
Ibu menghela napas pelan. Wanita itu tidak tau harus bagaimana menceritakan semuanya pada Alan. Apa lagi wanita itu juga tau alasan Hana menikah dengan Stefan adalah demi untuk bisa menyelamatkan Alan.
“Bu.. Tolong, jangan mengalihkan pembicaraan ini. Aku ingin tau dimana dan bagaimana kabar Hana. Kalau bisa tolong teleponkan saja.”
Ibu benar benar bingung sekarang. Jika dirinya jujur Alan pasti akan sangat kecewa dan marah pada dirinya sendiri. Tapi jika dirinya jujur Alan pasti akan sangat terluka.
Alan terus menatap ibunya dengan tatapan penuh harap. Pria itu sangat ingin bertemu dengan Hana tapi adik dan ibunya selalu mengalihkan topik membahas tentang Hana.
“Alan, mungkin Hana sedang sangat sibuk sekarang. Jadi dia belum bisa kesini.”
“Tapi Hana tidak mungkin mengabaikan aku bu.. Aku tau Hana perduli padaku.” Sela Alan cepat.
Ibu menganggukkan kepalanya mengerti. Tentu saja Hana sangat perduli dengan putranya. Kalau tidak perduli tidak mungkin Hana mau menikah dengan Stefan dan membiayai seluruh keluarga Alan.
“Ya nak.. Hana sangat perduli pada kita. Hana sangat baik pada keluarga kita..”
Ibu tidak kuasa menahan tangisnya. Jika saja Amira mengatakan sejak awal bahwa kakaknya Alan memendam rasa pada Hana, ibu tidak mungkin membiarkan Hana menikah dengan Stefan. Ibu pasti akan mencegahnya. Tapi sekarang sudah terlambat. Mereka sudah terlalu banyak menggunakan uang yang Stefan berikan yang tentu tidak bisa dengan mudah mereka kembalikan. Jumlah uang itu sangat besar dan tidak mungkin bisa mereka kembalikan meskipun mereka menjual rumah atau semua harta yang mereka miliki.
“Aku nggak tau apa yang terjadi sebenarnya selama aku tidak sadarkan diri. Kalian semua membuatku bingung. Keadaan ini membuat aku benar benar bingung bu.. Tolong beritahu aku yang sebenarnya...” Mohon Alan pada ibunya.
Ibu menundukkan kepalanya. Putranya begitu sangat mencintai Hana. Sementara Hana, sekarang Hana adalah milik Stefan. Pria dengan segala kuasa yang tidak akan mudah di hadapi oleh Alan jika sampai Alan nekat tetap ingin bersama Hana.
“Bu, aku mohon...”
__ADS_1
Ibu menggelengkan kepalanya. Tangisan-nya semakin menjadi jadi membayangkan bagaimana rasanya hati Alan jika tau Hana sudah menjadi milik orang lain demi bisa menyelamatkan-nya yang malam itu benar benar sekarat.
Ibu Alan berlutut didepan Alan. Tatapan-nya begitu sangat terluka sambil menangis pada Alan. Karena sedikitpun wanita itu tidak ingin putranya terluka. Ibu tidak ingin Alan merasakan sakit hati karena Hana yang kini sudah menjadi istri dari Stefan Devandra. Hana bahkan sudah tidak pernah lagi datang untuk menjenguk Alan sejak malam dimana mereka berjanji akan sama sama menjenguk Alan namun tidak sampai bertemu dirumah dokter Rania karena ibu Alan dan kedua adiknya yang sudah lebih dulu pulang saat Hana dan Stefan sampai.
“Nak.. Hana yang membiayai operasi kamu.” Ujar ibu memilih untuk jujur.
“Apa?” Tanya Alan lirih tidak menyangka sekaligus tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
“Ya nak.. Hana yang membiayai operasi kamu, pengobatan ibu, bahkan sampai biaya sekolah kedua adik kamu. Hana bahkan juga menjamin Amira dan Aisha bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang mereka inginkan.”
Kedua mata Alan melebar mendengarnya. Pria itu berpikir bagaimana mungkin Hana bisa melakukan itu semua sementara Alan sendiri juga tau Hana hanyalah seorang guru TK dengan gaji yang hanya pas untuk membayar uang sewa rumah setiap bulan dan makan sehari hari. Alan berpikir Hana tidak mungkin mempunyai uang sebanyak itu sampai bisa menjamin kedua adiknya mendapat pendidikan yang pasti.
“Tapi Hana hanya guru TK bu.. Aku tau Hana tidak mungkin punya banyak uang. Hana sama seperti kita. Dia orang yang nggak punya.” Ujar Alan menggeleng masih tidak percaya dengan apa yang ibunya katakan.
Kedua bahu ibu terguncang hebat karena tangisan-nya. Wanita itu merasa sangat bersalah pada Alan karena tidak melarang dan mencegah Hana saat Hana memutuskan untuk menukar dirinya dengan uang dan segala biaya hidup keluarganya pada Stefan Devandra.
Alan diam dengan berbagai pemikiran buruk yang mulai menguasai. Pria itu bahkan sampai berpikir mungkinkah Hana sampai menjual dirinya demi bisa melakukan semua itu.
“Tolong jangan bertele tele bu.. Katakan saja dengan jelas. Jangan membuat aku semakin bingung seperti ini..” Desak Alan menatap ibunya yang menangis didepan-nya.
Alan paling tidak suka jika melihat ibunya menangis. Tapi kali ini Alan berusaha abai karena ke ingin tahuan-nya dengan segala apa yang membuatnya tidak mengerti setelah bangun dari komanya.
“Hana Alan.. Hana sudah menikah dengan tuan Stefan.”
__ADS_1
Jantung Alan terasa berhenti berdetak mendengar apa yang dikatakan ibunya.
“Hana rela menikah dengan tuan Stefan demi bisa membiayai operasi kamu. Dia sangat baik dan perduli sama kamu Alan, sama keluarga kita..”
Setelah itu Alan benar benar tidak bisa mendengar apa apa lagi meskipun ibunya tetap mencoba menjelaskan semuanya. Pendengaran Alan seketika terganggu karena pemikiran-nya yang berpusat sepenuhnya pada Hana.
Bayangan masa lalu kebersamaan dengan Hana langsung melintas di indra penglihatan Alan. Menguasai hati dan pikiran pria itu sehingga tidak bisa lagi mendengar apapun yang di katakan oleh sang ibu.
Perlahan Alan merasakan hatinya berdenyut ngilu, dadanya sesak, hingga kedua matanya yang memanas dengan pandangan mengabur.
Alan sangat mencintai Hana. Alan memendam perasaan itu sudah sangat lama. Alan berniat mengungkapkan perasaan itu kemudian menikahi Hana yang Alan yakini pasti akan menerimanya. Alan bahkan sampai sering membayangkan mereka akan hidup bersama dan mempunyai anak anak yang lucu dengan segala kesederhanaan yang membahagiakan.
Alan memejamkan kedua matanya. Saat itulah suara ibunya kembali terdengar di indra pendengaran-nya. Alan mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya kemudian tertawa.
“Nggak lucu banget bu bercandanya..” Katanya sambil tertawa. Tawa yang tidak sampai ke matanya.
“Ibu nggak bercanda nak.. Ibu berkata yang sebenarnya. Ibu tidak ingin membohongi kamu.. Hana tidak pernah kesini setelah kamu sadar karena Hana sudah punya kehidupan sendiri. Hana rela berada di sisi tuan Stefan demi kita.”
Alan menelan ludah. Nama Stefan Devandra memang sudah tidak lagi asing baginya. Nama itu bahkan mungkin sudah dikenal seluruh orang di pelosok kota bahkan mungkin di akui oleh negara bahwa Stefan adalah pria kaya raya dengan berbagai kuasa.
“Ibu benar benar minta maaf.. Kalau saja ibu tau dari awal.. Pasti semua ini nggak akan terjadi. Hana pasti masih ada bersama kita sekarang...”
Alan menggelengkan kepalanya. Tangisnya pecah begitu membayangkan Hana yang sekarang sudah menjadi milik pria lain. Hana yang sangat di cintainya dan selalu di impikan-nya kini sudah menjadi istri dari Stefan Devandra.
__ADS_1
Ibu Alan yang tidak tega melihat putranya menangis langsung berhambur memeluknya. Mereka berdua menangis bersama menyesali semua yang sebenarnya tidak perlu lagi mereka sesali.