ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 222


__ADS_3

Suasana begitu hening saat Sera keluar dari ruang kerja Stefan. Dan kini hanya tersisa Hana dan Stefan yang saling berhadapan dan saling menatap dalam diam.


“Bisa kamu jelaskan semuanya sekarang Stefan?” Tanya Hana dengan suara bergetar.


“Katakan apa saja yang ingin kamu katakan. Aku akan mendengarkan.” Lanjut Hana terus menatap Stefan dengan air mata berlinang.


Stefan masih diam. Pria itu tidak tau harus mengatakan apa pada Hana. Semua yang ada di pikiran-nya seketika hilang karena kehadiran Hana yang begitu tiba tiba. Bahkan Stefan merasakan tubuhnya seakan melayang dengan kaki yang tidak menapak di di lantai.


“Ayo katakan Stefan. Katakan semuanya. Katakan apa yang selama ini kamu tutupi rapat rapat dari aku.”


Stefan memejamkan sesaat kedua matanya berusaha untuk mengumpul segalanya. Pria itu tau dirinya sudah tidak bisa lagi menghindar.


Stefan menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan lewat mulut. Harapan Hana bisa mengerti dirinya terasa begitu menipis saat ini. Stefan bahkan tidak berani berharap melihat Hana yang menangis di depan-nya saat itu.


“Hana.. Aku...” Stefan berhenti berkata. Rasanya berat sekali untuk mengatakan semuanya pada Hana. Bayangan Hana pergi meninggalkan-nya begitu jelas di matanya membuat Stefan merasa sangat takut.


“Aku.. Aku yang menabrak Alan malam itu. Aku juga yang membawa Alan kerumah sakit.” Lanjut Stefan dengan suara lirih dan bergetar.


Saat itu juga tubuh Hana melemas dan hampir saja meluruh kelantai jika Stefan tidak langsung sigap menahan-nya kemudian memangkunya duduk di sofa.


“Ya Tuhan...” Lirih Hana dengan bahu bergetar hebat karena tangisan-nya.


Melihat Hana menangis begitu hebat, Stefan merasakan dadanya sesak. Pandangan-nya mengabur karena air mata yang menggenangi kedua kelopak matanya. Stefan sudah menduga semuanya tidak akan mudah. Menjelaskan dan memberi pengertian pada Hana tentang apa yang terjadi malam itu pasti akan sangat sulit karena posisi Stefan sebagai tersangka yang menabrak Alan.


“Ya Tuhan.. Bagaimana mungkin..” Hana terus berucap lirih menyabut nama Tuhan dalam tangisnya. Kedua tangan-nya menutupi wajah basah dan memerahnya karena menangis di pangkuan Stefan.


“Aku tau aku salah Hana.. Awalnya aku memang berniat merahasiakan semua ini supaya tidak ada siapapun yang tau kecuali Rico. Tapi Hana.. Semua itu perlahan terbuka hingga akhirnya mamah juga terpaksa harus aku kasih tau. Aku juga berniat menjelaskan semuanya sama kamu. Tapi aku berusaha mencari waktu yang tepat. Aku nggak mau kamu benci sama aku Hana. Aku nggak mau kamu pergi meninggalkan aku kalau kamu tau aku lah yang menabrak Alan malam itu.” Jelas Stefan dengan kosa kata yang sudah tidak jelas karena rasa takut yang merayapi hati juga pikiran-nya saat ini.


Hana menggelengkan kepalanya. Wanita itu benar benar sangat terkejut juga tidak menyangka bahwa ternyata Stefan lah orang yang menabrak Alan hingga Alan koma sampai berbulan bulan.

__ADS_1


Hana berusaha menghentikan tangisnya sendiri. Wanita itu benar benar sangat terkejut begitu tau bahwa Stefan adalah pelaku yang menabrak Alan.


Setelah tangisan-nya sedikit mereda, Hana menatap Stefan yang terus menatapnya. Wanita itu sama sekali tidak berpikir untuk bangkit dari pangkuan Stefan.


“Lalu kenapa untuk membiayai semua pengobatan Alan saja kamu mengajukan syarat agar aku menikah dengan kamu?” Tanya Hana.


Stefan tidak langsung menjawab. Stefan juga merasa sangat bersalah karena sudah memanfaatkan keadaan saat itu. Stefan mengajukan syarat pada Hana padahal seharusnya Stefan memang membiayai seluruh pengobatan Alan tanpa syarat apapun.


“Kamu yang menabrak Alan. Kamu yang membuat keluarga Alan sedih bahkan hampir putus asa Stefan. Kamu memporak porandakan keluarga Alan. Tapi kenapa hanya untuk membiayai pengobatan Alan saja kamu harus mengajukan syarat itu? Kamu begitu jahat karena memanfaatkan keadaan orang orang tidak mampu seperti kami Stefan.” Hana mengeluarkan unek unek dalam hatinya begitu tau semuanya. Wanita itu tidak perduli meskipun Stefan akan marah karena dikatakan jahat.


Stefan menganggukkan kepalanya. Stefan menerima apapun yang Hana katakan padanya. Stefan tidak akan marah bahkan meski Hana mengatakan dirinya adalah orang yang sangat jahat karena itu memang sesuai dengan kenyataan yang ada. Stefan memanfaatkan Hana juga keluarga Alan. Tapi jauh dari semua apa yang Hana katakan padanya, Stefan benar benar tulus berniat membantu keluarga Alan dengan menanggung semua tanggungan Alan terhadap keluarganya. Itu adalah bentuk tanggung jawab Stefan sebagai orang yang menabrak Alan.


“Aku minta maaf Hana.. Aku tau aku salah. Aku benar benar minta maaf. Tapi malam itu aku tidak sengaja menabrak Alan. Selain karena aku yang sedang buru buru karena Angel sakit, posisi Alan membawa motor juga salah Hana.”


“Jadi sekarang kamu menyalahkan Alan?” Tanya Hana menggelengkan kepalanya tidak menyangka karena Stefan masih bisa membela diri dan menyalahkan Alan sementara dirinya sudah terbukti bersalah.


Hana menelan ludah. Segalanya sudah terjadi. Dan lewat kejadian malam itu pula dirinya bisa bertemu dengan Stefan. Pria yang begitu sigap menjaganya dari awal mereka menikah sampai sekarang mereka benar benar saling mencintai dan mempunyai Theo.


Hana juga tidak bisa menyalahkan Stefan lagi karena meskipun Stefan memanfaatkan-nya tapi Stefan tetap menanggung semua tanggungan Alan bahkan sampai memikirkan pendidikan Amira dan Aisha.


“Aku mohon kamu mengerti Hana.. Maafkan aku dan tetaplah di sisiku. Aku tidak akan bisa menjalani hidupku ke depan-nya tanpa kamu.” Lirih Stefan dengan kedua mata berkaca kaca, memohon pada Hana.


Air mata Hana kembali menetes menatap kedua bola mata coklat bening milik suaminya. Hana juga merasakan hal yang sama seperti apa yang Stefan rasakan. Hana merasa tidak akan mampu menjalani hidupnya jika Stefan tidak ada disampingnya. Cintanya pada Stefan sudah begitu besar.


“Hana tolong..”


Cup


Stefan langsung diam saat tiba tiba Hana melepaskan kedua tangan Stefan yang menangkup pipi basah Hana dan mencium sekilas bibir tipis Stefan. Stefan terkejut bahkan sangat. Hana menciumnya.

__ADS_1


“Kamu..”


“Aku sangat tidak suka di bohongi Stefan. Jadi aku minta tolong sama kamu. Kedepan-nya jangan ada lagi kebohongan di antara kita. Aku mau kita saling terbuka apapun itu.” Sela Hana dengan suara lirihnya.


Air mata Stefan menetes mendengar apa yang Hana katakan. Tanpa sedikitpun merasa ragu Stefan menganggukkan kepalanya menyanggupi kemudian menarik Hana kedalam pelukan-nya.


Stefan memeluk Hana dengan begitu erat dan sesekali mencium bahu Hana penuh rasa haru dan syukur. Stefan tidak menyangka Hana akan begitu sangat pengertian memahami maksudnya.


“Terimakasih sayang.. Terimakasih untuk pengertian-nya. Aku janji akan menjadi suami yang baik untuk kamu.” Ujar Stefan lirih.


Hana tersenyum dalam tangisnya. Meski awalnya Hana merasakan kecewa yang amat sangat, tapi Hana tidak begitu ceroboh dengan langsung marah dan pergi tanpa mau mendengar penjelasan Stefan. Apa lagi Hana juga tau sendiri apa saja yang sudah Stefan lakukan untuk keluarga Alan. Hana juga meyakini bahwa segala sesuatu sudah Tuhan yang mengatur. Dan mungkin lewat jalan itulah Tuhan mempertemukan-nya dengan Stefan.


Stefan melepaskan pelukan-nya pada Hana kemudian mengusap lembut pipi Hana yang basah oleh air mata.


“Maaf sudah membuat kamu menangis.” Sesal Stefan.


Hana hanya diam dan tersenyum dengan anggukan kepalanya. Sekarang Hana tau kenapa Stefan mengajukan syarat agar Hana menikah dengan-nya setelah membiayai operasi Alan dulu. Hana juga tau kenapa Stefan begitu gampang mengeluarkan uang untuk keluarga Alan. Semua itu tentu saja karena Stefan merasa semua itu memang sudah menjadi tanggung jawabnya karena Stefan sudah menabrak Alan.


Setelah semuanya jelas dan Hana mengerti, Stefan pun segera mengajak Hana untuk menemui Sera yang sedang menjaga Theo. Stefan tidak mau membuat Sera khawatir karena memikirkan bagaimana dirinya dan Hana. Dan ketika melihat Hana dan Stefan yang masuk kedalam kamar dengan bergandengan tangan Sera pun menangis semakin hebat. Wanita itu langsung tau bahwa Stefan bisa membuat Hana mengerti dengan penjelasan-nya.


Sera langsung mendekat dengan cepat pada Hana kemudian memeluknya erat.


“Maafkan mamah Hana. Maafkan mamah karena mamah tidak mengatakan semuanya dan ikut menutupi apa yang terjadi.” Lirih Sera menangis penuh sesal.


Hana tersenyum di balik punggung mamah mertuanya itu. Dengan lembut Hana membalas pelukan erat Sera padanya.


“Nggak papa mah. Hana ngerti kok. Yang penting sekarang jangan lagi ada kebohongan apapun. Maafin Hana juga karena tidak jujur sama mamah dari awal kami menikah.” Balas Hana.


Sekarang Hana merasa lega karena ternyata Sera juga sudah tau semuanya dari Stefan yang berarti Hana tidak perlu menjelaskan lagi.

__ADS_1


__ADS_2