ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 252


__ADS_3

Malam ini Hana tidak bisa memejamkan kedua matanya karena siang tadi sudah tidur terlalu lama. Wanita itu terus menatap Stefan yang sudah terlelap dengan posisi menghadapnya.


Setelah makan malam Stefan memang memilih untuk langsung beristirahat tanpa lebih dulu berkutat dengan laptopnya. Pria itu benar benar merasa sangat lelah setelah hampir seharian beraktivitas.


Hana tersenyum menatap wajah tampan Stefan yang terlihat semakin tampan saat sedang terlelap. Hana merasa tidak pernah bosan sedikitpun melihat wajah tampan suaminya bahkan meskipun pria itu sedang memperlihatkan wajah tanpa ekspresinya.


“Aku tau wajahku memang tampan Hana. Tapi ini sudah malam. Lebih baik kamu tidur. Kamu bisa mengagumi ketampananku besok lagi.”


Kedua mata Hana membulat mendengar apa yang suaminya katakan. Padahal Stefan terlihat sudah sangat lelap tidurnya.


“Kok..”


“Aku Stefan Devandra Hana. Aku bisa tahu segala hal bahkan meskipun kedua mataku sedang tertutup.” Sela Stefan tenang kemudian membuka kedua matanya.


Hana berdecak. Suaminya benar benar sangat sombong dan percaya diri.


“Dasar sombong.” Ketus Hana yang langsung memutar tubuhnya memunggungi Stefan.


Stefan tersenyum merasa geli. Pria tampan itu kemudian memeluk mesra tubuh Hana dari belakang. Stefan juga mengusap lembut perut Hana yang terasa begitu empuk karena memang sudah tidak lagi kencang seperti dulu.


Namun usapan lembut Stefan di perutnya ternyata membuat Hana merasa risih karena tidak percaya diri dengan tubuhnya sendiri.


“Stefan..”


“Kenapa? Apa kamu merasa tidak nyaman dengan pelukanku?” Sela Stefan bertanya karena Hana yang berusaha melepaskan pelukan-nya.


Hana diam. Pelukan Stefan adalah pelukan ternyaman yang pernah Hana rasakan. Hanya saja Hana merasa risih dan tidak percaya diri dengan keadaan perutnya yang bergelambir dan tidak lagi kencang seperti dulu setelah operasi di Amerika.


“Kenapa diam sayang?” Bisik Stefan bertanya lagi.


Hana diam saja tidak tau harus menjawab apa. Dan tiba tiba perasaan minder itu kembali muncul dibenak Hana. Perasaan takut akan Stefan berpaling pada wanita lain karena Hana yang merasa tidak lagi cantik seperti dulu lagi.

__ADS_1


“Tidak.. Aku hanya mulai mengantuk Stefan.” Jawab Hana yang tidak ingin jujur pada Stefan tentang apa yang sedang dirasakan-nya sekarang.


“Kalau begitu tidurlah.” Kata Stefan kemudian.


Hana menghela napas pelan kemudian mencoba untuk memejamkan kedua matanya dan terus membiarkan Stefan memeluknya dari belakang.


Sementara Stefan, pria itu tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Hana sehingga Hana hendak melepaskan tangan-nya yang melingkar di perut Hana. Namun Stefan tidak ingin berpikiran buruk. Pria itu hanya berpikir mungkin Hana sedang merasa tidak nyaman dengan perutnya sendiri.


Stefan mengecup puncak kepala Hana kemudian mulai memejamkan kembali kedua matanya. Dan tidak lama kemudian Stefan benar benar terlelap dalam tidurnya. Namun tidak dengan Hana yang hanya memejamkan kedua matanya pura pura tidur saja.


Menjelang pagi Hana memutuskan untuk bangkit. Wanita itu melepaskan pelan pelan pelukan tangan Stefan di perutnya. Setelah terlepas, Hana pun turun dari ranjang kemudian melangkah menuju cermin besar dan berdiri disana.


Hana menghela napas menatap bentuk tubuhnya yang sudah jauh dari kata bagus. Penampilan yang sangat tidak menarik karena Hana setiap hari hanya mengenakan dress rumahan.


“Apa diam diam sebenarnya Stefan keberatan dengan penampilanku? Tapi dia tidak mau mengatakan-nya secara langsung sama aku?” Batin Hana mulai berpikir buruk sendiri.


Hana menyentuh perutnya. Dulu perutnya rata dan kencang seperti tidak ada lemak. Tapi sekarang perutnya sangat empuk dan bergelambir. Sangat jauh dari kata kencang.


Hana melirik Stefan yang masih terlelap damai diatas ranjang mereka. Suaminya itu begitu gagah, juga tampan. Postur tubuhnya yang tinggi tegap dengan bentuk tubuh yang begitu sempurna. Hana merasa dirinya tidak pantas jika berdiri sejajar dengan Stefan. Hana juga yakin orang orang pasti mencemoohnya karena bentuk tubuhnya yang tidak seperti istri istri orang kaya pada umumnya.


“Boleh aku tau apa sebenarnya yang sedang kamu pikirkan sayang?”


Hana terkejut ketika mendengar suara berat Stefan. Kedua mata Hana beberapa kali mengerjap ketika tiba tiba mendapati Stefan yang sudah terduduk diatas tempat tidur dan menatapnya.


Hana menelan ludah. Stefan selalu saja mengejutkan-nya. Pria itu sangat sulit di tebak.


Pelan pelan Stefan bangkit lalu turun dari ranjang kemudian mendekat pada Hana yang hanya diam menatapnya. Setelah sampai didepan Hana, Stefan menatap tepat pada kedua bola mata Hana.


“Katakan Hana. Katakan apa saja yang saat ini sedang mengganggu pikiran kamu.” Tuntut Stefan mendesak Hana.


Hana melengos. Sejujurnya Hana tidak ingin berpikiran buruk pada suaminya sendiri. Tapi karena merasa minder dengan penampilan-nya sendiri itu membuat pikiran pikiran buruk mulai menguasai Hana.

__ADS_1


“Aku tidak apa apa Stefan..” Jawabnya lirih.


“Jangan membohongiku Hana.” Tekan Stefan.


Hana memejamkan kedua matanya. Bagaimana mungkin Hana mengatakan bahwa dirinya sedang berpikiran buruk pada Stefan karena rasa minder akan bentuk tubuhnya sekarang.


“Baik. Baik kalau memang kamu ingin tau apa yang saat ini sedang aku pikirkan.” Ujar Hana dengan satu tarikan napas.


Hana kemudian menatap Stefan dengan air mata yang mulai menggenangi kelopak matanya.


Stefan mengeryit merasa aneh dengan sikap Hana yang tidak seperti biasanya itu. Hana terlihat menahan amarah yang menurut Stefan sangat tidak biasa itu.


Hana kemudian melepaskan dress yang dikenakan-nya di depan Stefan secara langsung. Wanita itu bahkan tidak sedikitpun merasa malu dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja di depan Stefan.


Sementara Stefan, kedua mata pria itu terlihat sedikit melebar melihat Hana melepas dress yang dikenakan-nya sekarang. Stefan tidak mengerti juga tidak paham kenapa tiba tiba Hana melepas dressnya.


“Kamu lihat sekarang Stefan? Tubuhku sudah tidak bagus lagi. Perutku bergelambir, badanku melebar, dadaku menurun dan tidak lagi kencang. Aku sudah tidak lagi terlihat menarik bukan? Aku tidak seperti wanita diluar sana yang sexy dan tetap cantik meskipun sudah mempunyai anak. Aku takut, aku takut kamu bosan dan merasa jenuh melihatku yang tidak menarik ini.. Aku..”


Cup


Ucapan Hana terhenti ketika Stefan tiba tiba menarik tubuhnya dan memeluknya kemudian membungkam bibir Hana dengan ciuman lembut dan mesranya.


Apa yang Stefan lakukan secara tiba tiba itu membuat air mata Hana menetes. Hana benar benar tidak bisa menahan dirinya karena rasa mindernya sendiri.


“Berhenti mengatakan hal konyol Hana. Aku tidak pernah mempermasalahkan bagaimanapun bentuk tubuh kamu sekarang. Karena yang aku tau kamu adalah istriku. Kamu adalah perempuan yang sangat aku cintai. Apa kamu mengerti?” Bisik Stefan kemudian kembali mencium bibir Hana membungkamnya agar Hana tidak lagi mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya.


Hana yang mendengar itu menangis terharu. Stefan benar benar menerima sepenuhnya bagaimanapun dirinya sekarang. Wanita itu bahkan hanya pasrah saat Stefan membopongnya dan membawanya ke ranjang kemudian membaringkan tubuhnya dengan lembut diatas tempat tidur berukuran besar milik mereka.


“Jangan mengatakan hal konyol seperti itu lagi sayang..” Bisik Stefan mengungkungi tubuh Hana kemudian kembali mencumbu Hana dengan sangat mesra.


Di pagi buta itu mereka kembali melakukan hubungan suami istri yang memang sudah lama tidak mereka lakukan sejak Theo lahir.

__ADS_1


__ADS_2