ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 190


__ADS_3

Stefan kembali ke hotel dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Malam ini Stefan kembali mengerti penyebab yang membuat hatinya hancur dan kecewa. Dan semua itu tidak lain karena campur tangan Michele juga.


Jane, juga kedua rekan-nya juga pamit setelah Stefan bersama dengan Hana. Mereka merasa tugasnya menjaga Hana sudah selesai dan harus segera pulang untuk beristirahat.


“Stefan..” Lirih Hana yang tidak bisa menahan air matanya melihat Stefan kembali dengan keadaan baik baik saja. Hatinya tidak bisa bohong meski Stefan mengatakan dan terus meyakinkan bahwa semuanya akan baik baik saja, nyatanya Hana tetap merasakan ke khawatiran itu.


“Hey, kenapa menangis. Aku baik baik saja..”


Stefan langsung menarik Hana dengan lembut ke dalam pelukan-nya. Stefan tau Hana mengkhawatirkan-nya.


“Aku takut Stefan.. Aku takut kamu kenapa napa..” Tangis Hana dalam pelukan hangat Stefan.


Stefan tersenyum mendengarnya. Senang sekali rasanya karena Hana mengkhawatirkan-nya karena itu artinya Hana takut kehilangan-nya.


“Jangan lupakan siapa aku Hana. Aku adalah tuan Devandra. Aku akan selalu baik baik saja untuk kamu dan anak anak kita.” Bisik Stefan.


Hana berdecak dalam tangisnya. Stefan masih sempat sempat menyombongkan diri dalam keadaan seperti ini.


Stefan tertawa pelan mendengar decakan Hana. Pria itu kemudian melepaskan pelukan-nya dan mencium lama kening Hana.


“Jangan menangis oke. Aku baik baik saja.” Senyum Stefan menangkup kedua pipi chuby Hana menatap wanitanya dengan lembut dan penuh cinta.


Hana tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Setelah ini Hana berharap tidak akan ada lagi bahaya yang mengincarnya juga Stefan.


“Sudah malam, lebih baik sekarang kita istirahat.”

__ADS_1


“Tapi aku ingin tau apa yang terjadi sebenarnya Stefan..”


Stefan menghela napas. Jika boleh jujur sebenarnya Stefan merasakan lelah yang amat sangat pada tubuhnya sekarang. Stefan juga merasakan kantuk. Namun jika sekarang Stefan mengabaikan permintaan Hana dan memilih untuk tidur, Hana pasti akan protes atau bahkan marah padanya.


“Aku mohon...” Rengek Hana yang tentu saja tidak bisa di tolak oleh Stefan.


“Baiklah. Tunggu sebentar, biarkan aku membersihkan diriku dulu.”


Hana mengangguk dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya. Wanita itu membiarkan saja saat Stefan mengusap lembut air mata yang membasahi kedua pipi chuby nya.


Sedangkan Stefan, dia membopong tubuh berisi Hana dan membawanya ke ranjang. Dengan sangat pelan Stefan membaringkan tubuh Hana disana kemudian mengecup lembut kening Hana sebelum meninggalkan Hana masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan juga menyegarkan dirinya.


Malam itu setelah merasa tubuhnya segar kembali, Stefan menceritakan semuanya pada Hana. Stefan juga menceritakan pelaku utama yang mengacaukan hidupnya.


Hana sangat terkejut mendengarnya. Wanita itu tidak menyangka Michele yang hanya seorang gadis yang masih sangat muda bisa menyusun rencana sedemikian apiknya bahkan sampai tidak di sadari oleh Stefan.


Stefan yang menyadari napas Hana yang begitu pelan dan teratur segera menilik wanita itu. Stefan menggeleng dan tersenyum begitu mendapati Hana yang sudah terlelap dengan damai dalam pelukan-nya.


Stefan menghela napas pelan. Pria itu menarik selimut yang menutupi separuh tubuhnya dan Hana, meninggikan-nya sampai batas dada wanita yang sangat di cintainya itu. Stefan bersyukur karena Tuhan tidak membiarkan Michele menyentuh Hana seujung kuku pun.


“Good night Hana. I Love you so much.” Bisik Stefan mengecup lama kening Hana.


Setelah itu Stefan ikut memejamkan kedua matanya. Pria itu memasrahkan segala apa yang sudah di usahakan-nya pada Tuhan. Karena Stefan yakin keputusan Tuhan adalah yang terbaik untuk dia jalani kedepan-nya. Seperti apa yang terjadi di masa lalu padanya. Stefan sadar jika Lusi tidak mengkhianatinya kemudian mencoba lari dengan pria lain mungkin sekarang Stefan tidak akan bersama dengan Hana. Mungkin juga Stefan tidak akan bertemu apa lagi mengenal sosok Hana. Bukan mensyukuri ketiadaan Lusi, Stefan hanya melihat dari sisi baik atas ke kekecewaan dan sakit hati yan dirasakan-nya.


Besoknya, Stefan langsung mengajak Hana untuk menemui om dan tantenya dirumah sakit. Mereka bermaksud untuk melihat keadaan Gabriel yang memang sudah sadarkan diri.

__ADS_1


Stefan menatap Gabriel yang duduk diatas brankar dengan bantal sebagai sandaran punggungnya. Gadis cantik itu tersenyum menatap Stefan dan Hana bergantian.


Tuan dan nyonya Smith yang melihat senyuman manis di bibir putri bungsunya ikut tersenyum merasa bahagia. Meski sekarang putri bungsu mereka tidak bisa bicara, tapi setidaknya dia masih bisa diselamatkan dan sekarang dalam keadaan baik baik saja.


Tidak lama kemudian Selena dan Jason masuk. Mereka berdua sudah kembali akur dan saling memaafkan atas kesalah pahaman yang dibuat oleh Michele dengan sengaja.


“Kak Stefan, kak Hana..” Senyum Selena menyapa keduanya.


Jason ikut menyapa dengan menggunakan bahasa inggris. Pria itu memang tidak pandai berbahasa indonesia. Bahkan satu katapun Jason sama sekali tidak tau.


“Selena, sepertinya kamu harus sedikit mengajarkan dia bahasa indonesia.” Ujar Hana dengan senyuman di bibirnya menatap Selena yang tertawa mendengarnya.


“Ya ya.. Kakak benar. Sepertinya memang harus begitu.” Setuju Selena.


Gabriel ikut tertawa mendengarnya. Calon kakak iparnya memang sama sekali tidak tau bahasa indonesia.


Sementara Stefan, dia hanya menggelengkan kepala saja mendengarnya. Pria itu kemudian melangkah mendekat pada Gabriel.


Begitu Stefan berdiri disamping brankarnya, Gabriel langsung membuka mulutnya. Gadis itu mengucapkan kata terimakasih yang tidak bisa didengar oleh siapapun disana. Namun Stefan tau apa maksud gadis belia itu.


Stefan meraih tangan kecil Gabriel dan menggenggamnya erat. Sejak dulu Stefan sangat menyayangi kedua adik sepupunya itu. Meskipun memang Stefan sangat jarang bahkan hampir tidak pernah berkunjung setelah menikah dengan Lusi. Bahkan berkomunikasi saja tidak.


“Maaf, kakak juga mommy Sera sudah berprasangka buruk sama kamu Gabriel.” Lirih Stefan yang memang selama ini juga menganggap Gabriel sebagai psikopat.


Gabriel tertawa geli. Gadis itu kemudian meminta buku dan pulpen pada nyonya Smith. Gabriel melepaskan genggaman tangan Stefan kemudian mulai menuliskan apa yang ingin dikatakan-nya. Gadis itu mengatakan semua yang dirasakan-nya selama ini. Semua tekanan dan ketakutan karena apa yang Michele lakukan. Semua yang membaca tulisan itu menangis karena mereka sama sekali tidak pernah tau penderitaan dan tekanan batin yang dirasakan oleh Gabriel selama beberapa tahun ini. Apa lagi mereka juga menghakimi Gabriel dan mengurungnya dirumah sehingga Gabriel tidak bisa keluar kemana mana.

__ADS_1


Hana yang melihat itu tersenyum namun air mata juga menetes membasahi pipinya bersamaan dengan itu. Kali ini dengan mata kepalanya sendiri Hana melihat Tuhan yang begitu adil menunjukan kebenaran pada makhluknya. Dan lewat kecerdasan suaminya penyamaran Michele yang membuat nama Gabriel jelek selama beberapa tahun belakangan ini akhirnya terbongkar.


__ADS_2