ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 63


__ADS_3

Setelah menceritakan semuanya pada Hana, Stefan kemudian mengantar Hana pulang kerumah.


“Eemm.. Nanti kalau memang kamu sibuk, kamu nggak usah jemput Angel nggak papa kok Stefan. Aku biar sama Rico aja nanti jemput Angelnya.” Ujar Hana ketika hendak keluar dari mobil Stefan karena memang mereka sudah sampai di halaman tepat didepan teras rumah.


“Oh jadi sekarang Rico lebih menarik dari aku?”


Hana menautkan kedua alisnya menatap Stefan yang malah tidak mengerti dengan maksudnya.


“Bukan, bukan begitu maksud aku.. Maksud aku itu...”


“Hana, bukan-nya kamu sendiri yang bilang Angel tidak tau apa apa. Kamu juga bilang kalau Angel tidak bisa memilih akan dengan cara apa dan dari siapa dia dilahirkan.” Ujar Stefan menatap Hana yang juga menatapnya.


“Setelah aku menceritakan semuanya entah kenapa aku merasa beban dipundakku sedikit terangkat Hana. Dan ucapan kamu tadi membuat aku mulai menyadari bahwa sepertinya aku memang di takdirkan untuk menerima Angel sebagai putriku. Meskipun memang rasa sakit itu masih terasa jika aku bertatap mata dengan Angel. Tapi Angel tidak salah apa apa. Angel hanya gadis kecil yang menganggap aku sebagai daddy nya.”


Perlahan seulas senyum terukir dibibir Hana mendengar apa yang Stefan katakan. Hana tidak menyangka Stefan akan begitu cepat berubah pikiran.


“Jadi?” Tanya Hana pada Stefan.


Stefan meraih kedua tangan Hana dan menggenggamnya lembut. Stefan benar benar berharap penuh pada wanita didepan-nya.


“Ajari aku untuk menjadi daddy yang baik untuk Angel, Hana.” Pinta Stefan tulus.


Hana langsung menganggukkan kepalanya cepat tanpa berpikir. Hana benar benar merasa sangat bahagia karena akhirnya Stefan mau bersikap pada Angel meskipun pada kenyataan-nya gadis kecil itu adalah putri dari laki laki yang sudah menghancurkan hati dan cinta Stefan pada Lusi.


“Kita akan sama sama memulainya Stefan. Kita akan sama sama belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk Angel.” Balas Hana.

__ADS_1


Stefan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Pria itu menghela napas kemudian melepaskan genggaman tangan-nya pada Hana.


“Ya sudah kalau begitu aku berangkat kerja dulu. Kamu boleh turun sekarang.” Ujar Stefan kemudian.


Hana mengulurkan tangan kanan-nya pada Stefan membuat pria itu kembali menatapnya. Sesaat Stefan terdiam kemudian membalas uluran tangan Hana yang bermaksud menyaliminya. Ketika Hana mencium punggung tangan kanan-nya, Stefan pun mendekatkan wajahnya pada Hana dan mencium puncak kepala wanita itu.


Hal itu membuat Hana terdiam. Hana menatap Stefan yang wajahnya kini tepat berada didepan-nya. Bahkan ujung hidung keduanya hampir saja bersentuhan karena dekatnya wajah mereka.


“Aku berangkat yah..” Lirih Stefan.


Hana tersenyum dan mengangguk kemudian menjauhkan wajahnya dari Stefan. Setelah itu Hana langsung turun dari mobil Stefan.


Hana melambaikan tangan-nya ketika mobil Stefan mulai melaju dari hadapan-nya dan perlahan keluar dari pekarangan luas kediaman-nya.


“Apa ini yang namanya Cinta? apa aku mencintai Stefan?” Batin Hana bertanya tanya sendiri.


Hana menggelengkan kepalanya. Sekarang Hana merasa benar benar mengenal sosok lain Stefan. Pria dingin dengan wajah datar itu ternyata memiliki sisi lembut yang mungkin tidak semua orang tahu. Dan Hana sangat merasa beruntung karena mengetahui sisi lain seorang Stefan Devandra dari Stefan sendiri.


“Aku yakin.. Kalaupun memang benar aku mencintai Stefan, aku tidak akan salah. Aku tidak akan berdosa karena Stefan adalah suamiku sendiri.”


Hana masih tidak yakin sepenuhnya bahwa yang saat ini sedang di rasakan-nya adalah cinta. Tapi jika memang benar, Hana merasa geli sendiri karena Hana jatuh cinta pada suaminya sendiri.


Hana menghela napas kasar kemudian masuk kedalam rumah. Tepat saat itu ponsel ditangan-nya berdering. Sera menelepon-nya.


Dengan hati berbunga bunga Hana menerima telepon tersebut. Hana bahkan dengan sangat semangat menceritakan apa saja aktivitasnya dengan Stefan dan Angel yang dilakukan bersama selama Sera tidak ada. Hal itu membuat Sera merasa senang bahkan sampai menangis terharu mendengar cerita Hana. Wanita itu merasa semakin yakin bahwa Hana memang wanita yang tepat untuk Stefan, putranya.

__ADS_1


------------


Dirumah dokter Rania.


Amira, Aisha dan ibunya masuk dengan semangat kedalam rumah dokter Rania setelah mendapat kabar baik bahwa Alan sudah benar benar sadar dari komanya. Amira dan Aisha bahkan sampai meminta izin kepada guru yang sedang mengajar mereka untuk pulang lebih dulu saking semangatnya ingin melihat kakak kesayangan mereka yang sudah sadar kembali dari tidur panjangnya.


“Alan..” Ibu menangis terharu melihat Alan yang sudah membuka kedua matanya. Wanita itu langsung menubruk tubuh Alan kemudian menciumi seluruh wajah putra sulungnya itu.


“Terimakasih Tuhan.. Terimakasih karena engkau telah mengabulkan do'a do'a hamba..” Lirihnya dengan suara bergetar.


Dokter Rania tersenyum ikut merasa bahagia karena akhirnya Alan benar benar sadar dari komanya. Meskipun memang pria itu belum bisa menggerakkan anggota tubuhnya selain mengerjapkan kedua matanya. Bahkan sepertinya Alan juga belum bisa menarik kedua sudut bibirnya untuk tersenyum. Namun dokter Rania maklum karena Alan memang koma cukup lama.


Tidak berbeda dengan ibunya, Amira dan Aisha juga merasa sangat bahagia melihat kakaknya sadar. Mereka berdua langsung naik ke ranjang tempat Alan berbaring dan ikut berhambur memeluk Alan sambil mengucap syukur atas kesadaran kakaknya itu.


Melihat itu dokter Rania ikut meneteskan air matanya. Dokter itu tau seberapa besar harapan ibu Alan dan kedua adik Alan untuk kesembuhan Alan. Terutama Amira yang bahkan sampai rela berbohong sampai dua bulan lamanya saat Stefan melarangnya untuk menjenguk Alan. Sejak saat itu dokter Rania tau bahwa gadis yang suka memberontak itu ternyata mempunyai cinta yang begitu besar untuk keluarganya.


Dokter Rania menghela napas kemudian keluar dari kamar Alan dan melangkah menuju balkon lantai dua rumah sambil mengusap air mata yang menganak sungai di pipinya. Dokter cantik itu berniat menghubungi Stefan untuk memberitahukan tentang kondisi Alan yang memang sudah sadar dari komanya.


Beberapa kali menelepon namun tidak juga mendapat jawaban membuat dokter cantik itu berpikir mungkin memang Stefan sedang sibuk dengan pekerjaan-nya.


“Apa aku kasih tau Hana saja?”


Dokter Rania sempat berpikir untuk menghubungi Hana namun kemudian wanita itu mengenyahkan pemikiran itu. Dokter Rania tidak ingin menyulut api. Stefan sangat cemburu dengan kepedulian Hana pada Alan. Dan jika dokter Rania memberitahu Hana tentang Alan yang sadar dari komanya bukan tidak mungkin keduanya akan kembali berselisih paham kemudian bertengkar.


“Sudahlah nanti saja aku coba telepon lagi.” Gumam dokter Rania kemudian.

__ADS_1


__ADS_2