ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 138


__ADS_3

“Mommy.. Kalau nanti adek baby nya sudah lahir, Angel boleh tidak cium sama gendong adek baby nya?”


Pertanyaan Angel membuat Hana langsung menoleh padanya. Saat ini keduanya sedang duduk di balkon lantai dua rumah mewah itu sambil menikmati cahaya orange yang muncul karena matahari yang mulai terbenam. Mereka berdua juga sedang menunggu kepulangan Stefan.


“Tentu saja. Tapi kalau untuk menggendong sepertinya kamu harus lebih bersabar sayang..” Jawab Hana dengan membelai lembut pipi chuby Angel.


Angel tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengerti. Sebenarnya Angel sedang mulai khawatir kembali. Angel takut kasih sayang Hana akan berubah padanya jika nanti adiknya lahir. Apa lagi Angel juga tau Hana bukanlah ibu kandungnya sendiri. Angel berpikir mungkin Hana akan jauh lebih menyayangi anak yang di lahirkan sendiri olehnya dari pada Angel yang hanya anak sambungnya.


“Kamu kenapa hem?” Tanya Hana dengan penuh perhatian dan kasih sayang menatap Angel yang tampak murung itu.


“Nggak papa kok mom.. Angel hanya takut saja mommy jadi tidak perduli sama Angel lagi kalau nanti adek baby nya lahir.” Jawab Angel dengan jujur.


Mendengar itu Hana tertawa. Hana tidak menyangka Angel sampai berpikir sepanjang itu. Padahal Hana sudah dari awal sangat menyayangi gadis kecil itu dan tentu saja sudah menganggap Angel seperti putrinya sendiri.


“Kamu nggak perlu khawatir tentang itu nak.. Karena kamu adalah anak pertama mommy sama daddy.. Mommy sama daddy akan terus menyayangi kamu. Jangan berpikir macem macem lagi yah.. Percaya sama mommy. Mommy akan selamanya sayang sama kamu.” Senyum Angel kembali membelai lembut pipi chuby gadis kecil itu.


Angel tersenyum merasa sangat lega mendengarnya. Seketika rasa takut dan khawatir itu sirna dari hati juga pikiran-nya. Angel sangat percaya pada Hana. Angel semakin yakin bahwa Hana memang tulus menyayanginya selama ini.


“Angel lega banget mommy dengernya. Makasih ya mommy.. Angel juga sayang banget sama mommy.. Sama daddy juga.” Ujar gadis kecil itu kemudian berhambur memeluk Hana.


Hana membalas dengan sangat lembut pelukan Angel. Wanita itu mengusap rambut panjang tergerai Angel dan sesekali menciumnya dengan tulus.


Hana sudah berjanji pada dirinya sendiri akan terus menyayangi dan mencintai serta menjaga Angel dengan sepenuh hatinya. Hana akan bersikap adil pada Angel juga pada anak anaknya kelak. Tidak perduli walaupun pada kenyataan-nya Angel memang bukan dari bagian keluarga Devandra yang sebenarnya. Tentu saja karena Hana juga tau bahwa Angel bukan darah daging Stefan. Angel adalah anak hasil dari pengkhianatan yang Lusi lakukan dibelakang Stefan secara diam diam.

__ADS_1


“Aku pulang..”


Suara Stefan membuat Hana dan Angel langsung melepaskan pelukan-nya. Mereka berdua tersenyum kemudian segera bangkit dari duduknya di ayunan kursi panjang di balkon.


Hana dan Angel bergandengan tangan menghampiri Stefan yang berdiri tidak jauh dari pintu balkon lantai dua rumah mewah itu.


“Hay Dad.. Selamat sore menjelang malam..” Sapa Angel kemudian menyalimi Stefan setelah Hana menyalimi Stefan.


Stefan tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas sapaan formal Angel padanya. Pria itu kemudian menatap lagi pada Hana yang tersenyum bahagia melihat komunikasi Stefan dan Angel yang semakin hari memang semakin ada kemajuan.


Stefan memang tidak terlalu banyak bicara pada Angel. Namun senyuman selalu menghiasi bibirnya saat menatap gadis kecil itu yang menandakan bahwa kesakitan atas pengkhianatan Lusi di masa lalu sudah tidak lagi membebani hati dan pikiran-nya.


“Angel...”


“Oma...” Senyum Angel yang langsung menghampiri Sera.


Stefan dan Hana tersenyum menatap gadis kecil itu yang sudah mulai benar benar pulih dari sakitnya. Mereka berdua berharap setelah ini Angel bisa lebih berhati hati lagi saat bermain, baik saat di sekolah, dirumah, atau dimanapun.


“Sepertinya kita harus bertemu dengan Alan dan mengucapkan kata terimakasih karena dia sudah mau mendonorkan darahnya pada Angel.”


Senyuman dibibir Stefan seketika sirna mendengar apa yang Hana katakan. Stefan tidak ingin Hana bertemu dengan Alan yang Stefan tau mencintai Hana secara diam diam selama ini.


“Tapi kan..”

__ADS_1


“Kita tidak boleh melupakan jasa dan kebaikan orang lain Stefan. Kalau Alan nggak mendonorkan darahnya pada Angel, mungkin sampai sekarang Angel masih dirumah sakit.” Sela Hana galak.


Stefan berdecak kemudian menghela napas. Hana mulai menggunakan jurus harimau betinanya.


“Pokonya aku nggak mau tau. Malam ini juga kita harus bertemu dengan Alan. Kalau kamu nggak mau anterin aku, aku bisa minta tolong kok sama mamah atau mungkin sama Rico.” Ujar Hana yang sedikitpun tidak mau apa yang sedang di inginkan-nya itu di bantah oleh Stefan.


“Terserahlah.” Balas Stefan malas kemudian melangkah menuju kamarnya dan Hana.


Stefan masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu dengan keras. Stefan ingin sekali menolak apa yang Hana inginkan. Tapi itu sangat tidak mungkin mengingat Hana yang sedang hamil sekarang. Hana pasti akan semakin marah atau mungkin menangis kemudian mendiamkan-nya jika Stefan tidak menuruti ke inginan-nya. Sementara Stefan sendiri, pria itu tidak ingin Hana bertemu dengan Alan lagi karena tidak mau Alan menggunakan kesempatan dalam kesempitan dengan kembali berusaha menarik perhatian dan simpati Hana.


Seakan tidak perduli dengan kemarahan suaminya, dengan langkah pelan Hana melangkah menyusul Stefan masuk kedalam kamar mereka. Hana kemudian menatap ke setiap sudut kamarnya. Tidak ada siapapun disana namun suara gemericik air dari arah kamar mandi membuat Hana sangat yakin bahwa Stefan sudah berada disana untuk membersihkan dirinya.


Hana tampak berpikir sesaat sebelum akhirnya seulas senyum terukir di bibirnya. Hana tiba tiba menemukan sebuah ide agar dirinya dan Stefan tampak romantis dan serasi.


Hana langsung melangkah menuju lemari bajunya dan Stefan. Wanita itu membuka lemari itu dan memilihkan kaos lengan pendek warna pink lembut yang sengaja Hana beli saat Stefan mengajaknya untuk membeli peralatan mandi yang cocok dengan Hana.


Hana terkekeh geli membayangkan Stefan mengenakan kaos pendek bergambar miki mouse itu. Hana juga mengeluarkan kaos pendek dengan warna dan ukuran yang sama namun dengan gambar yang berbeda yaitu mini mouse. Entah kenapa tiba tiba Hana ingin semua orang tau bahwa dirinya dan Stefan memang sangat serasi dan romantis. Salah satunya dengan mengenakan baju couple yang di belinya itu.


Tidak lama pintu kamar mandi di buka dan Stefan keluar dari sana dengan handuk putih yang melilit di pinggangnya. Pria itu menatap datar pada Hana yang tersenyum lebar menyambut keluarnya Stefan dari kamar mandi.


“Sayang.. Aku mau kita pake baju ini ya.. Biar semua orang tau kita ini pasangan yang romantis.” Ujar Hana sambil menunjukan baju couple di tangan-nya pada Stefan.


“Apa?!”

__ADS_1


__ADS_2