ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 120


__ADS_3

Hana hampir saja berlari saat turun dari mobil Stefan jika saja Stefan tidak menahan tangan-nya. Wanita itu benar benar tidak bisa menahan perasaan-nya yang ingin tau dengan segera bagaimana keadaan Angel sekarang.


“Lepasin aku Stefan. Aku mau masuk.”


Hana terus menangis sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Stefan. Hal itu membuat semua perhatian orang orang yang berada disekitar mereka tertuju pada keduanya. Mereka saling berbisik karena tau siapa Stefan dan Hana.


“Hana aku mohon sama kamu tolong tenang..” Stefan terus mencekal lengan Hana menahan agar Hana tidak berlari masuk kedalam rumah sakit itu.


“Tapi Angel.. Angel Stefan...”


“Ya Hana.. Aku tau kamu khawatir. Aku juga khawatir. Tapi kita harus tetap tenang. Kamu juga harus ingat kamu sedang hamil.” Sela Stefan dengan lembut dan pelan.


Hana langsung diam. Karena terlalu khawatir pada Angel, Hana sampai melupakan bahwa dirinya sekarang sedang berbadan dua.


Hana memejamkan kedua matanya kemudian mengangguk. Hana menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan.


“Yah..” Lirih Hana menyadari bahwa dirinya juga harus menjaga kondisi tubuhnya sendiri yang sedang hamil.


Stefan tersenyum samar. Pria itu kemudian melepaskan cekalan tangan-nya di lengan Hana. Pria itu meraih tangan kecil Hana dan menggenggamnya lembut.


“Kita masuk sama sama ya sayang.. Kamu harus yakin Angel akan baik baik saja.” Ujar Stefan kemudian menuntun Hana masuk kedalam gedung rumah sakit tempat Angel berada sekarang.


Stefan terus menggandeng tangan Hana selama melangkah di koridor rumah sakit. Mereka berdua melangkah beriringan dengan cepat di iringi suara isak tangis Hana yang terus saja terdengar di telinga Stefan.


Begitu sampai di ruang ICU, Stefan melihat miss Dora dan kepala sekolah tempat Angel menimba ilmu sudah berada disana. Rahang Stefan mengeras menatap keduanya bergantian.


“Bagaimana keadaan putri saya miss?” Tanya Hana begitu sampai didepan miss Dora dengan suara bergetar karena menangis.


Miss Dora dan kepala sekolah hanya diam tidak tau harus menjawab apa. Mereka berdua hanya bisa menundukan kepala tidak berani menatap Stefan yang berdiri disamping Hana.

__ADS_1


“Miss Dora.. Bagaimana keadaan putri saya Angel?”


Hana mengulangi lagi pertanyaan-nya. Hana mengenal dengan baik siapa miss Dora. Hana juga tau bagaimana miss Dora yang sangat penyayang dan penuh perhatian dalam menyikapi setiap anak didiknya. Karena Hana sendiri adalah mantan seorang guru di taman kanak kanak.


“Maaf nyonya... Saya akui saya lalai mengawasi Angel. Mohon jangan salahkan pihak sekolah.. Ini salah saya..” Ujar miss Dora terus menundukkan kepalanya. Suaranya bergetar karena menangis merasa takut pada Stefan yang memang adalah donatur terbesar di sekolah tempatnya mengajar. Stefan juga mempunyai kuasa di sekolah itu dan miss Dora takut apa yang terjadi pada Angel akan berimbas pada karirnya.


Rahang Hana mengeras mendengar apa yang miss Dora katakan. Tidak bisa menahan emosinya, Hana pun mencengkram kedua bahu miss Dora.


“Saya tanya bagaimana keadaan putri saya miss.. Jawab dengan jujur.” Tekan Hana menatap tajam pada miss Dora yang terus menunduk tidak berani mengangkat kepalanya untuk menatap Hana.


Stefan yang melihat itu ikut merasa emosi. Tapi Stefan terus berusaha menahan-nya. Stefan mewanti wanti dirinya sendiri agar tidak kalap dan menunjukkan kekesalan-nya di depan Hana. Karena Stefan tau bagaimana kondisi hati dan perasaan Hana yang memang gampang sekali berubah ubah. Seperti sekarang ini Hana terlihat tidak bisa menahan dirinya pada miss Dora yang terus menundukkan kepala dan diam tidak berani menjawab pertanyaan Hana.


“Angel sedang di tangani oleh dokter nyonya, tuan..” Jawab kepala sekolah membantu menjawab pertanyaan Hana pada miss Dora.


Cengkraman kedua tangan Hana di bahu miss Dora melemah. Mendadak kedua lutut Hana melemas dan hampir saja tubuhnya meluruh ke lantai jika saja Stefan tidak langsung sigap menahan-nya.


Miss Dora tidak bisa melakukan apa apa begitu juga dengan kepala sekolah. Pria itu hanya diam saja. Dia juga siap jika memang Stefan akan menuntut pihak sekolah karena lalai menjaga Angel.


“Saya benar benar minta maaf atas nama sekolah tuan. Saya..”


“Saya tidak butuh maaf kalian. Yang saya mau putri saya harus baik baik saja atau kalian akan tau sendiri akibat dari kelalaian kalian ini.” Sela Stefan penuh penekanan.


Kepala sekolah langsung diam. Pria itu sebenarnya bingung harus bagaimana. Karena apa yang terjadi pada Angel juga bukan sepenuhnya kesalahan pihak sekolah. Angel sedang bermain dengan teman sekelasnya. Angel berlarian dengan begitu aktif kesana kemari hingga akhirnya jatuh dari tangga karena kurang berhati hati.


Kepala sekolah menghela napas pelan. Pria itu merasa kasihan sebenarnya pada miss Dora yang memang sangat dekat dengan Angel. Dia yakin miss Dora juga tidak tau apa apa sebenarnya.


“Tuan, anda tidak bisa menyalahkan sekolah ataupun miss Dora. Karena apa yang terjadi pada Angel adalah kecelakaan yang tidak disengaja karena ke aktifan Angel sendiri.”


Kedua mata Stefan menatap nyalang pada kepala sekolah. Emosinya langsung memuncak mendidih di ubun ubun-nya mendengar apa yang kepala sekolah katakan.

__ADS_1


“Saya tidak mau tau apapun alasan kalian.” Tekan Stefan lagi tidak menerima alasan apapun yang di lontarkan oleh kepala sekolah.


Pintu ruang ICU terbuka membuat Hana melepaskan rangkulan Stefan kemudian langsung dengan cepat mendekat pada dokter yang baru saja selesai menangani Angel.


“Bagaimana keadaan putri saya dokter?” Tanya Hana dengan wajah basah dan memerah karena menangis. Suaranya juga begitu lirih dan bergetar hampir tidak terdengar oleh dokter itu.


Dokter pria berkaca mata itu menghela napas menatap Hana yang begitu kalut menunggu jawaban darinya tentang bagaimana keadaan Angel sekarang.


“Benturan dikepala pasien cukup keras. Keadaan-nya masih sangat kritis sekarang. Pasien kehilangan banyak darah dan membutuhkan donor darah segera.” Jawab dokter itu.


“Ambil darah saya dok.. Lakukan segala yang terbaik untuk putri saya..” Ujar Hana sambil menangis tanpa berpikir lebih dulu.


Kedua mata Stefan membulat dengan sempurna mendengar apa yang Hana katakan. Bagaimana mungkin Hana mendonorkan darahnya untuk Angel sedangkan Hana sendiri sedang hamil. Dan lagi, darah Hana belum tentu sama dengan darah Angel.


“Tidak !” Tegas Stefan kemudian langsung mendekat dan berdiri disamping Hana.


Miss Dora, kepala sekolah juga dokter pria berkaca mata itu hanya diam saja. Mereka juga tau Hana bukan ibu kandung Angel karena yang mereka tau Angel adalah putri Stefan dari istri pertamanya Lusi.


Hana menatap Stefan dengan gelengan kepalanya. Yang ada di kepala Hana sekarang adalah Angel harus segera diselamatkan.


“Stefan Angel kritis. Tolong mengerti.. Dia butuh donor darah segera..” Lirih Hana menatap Stefan.


“Aku bilang tidak ya tidak Hana.” Tegas Stefan menatap Hana tajam.


“Stefan tapi..”


“Jangan membantahku Hana.” Sela Stefan dingin.


Hana menelan ludah. Wanita itu tidak tau apa yang sedang berada di pikiran Stefan sekarang. Niatnya baik untuk menolong Angel dengan mendonorkan darahnya. Tapi Stefan malah melarangnya didepan dokter, miss Dora, juga kepala sekolah tempat Angel menimba ilmu.

__ADS_1


__ADS_2