ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 251


__ADS_3

Stefan menemui Boby yang ternyata sudah berada di ruang tamu menunggunya. Pria itu mendudukan dirinya di sofa tunggal yang berhadapan dengan sofa panjang yang di duduki Boby.


“Ada apa Boby?” Tanya Stefan menatap Boby datar.


Boby menatap Stefan kemudian menghela napas.


“Maaf kalau saya lancang tuan, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba tiba anda menyuruh Rico untuk datang ke perusahaan saya kemudian menghentikan secara sepihak kontrak kerja sama kita yang sedang berlangsung. Saya yakin anda tau saya banyak mengalami kerugian jika kerja sama yang sudah lama kita rencanakan harus di batalkan begitu saja tuan.” Ujar Boby sepelan dan se sopan mungkin pada Stefan.


Stefan tersenyum samar mendengar apa yang Boby katakan padanya. Sejujurnya Stefan juga tidak ingin melakukan-nya. Stefan tidak ingin merugikan orang lain. Tapi Stefan juga tidak bisa membiarkan Williana bersikap seolah Stefan tidak berani berbuat tegas padanya.


“Saya akan mengganti semua kerugian kamu Boby.”


Boby menggelengkan kepalanya.


“Bukan, bukan itu yang saya inginkan tuan. Saya hanya ingin kerja sama kita tetap berjalan lancar.”


Stefan diam sesaat. Sebenarnya Stefan juga malas menceritakan apa yang Williana lakukan siang tadi. Tapi karena Stefan juga tidak ingin Boby menyalah artikan maksudnya, Stefan pun memilih untuk menjelaskan alasan-nya menghentikan sepihak kontrak kerja sama yang sedang berlangsung tanpa sedikitpun memikirkan kerugian yang akan Stefan alami sendiri.


Dan setelah mendengar alasan Stefan, Boby pun murka. Pria itu langsung pamit pada Stefan dan bermaksud untuk menyambangi kediaman Williana. Boby juga menolak tawaran Stefan untuk Stefan mengganti semua kerugian perusahaan-nya. Karena Boby tau siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kerja sama yang urung di teruskan itu.


“Jadi kamu membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan Boby dan Williana?”


Stefan menoleh. Pria itu menatap Sera yang entah sejak kapan sudah berdiri tidak jauh darinya. Sera bahkan mendengar pembicaraan-nya dengan Boby.


Pelan pelan Sera melangkah menghampiri Stefan kemudian berhenti ketika sampai di samping sofa tempat Stefan duduk.


“Kenapa nak?” Tanya Sera lagi.


Stefan diam sesaat. Itu artinya Sera belum lama muncul diruang tamu karena tidak tau alasan yang sudah Stefan jelaskan pada Boby tadi.

__ADS_1


“Katakan sama mamah Stefan.” Desak Sera kemudian.


Stefan menghela napas pelan. Stefan sadar Williana adalah wanita yang harus benar benar dia hindari apapun alasan-nya. Stefan berpikir Williana biasa saja menjadi duri dalam rumah tangganya jika terus di biarkan bersikap seenaknya.


“Bagi aku kenyamanan dalam bekerja sama itu adalah faktor yang paling utama mah. Karena dengan begitu aku bisa melakukan pekerjaanku dengan baik.”


“Memangnya kenapa kamu tidak nyaman? Apa karena Williana yang selalu berusaha mendekati kamu?”


Diam diam Hana mendengarkan pembicaraan Stefan dan Sera. Wanita itu sebenarnya tidak bermaksud menguping. Hanya saja saat Hana hendak mendekat, Hana tidak sengaja mendengar apa yang sedang mereka berdua bicarakan. Dan mendengar nama Williana disebut entah kenapa rasa penasaran Hana menjadi semakin besar.


Williana, wanita itu adalah wanita yang sejak awal bertemu berhasil membuat Hana selalu merasa kesal. Apa lagi Williana juga selalu berusaha menarik perhatian Stefan tanpa sedikitpun perduli dengan status Stefan yang adalah suaminya.


“Aku yakin mamah tau sendiri bagaimana Williana. Aku nggak mau ada masalah dalam rumah tanggaku dan Hana mah. Dan aku pikir kerugian uang yang tidak seberapa itu tidak masalah asalkan keluargaku tetap harmonis.” Jawab Stefan yang enggan mengatakan terlalu panjang alasan-nya pada Sera.


Sera tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya mengerti dengan maksud putranya. Wanita itu mengusap usap lembut bahu tegap Stefan. Sera semakin merasa bangga pada Stefan yang begitu sangat mementingkan keharmonisan keluarganya.


“Mamah mengerti. Lebih baik sekarang kita makan malam. Angel dan Hana sudah menunggu di meja makan.” Ujar Sera yang langsung di angguki oleh Stefan.


Hana yang sedang tersenyum mendengar apa yang Stefan katakan pada Sera, buru buru membalikan tubuhnya berlalu dari tempatnya mendengarkan pembicaraan suami dan mamah mertuanya yang hendak menuju meja makan. Namun karena terlalu terburu buru saat Hana hendak berlalu, kaki Theo yang berada di gendongan-nya tidak sengaja terbentur lemari kecil yang ada disana. Hal itu membuat Theo yang sedang menyusu langsung menangis begitu nyaring karena merasa terusik akibat benturan pelan kakinya pada lemari kecil yang ada disamping Hana.


“Ya Tuhan..” Hana langsung panik juga merasa bersalah saat Theo menangis.


Stefan dan Sera yang mendengar suara tangisan Theo buru buru mencari sumber suaranya. Mereka berdua mengeryit melihat Hana yang berada dibalik tembok disamping lemari kecil yang ada disana.


“Kenapa Theo menangis Hana?” Tanya Stefan dengan raut penuh ke khawatiran.


Sera yang berada diantara mereka hanya diam saja sambil mengusap usap kaki Theo berusaha membantu Hana untuk menenangkan bayi tampan itu yang terus menangis.


Sementara Stefan, pria itu semakin khawatir namun juga bingung melihat Theo yang menolak saat Hana menyodorkan asi padanya.

__ADS_1


“Hana, ada apa sebenarnya? kenapa Theo tidak mau menyusu?”


Hana semakin terlihat panik. Tidak mungkin rasanya jika Hana mengatakan dengan jujur bahwa kaki Theo terbentur lemari saat Hana hendak berlalu karena terburu buru tidak ingin Stefan dan Sera memergokinya sedang mendengarkan pembicaraan keduanya meskipun itu tidak dengan sengaja Hana lakukan.


“Eemm.. Anu.. Itu tadi.. Tadi..”


Stefan menyipitkan kedua matanya menatap Hana yang terbata bata tidak bisa menjawab pertanyaan-nya dengan jelas.


Merasa kasihan pada putranya yang terus menangis, Stefan pun memilih untuk mengambil alih Theo dari gendongan Hana berharap putranya bisa tenang begitu berada di gendongan-nya.


“Sh sh sh.. Daddy is here..” Bisik Stefan pada Theo yang perlahan akhirnya diam dan tenang dalam gendongan Stefan.


Sera tersenyum. Theo bisa langsung tenang begitu Stefan menggendongnya.


Sementara Hana, wanita itu semakin merasa gugup takut Stefan akan menanyakan padanya sedang apa dirinya disana.


“Kamu tau Hana, disetiap sudut rumah ini ada CCTV. Kalau kamu tidak mau menjawabnya dengan jelas, Aku bisa mencari tau sendiri lewat rekaman CCTV.” Ujar Stefan dengan tegas. Bukan bermaksud mengancam atau menekan istrinya sendiri, Stefan hanya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi sehingga Theo menangis dan menolak di susui. Sementara Hana terlihat kebingungan dan tidak bisa menjawab dengan jelas saat Stefan bertanya.


Sera hanya menggelengkan kepalanya kemudian memilih berlalu tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga putra juga menantunya.


Setelah Sera berlalu, Hana menghela napas.


“Tadi kaki Theo enggak sengaja terbentur lemari ini Stefan.” Jawab Hana pelan kemudian.


“Apa?” Stefan mendelik mendengarnya. Pria itu kemudian langsung mengecek kaki putranya takut kaki kecil itu terluka atau mengalami kemerahan yang akhirnya akan menjadi lebam.


Sedang Hana, dia hanya bisa mengerucutkan bibirnya melihat Stefan yang begitu sangat over.


Setelah mengecek kaki Theo yang ternyata baik baik saja Stefan pun merasa tenang. Pria itu kemudian menatap Hana dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


“Ya sudah, ayo kita makan malam.” Ajak Stefan kemudian.


Hana hanya bisa menganggukkan kepalanya dan pasrah saat Stefan menuntun-nya menuju meja makan dengan Theo yang berada di gendongan-nya.


__ADS_2