
Hana masuk kedalam kamarnya merasa sangat puas setelah berhasil mengusir Williana dengan ucapan pedasnya. Wanita itu menghela napas kemudian tersenyum. Stefan mungkin akan marah padanya nanti jika Williana mengadu tentang apa yang Hana katakan. Tapi Hana tidak perduli. Karena bagaimanapun juga ucapan-nya memang benar. Williana tidak seharusnya terus mendatangi Stefan yang jelas jelas sudah beristri.
Suara pintu kamar mandi yang dibuka mengagetkan Hana. Dengan cepat Hana menoleh dan mendapati Stefan keluar dari sana.
Hana menghembuskan napasnya dengan kedua mata terpejam sesaat.
“Kamu membuat aku kaget Stefan.” Katanya pelan menatap Stefan.
Stefan mengangkat sebelah alisnya menatap Hana. Pria itu akan berpura pura tidak tahu menau tentang kedatangan Williana tadi. Stefan juga akan pura pura tidak tau apa apa tentang perdebatan Hana dan Williana diruang tamu.
Stefan hanya diam saja meskipun sebenarnya sekarang Stefan sedang sangat bahagia karena Hana yang menghalangi Williana menemuinya.
Stefan semakin yakin, Hana pasti kembali merasa cemburu. Padahal tanpa Hana mengusir Williana pun Stefan juga enggan menerima wanita itu sebagai tamu. Stefan berniat keluar hanya untuk menyuruh wanita itu pulang.
Stefan kemudian melangkah menuju tempat tidur mereka tanpa mengatakan apapun pada Hana. Stefan berusaha bersikap seperti biasanya untuk menutupi rasa bahagia yang meluap luap dalam hatinya sekarang.
Hana yang melihat itu mengerucutkan bibirnya. Hana berpikir Stefan masih marah padanya karena dirinya yang bersin tadi.
Melihat Stefan yang sudah akan menarik selimut, Hana pun segera menghampiri pria itu. Hana berdiri disamping ranjang tepat disamping Stefan yang sudah berbaring.
“Stefan..” Panggil Hana pelan.
Stefan menatap Hana dengan tatapan datarnya. Pria itu benar benar sangat pandai menutupi perasaan-nya dengan mengandalkan ekspresi datarnya.
Hana memainkan kedua tangan-nya bingung harus memulai darimana. Sikap Stefan yang tidak mudah ditebak membuatnya bingung harus bagaimana sekarang.
“Emm.. Untuk bunganya aku sangat berterimakasih. Dan, aku suka sama bunganya.” Ujar Hana sedikit tergagap.
Stefan terus diam dengan wajah datarnya. Sejujurnya Stefan ingin sekali menarik Hana dan memeluknya kemudian mencium seluruh bagian wajah menggemaskan istrinya itu.
__ADS_1
“Aku juga mau minta maaf soal yang tadi Stefan. Aku memang tidak bisa mencium aroma bunga. Entah itu mawar atau yang lain-nya. Aku alergi serbuk bunga.”
Stefan merasa dirinya bodoh sekarang. Bisa bisanya Stefan tidak mencari tahu lebih dulu apa yang disuka atau tidak oleh Hana. Dan Stefan malah memberikan bunga dimana Hana tidak bisa mencium aroma wanginya karena alergi dengan serbuk bunga.
“Sudah selesai ngomongnya?” Tanya Stefan membuat Hana menautkan kedua alisnya merasa kesal karena sautan dingin pria tampan itu.
“Ck. Jadi kamu maafin aku atau enggak?” Tanya Hana dengan nada ketus disertai decakan sebal.
Stefan tersenyum samar kemudian pelan pelan bangkit duduk diatas tempat tidur berukuran besar itu.
“Duduk..” Perintah Stefan pada Hana.
Hana melengos melipat kedua tangan-nya dibawah dada dan tidak mau menuruti kemauan Stefan. Hana merasa sangat kesal karena Stefan menyauti dingin permintaan maafnya.
Karena Hana yang tidak menuruti kemauan-nya Stefan pun meraih tangan Hana yang dilipat didepan dada kemudian menariknya dengan kasar hingga Hana jatuh terduduk di pangkuan-nya.
Hana memekik pelan kemudian langsung terdiam saat wajah Stefan mendekat pada wajahnya.
Hana langsung tersadar dari pesona suami tampan-nya itu. Hana berniat bangkit dari pangkuan Stefan karena kesal Stefan mengatainya bawel dan jelek.
Namun Stefan tidak membiarkan-nya begitu saja. Stefan menahan pinggang Hana membuat Hana tidak bisa bergerak di pangkuan-nya.
“Stefan lepasin aku.” Hana berusaha melepaskan lingkaran tangan Stefan di pinggangnya. Niatnya untuk meminta maaf pada Stefan hilang sudah karena sikap pria itu yang berhasil membuat moodnya semakin buruk.
Karena Hana yang terus berontak di pangkuan-nya, Stefan pun mencium pipi Hana singkat. Dan cara itu berhasil membuat Hana diam dengan kedua mata sedikit melebar.
Stefan tersenyum melihat ekspresi Hana. Kentara sekali jika Hana tidak pernah mendapatkan ciuman sebelumnya. Hal itu membuat Stefan merasa beruntung karena bisa menjadi pria pertama yang mencium Hana.
“Aku yang harusnya minta maaf sama kamu Hana. Aku nggak tau kamu alergi serbuk bunga.” Ujar Stefan pelan.
__ADS_1
Pelan pelan Hana menolehkan kepalanya membalas tatapan dalam Stefan padanya. Hidung keduanya hampir saja bersentuhan karena posisi intim itu.
Hana tidak bisa memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Stefan sekarang. Tatapan Stefan kembali menghipnotisnya kali ini. Aroma mint segar yang menguar dari tubuh Stefan membuat Hana merasa nyaman berada di pangkuan-nya.
“Hana kamu menerima bunga dariku sedang kamu sendiri alergi dengan serbuk bunga. Itu aku artikan kamu sudah menjawab dan menyetujui kemauan aku kemarin.”
Hana mengeryit.
“Apa?” Tanyanya tidak mengerti.
Stefan menghela napas dan mengusap lembut perut ramping Hana.
“Mulai malam ini dan selamanya kamu harus selalu ada di sisiku, menjadi istriku dan menjadi milikku.” Ujar Stefan.
Mulut Hana terbuka mendengar apa yang Stefan katakan. Stefan dengan gampang mengklaim agar dirinya selalu berada disampingnya selamanya.
“Udah nggak usah melongo begitu. Mending sekarang kamu turun. Berat tau.” Kata Stefan kembali dengan ekspresi datarnya.
Mendengar itu Hana refleks bangkit dari pangkuan Stefan. Hana gelagapan tidak tau harus mengatakan apa pada Stefan. Tapi ucapan Stefan yang mengklaim agar Hana selalu ada disampingnya benar benar sangat romantis menurut Hana.
“Kenapa? Mau minta maaf lagi karena kamu terlalu berat sampai paha aku sakit memangku kamu?”
Hana melengos menyembunyikan wajah memerah dan senyuman malu malunya. Stefan memang aneh tapi Stefan terkadang juga bisa membuat Hana merasakan sesuatu yang Hana sendiri tidak bisa memahaminya. Yang jelas Stefan bisa membuat Hana merasakan apa yang sebelumnya tidak pernah Hana rasakan. Seperti Hana yang tidak suka dan merasa marah melihat Stefan yang begitu dekat dengan dokter Rania. Hebatnya lagi Hana bahkan sampai berani melawan seorang Williana Atmaja, wanita kaya raya yang juga mempunyai kekuasaan seperti Stefan.
“Udah sana tidur. Udah malam.” Perintah Stefan.
Setelah memerintah Hana, Stefan kemudian kembali membaringkan tubuhnya. Stefan menarik selimut dan menutupi tubuhnya sampai batas perut. Kali ini pria itu memejamkan kedua matanya dengan posisi terlentang.
Hana menggigit bibir bawahnya menahan pekikan kebahagiaan. Hana tidak mau membuat Stefan kembali membuka kedua matanya dan pasti akan melontarkan kata yang sangat tidak enak didengar oleh telinga Hana.
__ADS_1
“Tuhan... Perasaan apa ini.. Hamba benar benar merasa bahagia..” Batin Hana dengan senyuman dibibirnya.
Hana kemudian melangkah cepat berlalu dari samping Stefan. Hana naik keatas tempat tidur membaringkan tubuhnya dengan posisi miring memunggungi Stefan. Namun Hana tidak langsung memejamkan kedua matanya seperti Stefan. Hana terus memegangi pipinya yang tadi di cium oleh Stefan.