ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 30


__ADS_3

Di hari libur ini Angel bangun dengan begitu ceria. Gadis kecil itu bahkan keluar kamar dengan dandanan yang sudah rapi. Rambutnya dia sisir sendiri dengan bandana putih yang membuatnya terlihat sangat manis dan imut. Dan itu Angel melakukan-nya sendiri tanpa bantuan pelayan atau Sera seperti biasanya.


“Wah.. Cucu oma udah cantik banget pagi pagi..”


Sera tersenyum begitu melihat Angel yang keluar dari kamarnya. Wanita itu berniat mendandani cucunya yang begitu semangat bangun pagi karena akan berziarah ke makam mommy nya hari ini dengan Stefan juga Hana.


“Iya dong oma.. Kan kita mau kerumahnya mommy, jadi Angel harus dandan yang cantik biar mommy tersenyum bahagia liat Angel.”


Sera tertawa pelan kemudian memeluk cucu pertamanya itu. Sera tidak tau harus bagaimana mengucapkan terimakasih pada Hana yang sudah berjasa membuat Stefan mau menuruti permintaan Angel untuk sama sama berziarah ke makam Lusi.


“Ya sudah sayang lebih baik sekarang kita turun. Kita sarapan dulu baru setelah itu kita pergi.”


“Tapi oma, mommy dan daddy..”


“Sshhh.. Jangan ganggu mommy sama daddy oke? Kita tunggu saja dimeja makan. Nanti juga daddy sama mommy turun.”


“Oke oma...”


“Anak pintar..” Senyum Sera.


Sera kemudian menuntun Angel agar mengikutinya menuju meja makan. Sera memang sengaja mencegah Angel membangunkan Stefan dan Hana karena Sera tidak mau keduanya terganggu oleh siapapun. Sekalipun itu Angel, putri Stefan sendiri.


Sementara dikamarnya, Hana sedang menyiapkan baju untuk Stefan. Hana senang karena usahanya membujuk Stefan sampai menangis akhirnya membuahkan hasil. Stefan mau pergi bersama pagi ini untuk berziarah ke makam Lusi meskipun semalam Stefan sempat membuatnya malu.


Hana merasakan wajahnya memerah mengingat kejadian semalam.


Stefan meminta ciuman darinya yang berhasil membuat Hana mematung. Hana tidak percaya syarat yang Stefan ajukan agar mau pergi bersama ke makam Lusi adalah sebuah ciuman.


“Ayo cepet. Atau aku yang bakal cium kamu.”

__ADS_1


Hana membulatkan kedua matanya saat itu. Mencium Stefan benar benar bukan sesuatu yang terbesit di benak Hana.


“Me,memangnya nggak ada syarat yang lain ya Stefan?” Hana bertanya dengan terbata bata dan isakan kecilnya.


“Tidak ada Hana. Ah atau kamu mau melayaniku sebagai mana seorang istri yang melayani suaminya?”


Hana mengerjapkan kedua matanya kemudian menggeleng dengan cepat. Tidak mau melakukan suatu yang lebih dari ciuman, Hana pun langsung memejamkan kedua matanya. Hana lebih memilih Stefan yang menciumnya dari pada dirinya yang harus mencium Stefan lebih dulu.


Stefan tersenyum menatap Hana yang memejamkan kedua mata menunggu ciuman-nya. Namun bukan-nya langsung mencium Hana, Stefan hanya menatap dari dekat wajah Hana yang masih basah oleh air mata kemudian bangkit berdiri dan melangkah keluar begitu saja dari ruang kerjanya meninggalkan Hana yang memejamkan kedua mata menunggu ciuman darinya.


Karena menunggu terlalu lama, Hana pun membuka kedua matanya hendak protes pada Stefan. Namun begitu membuka mata Hana tidak menemukan siapa siapa disana, Stefan sudah tidak ada lagi didepan-nya.


Mengingat itu Hana tersipu sendiri. Hana pikir semalam Stefan benar benar akan menciumnya. Namun ternyata pria itu hanya menggodanya saja.


“Dasar Stefan nyebelin.” Gumam Hana dengan senyuman dibibirnya.


Hana meletakan kemeja panjang warna hitam Stefan diatas tempat tidur. Setelah itu Hana melangkah menuju pintu bermaksud keluar untuk membangunkan Angel. Namun suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat Hana menoleh pada Stefan yang baru saja selesai membersihkan dirinya. Pria itu hanya mengenakan kaos putih polos yang mencetak jelas bentuk tubuh kekarnya dengan handuk putih yang melingkari pinggangnya.


“Kenapa? Kamu mau menuntut ciuman gagal dariku semalam?” Tanya Stefan dengan sombongnya.


Hana mendelik. Enggan di permalukan lagi oleh pria itu, Hana pun segera keluar dari kamarnya meninggalkan Stefan yang diam diam tersenyum tanpa sepengetahuan Hana.


Stefan menghela napas pelan. Sejak Lusi meninggal ini adalah kali pertama Stefan akan berziarah ke makamnya. Dan itu karena Hana yang menangis dan sampai bersimpuh didepan kedua kakinya. Stefan yang tidak tega melihat Hana menangis dengan sangat terpaksa mengiyakan. Stefan tidak mau Hana terus menangis dan memohon padanya. Karena jika Hana begitu Sera pasti akan sangat marah padanya.


Stefan menoleh kearah ranjang. Disana sudah ada kemeja hitam lengan panjang yang Hana siapkan untuknya.


Sekali lagi Stefan tersenyum. Hana benar benar wanita yang sangat unik menurutnya.


------------

__ADS_1


Di meja makan.


“Daddy..”


Stefan yang sedang mengunyah makanan dalam mulutnya menoleh pada Angel yang memanggilnya.


“Ya...” Saut Stefan tanpa ekspresi.


Angel tersenyum. Gadis itu selalu merasa senang jika Stefan menatapnya. Meskipun Stefan tidak pernah tersenyum padanya namun dengan pria itu menatapnya saja Angel merasa Stefan memperhatikan-nya.


“Angel seneng banget karena daddy mau kita pergi sama sama buat ziarah ke makam mommy.. Makasih ya daddy... Angel sayang banget sama daddy..”


Stefan hanya tersenyum samar dan menganggukan pelan kepalanya tanpa bersuara pada Angel kemudian kembali menyantap sarapan paginya.


Gadis kecil itu selalu mengingatkan-nya pada sosok Lusi. Rupanya yang begitu mirip dengan Lusi membuat Stefan tidak pernah mau lama lama menatapnya.


Hana yang melihat dan mendengar apa yang Angel katakan pada Stefan tersenyum. Hana merasa senang karena bisa melakukan sesuatu untuk gadis kecil itu.


Selesai sarapan mereka segera berangkat dengan mengendarai mobil yang Stefan kemudikan sendiri. Dan sepanjang perjalanan menuju makam mommy nya, Angel tidak berhenti berceloteh saking bahagianya.


Wajar saja, ini adalah kali pertama selama hidup Angel Stefan mau berziarah bersama ke makam Lusi. Hal itu membuat Angel merasa sangat bahagia sehingga mulutnya tidak bisa berhenti membicarakan sesuatu yang membuat Hana dan Sera tertawa.


Berbeda dengan Hana dan Sera yang merasa terhibur dengan celotehan gadis kecil berusia 7 tahun itu, Stefan justru tetap diam dan fokus dengan kemudinya.


Stefan tidak menyangka hanya karena Hana yang memohon padanya dirinya bisa luluh. Apa lagi semalam Stefan bahkan dengan usilnya membodohi Hana dan berpura pura mengajukan sebuah syarat. Yaitu meminta ciuman.


Stefan merasa konyol jika memikirkan hal itu. Tapi Stefan tidak bisa menampik bahwa mengusili Hana seperti semalam membuatnya sedikit merasa terhibur dan Stefan bisa melupakan apa yang sedang dirasakan-nya.


Stefan diam diam melirik Hana yang tertawa disampingnya. Hana memang tidak secantik mendiang istri pertamanya. Hana begitu sederhana dengan wajah natural tanpa make up dan selalu tampil apa adanya. Hal itu yang membuat Stefan merasa ingin selalu menatap dari dekat wajah manis itu. Wajah wanita yang dengan suka rela mau menjadi istrinya demi bisa menyelamatkan nyawa pria yang Stefan anggap adalah pacar Hana.

__ADS_1


__ADS_2