ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 119


__ADS_3

“Kita jemput Angel dulu?” Tanya Hana begitu Stefan masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi.


Stefan menoleh membalas tatapan Hana padanya. Pria itu tersenyum kemudian menggeleng pelan.


“Angel mamah yang jemput.” Jawabnya.


“Jadi kita cuma jalan jalan berdua?” Tanya Hana lagi.


Stefan menganggukkan kepalanya pelan kemudian mulai menghidupkan mesin mobilnya tanpa menyadari ekspresi Hana yang tiba tiba berubah sendu.


“Ya udah kalau begitu nggak usah jalan aja.” Ujar Hana sebal.


Stefan mengeryit kemudian menoleh lagi pada Hana yang sudah melipat kedua tangan-nya dibawah dada dengan ekspresi kesal.


“Kenapa?” Tanya Stefan tidak mengerti.


“Nggak !!” Ketus Hana menjawab.


Stefan menghela napas. Jika sudah seperti itu Stefan tau apa yang Hana inginkan. Hana pasti tidak ingin pergi jika Angel tidak ikut serta dengan-nya juga Stefan.


“Ya sudah, kita jemput Angel dulu setelah itu kita makan siang lalu jalan jalan.”


Stefan tidak punya pilihan lain selain mengalah. Padahal rencananya Stefan hanya mengajak Hana saja. Tapi Stefan tidak mungkin membiarkan mood istrinya jelek hanya karena Stefan tidak mengajak serta Angel bersama mereka.


“Beneran?” Tanya Hana dengan ekspresi yang langsung berbinar merasa senang karena Stefan mengerti dengan apa yang dirinya mau.


“Iya.. Yang penting kamu seneng.” Senyum Stefan menjawab.


“Makasih Stefan.. Aku sayang banget sama kamu.” Senang Hana memeluk lengan kekar Stefan.


Stefan menggelengkan kepalanya. Hana benar benar sangat kekanak kanakan. Hana marah jika permintaan-nya tidak di turuti namun bisa begitu langsung antusias jika semua yang dia mau di turuti oleh Stefan. Seperti sekarang contohnya.


Perlahan Stefan mulai melajukan mobilnya berlalu dari kediaman-nya. Dan sepanjang perjalanan, Hana terus memeluk lengan kekar Stefan dengan kepala bersender di bahu Stefan.

__ADS_1


Tidak ada obrolan apapun selama mereka dalam perjalanan. Hana yang menatap dalam diam jalanan di depan-nya sambil mengusap usap perut ratanya, dan Stefan yang terus fokus dengan kemudinya hingga suara deringan ponsel dalam saku celana Stefan membuat Hana mengangkat kepalanya dan melepaskan pelukan-nya di lengan kekar Stefan.


“Sebentar, aku angkat telepon dulu.” Ujar Stefan sambil menepikan mobilnya.


Hana hanya menganggukkan kepalanya. Wanita itu memilih menatap ke sekitar jalanan tersebut saat Stefan mengangkat telepon.


Sedangkan Stefan, pria tampan itu mengeryit bingung melihat nama kontak guru yang mengajar Angel. Stefan merasa aneh karena tidak biasanya guru Angel menghubunginya.


“Halo...”


“Halo tuan.. Ya Tuhan tuan, kami dari pihak sekolah sangat meminta maaf atas apa yang terjadi. Tapi kami benar benar sudah menjaga Angel dengan benar tuan.. Kami..”


“Tolong tidak usah banyak basa basi. Katakan ada apa? Apa yang terjadi pada Angel?!” Bentak Stefan yang sudah mulai merasa tidak enak karena apa yang di katakan oleh miss Dora, guru yang mengajar Angel.


Ucapan bernada tinggi Stefan berhasil membuat Hana menoleh padanya. Hana mengeryit karena Stefan yang tiba tiba marah pada seseorang yang menelepon-nya.


“Stef, kamu kenapa?” Tanya Hana bingung juga penasaran.


Stefan tidak menjawab. Pria itu hanya menatap sebentar pada Hana.


“Apa?!”


Kedua mata Stefan membulat mendengarnya. Rahang pria itu mengeras mendengar apa yang miss Dora katakan dengan terbata bata. Selama ini Stefan selalu memastikan gadis kecil itu aman dan baik baik saja meskipun Stefan selalu abai padanya. Dan sekarang saat Stefan sudah benar benar perduli dan menyayanginya, gadis itu mengalami kecelakaan di sekolahnya.


“Berikan saya alamat rumah sakitnya sekarang juga.” Tegas Stefan kemudian langsung menutup sambungan telepon tersebut.


Stefan bersumpah akan menuntut pihak sekolah Angel jika sampai sesuatu yang buruk menimpa gadis kecil itu. Karena apapun alasan-nya keselamatan Angel saat berada di lingkungan sekolah sudah menjadi tanggung jawab pihak sekolah tersebut.


“Stefan ada apa? Kenapa dengan Angel? dan kenapa kamu marah marah?” Tanya Hana dengan perasaan khawatir menatap Stefan.


Stefan menghela napas mencoba meredam emosi yang sedang menguasai hati dan pikiran-nya saat ini. Stefan tidak ingin Hana sampai menjadi sasaran kemarahan-nya sekarang.


Stefan meraih tangan Hana menggenggamnya dengan lembut berharap wanitanya bisa mengerti kalau mereka tidak jadi jalan jalan.

__ADS_1


“Aku minta maaf Hana, sepertinya jalan jalan-nya kita tunda dulu. Sesuatu terjadi pada Angel dan kita harus kerumah sakit sekarang.” Ujar Stefan pelan.


Hana terkejut mendengar apa yang Stefan katakan. Mulut Hana bahkan sampai terbuka saking terkejutnya.


“Apa?” Lirih Hana.


“Miss Dora bilang Angel jatuh dari tangga saat sedang berlari. Kita harus kerumah sakit sekarang. Jadi kita tidak bisa jalan jalan sekarang sayang..” Lanjut Stefan pelan.


Hana langsung melepaskan genggaman tangan Stefan. Wanita itu menangis mendengar Angel mengalami kecelakaan di sekolah. Angel memang bukan putri kandungnya juga Stefan. Tapi Hana sudah benar benar menyayangi Angel dan menganggap gadis kecil itu seperti anak kandungnya sendiri.


“Kita harus kerumah sakit sekarang Stefan. Ayo..” Ajak Hana dengan suara bergetar karena menangis.


Stefan yang tidak ingin melihat Hana menangis segera mengusap air mata yang membasahi pipi Hana. Pria itu juga mencium kening Hana mencoba untuk menenangkan istrinya.


“Kita harus tenang.. Angel pasti akan baik baik saja. Dia anak yang kuat sayang.. Aku yakin itu.”


Hana menganggukkan kepalanya dengan air mata yang kembali menetes membasahi kedua pipinya. Wanita itu benar benar takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada Angel.


“Kita kerumah sakit sekarang. Tapi kamu harus tenang..” Lirih Stefan menatap Hana serius.


Hana hanya bisa mengangguk lagi sebagai balasan. Wanita itu benar benar tidak bisa tenang sebelum melihat sendiri bagaimana keadaan Angel sekarang.


Stefan kembali melajukan mobilnya. Pria itu memutar arah menuju rumah sakit tempat Angel sekarang berada. Pria itu sebenarnya sedang berusaha mati matian untuk tetap tenang karena keadaan Angel yang belum dia tau bagaimana dirumah sakit. Stefan juga sedang berpikir bagaimana jika Sera tau tentang Angel sekarang. Sera pasti akan sangat khawatir.


Hana terus meneteskan air matanya selama dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat Angel berada sekarang. Sedikitpun Hana tidak pernah berpikir Angel akan mengalami kecelakaan seperti sekarang.


“Ayo Stefan.. Lebih cepat lagi..” Pinta Hana sambil terisak menangisi Angel.


“Tenang sayang.. Angel tidak akan kenapa napa. Dia akan baik baik saja.”


Meskipun dirinya sendiri sedang tidak tenang memikirkan keadaan Angel, Stefan tetap berusaha untuk menenangkan istrinya. Stefan tau Hana memang sangat menyayangi Angel sejak dulu bahkan sejak pertama kali bertemu dengan Angel.


“Bagaimana aku bisa tenang Stefan, Angel kecelakaan disekolah dan sampai masuk rumah sakit.” Marah Hana dengan nada sedikit meninggi.

__ADS_1


Stefan tidak bisa menjawab. Stefan paham bagaimana perasaan Hana sekarang karena sebenarnya Stefan juga merasakan apa yang Hana rasakan.


__ADS_2