
Michele mendudukan Stefan ditepi ranjangnya kemudian segera mencari kotak P3K miliknya yang ada di laci meja kecil diseberang ranjang tempat Stefan duduk. Setelah menemukan-nya, Michele segera mendekat kembali pada Stefan dan duduk disamping Stefan. Michele meminta Stefan untuk menunjukan lukanya agar Michele bisa mengobatinya.
“Apa yang terjadi sebenarnya kak? Kenapa gelas itu sampai jatuh dan melukai tangan kakak?” Tanya Michele sambil membersihkan luka di tangan Stefan.
“Aku tidak tau. Mungkin tersenggol tanganku secara tidak sengaja.”
“Oke baiklah. Tapi seharusnya kakak tidak menyentuh pecahan gelas itu.”
Stefan hanya diam saja. Sekarang dirinya sudah berhasil masuk kedalam kamar Michele. Stefan yakin dirinya bisa menemukan banyak bukti dikamar gadis itu.
“Em, Michele. Apa kamu tau apa yang Gabriel lakukan selama ini?” Tanya Stefan pelan dan menatap Michele serius.
Michele tersenyum sambil membalutkan perban di luka Stefan.
“Ya kak.. Aku juga tidak menyangka Gabriel bisa melakukan itu. Dia benar benar seperti psikopat. Dia melakukan segala hal demi tujuan-nya tercapai.”
“Apa kamu tau apa tujuan Gabriel melakukan-nya?” Tanya Stefan memancing Michele.
“Aku tidak terlalu tau kak. Mungkin Gabriel punya rencana tersembunyi. Aku harap Gabriel segera sembuh dari kelainan-nya itu.” Senyum Michele kemudian menatap Stefan dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
Stefan tetap diam saja. Stefan benar benar sangat takjub dengan kemampuan Michele dalam menyusun rencana. Bahkan polisi saja sampai tidak bisa mengendusnya.
“Ya sudah kalau begitu, saya keluar ya..”
“Kak tunggu.” Cegah Michele mencekal lengan Stefan.
Stefan menatap tidak suka pada tangan Michele yang dengan lancang menyentuhnya. Hal itu membuat Michele sadar dan segera melepaskan cekalan tangan-nya pada lengan Stefan.
“Maaf kak.. Aku tidak bermaksud.”
__ADS_1
“Saya haus Michele, tadi saya belum sempat minum karena gelasnya jatuh dan minuman-nya tumpah.” Ujar Stefan pelan.
“Oh kalau begitu tunggu disini. Aku akan mengambilkan untuk kakak. Kakak mau camilan juga?”
Stefan menggelengkan kepalanya. Kesempatan untuknya mencari barang bukti dikamar Michele benar benar terbuka lebar sekarang.
“Cukup air putih saja Michele.”
“Baiklah, tunggu sebentar kak Stefan..” Senyum Michele kemudian bangkit dari duduknya disamping Stefan dan keluar dari kamarnya meninggalkan Stefan sendiri.
Setelah Michele keluar dari kamarnya Stefan segera bergegas cepat. Namun sebelum memulai aksinya, Stefan mengedarkan pandangan-nya lebih dulu memastikan tidak ada kamera pengawas disana. Stefan tersenyum.
“Ternyata kamu tidak sepintar yang aku bayangkan Michele.” Gumam Stefan.
Stefan segera mengobrak abrik kamar Michele. Stefan membuka lemari baju Michele mencari barang bukti disana namun tidak menemukan apa apa. Stefan juga membuka laci laci dibawah meja belajar Michele dan dibawah meja tempat peralatan make up milik gadis itu.
Stefan berdecak karena tidak menemukan apa apa disana sampai akhirnya Stefan melihat kotak berukuran sedang yang ada disudut ruangan dan terkesan di sembunyikan letaknya. Karena penasaran Stefan langsung menghampiri kotak itu dan membukanya. Stefan sangat terkejut melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut. Disana banyak photo photonya. Bahkan photo itu sepertinya di ambil secara diam diam saat Stefan sedang beraktivitas.
Stefan meraih photo photonya mengamatinya satu persatu. Bahkan disana juga ada photo Lusi, mendiang istri pertamanya.
Ketika Stefan mengambil semua photo photo itu, Stefan menemukan topeng yang persis mirip dengan wajah Gabriel. Disana juga ada wig keriting dengan warna yang sama seperti rambut keriting Gabriel. Tidak salah lagi, Michele lah psikopat yang melukai banyak orang selama ini.
“Kak Stefan...”
Stefan menoleh pada Michele yang sudah berdiri di ambang pintu dengan segelas air putih di tangan-nya. Tatapan Stefan begitu tajam pada Michele yang terlihat sangat terkejut karena Stefan berhasil menemukan apa yang selama ini Michele sembunyikan dari orang orang disekitarnya.
“Ternyata memang kamu psikopat itu.” Ujar Stefan dengan rahang mengeras marah.
Michele menelan ludahnya kemudian menghela napas. Dengan tenangnya gadis itu tersenyum kemudian melangkah masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
“Aku pikir kakak nggak tau apa apa..” Senyumnya dengan sangat tenang.
Michele berdecak pelan kemudian tertawa. Gadis itu menunjukan sisi aslinya didepan Stefan sekarang.
“Kamu tau tidak kak kenapa Gabriel mendorong kamu ke tengah jalan dulu, itu karena aku meletakan pisau dibawah rumput yang akan Lusi pijak. Tapi malah kakak yang mau kena. Gabriel mendorong kakak karena tidak mau kakak kenapa napa. Dan juga selingkuhan Lusi, dia adalah orang yang aku bayar untuk merayu Lusi. Dan ternyata berhasil kan? Aku menunggu dan selalu mengawasi kakak dari kejauhan selama ini tanpa kakak tau. Karena aku mencintai kakak. Tapi sayang, perempuan bernama Hana itu lebih dulu cepat bergerak dari aku.”
Stefan meraih dan melempar topeng dan wig yang digunakan oleh Michele untuk menyamar sebagai Gabriel saat beraksi karena marah tepat dibawah kaki Michele. Michele sudah mengkambing hitamkan adik sepupunya. Michele merusak mental gadis polos dan baik seperti Gabriel sehingga gadis itu dijauhi oleh orang orang disekitarnya bahkan sampai harus dikurung dirumah. Dan sekarang Michele mencelakai Gabriel dengan menusuk tenggorokan gadis itu sampai kritis.
“Kamu...”
“Sshhtt.. Dengarkan aku dulu kak.. Bukan-nya kakak ingin tau semuanya? Aku akan jujur, tapi ini rahasia kita ya..” Ujar Michele dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya. Gadis itu tidak sedikitpun merasa takut ataupun bersalah didepan Stefan.
“Aku yang saat itu mencelakai Selena kak.. Aku juga hampir membunuh tante Sera tapi berhasil dicegah sama om Smith. Kamu tau tidak kenapa aku melakukan semua itu? Aku protes karena kamu menikahi perempuan lain bukan aku.. Aku protes karena kamu tidak pernah mau melihatku. Dan sebagai gantinya aku membuat Gabriel hancur. Aku pintar kan? Ah hampir lupa, aku juga yang menjebak Jason, tunangan Selena agar mereka bertengkar kemudian berpisah. Tapi belum berhasil. But, itu bukan masalah besar. Aku akan tetap mengusahakan agar mereka juga merasakan kekecewaan yang aku rasakan karena kamu.” Lanjut Michele panjang lebar.
Rahang Stefan mengeras. Itu artinya Michele adalah dalang dari hancurnya hubungan-nya dengan Lusi dulu. Meski memang Lusi terbukti berselingkuh karena termakan rayuan pria suruhan Michele.
“Ups, tentang Angel juga aku loh kak pelakunya. Aku menyuruh orang untuk menumpahkan minyak di tangga yang akan di lewati Angel. Aku pikir itu tidak masalah kan? toh dia bukan anak kakak..”
Cukup sudah Stefan menahan dirinya. Dengan emosi meluap luap Stefan melangkah menghampiri Michele. Namun sebelum Stefan sampai didepan-nya, Michele memukulkan segelas air putih yang dibawanya ke tembok sampai pecah kemudian menodongkan pecahan gelas itu pada Stefan.
“Mari kita mati bersama kak Stefan..” Katanya tertawa pelan.
“Saya bersumpah tidak akan memaafkan kamu Michele.” Marah Stefan.
“Oh ya? Kalau begitu ayo maju kalau kakak berani. Aku penasaran sekeras apa kulit tuan Devandra.”
Saat Stefan hendak melangkah semakin dekat pada Michele tiba tiba Jason dan Selena muncul di belakang Michele dan tanpa ampun Jason langsung memukul punggung Michele sampai Michele jatuh tersungkur ke lantai dan tidak sadarkan diri. Bahkan pecahan gelas itu sampai menggores wajah cantik Michele.
“Kakak nggak papa?” Tanya Selena menatap Stefan khawatir.
__ADS_1
Stefan tidak menjawab. Pria itu mendekat pada Michele yang pingsan kemudian segera menghubungi polisi.