
Hana menatap puas syal buatan-nya. Syal berwarna coklat susu dengan warna hitam pada tulisan daddy yang dari awal memang Hana tujukan untuk Stefan. Awalnya Hana hendak membuat nama Stefan tapi kemudian Hana berubah pikiran dan menggantinya dengan Daddy.
“Wah.. Bagus banget. Itu kamu yang buat Hana?”
Hana menoleh ketika mendengar suara Sera. Hana tertawa pelan kemudian menganggukkan kepalanya.
“Kira kira Stefan suka nggak ya mah kalau aku kasih ini?” Tanya Hana meminta pendapat dari Sera tentang keniatan-nya dari awal ingin memberikan syal rajut buatan tangan-nya pada Stefan.
“Tentu saja. Stefan pasti akan sangat suka Hana. Apa lagi kamu membuatnya dengan tangan kamu sendiri.” Senyum Sera menatap Hana.
Hana ikut tersenyum. Hana berharap apa yang dikatakan oleh Sera benar. Stefan akan menyukai syal buatan-nya.
“Ah ya Hana, kamu sudah minum susu sama vitamin?” Tanya Sera menatap penuh perhatian pada Hana.
“Sudah mah. Tadi mbak yang bawain kesini. Ini malah aku lagi ngemil buah.”
Sera menatap sepiring buah apel dan anggur yang ada didepan Hana. Wanita itu kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Seperti Lusi dulu, Hana sedang hamil anak Stefan yang artinya itu adalah cucunya. Sera akan memastikan sendiri Hana akan baik baik saja sampai janin yang di kandungnya lahir dengan selamat kedunia ini.
“Syukurlah. Jaga kesehatan ya sayang. Mamah nggak mau kalau sampai kamu dan calon cucu kedua mamah kenapa napa. Kalian berdua harus sehat dan selalu baik baik saja.” Senyum Sera sambil mengusap lembut perut Hana yang masih rata.
“Iya mah.. Makasih ya mah untuk semuanya. Hana bersyukur banget bisa berada ditengah tengah mamah, Stefan, juga Angel.”
Sera tertawa pelan. Wanita itu kemudian memeluk Hana yang tentu langsung dibalas dengan lembut oleh Hana.
__ADS_1
“Harusnya mamah yang berterimakasih sama kamu Hana.. Kamu membawa perubahan yang sangat baik untuk hubungan Stefan dan Angel. Mamah sangat berterimakasih dan bersyukur pada Tuhan karena sudah mengirim kamu sebagai jodohnya Stefan.”
Hana hanya bisa tersenyum di balik punggung Sera. Ucapan Sera sangat berlebihan menurutnya. Hana sendiri tidak pernah menyangka dirinya dan Stefan akan saling mencintai bahkan sampai dirinya hamil. Itu semua benar benar diluar pemikiran Hana. Dan mungkin juga Stefan.
“Ah ya sayang.. Kemarin malam Angel cerita sama mamah katanya kamu sama Stefan ngajak dia dan mbak Titin ke rumah temen Stefan yang dokter ya?”
Senyuman dibibir Hana perlahan sirna mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Sera. Hana lupa menyuruh agar Angel tidak menceritakan tentang Alan pada Sera. Meskipun memang Angel tidak melihat Alan secara langsung karena saat itu pelayan mengajaknya untuk bermain.
“Kata Angel disana ada teman kamu dan Stefan yang sakit. Apa itu benar?”
Hana menelan ludah. Jika Hana menceritakan tentang Alan itu artinya Hana juga harus menceritakan awal tentang hubungan-nya dan Stefan. Sedangkan Hana tidak mungkin menceritakan-nya karena Stefan sendiri juga melarangnya untuk menceritakan hal itu. Hana juga tidak mau Sera salah paham padanya dan menganggap Hana bersama Stefan karena uang.
“Eemm.. Iya mah. Temen aku dan Stefan sakit dan dirawat dirumah dokter Rania. Dan kami menjenguknya kesana.” Jawab Hana pelan.
Jantung Hana berdetak dengan cepat karena gugup juga takut. Sedikitpun Hana tidak ingin berbohong pada Sera. Tapi menceritakan semuanya secara jujur dan terbuka juga lebih tidak mungkin.
“Itu teman aku mah..” Hana kembali menjawab dengan menundukkan kepalanya tidak berani menatap Sera.
Melihat itu Sera mengeryit. Sera merasa aneh dengan gelagat Hana yang tiba tiba berubah seperti sedang gugup karena pertanyaan-nya.
“Memangnya dia sakit apa?” Sera kembali bertanya merasa semakin penasaran.
“Dia kecelakaan mah. Dia sempat koma tapi sekarang udah sembuh kok. Walaupun memang masih butuh proses penyembuhan yang telaten.” Jawab Hana lagi.
__ADS_1
“Syukur deh kalau begitu. Semoga teman kamu cepat sembuh ya Hana.. Kapan kapan ajak mamah buat ketemu sama dia yah..”
Sera tersenyum sambil mengusap usap lengan terbuka Hana. Wanita itu sebenarnya tau Hana sedang gugup. Tapi dia pura pura tidak tau dan terus bersikap biasa saja pada Hana.
“Iya mah..” Angguk Hana tersenyum tipis.
“Ya sudah kalau begitu mamah masuk yah.. Mamah mau siap siap buat jemput Angel. Soalnya tadi Stefan telepon katanya dia sedang sangat sibuk dan nggak bisa jemput Angel ke sekolah. Kamu abisin buahnya terus nanti jangan lupa makan siang.” Ujar Sera dengan penuh perhatian pada Hana.
Hana hanya menganggukan kepala dengan senyuman manis di bibirnya. Sebenarnya Hana tidak ingin menutupi apapun dari Sera. Tapi menurut Hana awal pertemuan-nya dengan Stefan memang tidak harus semua orang tau termasuk Sera. Karena yang terpenting sekarang adalah dirinya dan Stefan sudah saling mencintai dan tidak ada satu pun pihak yang di rugikan dalam hubungan mereka berdua.
Hana menghela napas pelan setelah Sera bangkit dari duduknya kemudian melangkah menjauh dari Hana yang duduk di gazebo di taman belakang rumah. Tempat itu memang menjadi salah satu tempat favorit Hana saat sedang bersantai. Selain karena bisa menikmati semilir angin yang sejuk, pemandangan indah bunga bunga ditaman itu juga membuat Hana merasa tidak pernah bosan meskipun berlama lama sendiri disana.
“Maafin Hana ya mah.. Hana nggak bermaksud tidak jujur sama mamah. Hana cuma nggak mau mamah salah paham.” Gumam Hana pelan.
Hana kemudian meraih kembali syal rajut buatan-nya. Hana tidak tau akan seperti apa jadinya jika sampai semua orang tau Hana mau menikah dengan Stefan karena tawaran yang Stefan berikan padanya pagi itu. Tawaran yang kemudian Hana terima setelah Hana berpikir panjang. Intinya dulu Hana bersedia menjadi istri Stefan adalah untuk menyelamatkan hidup sahabatnya yaitu Alan.
Hana memejamkan kedua matanya. Hana tidak tau sampai sekarang kenapa tiba tiba Stefan menawarkan bantuan dengan syarat dirinya mau menikah dengan Stefan. Hana sempat berpikir mungkin Stefan mengenal Alan. Tapi kemudian Hana berpikir itu sangat tidak mungkin. Apa lagi Hana juga melihat sendiri saat Stefan dan Alan berkenalan. Dari tatapan keduanya tidak mungkin jika mereka saling mengenal.
“Kenapa aku baru kepikiran sekarang? Sebenarnya darimana Stefan tau tentang Alan yang kecelakaan? Kenapa tiba tiba dia datang dan menawarkan pernikahan denganku?”
Hana tiba tiba bertanya tanya sendiri. Rasanya tidak mungkin jika itu hanya sebuah kebetulan. Apa lagi uang yang Stefan keluarkan juga tidak sedikit. Rasanya mustahil jika Stefan melakukan itu hanya karena ingin Hana mau menikah dengan-nya sementara diluar sana banyak wanita yang mengejarnya, termasuk Williana yang jauh lebih segalanya dari Hana.
“Sudahlah, aku tidak boleh berpikir buruk pada Stefan. Dia orang yang baik. Yah, suamiku orang yang baik meskipun selalu ber ekspresi datar.” Gumam Hana kemudian.
__ADS_1