
Amira terus memikirkan ada hubungan apa antara Stefan dan Williana. Kalau sekedar mereka kenal sesama pengusaha mungkin itu wajar. Tapi Tristan mengatakan Williana takut Stefan tau apa yang Tristan kerjakan yang artinya Williana pasti tidak mau jika sampai Stefan mengetahui bahwa Williana bukan kakak yang baik.
“Kamu kenapa Amira?” Tanya Tristan menatap penasaran pada Amira yang sejak bertemu dengan Williana memang terus saja diam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Amira menghela napas kemudian menoleh pada Tristan yang melangkah di sampingnya. Gadis itu berhenti melangkah membuat Tristan pun ikut menghentikan langkahnya.
“Tristan, boleh aku tanya sesuatu?” Tanya Amira yang membuat Tristan semakin bingung juga penasaran.
“Boleh.. Mau nanya apa emangnya?” Meskipun bingung namun Tristan memperbolehkan untuk Amira menanyakan apa yang ingin Amira ketahui darinya.
Amira terdiam dan menundukan sesaat kepalanya sebelum akhirnya kembali menatap Tristan yang menunggu apa yang ingin Amira tanyakan padanya.
“Kak Stefan yang kamu maksud tadi.. Apa itu Stefan Devandra?”
Tristan menyipitkan kedua matanya. Semua orang pasti akan langsung tau bahwa yang Tristan maksud memang Stefan.
“Ya.. Memangnya kenapa? Apa ada yang salah?”
Amira menelan ludah. Gadis itu tidak menyangka jika ternyata Tristan juga mengenal Stefan. Apa lagi sepertinya Tristan juga sudah mengenal baik Stefan suami Hana.
“Kamu kenal juga sama kak Stefan?” Tanya Tristan kemudian.
Amira menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Tristan. Amira merasa dunia seolah begitu sempit hingga dirinya harus bertemu dengan orang orang yang ternyata juga mempunyai hubungan dengan Stefan, pria yang sudah mengambil Hana dari Alan kakaknya.
“Oh ya? Kok aku baru tau. Kamu kenal sejak kapan sama kak Stefan?” Tanya Tristan lagi yang semakin penasaran karena Amira juga mengenal Stefan.
__ADS_1
“Jadi sebenarnya kak Hana istrinya tuan Stefan Devandra itu adalah sahabatnya kakak aku, kak Alan. Bahkan kak Alan mendapat perawatan sedemikian baiknya juga karena tuan Stefan. Tapi itu tidak gratis Tristan. Kak Hana harus menikah dulu dengan tuan Stefan.”
Tristan mendelik mendengar apa yang Amira katakan. Yang Tristan dan seluruh publik tau adalah Stefan dan Hana sudah lama menjalin hubungan rahasia dan baru di tunjukan saat mereka benar benar resmi menikah. Tentu saja karena Stefan yang begitu manis dan romantis saat menyikapi Hana.
“Tapi kak Stefan nggak maksa kan?” Tanya Tristan yang tidak bisa percaya begitu saja jika Stefan yang memaksa Hana untuk menikah dengan-nya. Karena siapapun tau Stefan bisa mendapatkan wanita mana saja yang Stefan mau. Dan rasanya sangat mustahil jika ada wanita yang menolak untuk menjadi pendamping Stefan.
“Sepertinya tidak. Kak Hana melakukan itu demi bisa membiayai operasi dan pengobatan kakak aku.” Jawab Amira pelan.
“Itu artinya kak Hana tidak mencintai kak Stefan, begitu?”
Amira tidak bisa menjawab. Amira sendiri tidak tau apakah Hana sudah mencintai Stefan atau belum. Tapi dari yang Amira lihat, Hana selalu terlihat romantis saat bersama Stefan.
“Ya sudahlah, bukan urusan kita juga mau kak Hana mencintai kak Stefan atau tidak. Yang penting kan kita tau kalau niat kak Hana mau menikah dengan kak Stefan itu baik yaitu demi membiayai pengobatan kak Alan. Kita do'akan saja yang terbaiklah buat semuanya. Buat kak Stefan dan kak Hana yang sudah berbaik hati pada kak Alan.”
“Ya sudah deh kalau begitu aku langsung kerja ya.. Kamu hati hati loh pulang nya..”
Amira mengeryit mendengar apa yang Tristan katakan. Amira berpikir Tristan terlalu lebay jika menyuruhnya untuk hati hati karena jarak dari tempat mereka sekarang berdiri kerumah Amira saja sudah sangat dekat.
“Apaan sih kamu lebay banget. Orang udah dekat juga. Yang harusnya hati hati itu kamu Tristan. Apa lagi kamu juga kan mau kerja. Jadi harus semangat panas panasan-nya.” Ujar Amira yang di akhiri dengan tawa kecilnya.
Tristan ikut tertawa mendengarnya. Tristan tidak menyangka meskipun sekarang dirinya tidak punya apa apa tapi Amira masih mau dekat dengan-nya. Amira bahkan juga tidak keberatan meskipun Tristan mengantarnya pulang dengan berjalan kaki.
“Oh iya Amira, aku mau nanyain tentang yang waktu itu.. Jawaban-nya gimana?” Tristan bertanya dengan rasa ragu yang hinggap di hatinya. Tristan sebenarnya juga takut Amira menolaknya. Tapi Tristan juga tidak mau jika terus terusan berharap tanpa ada jawaban yang pasti.
Amira langsung diam. Gadis itu menghela napas kemudian menundukan sebentar kepalanya. Amira juga belum memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan pada Tristan. Tapi setelah melihat bagaimana Tristan yang bahkan dengan berani menggandeng tangan-nya didepan Williana, Amira yakin dirinya tidak akan salah langkah jika menerima Tristan sebagai pacarnya.
__ADS_1
Amira menghela napas kemudian balas menatap Tristan yang terlihat ragu menatapnya.
“Sebelumnya aku minta maaf banget sama kamu Tristan. Maaf kalau sejak kita dekat hubungan kamu sama kakak kamu menjadi tidak baik. Maaf juga karena kemarin kemarin aku selalu marah marah sama kamu.”
“Amira tapi..”
“Ssshhtt.. Tolong dengarkan aku dulu. Aku sudah tau semuanya. Putri bahkan juga mengatakan tentang kamu yang pergi dari rumah itu gara gara kamu yang marah karena dilarang buat deket sama aku. Aku bukan orang yang mudah berkecil hati Tristan. Kamu nggak perlu khawatir. Kakak kamu bahkan sudah dua kali menawarkan uang sama aku supaya aku jauhin kamu. Tapi aku tolak itu. Aku bener bener ingin berteman dengan baik, bukan karena kamu orang kaya atau yang lain-nya.”
Tristan diam dan mendengarkan ucapan panjang lebar Amira. Tristan sendiri yakin Amira memang tidak dekat dengan-nya karena apa yang Tristan miliki. Tapi karena memang Amira baik dan tulus berteman dengan siapa saja.
“Aku akan buktiin sama kakak kamu Tristan kalau aku dekat sama kamu bukan karena apa yang kamu punya. Aku akan buktiin kalau aku nggak pernah sedikitpun berniat untuk memanfaatkan kamu dengan uang kamu.” Senyum Amira.
“Jadi? Jawaban-nya?” Tanya Tristan yang memang sedang sangat menunggu jawaban dari Amira tentang perasaan-nya.
Amira memejamkan sesaat kedua matanya. Dengan malu malu Amira menganggukkan kepalanya.
“Ya, aku mau..” Jawabnya pelan.
Tristan terkejut mendengar jawaban dari Amira. Jawaban yang memang sangat Tristan harapkan.
“Jadi sekarang kita pacaran?” Tanya Tristan lagi memastikan.
Amira menganggukkan lagi kepalanya menjawab pertanyaan Tristan. Hal itu membuat Tristan refleks langsung memeluk Amira dan mengangkat tubuh ramping gadis itu kemudian memutar mutarnya saking senangnya.
Amira yang terkejut memekik ketakutan dan melingkarkan erat kedua tangan-nya di leher Tristan.
__ADS_1