
“Mommy...!!!”
Angel memekik bahagia saat melihat Hana turun dari mobil Stefan. Gadis kecil berambut panjang sedikit keriting itu berlari dan langsung memeluk perut Hana membuat Hana hampir saja terjungkal kebelakang jika saja Hana tidak bisa mengimbangi tubuhnya.
“Ya Tuhan.. Mommy hampir saja jatuh.” Tawa Hana.
Angel ikut tertawa kemudian melepaskan pelukan-nya. Gadis kecil itu meraih tangan Hana dan menuntun-nya berlalu meninggalkan Stefan yang masih berdiri disamping mobilnya.
“Mommy sebentar lagi warna jingga dilangit akan terlihat.”
Sayup sayup Stefan mendengar apa yang Angel katakan pada Hana. Pria itu menghela napas pelan kemudian melangkah masuk kedalam kediaman mewahnya tanpa memperdulikan apa yang Hana dan Angel akan lakukan di balkon lantai dua rumahnya.
“Kalian darimana?”
Langkah Stefan terhenti mendengar pertanyaan Sera. Stefan memutar tubuhnya dan menemukan Sera yang sudah berdiri dibelakangnya dengan kedua tangan terlipat dibawah dada.
“Angel marah dan menangis karena pulang sekolah Hana tidak dirumah.”
Stefan hanya diam. Stefan tidak mungkin menjawab jujur pertanyaan mamahnya. Wanita itu sangat pintar dan tidak akan percaya begitu saja jika Stefan mengatakan dirinya dan Hana baru saja menjenguk Alan. Wanita itu terlalu tau banyak hal tentang Stefan.
“Hanya mengajak Hana jalan jalan sebentar mah.”
Stefan merutuki kelancangan bibirnya yang dengan lancarnya mengeluarkan kata kebohongan yang sebenarnya tidak ingin Stefan katakan.
“Jalan jalan?” Tanya Sera menatap Stefan penuh selidik.
Stefan tetap tenang dengan ekspresi datarnya meskipun Sera sedang berusaha menggali kejujuran-nya lewat kediaman-nya.
“Baiklah, mamah percaya.” Ujar Sera kemudian.
“Sekarang lebih baik kamu bersihkan diri kamu. Ada sesuatu yang ingin mamah bicarakan sebelum makan malam nanti.”
“Ya mah.” Balas Stefan kemudian melanjutkan langkahnya menaiki satu persatu anak tangga berlalu dari hadapan sang mamah yang tersenyum menatap punggung lebarnya.
“Mamah tau, meskipun kamu dingin dan tidak selalu tersenyum tapi mamah yakin kamu tetap anak mamah yang manis dan baik sayang..” Gumam Sera terus menatap Stefan yang menjauh darinya.
Sera menghela napas kemudian tersenyum dan berlalu dari depan tangga.
__ADS_1
“Mommy darimana? Kenapa nggak tungguin Angel sampai pulang sekolah dulu? Angel kan pengin ikut mommy sama daddy.”
Stefan berhenti melangkahkan kakinya ketika mendengar apa yang Angel pertanyakan pada Hana. Penasaran dengan jawaban yang akan Hana lontarkan pada Angel, Stefan pun memutuskan untuk tetap berdiri ditempatnya mendengarkan sebentar.
“Maaf ya sayang.. Tadi mommy sama daddy ada urusan sebentar. Kita berdua nggak bisa tungguin Angel karena takut ke sorean.”
Stefan tersenyum. Setidaknya Hana tidak menjawab secara terang terangan pada putrinya yang pasti akan semakin memancing rasa penasaran gadis kecil itu.
“Urusan apa mommy? Apa anak kecil tidak boleh tau?” Tanya Angel lagi.
“Tentu saja. Itu urusan orang dewasa yang hanya orang orang dewasa saja yang boleh tau. Angel mengerti?”
“Ya mommy..” Angguk Angel tersenyum.
Selanjutnya Stefan tidak lagi mendengarkan apa yang Hana dan Angel bicarakan. Pria itu kembali melangkah dan masuk menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Stefan pun langsung menuju ruang kerjanya karena sang mamah yang mengatakan akan kembali membicarakan sesuatu dengan-nya.
“Ini masih tentang Hana Stefan.”
“Sejak Hana disini sepertinya tidak ada saudaranya yang mencarinya. Saat pernikahan pun mereka tidak terlihat. Apa kamu tidak mengundangnya Stefan?”
Stefan memejamkan kedua matanya. Stefan memang belum memberitahu mamahnya tentang Hana yang sudah tidak lagi mempunyai keluarga.
“Hana tinggal sendiri di rumah sewanya mah. Dia sudah tidak punya orang tua ataupun saudara. Dia besar di panti asuhan. Hana yatim piatu sejak kecil.”
Sera menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut. Wanita itu tidak menyangka jika ternyata Hana tinggal dan besar di panti asuhan. Padahal Sera pikir Hana masih punya keluarga yang meskipun sederhana tapi saling perduli.
“Ya Tuhan.. Apa itu sebabnya kamu menyembunyikan hubungan kamu dengan Hana selama ini nak?”
Stefan tidak bisa menjawab. Stefan tidak bermaksud membohongi mamahnya. Tapi jika Stefan bicara jujur mamahnya pasti juga akan marah dan menganggap Stefan merendahkan martabat seorang wanita.
“Hana, dia perempuan yang baik. Dia lembut dan penuh perhatian. Dia juga sangat menyayangi Angel. Stefan, mamah mau kamu berjanji sama mamah.”
Stefan hanya diam saja. Stefan juga membenarkan apa yang mamahnya katakan. Dan kalaupun Hana bukan wanita yang baik, Hana tidak mungkin mau menukar dirinya dengan uang demi kebahagiaan keluarga Alan, pria yang Stefan anggap adalah pacar Hana.
“Nak..”
__ADS_1
Stefan menatap Sera saat wanita itu meraih dan menggenggam tangan-nya.
“Berjanjilah sama mamah kamu akan mencintai Hana seperti kamu mencintai Lusi dulu. Hana mungkin adalah jodoh yang Tuhan kirimkan untuk kamu sebagai pengganti Lusi.”
Stefan langsung menarik tangan-nya melepaskan genggaman lembut sang mamah. Stefan tidak mau jika Hana di samakan dengan Lusi yang sudah menorehkan luka di hatinya.
“Jangan samakan Lusi dengan Hana mah. Aku mungkin memang akan menjaga Hana, tapi tidak seperti aku bersikap pada Lusi dulu.”
Sera menelan ludah. Wanita itu tau bagaimana Stefan mencintai mendiang istrinya. Tidak ingin berdebat, Sera pun menganggukan pelan kepalanya.
“Baiklah. Tapi kamu harus berjanji untuk tidak menyakiti Hana demi Angel juga mamah.”
Stefan tersenyum samar. Kebahagiaan mamahnya adalah segalanya bagi Stefan. Dan atas permintaan tulus mamahnya Stefan akan berusaha mempertahankan Hana disampingnya meski sedikitpun Stefan tidak mencintai wanita itu.
Setelah pembicaraan itu selesai, Sera mengajak Stefan untuk sama sama menuju meja makan dimana disana sudah ada Angel dan Hana.
Stefan menatap sebentar pada keduanya yang memang sangat Akrab. Hana bahkan sedang menyuapi Angel yang begitu manja padanya.
“Wah.. Asik banget makan berdua, kok oma nggak diajak sih?” Senyum Sera bertanya pada cucu kesayangan-nya itu.
“Tadi Angel sama mommy cariin oma sama daddy. Tapi kata pelayan oma sama daddy lagi ngobrol diruang kerja papah. Jadi Angel sama mommy enggak mau gangguin. Ya kan mommy?”
Angel meminta persetujuan Hana yang tersenyum dan menganggukkan kepala menyetujui apa yang gadis kecil itu katakan.
“Begitu ya?”
“Ya oma.. Oh iya oma, mommy tadi masakin Angel omelette keju. Rasanya enak banget. Oma harus cobain.”
“Jadi daddy nggak disuruh cobain nih?”
Pertanyaan Stefan membuat tatapan Angel, Hana juga Sera langsung terarah padanya. Dan itu sukses membuat Stefan menyesali pertanyaan yang dia lontarkan sendiri.
“Maaf daddy, Angel cuma sisain buat oma. Angel pikir daddy nggak suka omelette buatan mommy.” Sesal Angel.
Sera menahan tawa mendengar penyesalan polos Angel. Wanita itu merasa sangat lucu melihat ekspresi malu Stefan sekarang.
Sedang Hana, wanita itu memeletkan lidahnya meledek Stefan yang meliriknya sekilas.
__ADS_1