
Karena tidak ingin berbohong apapun lagi pada Sera, Stefan pun menceritakan semuanya. Stefan menceritakan segalanya tentang ceritanya dan Lusi di masa lalu. Cerita tentang kesakitan-nya karena Lusi yang mengkhianatinya hingga benar benar hamil dan lahirlah Angel yang tidak lain adalah anak hasil perselingkuhan Lusi dibelakang Stefan.
“Aku sudah mencari tau semuanya tentang laki laki itu mah. Tapi dia tidak punya keluarga. Dia hanya sebatangkara.”
Sera menggelengkan kepala tidak menyangka bahwa putranya menahan kesakitan-nya seorang diri selama bertahun tahun. Stefan bahkan menutupi semuanya dengan begitu apik dari Sera.
“Awalnya aku tidak ingin membesarkan Angel mah. Tapi aku juga tidak mungkin membiarkan Angel yang tidak bersalah menjadi korban. Aku tidak mau Angel hidup sebatangkara mah. Makan-nya aku memutuskan untuk diam dan tetap membiarkan Angel bersama mamah, menjadi cucu kesayangan mamah, dan menjadi bagian dari keluarga kita.” Lanjut Stefan pelan.
Sera menutup mulutnya tidak menyangka dengan kenyataan yang sebenarnya. Sera pikir selama ini hubungan Stefan dan Lusi di masa lalu baik baik saja. Sera juga berpikir Stefan menolak berziarah ke makam Lusi karena menganggap Stefan merasa sangat kehilangan Lusi dan tidak sanggup menatap nisan mendiang istri pertamanya itu.
“Kenapa kamu nggak pernah cerita sama mamah Stefan? Kenapa kamu tidak mau berbagi sakit kamu sama mamah..”
Tangis Sera semakin menjadi jadi. Wanita itu benar benar tidak menyangka jika selama ini Angel yang adalah cucu kesayangan-nya ternyata anak dari hasil perselingkuhan Lusi dari Stefan.
“Aku nggak mau mamah kecewa. Aku tau mamah sangat menyayangi dan percaya pada Lusi. Jadi aku pikir lebih baik aku pendam sendiri semua itu tanpa harus ada siapapun tau.” Ujar Stefan membalas.
Sera menatap Stefan dengan hati yang terasa di sayat sayat. Begitu perih dan menyakitkan. Sera membesarkan Stefan dengan penuh kesabaran tanpa sedikitpun berpikir untuk menyakitinya. Tapi Lusi, wanita yang sangat di cintai Stefan juga sangat Sera percaya yang malah melakukan itu. Pergi dengan meninggalkan luka yang begitu menyakiti Stefan. Lusi menghancurkan hati dan cinta Stefan.
“Jadi selama ini cucu yang mamah sayang sayang itu bukan darah daging kamu Stefan? Jadi selama ini mamah menyayangi anak hasil dari perselingkuhan Lusi?”
Stefan menghela napas pelan. Pria itu kemudian meraih tangan Sera dan menggenggamnya erat.
__ADS_1
“Mah, dulu aku memang tidak perduli sama Angel. Aku hanya berpikir yang terpenting Angel tidak hidup sendiri itu saja. Apa yang aku berikan pada Angel dulu tidak pernah aku pikirkan. Aku menuruti semua kemauan Angel tanpa aku menatapnya itu adalah caraku menganggapnya sebagai bagian dari keluarga kita. Aku tidak pernah berpikir untuk membuang Angel mah.. Jadi meskipun sekarang mamah sudah tau semuanya aku harap perasaan mamah sama Angel tidak berubah. Aku harap mamah tetap menyayangi Angel sebagai cucu mamah. Karena aku dan Hana juga sudah menganggapnya sebagai anak kami sendiri mah.”
“Jadi, Hana juga tau tentang ini?” Tanya Sera dengan suara lirih juga serak bahkan hampir tidak terdengar.
“Ya mah.. Aku menceritakan-nya pada Hana karena Hana terus menuntut aku untuk menatap Angel.” Jawab Stefan pelan.
Sera kembali berurai air mata. Kenyataan itu membuat Sera sangat terpukul. Wanita itu benar benar sangat tidak menyangka jika kenyataan yang ada tentang hubungan Stefan dan Lusi sangat menyakiti putra kebanggan-nya.
“Mah.. Aku mohon sama mamah nggak usah lagi membahas tentang ini ya.. Biarkan Angel berada di tengah tengah kita. Biarkan Angel tau bahwa dia adalah putriku. Aku tidak keberatan mah.. Aku sudah bisa sayang sama Angel seperti aku menyayangi putriku sendiri.” Lirih Stefan.
Sera menganggukkan kepalanya. Kebesaran dan kesabaran hati Stefan membuatnya benar benar merasa tersentuh.
“Ya Stefan.. Kita besarkan Angel sama sama yah..”
Hana yang tidak sengaja mendengar apa yang Sera dan Stefan bicarakan ikut tersenyum dengan air mata yang menetes membasahi pipinya. Hana semakin merasa kagum pada suaminya yang begitu berbesar hati mau membesarkan Angel meskipun dari awal Stefan sendiri sudah tau bahwa Angel bukanlah putri kandungnya.
-------------
“Alan, aku harus pergi kerumah sakit sekarang. Kamu tidak apa apa kan dirumah sendiri? Aku mungkin akan sedikit lama dirumah sakit.”
Alan yang saat itu sedang melukis dibalkon kamarnya mengeryit menatap dokter Rania. Tidak biasanya dokter itu mengatakan akan pergi lama.
__ADS_1
“Apa ada pasien yang sangat gawat dokter?” Tanya Alan penasaran.
Dokter Rania tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Alan memang belum tau perihal tentang kecelakaan yang menimpa Angel, putri Stefan. Dan Dokter Rania berencana akan menjenguknya dirumah sakit. Dokter Rania juga berencana membantu Stefan mencarikan donor darah untuk Angel.
“Tidak ada. Aku kesana mau menjenguk sekaligus membantu mencarikan donor darah untuk Angel. Anak Stefan.”
Jawaban dokter Rania membuat Alan membulatkan kedua matanya.
“Anak tuan Stefan? Memangnya kenapa? Apa yang terjadi dengan anaknya tuan Stefan dokter?” Alan bertanya semakin merasa ingin tau.
“Anaknya Stefan, Angel mengalami kecelakaan saat sedang bermain di sekolahnya Alan. Dan dia kehilangan banyak darah karena kepalanya yang terluka. Sekarang Stefan sedang mencari donor darah yang cocok untuk Angel. Dan aku akan berusaha membantu ikut mencarikan golongan darah itu. Kebetulan golongan darah Angel adalah golongan darah yang langka dan tidak banyak orang memiliki golongan darah seperti itu.”
“Boleh aku ikut dokter?”
Pertanyaan Alan membuat dokter Rania langsung terdiam karena bingung. Dokter Rania bingung harus bagaimana. Melarang Alan ikut itu tidak mungkin. Namun jika mengajak Alan ikut serta juga pasti Alan akan bertemu dengan Hana di rumah sakit. Jika Alan bertemu dengan Hana itu pasti tidak akan baik.
“Boleh kan aku ikut dokter? Siapa tau aku bisa membantu.” Alan menatap dokter Rania penuh harap. Alan tidak ada niat lain selain menjenguk Angel yang sedang berada dirumah sakit. Alan bahkan tidak sedikitpun berpikir untuk bertemu dengan Hana. Alan hanya ingin menunjukan bahwa Alan juga perduli dengan gadis kecil itu. Karena bagaimanapun juga dirinya bisa bertahan sampai sekarang juga karena bantuan dari Stefan.
“Alan tapi..”
“Dokter tidak perlu khawatir. Aku tidak akan membuat masalah. Aku tidak akan mengganggu Hana. Aku hanya ingin menjenguk Angel. Itu saja.” Senyum Alan menyela. Alan mengerti keraguan dokter cantik itu.
__ADS_1
Dokter Rania menghela napas. Beberapa hari ini Alan memang sudah tidak pernah lagi terlihat murung. Alan bahkan mulai sibuk dengan hobi barunya yaitu melukis. Dan dokter cantik itu pikir mungkin Alan memang sudah bisa menerima kenyataan bahwa Hana bukan jodohnya.
“Baiklah.” Angguk dokter Rania akhirnya menyetujui.