ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 242


__ADS_3

Stefan membuka pelan pintu kamarnya dan Hana. Kali ini Stefan pulang sebelum waktu makan tiba. Ketika Stefan hendak membuka mulut untuk berbicara, Hana langsung memberi kode dengan meletakan jari telunjuknya di depan bibir menyuruh agar Stefan tidak bersuara karena putranya yang baru memejamkan mata setelah di mandikan.


Stefan yang paham dan mengerti dengan maksud istrinya mengangguk kemudian memilih untuk langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sementara Hana, dia terus mengusap lembut puncak kepala putranya yang masih belum benar benar terlelap dalam tidurnya. Wanita itu bersenandung dengan suara lembutnya agar putranya merasa nyaman dan terlindungi kemudian bisa terlelap dengan damai dalam gendongan-nya.


Tidak butuh waktu lama Theo pun akhirnya terlelap dalam gendongan Hana. Bayi tampan itu bahkan sudah tidak lagi menyedot asi Hana. Saat itu juga Stefan sudah tampak rapi dan fresh dengan setelan piyama warna coklat mudanya.


Hana tersenyum menatap suaminya yang perlahan melangkah menghampirinya. Setelah Stefan berada didepan-nya Hana langsung menyaliminya yang kemudian Hana juga mendapat kecupan lembut di keningnya.


“Sebentar lagi Angel pasti kesini.” Ujar Stefan sepelan mungkin.


Hana menganggukkan kepalanya setuju. Putri mereka memang sangat semangat jika memanggilnya ataupun Stefan untuk melakukan aktivitas bersama.


“Bagaimana hari ini? Apa Theo rewel? Apa kamu juga lelah?”


Hana menyipitkan kedua matanya mendengar pertanyaan Stefan. Sejujurnya Hana merasa heran dengan pertanyaan tidak biasa suaminya itu. Namun Hana juga merasa senang karena itu artinya Stefan benar benar perhatian padanya.


“Eemm.. Untuk Theo, dia memang sedikit rewel hari ini daddy. Theo beberapa kali menangis saat aku bermaksud membaringkan-nya diatas kasur. Bahkan saat diajak bercanda oleh kakaknya Theo juga menangis. Karena itu akhirnya aku menggendong Theo hampir seharian ini. Bahkan saat makan siang aku juga tetap menggendong Theo karena Theo yang memang sepertinya merasa tidak nyaman dengan siapapun hari ini termasuk dengan oma.” Jawab Hana yang menceritakan panjang lebar tentang putranya yang cukup mengetes kesabaran-nya hari ini.


Stefan tersenyum mendengarnya. Hana tetap tersenyum manis menceritakan harinya yang tidak mudah dia lewati hari ini.


“Aku akan memijit kamu setelah makan malam nanti.” Ujar Stefan berusaha menghibur.

__ADS_1


Hana tertawa pelan kemudian menganggukkan kepalanya. Pijatan Stefan tidak buruk dan cukup membuat rileks biasanya. Apa lagi sekarang Hana juga merasakan pegal di bahu kanan-nya.


“Baiklah..” Balas Hana.


Stefan kemudian menyuruh agar Hana membaringkan Theo di ranjangnya. Stefan juga tidak lupa menghubungi salah satu pelayan-nya menyuruh agar sementara menjaga Theo karena Stefan dan Hana yang akan makan malam.


Dengan menggandeng tangan Hana, Stefan melangkah menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai satu rumahnya untuk menuju meja makan. Dan disana sudah ada Sera dan Angel yang duduk dikursi mereka masing masing.


“Hay mom, hay dad.. Selamat malam..” Sapa Angel dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


“Hay sayang.. Selamat malam juga. Sudah ngerjain tugasnya?” Balas Hana kemudian bertanya karena memang tadi Angel sedang mengerjakan tugas sekolah dengan Sera di ruang keluarga di lantai dua.


“Sudah mommy.. Angel ngerjain sendiri loh. Oma cuma nemenin doang.” Ujar gadis kecil itu dengan sangat bangga.


Sera yang mendengar itu tersenyum. Dirinya memang sedang mulai melatih agar Angel mulai mandiri.


Stefan yang mendengar itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Pria itu merasa sangat bahagia sekarang. Hari harinya terasa semakin berwarna. Kebencian dan dendam di hatinya juga sudah benar benar hilang. Stefan bahkan bisa menerima kehadiran Angel dan sangat menyayanginya sekarang layaknya buah hatinya sendiri.


“Makasih mommy.. Angel janji, Angel akan berusaha supaya nilai Angel selalu bagus. Supaya mommy, daddy, sama oma bangga sama Angel.”


“Itu harus. Anak daddy harus pintar.” Senyum Stefan mendukung penuh pada Angel.


“Sudah sudah nanti lagi ngobrolnya. Lebih baik sekarang kita makan, nanti keburu dingin makanan-nya kan sayang.” Saran Sera yang di setujui oleh Hana juga Stefan.

__ADS_1


Mereka kemudian makan malam dengan di selingi obrolan juga candaan ringan.


Setelah selesai makan malam, Stefan benar benar menepati ucapan-nya pada Hana. Pria itu langsung pamit pada Sera untuk mengajak Hana istirahat. Dan begitu berada dikamarnya, Stefan memijat lembut bahu Hana yang duduk di depan-nya.


“Bagaimana pekerjaan kamu hari ini Stefan?” Tanya Hana pelan.


“Seperti biasanya. Ah ya Hana, tadi aku ke tempat kerja Alan. Aku menemui Alan disana dan berbicara empat mata dengan-nya.”


Hana langsung terdiam. Wanita itu sedikitpun tidak ingin membahas apapun lagi tentang Alan untuk menghindari masalah sekecil apapun.


“Stefan aku nggak ingin bahas apapun lagi tentang Alan.”


Stefan berhenti memijat bahu Hana kemudian tersenyum. Pria itu menghela napas kemudian memeluk tubuh Hana dari belakang. Stefan juga meletakan dagunya di bahu Hana yang hanya mematung duduk didepan suaminya itu.


“Kamu tau tidak, saat pertama kali aku melihat kamu kemudian membawa kamu untuk dikenalkan sama mamah lalu menikah, aku sedikitpun tidak pernah berpikir aku akan segila ini. Ya, aku merasa gila saat mulai mencintai kamu tanpa aku sadari. Dan setelah cinta itu tumbuh semakin besar aku bahkan merasa sudah kehilangan kewarasanku Hana. Aku sering curiga dan cemburu jika kamu membahas tentang Alan. Aku marah bahkan aku sampai berpikir ingin sekali menyingkirkan Alan karena aku menganggap Alan adalah ancaman bagiku.”


Hana hanya diam saja mendengarkan. Wanita itu menarik napas kemudian menghembuskan-nya perlahan. Hana tidak tau apa lagi yang akan Stefan katakan selanjutnya.


“Tapi kemudian kita saling mengungkapkan cinta. Aku sangat bahagia Hana. Kamu berhasil mengubah seluruh pola pikirku. Mulai dari pandanganku pada masa lalu terutama pada Angel. Saat itu juga aku sadar, aku nggak bisa hidup tanpa kamu Hana. Hal itu juga membuat aku semakin takut untuk jujur sama kamu tentang semuanya. Tapi kemarin kamu membela aku didepan Alan Hana. Kamu tau, aku merasa terbang kemarin. Aku bahagia karena ternyata kamu bisa bersikap dengan bijak dengan permasalahan itu padahal kamu tau aku memang bersalah. Aku tidak marah Alan memukulku. Jika Alan ingin melakukan lebih aku juga tidak akan marah asalkan kamu selalu percaya sama aku dan selalu ada disamping aku.” Lanjut Stefan panjang lebar.


Mendengar itu Hana pun tertawa pelan. Wanita itu melepaskan pelukan Stefan kemudian memutar tubuhnya menjadi menghadap pada Stefan.


Hana menatap Stefan tepat pada kedua bola mata coklat pria itu. Hana yakin dan percaya apa yang Stefan katakan bukan sebuah kebohongan. Hana yakin Stefan berbicara jujur apa adanya.

__ADS_1


“Aku nggak tau harus berkata apa Stefan. Yang aku tau, aku sangat mencintai kamu.” Senyum Hana membelai lembut pipi tirus Stefan.


Stefan ikut tersenyum mendengarnya. Pria itu kemudian menarik lembut Hana kedalam pelukan-nya. Stefan tidak tau harus bagaimana mengungkapkan rasa syukurnya karena mempunyai Hana di hidupnya.


__ADS_2