ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 71


__ADS_3

Hari ini Stefan begitu sibuk dengan aktivitasnya. Pria itu bahkan sampai mengabaikan ponselnya yang beberapa kali berdering karena Hana yang menelepon-nya. Stefan juga sampai tidak ada waktu untuk menjemput Angel disekolahnya sehingga harus menyuruh Rico untuk menjemput putri kecilnya itu.


“Om Rico..” Panggil Angel pada Rico yang sedang fokus dengan kemudinya.


“Ya nona..” Saut Rico menoleh sekilas pada Angel yang duduk disampingnya.


Gadis kecil itu memang lebih suka duduk didepan jika hanya berdua saja dengan siapapun yang menjemputnya dari pada harus duduk sendirian di kursi belakang.


“Jangan langsung pulang ya om. Angel pengin ke rumah mommy Lusi dulu.”


Rico mengeryit. Pria itu tau arti rumah yang dimaksud oleh putri dari bos besarnya itu.


“Tapi nona..”


“Om nggak usah takut kena marah daddy. Nanti biar Angel yang ngomong langsung sama daddy.” Sela gadis kecil itu tersenyum manis menatap Rico yang terus fokus dengan kemudinya.


Rico diam. Gadis kecil disampingnya lambat laun sepertinya mulai mengikuti cara Stefan saat berbicara. Angel suka menyela ucapan lawan bicaranya. Hanya saja Angel menggunakan senyuman manisnya sebagai senjata, bukan wajah datar dan suara dingin seperti Stefan.


“Baik nona. Tapi maaf sebelumnya, saya tidak bisa lama lama karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan.” Hela napas Rico.


“Thank's om..” Senang Angel karena Rico mau menuruti kemauan-nya untuk berziarah sebentar ke makam Lusi, mommy kandungnya.


Rico menambah kecepatan laju mobil yang sedang di kemudikan-nya kemudian memutar arah untuk menuju jalan ke makam Lusi. Pria itu sebenarnya sedang sangat sibuk. Namun Rico juga tidak mungkin menolak ke inginan Angel jika ingin berziarah ke makam Lusi. Karena Rico sendiri juga tumbuh besar tanpa figur seorang ibu. Rico hanya hidup berdua dengan ayahnya bahkan sampai sekarang.


Tidak lama kemudian mobil Rico sampai didepan pemakaman umum tempat Lusi juga disemayamkan. Pria itu segera turun dari mobilnya membukakan pintu mobil untuk Angel.

__ADS_1


“Terimakasih om..” Senyum manis Angel.


Rico hanya menganggukkan kepalanya pelan kemudian mempersilahkan untuk Angel lebih dulu melangkah sedang Rico sendiri melangkah di belakang gadis kecil itu sampai didepan makam Lusi.


“Hay mom... Angel datang..”


Angel tersenyum menatap nisan Lusi. Gadis kecil itu membelai nisan yang terbuat dari batu marmer itu pelan dan sangat hati hati. Rico yang melihat itu bisa menebak bahwa Angel sangat menyayangi Lusi, ibu kandung yang tidak pernah Angel lihat secara langsung selama hidupnya.


“Mom.. Angel sangat bahagia.. Daddy.. Sekarang daddy tidak lagi mengabaikan Angel. Daddy mau berbicara sama Angel meskipun hanya sedikit. Daddy juga jadi sering tersenyum. Dan itu berkat mommy Hana.. Angel merasa sangat beruntung karena mommy Hana hadir ditengah antara Angel, daddy, juga oma. Mommy Hana benar benar bisa membuat daddy perduli pada Angel mom..”


Rico menghela napas pelan mendengarnya. Rico juga sependapat dengan apa yang Angel katakan. Stefan memang banyak berubah setelah menikah dengan Hana.


“Angel benar benar merasa sangat bahagia mom.. Angel punya daddy yang ganteng juga mommy yang cantik dan baik hati. Mommy Hana sangat perhatian sama Angel. Bahkan setiap hari mommy Hana ikut mengantar Angel ke sekolah dengan daddy loh.. Mommy Hana hebat banget bisa membuat daddy berubah.”


Rico menundukkan kepalanya. Pria itu sebenarnya ragu jika Stefan memang sangat mencintai Lusi. Karena sejauh yang Rico tau Stefan tidak pernah sekalipun berziarah ke makam Lusi. Apa lagi Stefan juga bukan tipe orang yang mau repot. Jika memang Stefan hendak berziarah Rico pasti tau karena Stefan akan menyuruhnya untuk membeli bunga dan sebagainya.


“Sudah om. Ayo...” Ajak Angel yang melangkah lebih dulu dari Rico.


Rico hanya menurut saja. Pria itu menggiring gadis kecil yang selalu di amanatkan oleh Stefan kepadanya sebelum kehadiran Hana. Karena memang sejak kehadiran Hana Stefan sering mengantar jemput Angel sendiri.


---------


Stefan menatap Williana yang tiba tiba saja datang dan masuk begitu saja ke ruangan-nya. Wanita dengan dress sexy berwarna hitam itu bahkan langsung menyambutnya begitu Stefan masuk kedalam ruangan-nya setelah meeting.


“Ada apa Williana?” Tanya Stefan yang tidak tau dan tidak mengerti dengan kedatangan tiba tiba wanita itu.

__ADS_1


Williana tersenyum. Wanita itu sangat sibuk akhir akhir ini sehingga jarang bisa mendekati Stefan lagi. Dan Williana berpikir mumpung hari ini jadwalnya sedikit longgar dia menyempatkan diri untuk mendatangi Stefan.


“Tidak ada apa apa sebenarnya Stefan. Aku hanya ingin bertemu sama kamu saja. Rasanya sudah lama sekali kita tidak mengobrol berdua.”


Stefan berdecak kesal. Williana selalu mempunyai alasan untuk mengganggunya.


“Kalau memang tidak ada yang penting lebih baik sekarang kamu keluar Williana. Saya sedang sibuk dan sedang tidak mau di ganggu oleh siapapun.” Tegas Stefan mengusir Williana.


Williana tersenyum lagi. Wanita itu bangkit dari duduknya dikursi yang berada didepan meja kerja Stefan. Bukan Williana Atmaja namanya jika hanya karena digertak begitu saja oleh Stefan sudah mundur. Williana justru merasa semakin tertantang dengan sikap dingin Stefan. Wanita itu bahkan tidak perduli meskipun Stefan sudah memiliki Hana sebagai istrinya.


“Ayolah Stefan.. Kenapa kamu kaku sekali. Kita bisa bersantai sejenak sambil mengobrol. Yah mungkin membicarakan sesuatu yang menarik yang mungkin bahkan jauh lebih menarik dari kerja sama kita.” Ujar Williana mendekati Stefan dan duduk tepat dimeja didepan Stefan.


Stefan mengeryit. Pria itu menatap dari atas sampai bawah penampilan Williana. Dress hitam ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan belahan dada rendah yang membuat buah dadanya seakan ingin meloncat keluar dari tempatnya. Ditambah lagi dengan panjang dress tanpa lengan itu yang hanya sepaha.


Stefan menghela napas kemudian berdecak. Stefan bukan tidak normal. Tapi Stefan akui dirinya merasa jijik melihat penampilan terbuka wanita wanita yang berusaha menarik perhatian-nya.


“Kenapa Stefan?” Tanya Williana yang menganggap Stefan tertarik dengan penampilan-nya karena Stefan sempat memperhatikan-nya meskipun hanya sebentar.


“Williana, kamu adalah perempuan terhormat. Jadi bersikaplah selayaknya.” Ujar Stefan menyenderkan punggungnya di sandaran kursi yang di dudukinya dengan santai. Sedikitpun Stefan tidak merasa tergoda dengan penampilan sexy Williana.


“Bagaimana kalau dua orang terhormat itu menjadi satu Stefan. Mungkin itu akan menjadi sangat hebat.” Senyum Williana mengusap lengan Stefan.


Stefan menatap jari jemari lentik Williana yang menyentuh lengan-nya. Meskipun tangan itu tidak menyentuhnya secara langsung kulitnya karena Stefan mengenakan jas namun Stefan tetap merasa tidak suka dengan apa yang Williana lakukan itu. Stefan sangat tidak suka jika ada seorang yang lancang menyentuhnya.


Saat Stefan hendak membuka mulutnya tiba tiba pintu ruangan-nya terbuka. Stefan terkejut melihat Hana yang berdiri disana dengan kedua mata membulat sempurna melihat Stefan bersama Williana.

__ADS_1


“Kalian !!”


__ADS_2