ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 60


__ADS_3

Hana dengan sangat telaten merawat Stefan sampai Stefan sembuh dan kembali bisa ber aktivitas seperti biasanya. Meskipun Stefan terus saja bersikap dingin dan berkata semaunya sendiri namun Hana tidak perduli dan tetap melakukan kewajiban-nya sebagai seorang istri.


“Kamu mau berangkat ke perusahaan Stefan?” Tanya Hana pada Stefan yang sedang bercermin.


“Hem..” Saut Stefan.


Hana menghela napas pelan. Sudah hampir seminggu namun Sera belum juga pulang. Wanita itu bahkan sama sekali tidak menelepon membuat Angel sering terlihat murung.


Stefan yang melihat ekspresi Hana dari cermin didepan-nya mengeryit.


“Kenapa? Kamu nggak ngebolehin aku berangkat kerja?” Tanya nya pada Hana.


“Eh, enggak. Bukan begitu.” Jawab Hana menggelengkan kepalanya.


“Lalu?” Tanya Stefan lagi merasa penasaran.


“Mamah... Dia nggak nelepon beberapa hari ini. Aku khawatir sama mamah..”


Stefan tersenyum samar. Stefan tau Hana tidak sedang pura pura khawatir.


“Mamah baik baik aja. Dia nggak nelepon karena sedang sibuk membantu tante sama om menyiapkan segala keperluan untuk anaknya tunangan.”


Hana menatap Stefan lagi. Wanita itu kemudian mendekat pada Stefan dan berdiri tepat di belakangnya.


“Stefan..” Panggil Hana membuat Stefan langsung memutar tubuhnya untuk menghadap pada Hana.


Stefan diam namun tatapan-nya mengisyaratkan bahwa pria itu menunggu apa yang ingin Hana bicarakan padanya.


“Boleh aku tanya sesuatu?” Tanya Hana membuat satu alis Stefan terangkat.


Hana mendongak menatap Stefan yang berdiri didepan-nya. Hana sebenarnya masih memikirkan perkataan Stefan tempo hari saat Stefan ambruk dilantai kemudian tidak sadarkan diri.


“Tentang apa yang kamu ucapkan kemarin, apa itu benar?”

__ADS_1


Stefan menghela napas pelan. Pria itu tidak tau bagian mana yang sedang Hana tanyakan.


“Kamu bilang aku bukan siapa siapa. Kamu juga bilang kamu bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih segalanya dari aku. Apa itu artinya dimata kamu selama ini aku memang tidak ada artinya?”


Mendengar pertanyaan yang kembali dilontarkan oleh istrinya Stefan tersenyum samar. Pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Hana yang terus menatapnya dengan ekspresi sedikit murung.


“Lalu bagaimana dengan kamu sendiri Hana? Apa kamu masih melakukan semuanya demi laki laki itu?” Tanya balik Stefan dengan suara pelan.


Hana mengerjapkan beberapa kali kedua matanya. Sekali lagi, Hana melakukan semuanya bukan karena Alan atau siapapun. Hana menyayangi Angel dan melakukan semua kebaikan-nya pada Stefan tulus dari hatinya.


Hana menghela napas kemudian memutar tubuhnya menghindari tatapan dari Stefan. Setelah mengartikan semua yang sudah di lalui dan di rasakan-nya Hana mulai yakin bahwa dirinya mempunyai setitik rasa pada Stefan. Mulai dari mengartikan kekesalan-nya saat melihat Stefan bersama dokter Rania bahkan juga Williana yang terus saja berusaha mendekati Stefan secara terang terangan.


“Aku tidak tau Stefan. Tapi aku tidak pernah melakukan semua kebaikanku pada Angel juga kamu demi orang lain. Awalnya mungkin aku berada disamping kamu demi Alan. Tapi terlepas dari semua itu aku melakukan-nya dengan hatiku sendiri.”


“Termasuk saat menciumku?” Tanya Stefan dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Stefan selalu mengingat bagaimana Hana yang menciumnya saat meminta Stefan untuk menemani Angel melihat matahari terbit.


Hana tersenyum malu malu mendengar pertanyaan itu. Hana mencium Stefan karena senang Stefan mau menuruti segala kemauan-nya meskipun saat itu Stefan berniat menolak namun pada akhirnya Stefan tetap menemani dirinya dan Angel melihat matahari terbit.


“Ya, Stefan..” Jawab Hana.


“Apa itu artinya kamu sudah siap menjadi nyonya Devandra yang sesungguhnya Hana? Memberikan semuanya padaku?”


Hana mengeryit. Selama menjadi istri Stefan, Hana memang belum benar benar menunaikan tugasnya sebagai seorang istri. Hana belum menyerahkan segalanya pada Stefan termasuk hati dan cintanya.


Karena Hana tidak kunjung menjawab pertanyaan-nya, Stefan pun meraih kedua bahu bagian belakang Hana kemudian memutarnya pelan sehingga Hana kembali menatapnya.


“Katakan sesuatu Hana..” Desak Stefan lembut.


Hana kembali menatap Stefan tepat pada kedua mata coklat beningnya. Pria bule itu benar benar sangat sulit di tebak. Stefan bisa tiba tiba bersikap lembut padanya. Tapi Stefan juga bisa bersikap dingin bahkan selalu menyindirnya tajam.


“Stefan.. Aku benar benar masih belum bisa memahami semuanya Stefan. Tentang sikap kamu padaku, pada Angel..”


Ekspresi Stefan langsung berubah begitu Hana menyebut nama Angel. Jiwanya selalu memberontak jika nama gadis kecil itu disebut.

__ADS_1


“Stefan dengarkan aku dulu. Aku tau bagaimana rasanya kehilangan. Aku pernah merasakan apa yang kamu dan Angel rasakan Stefan. Tapi itu bukan berarti kita harus memendam semua itu dan memupuknya menjadi rasa tidak perduli. Bagaimanapun juga Angel itu...”


“Hana, bisa tidak kamu tidak perlu menyebut nama Angel setiap kita sedang berbicara.” Sela Stefan pelan.


Hana langsung bungkam. Wanita itu benar benar bingung. Hana tidak tau apa yang sebenarnya Stefan inginkan juga rasakan. Stefan seperti menyalahkan Angel atas semua yang terjadi.


“Stefan tapi...”


“Hana, aku tidak ingin membahas apapun tentang masa lalu.” Sela Stefan lagi.


“Aku bisa menerima kehadiran Angel di sekitarku. Tapi maaf, aku mungkin tidak bisa menjadi daddy yang Angel inginkan.”


Hana menggelengkan kepalanya. Stefan benar benar sangat keras kepala.


“Stefan, Angel sangat menyayangi kamu. Dia sangat berharap kamu bisa bersikap seperti orang tua pada umumnya.” Ujar Hana dengan sangat hati hati.


Stefan tersenyum samar. Tanpa Hana memberi tahu pun Stefan tau Angel ingin Stefan seperti orang tua pada umumnya. Tapi Stefan benar benar tidak bisa melakukan-nya. Apa lagi Stefan tau bagaimana Lusi mengkhianatinya dulu.


“Kamu tidak akan memahami aku Hana.” Lirih Stefan melengos.


Hana langsung meraih kedua pipi Stefan, menangkupnya dengan lembut agar Stefan tetap menatapnya. Hana tau dan sangat yakin suaminya adalah pria yang baik dan penyayang.


“Stefan, kamu bisa menceritakan apapun yang kamu rasakan padaku. Kamu tidak sendiri. Ada aku dan ada mamah yang akan mendengarkan apapun yang ingin kamu ceritakan.”


Stefan tersenyum lagi. Stefan tidak ingin membuka kembali luka masa lalunya. Stefan hanya ingin menjalani hidupnya kedepan tanpa menengok lagi ke belakang. Meskipun setiap melihat Angel Stefan selalu mengingat sosok Lusi yang sudah mengkhianatinya.


“Stefan.. Aku ini istri kamu. Tolong percayakan semuanya padaku.” Hana berkata dengan nada memohon pada pria itu. Hana sudah tidak punya lagi pemikiran lain selain memikirkan bagaimana caranya menjadi istri yang baik untuk Stefan.


Stefan menghela napas. Pria tampan itu meraih kedua tangan Hana yang menangkup kedua pipinya. Stefan menggenggam tangan Hana menatap tepat pada jari manis Hana dimana cincin berbatu biru itu melingkar disana. Itu adalah cincin yang Stefan pakaikan saat mereka berdiri di pelaminan.


“Siapa bilang kamu istri orang lain Hana. Kamu milikku dan selamanya akan tetap seperti itu.” Senyum Stefan kemudian mengangkat kedua tangan Hana dan mengecup kedua punggung tangan Hana.


“Stefan kamu..”

__ADS_1


“Mulai sekarang kamu harus berusaha mencintai suami kamu ini Hana.” Sela Stefan lagi.


Hana menghela napas. Bukan tidak suka dengan apa yang Stefan katakan. Hanya saja Hana merasa Stefan sengaja mengalihkan pembicaraan mereka tentang Angel.


__ADS_2