
Pagi ini tidak hanya Sera saja yang dibuat heran dengan tingkah tidak biasa Stefan. Bahkan Rico saja sampai melongo tidak percaya saat Stefan tersenyum padanya. Bahkan saat para karyawan-nya menyapa Stefan membalasnya dengan senyuman tipis yang lagi lagi membuat para karyawan itu terdiam tidak percaya.
Stefan masuk kedalam ruangan-nya kemudian duduk dikursinya dengan hati berbunga bunga setelah berhasil membuat semua orang di sekitarnya terus bertanya tanya dan bingung. Namun sebenarnya jika harus ada yang dijadikan tersangka itu adalah Hana yang membuat Stefan menjadi seperti sekarang. Hanya karena secangkir kopi panas Stefan bahkan bersikap seperti baru saja memenangkan proyek besar dengan untung milyaran. Tapi sepertinya lebih dari itu.
Tok tok tok
“Masuk !!”
Satu lagi keanehan yang membuat Rico menggeleng bingung. Stefan menjawab ketukan pintunya dengan sangat semangat.
“Permisi tuan..” Ujar Rico sedikit mengangguk begitu sampai didepan meja kerja Stefan.
“Ah ya Rico.. Ada apa?” Tanya Stefan menatap Rico dengan ekspresi yang menurut Rico tidak biasa. Memang tidak tersenyum tapi tidak juga datar.
“Eem.. Ma'ruf dan karyawan-nya sudah ada dibawah tuan.” Beritahu Rico.
“Oh ya sudah, kalau begitu suruh dia menghadap saya sekarang.” Perintah Stefan.
“Baik tuan..”
Rico melangkah menjauh dari meja kerja Stefan kemudian keluar dari ruangan CEO tampan berambut kecoklatan itu dengan terus bertanya tanya.
Sementara Stefan, pria itu tertawa sendiri. Setelah mengetahui bahwa Hana hanya bersahabat dengan Alan, Stefan merasa sangat bahagia. Ditambah lagi dengan secangkir kopi nikmat penghilang kantuk yang Hana buatkan dengan inisiatif sendiri untuknya. Itu benar benar seperti membalikan dunia Stefan. Yang tadinya Stefan merasa dunianya kosong dan sunyi kini sudah tidak lagi. Rasanya setiap kedua mata Stefan memandang kebahagiaan itu menyapanya membuat Stefan tidak bisa menyembunyikan binar kebahagiaan itu dikedua matanya.
Beberapa menit kemudian Ma'ruf masuk dengan karyawan barunya. Pria dengan pakaian serba hitam itu tersenyum dan menyapa Stefan dengan sopan.
__ADS_1
“Duduk.” Perintah Stefan.
“Baik tuan..” Angguk Ma'ruf kemudian segera mendudukan dirinya dikursi depan meja kerja Stefan begitu juga dengan karyawan barunya.
Stefan mulai menatap Ma'ruf dengan serius. Meski sebenarnya Stefan masih tetap tidak bisa menyembunyikan binaran bahagia itu dari pancaran kedua mata coklat beningnya.
“Jadi, apa dia karyawan yang mengantarkan mobil saya?” Tanya Stefan langsung.
“Ya tuan. Dia karyawan baru saja. Namanya Anton. Saya sungguh sangat minta maaf kalau membuat tuan tidak suka. Lain kali saya akan lebih teliti lagi.”
Stefan mengabaikan apa yang Ma'ruf katakan. Pria tampan itu menatap pegawai baru Ma'ruf dengan sangat teliti. Stefan tau berita kecelakaan yang melibatkan dirinya dan Alan tentu akan sangat menguntungkan pihak yang menyebarkan-nya. Dan Stefan tidak mau hal itu di manfaatkan untuk kepentingan secara individual. Stefan bukan takut dan tidak mau mengakui kesalahan-nya. Stefan hanya tidak ingin berita itu melenceng. Karena cepat atau lambat Stefan pasti akan mengakui pada Hana juga Sera bahwa Alan menjadi seperti sekarang karena kesalahan yang Stefan dan juga Alan lakukan secara tidak sengaja malam itu.
Simpelnya Stefan curiga pada karyawan baru Ma'ruf. Stefan berpikir bisa saja Anton adalah pemburu berita yang sedang mencari tahu sesuatu darinya seperti yang sudah sudah.
“Sudah berapa bulan kamu bekerja pada Ma'ruf?” Tanya Stefan tajam.
“Ba baru 15 hari tuan.” Jawab Anton tergagap.
Ma'ruf hanya bisa diam menatap kasihan pada pegawai barunya itu. Tapi Ma'ruf juga tidak bisa berbuat apa apa karena itu memang konsekuensi yang harus di hadapi jika melakukan kesalahan sedikit saja pada seorang Stefan Devandra.
“Apa kamu juga ikut andil memperbaiki mobil saya?” Tanya Stefan lagi kembali mencecar Anton.
Anton gemetaran ditempatnya. Pria itu hanya pegawai biasa yang benar benar tidak tau apa apa. Menurut Anton bahkan apa yang dilakukan-nya dengan mengantar mobil Stefan lebih awal akan mendapat pujian bukan intimidasi seperti sekarang.
“Ti tidak tuan. Saya bahkan tidak tau siapa yang memperbaikinya karena tugas saya hanya mengantarkan mobil atau motor para pelanggan yang sudah selesai di servis.”
__ADS_1
Stefan mengeryit kemudian melirik pada Ma'ruf. Rico memang memberitahunya bahwa yang terjun memperbaiki mobilnya secara langsung adalah Ma'ruf sendiri.
Stefan mengangguk pelan kemudian membuka laci dimeja kerjanya. Pria itu mengambil amplop coklat kemudian menyodorkan-nya pada Anton yang kebingungan.
“Itu tips buat kamu.” Ujar Stefan pada Anton.
Anton yang masih kebingungan hanya bisa menatap Ma'ruf. Dan anggukan pelan kepala Ma'ruf membuat Anton percaya bahwa tidak akan ada apa apa.
“Baik Ma'ruf, saya percayakan semuanya sama kamu. Tapi jika nanti ada sesuatu maka orang yang akan saya cari adalah pegawai kamu ini.” Kata Stefan santai.
Ma'ruf tersenyum. Pria itu yakin pegawainya adalah orang baik baik yang memang bekerja dengan baik dan dengan tujuan yang baik pula.
“Saya akan jamin semuanya baik baik saja tuan. Kalau begitu saya permisi.”
Stefan hanya mengangguk mempersilahkan. Pria itu kemudian menyenderkan tubuhnya disandaran kursi. Anton benar benar beruntung karena sekarang mood Stefan sedang sangat baik.
Stefan kembali tersenyum membayangkan Hana yang tersenyum manis padanya. Namun perlahan senyuman itu berubah menjadi senyuman sinis.
“Lusi.. Kamu lihatkan? Aku bahkan bisa mendapatkan istri yang jauh lebih baik dari kamu. Aku juga sangat yakin dia tidak sama seperti kamu.” Gumam Stefan.
Entah kenapa pria itu tiba tiba mengingat kesakitan-nya atas apa yang mendiang istri pertamanya lakukan dibelakangnya. Di selingkuhi bahkan sampai tidak menyadari bahwa janin yang dikandung oleh istrinya selama sembilan bulan bukan darah dagingnya membuat rasa cinta Stefan langsung berubah menjadi benci yang amat sangat bahkan meskipun sekarang Lusi sudah tidak ada lagi di dunia yang sama dengan-nya.
Stefan menghela napas. Kali ini Stefan tidak ingin lagi gagal dan merasakan sakitnya bercinta. Stefan akan memastikan sendiri bahwa Hana adalah wanita yang baik. Stefan juga akan selalu mengawasi Hana memastikan bahwa Hana akan tetap menjaga kesetiaan padanya.
Dan Stefan akan memastikan bahwa Hana akan mencintainya dengan tulus begitu juga sebaliknya. Meskipun sekarang memang Stefan belum merasa mencintai wanita itu, tapi Stefan yakin dengan Hana selalu di sisinya cinta itu pasti akan tumbuh dengan sendirinya di hatinya juga di hati Hana.
__ADS_1
Tidak lama setelah Ma'ruf keluar, Rico kembali masuk kedalam ruangan Stefan memberitahukan pada Stefan bahwa semua orang yang menghadiri rapat sudah menunggu Stefan.