ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 186


__ADS_3

Hana hanya bisa diam saja saat Stefan harus kembali pergi untuk menyelidiki semua yang terjadi pada Gabriel. Wanita itu hanya bisa berdo'a pada Tuhan agar Stefan bisa menyelesaikan semuanya tanpa harus ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.


Hana bukan meragukan kemampuan dan kepintaran suaminya. Hanya saja sebagai seorang wanita Hana tidak bisa merasa tenang ketika tau suaminya akan melakukan sesuatu yang membahayakan. Apa lagi mengingat Gabriel yang sampai terluka begitu parah.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Stefan yang sedang mengenakan jaket hitamnya menoleh begitu juga dengan Hana yang duduk sendiri di sofa seberang ranjang.


“Em, Hana, biar aku yang membukanya.” Cegah Stefan saat Hana hendak bangkit dari duduknya.


“Hem ya..” Angguk Hana menjawab dengan pelan.


Hana menunduk menatap perutnya yang buncit. Janin dalam kandungan-nya terus saja bergerak begitu aktif seperti tau bagaimana perasaan Hana sekarang yang sedang mengkhawatirkan Stefan.


“Tenang ya sayang.. Kita berdo'a saja untuk daddy agar semuanya lancar dan daddy tidak kenapa kenapa.” Gumam Hana lirih.


Sebelum keluar dari kamar hotelnya dan Hana, Stefan lebih dulu menghubungi Jane untuk segera naik. Stefan juga menyuruh agar Jane menghubungi teman-nya yang lain untuk berjaga jaga di lobi sementara Jane bersama dengan Hana didalam kamar.


“Kamu harus janji sama aku Stefan, kamu harus hati hati dan segera kembali dengan baik baik saja.” Ujar Hana ketika Stefan pamit padanya untuk segera pergi.


Stefan tersenyum dan menganggukkan kepalanya menjawab. Pria itu sangat yakin dirinya bisa menguak semua kejanggalan yang terjadi pada Gabriel. Apa lagi Stefan juga sudah menetapkan satu orang sebagai objek penyelidikan-nya yaitu Michele, teman dekat Selena.


Stefan meraih tangan Hana dan menggenggamnya lembut. Pria itu mengangkat tangan Hana dan mencium punggung tangan wanitanya itu penuh cinta.


“Aku janji Hana, aku akan baik baik saja untuk kamu dan anak anak kita. Angel dan calon jagoan kita.” Katanya.


Hana mengangguk dengan senyuman dibibirnya. Hana berusaha menepis ke khawatiran-nya dan percaya bahwa suaminya akan kembali dengan keadaan tanpa kurang suatu apapun.


“Aku pergi yah.. Kalau mamah dan Angel telepon, jangan katakan lebih dulu apa yang sedang terjadi sekarang. Aku akan menjelaskan setelah semuanya selesai nanti.”


“Hem.. Iya..” Angguk Hana menurut saja.

__ADS_1


Stefan membelai lembut pipi chuby Hana kemudian mencium lama kening wanita itu.


Ketika Hana menyaliminya Stefan tersenyum. Stefan tau Hana sangat menghargainya sebagai seorang suami juga kepala keluarga di keluarga Devandra.


Stefan menoleh pada Jane yang hanya diam menyaksikan kemesraan dan keharmonisan Stefan dan Hana. Pria itu percaya pada Jane.


“Jane, tetap disisi Hana apapun yang terjadi. Katakan pada teman kamu untuk selalu waspada di lobi.”


“Tuan tidak perlu khawatir. Memastikan client kami dalam perlindungan yang tepat adalah tugas utama kami.” Jawab Jane santai.


“Baik, saya percayakan istri saya pada kamu. Tapi ingat jika sampai sesuatu terjadi, kalian akan tau akibatnya.”


“Saya pastikan saya dan teman teman saya tidak akan merasakan akibat itu tuan.” Kata Jane dengan penuh percaya diri.


Stefan menganggukkan kepalanya. Stefan juga yakin Jane bisa melindungi istrinya dengan baik.


Setelah memastikan istrinya akan aman bersama Jane dan kedua teman-nya, Stefan pun segera berangkat menuju rumah sakit untuk menjemput Selena. Dan lagi lagi Stefan memilih menggunakan taksi sebagai kendaraan-nya.


--------------


“Mom, aku tidak pergi jauh. Kak Stefan hanya mengajakku untuk menghadiri acara Michele.” Jawab Selena pelan. Gadis itu memang tidak tau kenapa tiba tiba Stefan mengajaknya kerumah Michele. Stefan juga bilang padanya Michele yang mengundang dan menyuruh untuk mengajaknya.


“Tapi nak..”


“Mom, kak Stefan bukan orang yang akan melakukan sesuatu tanpa sebab. Aku yakin kak Stefan pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu mengajak aku pergi bersamanya.”


Selena memang mulai merasa ada sesuatu yang janggal. Dan gadis itu merasa Stefan tau sesuatu. Apa lagi Gabriel juga kembali melakukan hal ekstrim begitu ada Stefan dirumah mereka.


“Baiklah, cepatlah kembali. Jangan membuat mommy dan daddy khawatir.”


Selena tersenyum.

__ADS_1


“Aku pergi bersama kakak mom. Percayalah, kak Stefan bisa menjagaku dengan baik.”


Nyonya Smith menganggukkan pelan kepalanya. Instingnya sebagai seorang ibu benar benar tidak bisa dibohongi. Wanita itu merasa sangat khawatir akan keadaan putri sulungnya.


Tidak lama Stefan datang. Stefan juga tidak lupa berpamitan pada nyonya Smith. Dan diam diam Stefan juga menyuruh orang untuk berjaga dirumah sakit tanpa sepengetahuan om dan tantenya itu.


“Kak, yang aku tau kakak bukan tipe orang yang suka dekat dekat dengan perempuan lain. Kenapa sekarang kakak mau menghadiri undangan Michele, sedangkan kakak sudah bersama dengan kak Hana.”


Saat ini keduanya sudah dalam perjalanan menuju kediaman Michele.


Stefan menghela napas.


“Jangan salah mengartikan maksudku Selena. Aku menghadiri acara Michele dan mengajak kamu bukan tanpa sebab. Aku mau kamu membantuku.”


Selena mengeryit. Gadis ber dress mini warna hitam itu mengeryit tidak mengerti dengan apa yang Stefan katakan.


“Apa maksud kakak?” Tanya Selena bingung.


Enggan menjelaskan panjang lebar, Stefan pun segera menunjukkan rekaman yang dikirim oleh orang yang dipercaya mengawasi kediaman om dan tantenya. Dan Selena terkejut melihat itu karena Selena sendiri selalu ada disamping Gabriel dirumah sakit yang sampai sekarang belum juga sadar.


“Kak itu..”


“Aku mencurigai Michele berada dibalik semua ini Selena.” Ujar Stefan menyela apa yang ingin dikatakan oleh Selena.


“Michele? Tapi kenapa Michele? Dia itu teman baik aku kak..”


“Ya, karena dia teman baik kamu. Dan karena dia juga orang dari luar yang tau segalanya tentang rumah kalian.”


Selena menggelengkan kepalanya. Gadis itu masih tidak habis pikir kenapa Stefan mencurigai Michele. Tapi mengingat bagaimana pintarnya kakak sepupunya itu Selena akan tetap mengikuti apa yang Stefan rencanakan.


“Satu lagi Selena, kamar Gabriel sangat berantakan. Handle pintunya rusak seperti dipukul dengan benda berat dari luar. Dan juga luka Gabriel seperti memang sengaja dilakukan pada titik tertentu agar Gabriel tidak bisa bersuara untuk membuka semuanya. Selain itu aku juga melihat tangan Michele yang terluka dan diperban. Bahkan Michele juga mengikutiku diam diam sampai ke hotel.” Jelas Stefan lagi yang membuat Selena benar benar tidak menyangka.

__ADS_1


Yang Selena tau Michele adalah sahabat baiknya. Bahkan setelah Gabriel melukainya dulu Michele menemaninya sampai Selena sembuh. Kemudian setelah sembuh Selena dikirim ke tempat yang tidak boleh ada siapapun tau oleh kedua orang tuanya termasuk Michele, sahabatnya.


“Kak, kalau memang benar Michele adalah dalang dibalik semua yang terjadi. Aku sendiri yang akan membunuhnya dengan tanganku.” Tegas Selena yang membuat Stefan tersenyum samar.


__ADS_2