ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 111


__ADS_3

Karena Hana yang selalu terbangun saat Stefan berusaha melepaskan pelukan-nya, akhirnya Stefan memutuskan untuk berangkat ke kantor siang saja. Meski sebenarnya Stefan merasa tidak tenang karena tidak bisa menghubungi Rico untuk memberitahukan bahwa dirinya tidak bisa berangkat pagi hari ini. Stefan tau Rico memang tanggap, tapi jika Stefan tidak memberitahunya lebih dulu Rico juga pasti akan kebingungan.


Stefan menghela napas. Saat ini Stefan hanya bisa berharap semoga Rico mengerti tanpa Stefan menghubunginya.


Stefan menatap langit langit kamarnya. Saat itulah pikiran-nya langsung teralihkan dari pekerjaan yang terlantar hari ini ke pertanyaan yang Hana lontarkan padanya semalam. Stefan berpikir sepertinya Hana melupakan tentang pertanyaan semalam karena emosi. Dan nanti Hana pasti akan kembali menanyakan padanya.


Stefan kemudian menatap Hana yang begitu pulas tidur di pelukan-nya. Stefan benar benar tidak tega jika harus mengusik tidur lelap istrinya. Apa lagi semalaman Hana bilang tidak tidur karena menunggunya yang tidak kunjung masuk kembali kedalam kamar.


Stefan merasa sangat bersalah pada Hana. Tapi Stefan tidak punya pilihan lain selain menghindar karena Stefan belum siap untuk jujur dan mengatakan penyebab dirinya mau menanggung semua tanggungan Alan selama ini.


Perlahan seulas senyum terukir dibibir Stefan. Cinta datang secara perlahan. Bermula dari rasa tidak suka Stefan saat tau Hana masih perduli pada Alan hingga akhirnya rasa itu berubah menjadi rasa ingin memiliki Hana seutuhnya. Beruntungnya cinta Stefan pada Hana tidak bertepuk sebelah tangan karena ternyata Hana juga membalas perasaan-nya. Awalnya Stefan mengira Alan adalah pacar Hana karena saat mencari tau tentang Hana, Rico berkata demikian. Namun lambat laun akhirnya Hana jujur mengatakan bahwa hubungan-nya hanya sebatas sahabat. Meskipun Stefan juga tau bahwa Alan mempunyai perasaan yang lebih dari sahabat tanpa Hana ketahui.


Stefan membelai lembut pipi chuby Hana. Entah kenapa Stefan tiba tiba merasa istrinya semakin cantik sejak hamil. Kulit wajah bahkan seluruh tubuhnya juga lebih mulus dan putih bahkan hampir tidak memiliki sedikitpun kekurangan.


“Apapun yang terjadi kedepan-nya Hana aku akan tetap mempertahankan hubungan indah ini.” Batin Stefan menatap wajah damai Hana yang terlelap di pelukan-nya.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Stefan mendesis kesal. Stefan takut suara ketukan pintu tersebut membuat Hana terusik dari tidur lelapnya.


Tidak lama kemudian pintu perlahan terbuka. Ya, Stefan memang tidak mengunci pintu kamarnya.


“Mommy.. Daddy..” Itu adalah suara pelan Angel.


Stefan menatap kearah pintu dimana Angel melongokkan kepalanya di celah pintu yang dibuka sedikit. Pria itu mengangkat tangan-nya yang bebas menyuruh agar Angel mendekat padanya.


“Hay daddy.. Selamat pagi..” Sapa Angel pelan setelah mendekat pada Stefan. Sebelumnya Angel melirik pada Hana yang begitu damai terlelap dalam pelukan Stefan.


“Ya.. Angel, kamu berangkat sama supir sama oma ya.. Bilang sama oma, mommy masih tidur jadi daddy nggak bisa nganter kamu ke sekolah hari ini.” Ujar Stefan dengan suara berbisik.


Angel menganggukkan kepalanya mengerti. Gadis kecil itu kemudian menyodorkan tangan-nya berniat menyalimi Stefan. Namun karena tangan kanan Stefan menjadi bantal Hana, Stefan bingung harus bagaimana.

__ADS_1


“Eemm.. Kemarilah.” Ujar Stefan menyuruh Angel mendekat padanya.


“Ya daddy..” Angel menurut dan segera mendekat pada Stefan.


Setelah Angel berdiri didepan-nya, Stefan kemudian meraih bahu kecil Angel dan sedikit menariknya agar lebih mendekat lagi padanya.


Cup


Stefan mengecup singkat kening gadis kecil itu membuat Angel langsung terdiam seribu bahasa.


“Daddy nggak bisa salim dulu. Itu saja ya gantinya. Kamu hati hati sama oma. Nanti pulang sekolah daddy yang jemput.”


Angel masih diam. Stefan mengecup keningnya untuk yang pertama kalinya selama Angel merasa hidup. Dan Angel benar benar tidak menyangka Stefan akan melakukan itu pagi ini.


Karena Angel yang mematung didepan-nya Stefan pun menepuk pelan bahu kecil Angel membuat gadis kecil itu langsung tersadar.


“Hey..”


Stefan kembali mendesis. Kali ini bahkan rahang Stefan mengeras karena Angel berkata dengan sangat lantang.


“Ups. Maaf daddy..” Sadar dengan kesalahan-nya, Angel langsung menutup mulutnya.


“Sudah sana sarapan. Jangan lupa katakan pada oma apa yang daddy bilang tadi.” Ujar Stefan berusaha menahan kesalnya.


“Yes daddy..” Angguk Angel semangat namun dengan suara sangat pelan.


Angel kemudian melangkah pelan keluar dari kamar Stefan dan Hana. Angel juga kembali menutup pintu kamar itu dengan sangat pelan dan hati hati.


Pagi ini Angel benar benar merasa mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dari Stefan. Bahkan sesuatu yang lebih berharga dari kado ulang tahun yang setiap tahun selalu Stefan berikan padanya. Yaitu ciuman Stefan di keningnya.


“Angel harus kasih tau oma..” Gumam Angel bahagia kemudian segera berlari menuju tangga menuruninya satu bersatu dengan penuh semangat.

__ADS_1


Senyuman dibibir gadis kecil itu sangat lebar. Hatinya berbunga bunga karena pagi ini dirinya mendapatkan kejutan yang sangat tidak terduga dari Stefan.


“Oma... Oma.. !!” Pekiknya memanggil manggil Sera.


Sera yang memang sedang menunggu dan duduk tenang di kursi di meja makan langsung tersentak mendengar pekikan Angel yang membahana di setiap sudut rumah mewah itu.


“Ya Tuhan, Angel..” Lirih Sera khawatir.


Wanita dengan dress coklat muda itu segera bangkit kemudian berlari menuju sumber suara Angel, cucunya.


Sera mencegat langkah Angel diujung tangga dengan perasaan sangat amat khawatir. Namun senyuman lebar di bibir gadis kecil itu membuat Sera kemudian merasa bingung.


“Ada apa nak? Mana mommy dan daddy?” Tanya Sera kemudian setelah Angel berhambur ke pelukan-nya.


“Oma.. Angel seneng banget oma.. Angel bahagia banget.” Senyum Angel terus memeluk perut Sera.


Sera menghela napas merasa lega. Sera pikir terjadi sesuatu sehingga Angel begitu keras memekik memanggilnya.


Sera melepaskan dengan lembut pelukan erat Angel. Wanita itu kemudian menangkup kedua pipi Angel dan menatapnya dengan penuh perhatian. Tadi Sera memang menyuruh Angel memanggil Stefan dan Hana untuk sarapan bersama. Tapi tiba tiba Angel memekik dan berlari menuruni satu persatu anak tangga dengan senyuman lebar yang menghiasi bibirnya tanpa Stefan dan Hana.


“Coba ceritakan sama oma sayang. Apa yang membuat kamu begitu senang dan bahagia banget hem?” Tanya Sera dengan sangat lembut.


Angel membalas tatapan Sera. Sesaat gadis kecil itu terdiam sebelum akhirnya kembali tersenyum dengan kedua mata berbinar pertanda rasa bahagia sedang menyelimuti hatinya pagi ini.


“Daddy oma.. Daddy cium kening Angel tadi. Angel seneng banget. Selama ini Angel tidak pernah di cium daddy. Tapi tadi daddy cium Angel oma.. Angel beneran. Angel enggak bohong.” Jawab Angel menceritakan penyebab kebahagiaan-nya.


Detik itu juga Sera merasa sangat terharu. Dadanya terasa sesak namun itu hanya sesaat karena pada akhirnya kebahagiaan menguasai seluruh rasanya.


Sera tau Angel memang sangat mendamba kasih sayang daddy nya selama ini. Sera juga tau Angel sangat menginginkan Stefan bisa bersikap baik dan perhatian padanya layaknya seorang ayah pada umumnya. Dan sekarang semua itu terwujud. Meskipun memang Stefan tetap bersikap dingin dan datar tapi pria itu sudah mulai menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya pada Angel, putrinya sendiri.


Sera kemudian memeluk Angel ikut merasakan kebahagiaan yang sedang di rasakan oleh cucu pertamanya itu. Tanpa sadar Sera bahkan sampai meneteskan air matanya di balik punggung Angel.

__ADS_1


“Daddy memang sayang banget sama kamu sayang..” Bisik Sera pada Angel.


__ADS_2