
Setelah agen cantik yang Stefan sewa untuk menjaga Hana datang, Stefan pun bergegas pergi dari hotel meskipun memang Hana sedang ngambek padanya. Stefan tidak bisa mengabaikan begitu saja laporan dari orang yang dia suruh untuk mengawasi kediaman om dan tantenya. Stefan sangat penasaran kenapa sampai ada sosok Gabriel yang memanjat dinding dan masuk kerumah om dan tantenya lewat balkon kamar Gabriel. Di tambah lagi CCTV disekitar sana juga rusak sehingga Stefan tidak bisa memantaunya dengan leluasa.
Stefan menuju kediaman om dan tantenya dengan mengendarai taksi. Namun sebelum menuju kerumah yang sedang kosong itu, Stefan menyempatkan untuk datang kerumah sakit guna mengecek keadaan Gabriel sekarang.
“Bagaimana keadaan Gabriel, Selena?” Tanya Stefan pada Selena yang saat itu baru saja keluar setelah membeli makanan untuk ibunya yang memang sejak Gabriel masuk rumah sakit terus saja menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.
“Gabriel masih belum sadarkan diri kak.. Mommy juga terus menangis dan menolak untuk makan sejak Gabriel dirawat disini.”
Stefan yakin sekarang, ada sesuatu dibalik sikap Gabriel selama ini.
“Apa kamu disini terus?” Tanya Stefan menatap serius pada Selena.
“Tentu saja. Aku nggak mungkin tega membiarkan mommy sendiri kak. Apa lagi daddy juga harus bekerja.”
“Lalu bagaimana dengan kuliah kamu?”
“Untuk sekarang aku belum bisa berangkat ke kampus dulu kak. Gabriel juga penting untukku. Dia adalah adikku satu satunya.” Jawab Selena sendu.
Stefan menganggukkan kepalanya mengerti. Pria itu kemudian meminta pada Selena agar Selena mengantarnya menemui dokter yang menangani Gabriel. Stefan ingin mendengar dengan sejelas jelasnya kondisi Gabriel.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter itu, Stefan pun pamit. Pria itu sudah mengantongi satu informasi dan bukti yang kuat bahwa memang ada sosok lain dibalik semua apa yang telah Gabriel lakukan selama ini.
Stefan segera menuju kediaman om dan tantenya. Dan disana Stefan bertemu dengan Michele, teman dekat Selena saat Selena masih tinggal dirumah kedua orang tuanya.
“Michele..” Panggil Stefan pada gadis berperawakan tinggi itu. Bahkan tinggi Michele hampir sama dengan tinggi Stefan.
“Kak Stefan? kakak juga disini?”
__ADS_1
Stefan mengeryit merasa aneh pada gadis berambut hitam legam itu. Bagaimana mungkin gadis itu bisa dengan begitu lancar berbahasa indonesia sedang kedua orang tuanya saja benar benar penduduk asli negara itu.
“Kamu bisa berbahasa indonesia?” Tanya Stefan menyipitkan kedua matanya menatap Michele.
“Ya.. Selena yang mengajariku dulu. Ah iya, aku dengar Selena pulang. Apa dia ada dirumah sekarang?”
Stefan mulai merasa aneh. Yang Stefan tau Selena sama sekali belum pulang kerumahnya. Gadis itu langsung datang kerumah sakit untuk menemani mommy nya yang sangat terpukul karena perbuatan nekat adiknya, Gabriel.
“Selena tidak ada dirumah. Dia sedang dirumah sakit sekarang.” Jawab Stefan jujur.
Ekspresi Michele mendadak berubah sendu.
“Di rumah sakit? Memangnya siapa yang sakit kak?”
“Gabriel.” Jawab Stefan singkat.
Stefan menatap Michele dari bawah sampai atas. Penampilan gadis itu cukup terbuka dan Stefan merasa sangat tidak nyaman.
“Tidak, lain kali saja.”
“Baiklah, ah iya kak aku dengar kakak sudah menikah lagi ya? Apa kakak datang dengan istri kakak?”
Stefan mulai merasa curiga pada sikap sok akrab gadis itu. Padahal hampir semua teman teman Selena yang Stefan tau tidak ada yang seperti Michele. Michele terlalu banyak ingin tau dan terlihat agresif menurut Stefan.
“Tidak, saya datang sendiri.”
“Begitu yah? Ah ya kak Stefan nanti malam ada acara keluarga di rumahku. Kakak bisa datang kalau tidak sibuk.” Senyum Michele menatap Stefan dengan binaran bahagia yang terpancar dari kedua bola mata abu abunya.
__ADS_1
Stefan mengangkat sebelah alisnya. Michele sepertinya tidak benar benar merasa simpati dengan keadaan Gabriel. Padahal yang Stefan tau Michele dan Selena sudah dekat sejak kecil karena rumah mereka juga tidak jauh. Stefan juga yakin sampai sekarang hubungan keduanya masih dekat.
Tiba tiba Stefan tidak sengaja menatap tangan gadis itu yang diperban. Stefan mengeryit.
Michele yang menyadari tatapan Stefan langsung menyembunyikan tangan-nya yang di perban di balik punggungnya.
“Aku terluka saat membantu mommy memasak di dapur.” Katanya beralasan masih dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
Stefan diam. Entah kenapa Stefan merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Michele. Dan Stefan merasa itu ada hubungan-nya dengan Gabriel.
“Aku akan datang nanti malam.”
Senyuman Michele semakin lebar mendengarnya. Gadis itu merasa sangat bahagia mendengar Stefan akan datang ke acara keluarganya.
“Baik kak, aku akan menyiapkan sesuatu yang spesial untuk kakak. Jangan lupa ajak Selena juga. Aku pulang dulu.”
Stefan hanya menganggukkan pelan kepalanya. Pria itu menatap punggung Selena yang perlahan menjauh darinya. Namun ketika baru beberapa langkah menjauh, Michele kembali menoleh pada Stefan. Gadis berambut hitam legam itu tersenyum lagi pada Stefan sebelum benar benar menjauh.
Setelah Michele berlalu, Stefan segera menghubungi orang kepercayaan-nya untuk segera mendekat padanya karena memang orang tersebut selalu ada di sekitar rumah itu.
Tidak lama orang itu muncul. Dia melangkah menghampiri Stefan. Mereka mengobrol cukup lama hingga akhirnya orang itu menunjukan video yang berhasil direkamnya saat sosok yang menyerupai Gabriel itu dengan lincahnya memanjat dinding kemudian masuk kedalam rumah tuan Smith melewati balkon kamar Gabriel.
Setelah selesai membahas semuanya, Stefan kemudian masuk kedalam rumah sementara orang itu kembali bersembunyi. Stefan langsung menuju ke kamar Gabriel melihat lihat kamar gadis berambut keriting itu. Stefan juga menuju balkon dan menatap CCTV yang berada disana yang memang sudah tidak lagi berfungsi. Omnya bilang sudah menggantinya sampai dua kali namun CCTV itu selalu rusak tanpa sebab.
“Apa mungkin selama ini bukan Gabriel dalang dari segala peristiwa yang terjadi?” Otak cerdas Stefan mulai bekerja.
Ingatan Stefan kembali ke masa dimana saat Gabriel mendorongnya sampai Stefan hampir tertabrak oleh mobil di tengah jalan. Saat itu entah dari mana Michele tiba tiba muncul dan menyelamatkan-nya. Bahkan saat itu juga Michele berhasil membuat Stefan dan Lusi bertengkar karena Lusi yang mengatakan bahwa Michele sebenarnya menyukai Stefan. Kemudian setelah mendorongnya Gabriel berlari dan menutup dirinya dikamar sampai beberapa hari.
__ADS_1
Stefan menghela napas. Pria itu kembali masuk kedalam kamar Gabriel. Stefan tau masuk kedalam kamar orang lain tanpa izin bukan hal yang baik. Tapi Stefan benar benar sangat penasaran dengan isi kamar Gabriel. Sampai akhirnya Stefan merasa aneh dengan keadaan kamar gadis itu yang tampak sangat berantakan ditambah dengan handle pintu balkon yang rusak seperti di pukul menggunakan benda berat. Itu semakin membuat Stefan yakin bahwa ada sesuatu yang selama ini di sembunyikan oleh Gabriel.