
Seperti pagi pagi biasanya, Stefan, Hana juga Angel sarapan bersama tanpa Sera yang memang masih berada di Amerika.
“Eemm.. Angel, hari ini mommy nggak bisa anter kamu sekolah ya.. Mommy sedikit mengantuk dan sepertinya butuh istirahat.” Ujar Hana disertai alasan pada Angel berharap gadis kecilnya itu mengerti.
Angel yang sedang menikmati sandwichnya menoleh menatap Hana. Ekspresinya langsung berubah murung mendengar Hana mengatakan-nya.
“Mommy sakit?” Tanya Angel sedih.
“Enggak nak.. Mommy hanya kurang tidur saja..” Jawab Hana tersenyum.
“Beneran?” Tanya Angel sedikit tidak percaya pada Hana kali ini.
“Bener sayang.. Nanti Angel berangkatnya sama daddy ya..”
“Ya mommy.. Mommy istirahat ya.. Mommy jangan sakit. Nanti Angel sama daddy sedih. Nanti mommy jangan lupa minum obat.”
Hana tertawa pelan mendengarnya. Wanita itu merasa geli dengan ke khawatiran Angel padanya. Hana tidak bohong. Kepalanya memang sedikit pening karena kurang tidur semalam. Dan tentu saja itu karena Stefan. Pria itu tersangka utama yang membuat Hana tidak bisa tidur nyenyak semalaman. Hana bahkan terus terjaga sampai pagi tiba.
Stefan melirik Hana kemudian tersenyum. Tidak hanya Hana saja yang semalam tidak bisa memejamkan kedua matanya. Stefan juga sama. Pria itu benar benar tidak merasakan kantuk sedikitpun sampai sekarang karena ciuman semalam.
Stefan akui dirinya cukup nekat mencium Hana tanpa permisi. Tapi Stefan benar benar tidak bisa menahan dirinya semalam. Stefan terlalu bahagia mendengar Hana juga merasakan apa yang Stefan rasakan. Stefan bahkan sampai melupakan apa yang sedang mengganggu pikiran-nya tentang Alan.
Stefan menghela napas kemudian kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Stefan tidak menyangka rasa cinta pada Hana membuatnya sangat berbunga bunga. Apa lagi begitu dirinya tau dan mendengar sendiri pengakuan Hana bahwa Hana juga merasakan cinta sama seperti dirinya.
Setelah selesai sarapan, Hana mengantar Stefan dan Angel sampai teras depan rumah. Hana terlihat sedikit kikuk saat berhadapan dengan Stefan didepan Angel. Rasanya ciuman lembut Stefan semalam masih sangat terasa dibibirnya.
“Aku berangkat yah..” Ujar Stefan pelan.
__ADS_1
“Ah iya... Hati hati.”
Hana gelagapan kemudian segera menyalimi Stefan. Hana benar benar gugup sekarang. Namun bersamaan dengan rasa gugup itu Hana juga merasa sangat bahagia. Bahagia yang sangat luar biasa namun terasa tidak biasa. Bahagia asing yang tiba tiba menyapa karena seorang Stefan Devandra yang hadir dalam kehidupan-nya.
Stefan tersenyum samar. Tiba tiba pertanyaan Angel yang menanyakan tentang kenapa Stefan tidak mencium kening Hana sebelum berangkat bekerja terngiang di telinga Stefan kembali. Hal itu membuat Stefan berpikir bahwa pertanyaan itu masuk akal juga. Seorang suami memang sudah seharusnya mencium kening istrinya sebelum berangkat bekerja.
Pelan pelan Stefan mendekatkan wajahnya pada wajah Hana. Hal itu membuat Hana semakin merasa gugup. Angel yang melihat itu tersenyum. Akhir akhir ini kedua orang tuanya memang mulai kompak. Apa lagi Stefan juga sedikit mulai mau menatapnya.
Cup
Napas Hana langsung tidak beraturan saat Stefan mengecup keningnya. Apa lagi pria itu tidak langsung melepaskan ciuman-nya. Stefan menciumnya dengan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya menjauhkan kembali wajahnya dari Hana.
“Istirahat ya.. Jangan capek capek. Aku kerja dulu.” Ujar Stefan kemudian melangkah menjauh dari Hana yang masih terdiam karena ciuman-nya.
Ketika hendak masuk kedalam mobilnya Stefan kembali menatap Hana. Stefan tersenyum tipis kemudian masuk kedalam mobilnya.
Angel bahkan berpikir kedua orang tuanya itu seperti dua tokoh dongeng yang selalu dibacakan sebelum tidur oleh Hana dan Sera sang oma.
Stefan melirik Angel yang duduk disamping kemudi. Pria itu tau Angel sedang menertawakan-nya dan Hana. Tapi Stefan tidak perduli. Stefan yakin Angel juga bahagia jika melihatnya bersama dengan Hana.
“Kita berangkat sekarang.” Ujar Stefan dingin.
“Yes daddy..” Angguk Angel semangat dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
Angel tidak menyangka hal indah itu benar benar terjadi. Angel memiliki keluarga yang lengkap. Angel memiliki mommy dan daddy yang begitu cantik juga tampan. Keduanya begitu serasi seperti raja dan ratu.
Angel merasa kehadiran Hana benar benar merubah hidupnya. Hana membuat Stefan mau menatapnya. Dan Angel sangat bahagia karena Tuhan mempertemukan Hana dengan daddy nya, Stefan.
__ADS_1
Sementara Hana, wanita itu tersenyum malu malu menatap mobil Stefan yang mulai melaju meninggalkan kediaman-nya. Stefan kembali menciumnya pagi ini.
Hana menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Saat itulah Hana sadar bahwa disana banyak pasang mata yang menatapnya. Hana yakin mereka semua juga pasti melihat saat Stefan menciumnya. Para body guard dan pelayan itu bahkan masih menatap Hana seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Tuan mereka mencium seorang wanita di tempat terbuka tanpa sedikitpun merasa ragu ataupun malu. Meskipun wanita itu adalah Hana, istrinya sendiri namun apa yang mereka lihat tetap saja adalah hal yang sangat luar biasa. Apa lagi mereka juga selalu melihat bagaimana dingin-nya seorang Stefan Devandra pada semua orang yang ada didekatnya.
“Ya Tuhan.. Aku pikir tadi hanya ada aku dan Stefan saja..” Batin Hana.
Karena merasa malu menjadi pusat perhatian pada body guard dan pelayan yang berada disana, Hana pun langsung berlari masuk kedalam rumah. Stefan begitu sangat terang terangan menciumnya didepan banyak orang.
“Kita nggak salah lihat kan tadi? Tuan mencium nyonya?” Tanya salah satu pelayan yang juga melihat Stefan mencium kening Hana.
“Ya ampun.. Coba yang berada di posisi nyonya itu aku...”
Ya, bukan rahasia lagi memang jika Stefan juga adalah idola untuk para pelayan-nya. Namun meskipun begitu para pelayan-nya juga tau diri dan tetap bersikap hormat pada siapapun orang Stefan termasuk Hana. Mereka hanya sekedar mengagumi sosok tampan Stefan saja, bukan ingin memiliki karena mereka sendiri juga sadar siapa mereka dan siapa Stefan.
“Hush.. Kalau mimpi jangan ketinggian.” Ujar pelayan lain-nya menyadarkan.
Segerombol pelayan itu kemudian tertawa. Mereka juga tau bagaimana Stefan yang dulu. Dan mereka ikut bahagia melihat tuan-nya mulai kembali membuka hatinya untuk wanita lain setelah meninggalnya Lusi, mendiang istri pertamanya.
“Nyonya Hana memang perempuan beruntung juga baik. Tuan pasti sangat mencintainya.”
“Tentu saja. Kalau tidak cinta mana mungkin tuan mau menikahi nyonya Hana.”
“Sudah sudah, jangan ngerumpi. Cepet selesaikan pekerjaan kalian. Kita harus ke pasar untuk belanja setelah ini. Jangan sampai membuat tuan marah nanti.” Tegur seorang kepala pelayan yang memang jauh lebih tua dari yang lain-nya.
Mendengar teguran itu, segerombol pelayan tersebut langsung kembali mengerjakan tugasnya masing masing tidak ingin terkena kemarahan atasan mereka.
__ADS_1