ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 70


__ADS_3

Semakin hari Stefan semakin terbuka pada Hana. Meski memang sikap dingin dan wajah datarnya tetap melekat pada dirinya, namun Stefan sering membuat Hana tersipu dengan kejutan kejutan kecil yang hampir setiap pagi Hana dapatkan. Mencium kening Hana bahkan sepertinya sudah menjadi hal yang wajib bagi Stefan sebelum Stefan berangkat bekerja di pagi hari.


Namun itu bukan berarti Stefan berhenti mengurusi tentang Alan. Pria itu terus menanyakan kondisi Alan pada dokter Rania. Stefan tidak ingin lengah sedikitpun karena memang kehadiran Alan bisa menjadi ancaman untuk hubungan-nya dan Hana.


“Hana..” Panggil Stefan menatap Hana yang sedang menyisir rambut panjangnya didepan cermin.


“Ya.. Kenapa Stefan?” Saut Hana kemudian bertanya tanpa menoleh pada Stefan yang sedang duduk ditepi ranjang.


Stefan menghela napas. Pria itu sebenarnya tidak ingin membahas apapun tentang Alan. Stefan hanya ingin fokus dengan hubungan-nya bersama Hana.


Karena Stefan yang tidak kunjung bicara, Hana pun menoleh. Hana menggeleng pelan melihat Stefan yang malah terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Hana meletakan sisir yang di pegangnya kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah mendekat pada Stefan.


“Hh.. Dia malah ngelamun.” Sindir Hana begitu berdiri tepat didepan Stefan.


Stefan tersenyum samar kemudian menatap Hana yang berada tepat didepan-nya. Sesaat Stefan memperhatikan penampilan istrinya. Hana selalu terlihat sederhana namun begitu menarik di matanya. Stefan akui dirinya tidak pernah memperhatikan wanita manapun sedetail dirinya memperhatikan Hana.


“Hana, apa kamu tidak ingin menjenguk Alan?” Tanya Stefan membuat Hana menghela napas.


“Yang penting dia baik baik saja lah. Aku kan sekarang sudah tidak sebebas dulu. Aku ini istri kamu. Dan aku nggak mau kamu salah paham kalau aku terus dekat dengan Alan. Meskipun dia memang baik. Dan dia adalah sahabat baik aku. Tapi kan kamu suami aku. Aku harus lebih perduli dan patuh sama kamu.”


Jawaban Hana membuat Stefan tersenyum. Stefan merasa senang mendengar apa yang Hana katakan.


Stefan meraih pinggang Hana agar tidak ada jarak lagi antara mereka berdua. Pria itu mendongak karena posisi wajahnya yang berada tepat didepan dada Hana.


“Baguslah kalau kamu sudah paham dan sadar dengan status dan posisi kamu Hana.” Ujar Stefan pelan.


Hana tersenyum. Rasa gugup dan kikuk itu perlahan mulai berkurang meskipun Stefan memeluknya seperti sekarang. Namun Hana masih merasa malu jika Stefan menciumnya. Hana juga masih merasa sangat gugup jika wajah Stefan berada sangat dekat dengan wajahnya. Dan sejauh ini mereka berdua masih belum benar benar melakukan apa yang di lakukan oleh pasangan suami istri.


Hana sering bertanya tanya kenapa Stefan tidak melakukan itu padanya. Tapi kemudian Hana menjawabnya sendiri. Hana berpikir mungkin Stefan tau perasaan-nya dan tidak mau memaksa Hana untuk melayaninya.


“Hana..” Panggil Stefan pelan.

__ADS_1


“Ya...” Saut Hana menatap tepat pada kedua bola mata coklat bening suaminya itu.


Hana tidak pernah bermimpi atau ber angan angan akan mempunyai suami seperti Stefan. Pria tampan berdarah campuran dengan kekayaan yang Hana sendiri tidak tau seberapa kayanya. Pria yang sangat dingin namun mempunyai sisi lembut yang tentu tidak semua orang bisa tau. Dan Hana merasa sangat beruntung karena bisa melihat sendiri sisi lembut dari seorang Stefan Devandra.


“Cium aku..” Pinta Stefan membuat kedua mata Hana melebar sesaat.


Hana memang mulai terbiasa dengan sentuhan pria itu. Tapi jika harus mencium Stefan, itu masih belum terbiasa.


“Kenapa?” Tanya Stefan karena Hana yang terdiam.


“Eh emmm.. Enggak, nggak papa.” Jawab Hana gagap.


“Ya udah ayo cepetan cium.” Perintah Stefan dengan wajah datarnya.


Hana kebingungan harus mencium Stefan di bagian mana. Meskipun Hana pernah mencium pipi Stefan tapi Hana masih tetap merasa sangat asing jika Stefan yang meminta ciuman darinya.


“Eemm.. Itu Stefan aku.. Aku..” Hana berusaha mencari alasan karena permintaan Stefan. Hana malu jika harus mencium pria itu lebih dulu. Meskipun Stefan memang suaminya dan Hana sudah mencintainya tapi mencium Stefan tetap adalah sesuatu yang sangat sangat tidak biasa baginya.


Kedua mata Hana membulat mendengarnya. Stefan selalu saja seperti itu.


“Kaget lagi?” Tanya Stefan dengan nada kesal.


Hana tersenyum kikuk. Stefan bahkan sudah hapal dengan ekspresinya.


Kesal karena Hana yang tidak kunjung menuruti permintaan-nya. Stefan pun mengangkat tubuh Hana dan mendudukan Hana di pangkuan-nya.


“Udah jelek, tukang ngelamun, telmi, bawel lagi.” Kata Stefan dengan wajah kesalnya.


Hana mengerucutkan bibirnya.


“Eh Stefan denger ya.. Kata orang bijak jodoh itu cerminan dari diri kita sendiri. Jadi kalau aku jelek, terus aku bawel dan sebagainya seperti yang kamu bilang tadi berarti kamu juga begitu.” Balas Hana tidak mau dikatakan jelek sendiri.

__ADS_1


Stefan tersenyum geli.


“Iya deh nggak papa aku jelek dan sebagainya. Yang penting aku jodoh sama kamu.”


Hana tersenyum malu malu mendengarnya. Hana kemudian menyenderkan kepalanya di bahu tegap Stefan yang memeluk mesra perut ratanya.


Stefan menghela napas lagi. Pria itu kemudian mencium puncak kepala Hana. Hana adalah wanita langka menurut Stefan. Hana berani mengatakan apapun yang menurutnya benar tentang Stefan tanpa sedikitpun menutup nutupi agar terlihat baik. Hana bahkan berani mengatakan segala kejelekan Stefan secara langsung tanpa merasa takut sedikitpun. Sepanjang yang Stefan tau Hana tidak pernah berakting agar terlihat manis. Hana selalu bersikap apa adanya yang membuat Stefan merasa Hana memang wanita yang harus dia pertahankan agar selalu berada di sisinya.


Terlepas dari semua yang Stefan sembunyikan tentang peristiwa malam itu Stefan berharap Hana bisa mengerti dan memahami alasan-nya. Mungkin Hana memang akan sangat marah padanya nanti. Tapi Stefan yakin Hana tidak akan begitu saja meninggalkan-nya karena Stefan juga tau Hana sudah mencintainya.


“Sudah malam, lebih baik sekarang kita istirahat.” Ujar Stefan kemudian bangkit dengan Hana yang berada di gendongan-nya.


Stefan membaringkan tubuh Hana diatas ranjang kemudian ikut naik dan berbaring disamping Hana. Mereka berbaring bersama dengan posisi saling berhadapan dan begitu dekat. Tidak ada lagi jarak memang diantara keduanya sejak pernyataan cinta malam itu.


“Stefan..” Panggil Hana pelan.


“Hem..” Saut Stefan terus menatap Hana.


Hana terdiam sesaat. Meski Hana sendiri sudah meyakini jawaban dari pertanyaan-nya tentang Stefan yang sampai sekarang tidak meminta haknya tapi Hana tiba tiba merasa penasaran dengan jawaban Stefan jika dirinya bertanya secara langsung.


“Boleh tidak aku tau kenapa kamu tidak pernah meminta aku melayani kamu layaknya seorang istri disini?” Tanya Hana membuat Stefan mengeryit.


Stefan kemudian meraih kembali pinggang Hana mengusapnya dengan sangat lembut.


“Memangnya kamu sudah siap?” Tanya Stefan menatap Hana lembut.


Hana terdiam. Siap atau tidak jika memang Stefan memintanya Hana tentu akan memberikan-nya. Karena Hana sadar akan kewajiban-nya sebagai seorang istri.


“Ngelamun mulu. Sudah lebih baik sekarang kita tidur. Aku akan memintanya nanti kalau memang kamu sudah benar benar siap.”


Stefan kemudian merengkuh tubuh Hana kedalam dekapan-nya.

__ADS_1


Hana tersenyum dalam dekapan hangat Stefan. Wanita itu merasa sangat di istimewakan oleh Stefan. Stefan begitu pengertian dan tidak mau memaksanya.


__ADS_2