Ya nak, selamat sore. Daddy punya hadiah untuk kamu..” Ujar Stefan sambil menyodorkan tedy bear yang dibawanya pada Angel.


Angel menerimanya dengan senang hati. Gadis itu bahkan langsung memeluk tedy bear pemberian Stefan itu dengan perasaan berbunga bunga.


“Terimakasih daddy...” Katanya yang mendapat anggukan dan senyuman manis oleh Stefan.


Hana tertawa pelan melihatnya. Wanita itu merasa hidupnya sangat lengkap sekarang. Hana menemukan putri cantik yang begitu pintar dan pengertian. Hana juga mempunyai Stefan yang bisa dikatakan sempurna dari berbagai sudut pandang. Dan Sera, Hana tentu tidak melupakan ibu mertuanya yang begitu baik hati dan sangat pengertian padanya.


Stefan dan Hana mengajak Angel mengobrol dan bercanda agar gadis itu melupakan ke inginan-nya untuk segera pulang. Tentu saja karena kondisi Angel masih harus mendapatkan perawatan yang intensif.


Sera yang melihat pemandangan itu diam diam meneteskan air mata harunya. Sera sebenarnya tidak percaya dengan kenyataan bahwa Angel bukan cucunya. Tapi Stefan juga tidak mungkin berbohong padanya. Stefan selalu mengatakan sesuatu dengan apa adanya. Apa lagi jika menyangkut masalah yang sangat serius.

__ADS_1


Tidak ingin Stefan dan Hana melihatnya meneteskan air mata, Sera segera menyekanya. Wanita itu kemudian menghela napas dan mengembangkan senyuman manis di bibirnya.


Jika Stefan tidak memintanya dengan tulus untuk tetap menganggap Angel sebagai cucunya, mungkin Sera enggan mengasuh gadis kecil itu lagi. Tapi hatinya tetap tidak bisa berbohong. Sera sudah terlanjur mencintai dan menyayangi Angel sebagai cucunya sendiri. Sera juga tidak mungkin membiarkan Angel yang sudah tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini selain dirinya dan Stefan juga Hana yang hanya diketahui oleh Angel sebagai keluarga yang sangat menyayanginya.


“Daddy.. Mommy.. Angel sudah bosan disini. Angel ingin pulang. Angel ingin sekolah lagi..” Rengek Angel kembali mengingat keinginan-nya.


Sera, Stefan juga Hana menghela napas kemudian saling menatap satu sama lain. Mereka sebenarnya tidak tega memaksa Angel untuk tetap berada dirumah sakit. Sedang mereka sendiri tau berada lama lama dirumah sakit memang sangat membosankan.


“Daddy bisa pertimbangkan kalau kamu memang ingin pulang Angel. Tapi daddy nggak akan mengizinkan kamu untuk lebih dulu masuk sekolah.”


Angel menundukkan kepalanya. Jika tidak sekolah, Angel memang tidak punya teman.


“Tapi daddy..”


“Sayang....” Hana meraih tangan kecil Angel dan menggenggamnya lembut. Hana menatap dengan penuh perhatian pada Angel yang terlihat tidak semangat mendengar Stefan yang melarangnya untuk masuk sekolah lebih dulu.


“Angel pengin main sama teman teman mom.. Angel kesepian sendirian disini...”


“Mommy tau.. Tapi nak.. Kesehatan kamu sangat penting. Daddy mungkin bisa menyuruh dokter dan perawat untuk merawat kamu dirumah nanti. Tapi kalau untuk kamu beraktivitas di luar rumah bukan hanya daddy yang melarang. Tapi mommy sama oma juga. Kamu harus benar benar sembuh dulu untuk itu.” Ujar Hana pelan.


Angel menghela napas dengan ekspresi sendunya. Sejak sakit, Angel merasa sangat terkekang karena Sera yang selalu menemaninya dirumah sakit selalu melarangnya untuk ini dan itu. Bahkan untuk turun dari brankar saja Angel tidak di perbolehkan.


“Tapi mom...”


“Ekhem.”


Deheman Stefan menyela apa yang ingin Angel katakan pada Hana. Gadis itu menatap Stefan yang langsung menampilkan ekspresi datarnya membuat Angel langsung takut.

__ADS_1


“Baik mom.. Angel mengerti.” Kata Angel kemudian.


Stefan tersenyum. Sekarang Stefan tau bagaimana cara menghadapi Angel jika sedang ngeyel dan terus merengek manja.


“Anak pintar...” Puji Hana membelai lembut pipi Angel.


Angel tersenyum mendengarnya. Senyuman yang terkesan di paksakan karena sebenarnya Angel mengiyakan apa yang Hana katakan karena takut pada Stefan yang menatap nya dengan tatapan yang menurut Angel sangat tidak bersahabat.


Hana kembali mengajak Angel bercanda dan memainkan boneka tedy bear yang di hadiahkan oleh Stefan pada Angel.


Sedangkan Sera dan Stefan, mereka berdua duduk di sofa yang berada dengan jarak sekitar dua meter dari brankar tempat Angel dan Hana berada.


“Stefan..” Panggil Sera pelan.


Stefan menoleh menatap Sera sebentar kemudian kembali menatap pada Hana dan Angel yang sedang asik bercanda.


“Kenapa kamu menyembunyikan semua itu sendiri? Kenapa kamu tidak pernah terbuka sama mamah?”


Stefan menahan napas sejenak. Sejujurnya Stefan tidak ingin lagi membahas tentang masa lalu. Tapi Stefan tau Sera pasti akan menanyakan kembali hal itu.


“Karena aku nggak ingin membagi kesakitan sama mamah. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dan cinta dengan mamah. Itu saja.” Jawab Stefan tanpa menatap Sera yang tersenyum mendengarnya.


Sera menatap Stefan dari samping. Sera tau Stefan memang seorang yang selalu memprioritaskan keluarga. Bahkan meskipun dulu Stefan tidak pernah mau menatap Angel, Stefan selalu memenuhi semua yang gadis kecil itu inginkan. Stefan juga selalu memastikan segala yang terbaik untuk Angel.


“Lalu bagaimana perasaan kamu sekarang Stefan? Apa tidak apa apa Angel selalu ada disekitar kita? Apa lagi sebentar lagi kamu dan Hana akan memiliki anak sendiri.”


Stefan tersenyum samar. Semua itu sudah Stefan pikirkan sejak dirinya memutuskan untuk menyayangi Angel layaknya menyayangi putri kandungnya sendiri.

__ADS_1


“Apapun yang terjadi Angel akan tetap menjadi putriku mah.. Tapi suatu saat nanti jika Angel sudah dewasa dan sudah mengerti dengan semua itu aku juga akan mengatakan semuanya pada Angel. Dan sampai kapanpun Angel tetap bagian dari keluarga Devandra apapun alasan-nya.”


Mendengar itu Sera semakin merasa takjub. Stefan benar benar berpikir sangat bijak dalam menyikapi masalahnya. Bahkan meskipun Angel adalah putri dari orang yang sudah menghancurkan hatinya Stefan tetap bersedia mengakuinya sebagai putrinya sendiri.


__ADS_2