ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 67


__ADS_3

Malam ini Stefan kembali tidak bisa memejamkan kedua matanya. Berkali kali Stefan mengubah posisi berbaringnya. Dari terlentang sampai posisi miring memunggungi Hana hingga akhirnya menghadap pada Hana yang sudah terlelap dalam tidurnya.


Stefan menghela napas. Semua yang Hana ucapkan tadi pasti akan Hana tarik di kemudian hari begitu Hana tau yang sebenarnya. Hana bahkan pasti akan menyangka bahwa Stefan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Meskipun pada kenyataan-nya itu memang benar.


Stefan terus menatap Hana yang berada disampingnya. Tidak terasa pernikahan mereka sudah hampir setengah tahun lamanya. Selama itu pula sedikitpun Hana tidak pernah terlihat curiga padanya. Hana memang sering marah bahkan protes karena sikap datar Stefan. Tapi sedikitpun Hana tidak pernah tau apa yang sebenarnya Stefan sembunyikan darinya tentang peristiwa kecelakaan malam itu.


Stefan mengulurkan tangan-nya hendak menyentuh pipi Hana namun gerakan tangan-nya berhenti ketika se inci lagi tangan besarnya menyentuh kulit lembut pipi Hana. Stefan menelan ludahnya. Tidak mau mengganggu tidur nyenyak Hana, Stefan pun kembali menarik tangan-nya mengurungkan niat membelai pipi chuby Hana.


Stefan kemudian menatap lurus ke langit langit kamarnya. Stefan tidak menyangka Alan akan sadar begitu cepat. Stefan pikir Alan akan kembali sadar dengan waktu yang cukup lama. Setidaknya sampai Hana benar benar mencintainya dan menyerahkan segalanya.


Stefan melirik Hana lagi. Pria itu bahkan tidak sanggup membayangkan Hana pergi dari sisinya.


Mulai merasa tidak nyaman, Stefan pun akhirnya memutuskan untuk bangkit dan turun dari ranjang. Pria itu membuka pintu balkon kamarnya kemudian keluar dan berdiri disana dengan tatapan lurus menerawang jauh. Stefan merasa hatinya sangat tidak tenang sekarang. Ketakutan Alan akan datang membawa Hana pergi darinya benar benar sangat mengganggu pikiran juga hatinya. Stefan bahkan sampai tidak tau harus bagaimana. Saat Hana memujinya sebagai orang baik pikiran dan hatinya pun bekerja terlalu keras hingga Stefan merasa tersindir.


“Kita baru akan memulainya Hana.. Tapi aku tidak yakin kita bisa menjalaninya.”


Untuk pertama kalinya Stefan tidak percaya dengan kemampuan-nya sendiri. Stefan sendiri juga tidak menyangka jika ternyata sisi pesimis dalam dirinya muncul begitu kuat sampai mengalahkan rasa optimis yang selama ini selalu Stefan banggakan. Rasa optimis yang selalu membuat Stefan berhasil dalam mencapai segala apa yang direncanakan-nya.


Stefan memejamkan kedua matanya. Hana tidak merespon terlalu berlebihan kabar baik tentang sadarnya Alan. Seharusnya itu membuat Stefan merasa bahagia. Tapi entah kenapa itu justru membuat Stefan semakin merasa takut.


“Ternyata memang benar, kejujuran selalu berada diatas segalanya.” Gumam Stefan dengan kedua mata terpejam.


“Kejujuran apa Stefan?”


Stefan dengan cepat membuka kedua matanya kemudian menoleh. Stefan terkejut melihat Hana yang sudah berdiri di sampingnya dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

__ADS_1


“Hana..” Gumam Stefan tidak percaya. Jelas sekali tadi Stefan melihat Hana yang begitu lelap tertidur sebelum Stefan bangkit, turun dari ranjang mereka kemudian keluar dari dalam kamarnya.


“Stefan, apa ada sesuatu yang aku nggak tau?” Tanya Hana lagi.


Stefan melengos. Stefan bukan tidak ingin jujur. Stefan bukan ingin lari dari kenyataan bahwa dirinya yang menyebabkan Alan koma. Tapi berkata dengan jujur untuk saat ini juga belum tentu baik untuk hubungan-nya dan Hana. Hana bisa saja murka kemudian meninggalkan-nya dengan rasa kecewa yang membuatnya sakit karena merasa di tipu oleh Stefan.


“Memangnya harus kamu tau segalanya tentang aku Hana?” Tanya balik Stefan sinis.


Hana mendelik dengan bibir mengerucut sebal. Bersuami kan Stefan memang harus mempunyai kesabaran yang ekstra. Pria itu seperti bunglon yang begitu gampang berubah.


“Kayanya hati kamu itu mudah sekali berubah ubah ya Stefan. Kamu akan baik sama aku kalau suasana hati kamu sedang baik. Tapi kamu akan begitu sinis dan dingin kalau suasana hati kamu sedang tidak baik. Jangan jangan kalau kamu berada diantara perempuan perempuan cantik juga perasaan kamu akan berubah. Kamu akan merasa singel kembali terus mata kamu jelalatan begitu?” Kesal Hana.


Stefan mengeryit mendengarnya. Hatinya seperti digelitiki sehingga samar samar pria itu tersenyum. Ucapan Hana sangat terdengar lucu.


“Itu nggak mungkin Hana.”


Stefan menghela napas kemudian menoleh hingga tatapan-nya kembali bertemu dengan tatapan kesal Hana padanya. Stefan kemudian meraih tangan Hana dan menariknya hingga Hana berada sangat dekat dengan-nya.


Stefan mendekatkan wajahnya pada wajah Hana. Pria itu terdiam sebentar menatap kedua bola mata indah milik Hana.


“Perlu kamu tau Hana, perempuan cantik itu banyak. Aku bisa mendapatkan-nya dengan mudah. Seperti Williana Atmaja mungkin. Tapi perempuan bodoh yang langka seperti kamu ini mungkin hanya ada satu di dunia ini. Jadi aku nggak mungkin melepaskan begitu saja barang antik hanya untuk barang baru yang nilainya begitu murah dan pasaran.” Ujar Stefan pelan.


Kedua mata Hana kembali melebar. Ketika Hana hendak membuka mulutnya untuk membalas dengan pedas apa yang Stefan katakan, tiba tiba Stefan mencium keningnya membuat Hana urung bersuara.


Detik itu juga jantung Hana langsung bekerja dengan sangat cepat. Saking cepatnya bahkan sampai mempengaruhi kinerja pernapasan Hana.

__ADS_1


“Kamu tau Hana, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Aku juga tidak menyangka bisa memiliki istri yang ajaib seperti kamu Hana. Dan aku rasa, aku kembali merasakan rasanya jatuh cinta.” Bisik Stefan dengan kedua tangan yang mulai menyentuh pinggang Hana kemudian memeluknya dengan mesra.


“Hana, apa kamu juga merasakan apa yang aku rasakan? Apa kamu juga jatuh cinta seperti aku yang jatuh cinta sama kamu?”


Hana menelan ludahnya. Hana tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Stefan jatuh cinta padanya.


“Stefan kamu..”


“Aku serius Hana. Aku cinta sama kamu. Aku nggak bisa melupakan kamu begitu saja.” Sela Stefan berbisik lagi.


Stefan kemudian menempelkan keningnya pada kening Hana. Kedua matanya terpejam menikmati kebersamaan-nya bersama Hana malam ini. Pria itu tidak pernah sedikitpun berpikir dulu bahwa dirinya akan benar benar jatuh cinta pada Hana. Dulu saat menikahi Hana Stefan hanya berniat agar Angel tidak lagi merengek ingin seperti teman lain-nya yang punya keluarga lengkap. Stefan juga hanya berniat agar Sera tidak lagi menyudutkan-nya untuk mencari pasangan. Secara langsung Stefan hanya berniat memanfaatkan Hana untuk kepentingan dirinya sendiri.


“Aku.. Aku rasa aku juga merasakan hal itu Stefan..” Lirih Hana gagap.


Stefan kembali membuka kedua matanya menatap lagi tepat pada kedua bola mata indah milik istri kecilnya itu.


“Merasakan apa?” Tanya Stefan yang ingin mendengar secara langsung pengakuan Hana.


Hana terdiam. Perasaan-nya pada Stefan begitu asing, membuat Hana bingung dan sering bertanya tanya Sendiri.


“Katakan Hana.. Aku ingin mendengarnya..” Desak Stefan lembut.


Hana menjauhkan sedikit wajahnya dari wajah tampan Stefan. Wanita itu menarik napas dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan.


“Aku jatuh cinta Stefan.. Dan itu sama kamu..” Lirih Hana mengakui perasaan-nya.

__ADS_1


Mendengar itu Stefan langsung menyambar bibir Hana menciumnya dengan lembut membuat kedua mata Hana terbelalak karena kaget atas tindakan tiba tiba Stefan.


Stefan mengambil ciuman pertamanya.


__ADS_2