
Pagi ini Stefan, Hana, juga Angel mengantar Sera yang akan pergi ke Amerika ke bandara.
“Oma jangan lama lama ya di Amerika, nanti Angel kangen..” Rengek Angel menatap Sera dengan pandangan memelas.
Sera tersenyum mendengarnya. Wanita cantik dengan rambut sebahu itu membelai lembut pipi cucu kesayangan-nya. Sera sebenarnya merasa sangat berat meninggalkan Angel. Tapi Sera juga tidak bisa mengajak Angel. Sera yakin Angel akan baik baik saja karena ada Hana yang akan menjaganya dengan baik.
“Oma nggak janji sayang.. Tapi oma akan usahain pulang secepatnya untuk Angel.”
Mendengar itu Angel langsung berhambur memeluk omanya. Angel memang tidak bisa jauh dari Sera sejak kecil. Bahkan Angel lebih pantas menjadi anak Sera dari pada menjadi cucunya. Karena bahkan Stefan yang sebagai daddy nya saja tidak pernah perduli pada gadis kecil itu.
“Angel baik baik ya dirumah. Jangan nakal dan harus nurut sama mommy sama daddy. Oke?”
Sera tersenyum sambil mengusap lembut puncak kepala cucunya. Wanita itu berharap dengan dirinya menyingkir sesaat itu bisa membuat Stefan perduli pada putrinya sendiri.
“Ya oma..”
Hana hanya bisa tersenyum menatap Sera dan Angel yang berpelukan dikursi belakang. Hana ikut merasa sedih karena Angel dan Sera akan berjauhan. Sementara Hana sendiri juga tau seberapa dekat Sera dan Angel. Mereka berdua selalu bersama kemana mana karena Angel yang selalu ingin ikut jika Sera pergi. Tapi kali ini Sera akan pergi tanpa Angel.
Hana melirik Stefan yang terus saja fokus dengan kemudinya. Pria itu benar benar tidak perduli bahkan pada putrinya sendiri.
Hana menghela napas pelan. Hana tidak bisa berpikir sekarang. Stefan sangat susah di bujuk jika sudah menyangkut tentang Angel. Pria itu seperti sengaja menutup diri pada putrinya sendiri.
“Stefan.. Aku percaya kamu tidak seperti apa yang orang orang katakan. Aku juga percaya kamu sebenarnya sayang pada Angel.” Batin Hana menatap jalanan yang sedang dilewatinya.
Hana merasa sedih setiap mengingat hubungan Angel dan Stefan yang tidak seperti hubungan anak dan ayah. Mereka berdua seperti memiliki tembok pembatas ditengah tengahnya dimana tembok itu memang sengaja dibangun oleh Stefan setinggi mungkin agar Angel tidak bisa memanjatnya.
Tidak lama kemudian mereka sampai dibandara. Angel terus saja menggandeng tangan Sera selama berada dibandara hingga akhirnya pengumuman pesawat yang akan di tumpangi Sera akan segera terbang ke tempat tujuan memisahkan keduanya. Sera sempat menitikkan air mata menatap wajah cantik Angel.
“Hana, Stefan.. Tolong jaga Angel yah..” Senyum Sera menatap Stefan dan Hana bergantian.
Hana menganggukkan kepala dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Sementara Stefan, pria itu hanya tersenyum samar tanpa mengangguk untuk menjawab permintaan mamahnya.
Dengan langkah berat Sera menjauh dari cucunya. Wanita itu sempat menoleh untuk melambaikan tangan pada Angel sebelum akhirnya masuk ke bandara.
__ADS_1
Hana yang melihat itu merasa sangat tersentuh. Jelas sekali Angel dan Sera memang tidak bisa di pisahkan.
“Angel.. Kita berangkat ke sekolah sekarang yuk? Nanti Angel terlambat loh..”
Ucapan Hana berhasil menarik perhatian gadis kecil itu. Angel tersenyum kecil kemudian menganggukan kepala mengiyakan apa yang Hana katakan.
Mereka bertiga kemudian berlalu dari bandara untuk segera menuju sekolah Angel.
Di dalam mobil saat menuju sekolahnya Angel terus saja diam. Tatapan gadis kecil itu terlihat murung menandakan gadis itu sedang tidak baik baik saja sekarang.
“Eemm.. Hana, bagaimana kalau setelah pulang sekolah nanti kita jalan jalan. Sama daddy juga. Mau nggak?”
Sekali lagi Hana berusaha menarik perhatian Angel dan cara itu langsung berhasil. Tapi bukan hanya Angel saja yang menatapnya kali ini. Tapi juga Stefan.
“Beneran mommy?” Tanya Angel langsung antusias. Pergi bersama Stefan adalah suatu yang selalu Angel nantikan. Apa lagi jika bisa jalan jalan bersama Hana juga.
“Iya dong.. Ya kan daddy?” Senyum Hana menjawab pertanyaan antusias Angel kemudian melirik Stefan yang tetap berusaha tenang dan fokus dengan kemudinya.
Sesampainya didepan sekolahan Angel, Hana turun dari mobil begitu juga dengan Angel. Namun tidak dengan Stefan. Pria itu tetap berada didalam mobil dan duduk tenang dikursi kemudi.
“Hana sekolah dulu ya mommy..” Senyum Angel mendongak menatap Hana.
“Iya sayang.. Belajar yang pinter ya.. Nanti mommy sama daddy lagi yang jemput pulangnya.”
“Beneran mommy?”
Angel bertanya dengan sangat antusias. Pasalnya setiap pulang sekolah Stefan tidak pernah menjemputnya dan selalu Rico yang menjemput.
“Iya dong..” Jawab Hana terus mempertahankan senyuman dibibirnya.
“Tapi mommy, daddy...”
Ekspresi Angel mendadak berubah. Gadis kecil itu tau bagaimana daddy nya yang tidak pernah mau berada dekat lama lama dengan-nya.
__ADS_1
“Udah.. Nggak usah mikirin daddy.. Pokonya Angel belajar yang pinter. Mommy pastikan pulang sekolah nanti bukan om Rico yang jemput Angel. Tapi mommy sama daddy. Angel percayakan sama mommy?”
Angel menganggukkan kepalanya. Akhir akhir ini Angel memang beberapa kali bersama Stefan dan Angel. Dan itu adalah sesuatu yang tidak pernah Angel rasakan selama hidupnya.
“Ya sudah Angel masuk ya mommy..”
“Ya sayang...”
Setelah Angel menyaliminya, Hana mencium seluruh bagian wajah gadis kecil itu. Gadis kecil yang sudah benar benar Hana sayangi layaknya putrinya sendiri.
Hana melambaikan tangan-nya saat Angel menjauh untuk masuk ke dalam area sekolahnya. Setelah Angel tidak lagi terlihat oleh jangkauan pandangan-nya, Hana pun kembali masuk kedalam mobil Stefan.
“Apa maksud kamu mengatakan itu pada Angel Hana?” Tanya Stefan dingin.
Hana menghela napas dan berdecak pelan. Hana sudah menduga Stefan pasti akan marah padanya.
“Aku hanya ingin melihat seorang daddy yang menyayangi putrinya dengan benar. Itu saja.” Jawab Hana dengan tenang.
Stefan menoleh menatap Hana yang menatap lurus kedepan. Pria itu merasa sangat kesal pada Hana yang begitu lancang mengatur apa yang ingin dia lakukan dengan Angel dan Stefan. Stefan bahkan juga mendengar saat Hana menjanjikan pada Angel bahwa pulang sekolah nanti Stefan dan dirinya yang akan menjemputnya bukan Rico.
“Kamu jangan seenaknya padaku Hana. Aku tidak suka.”
Hana mengeryit menyipitkan kedua matanya kemudian menoleh menatap pada Stefan yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Dan sedikitpun Hana tidak merasa takut di tatap seperti itu oleh Stefan.
“Eh Stefan. Kamu pikir cuma kamu yang bisa berbuat seenaknya? Aku juga bisa. Dan perlu kamu ingat. Aku ini Hana Larasati. Aku istri kamu yang artinya adalah aku juga berhak untuk mengatur sesuatu yang baik untuk kamu juga Angel.”
Stefan mendelik. Hana begitu berani padanya.
“Sepertinya selama ini aku terlalu membebaskan kamu Hana.” Tekan Stefan.
“Terserah apa kamu bilang Stefan. Yang jelas pulang sekolah nanti kita berdua harus menjemput Angel dan setelah itu kita ajak Angel jalan jalan. Kalau kamu nggak mau, aku akan pergi dari rumah.” Tegas Hana mengancam.
Stefan berdecak. Hana berani mengancamnya.
__ADS_1