ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 177


__ADS_3

Hana menatap Stefan yang terlelap di sampingnya. Sejak datang, mereka berdua sama sekali belum keluar dari kamar. Stefan menyuruh Hana untuk istirahat sebenarnya, tapi Hana benar benar tidak bisa memejamkan kedua matanya karena masih sangat penasaran dengan apa yang Stefan katakan tentang Gabriel. Apa lagi saat Hana menuntut penjelasan lebih Stefan juga hanya diam saja kemudian mengalihkan pembicaraan.


Hana menghela napas pelan. Wanita berperut buncit itu mengedarkan pandangan-nya ke seluruh sudut ruangan kamar yang di tempatinya dengan Stefan. Saat itulah Hana menyadari di kamar itu ada beberapa photo Stefan yang terpajang di dinding. Disana juga ada Photo Sera dan Angel.


Hana menyipitkan kedua matanya. Stefan juga begitu seenaknya masuk ke kemar itu tanpa Gabriel menunjukkan-nya.


“Apa mungkin ini memang kamar yang biasa di tempati Stefan dan mamah kalau disini?” Batin Hana bertanya tanya.


Hana tau bagaimana Stefan. Meskipun memang Stefan adalah pria pemaksa, tapi Stefan bukan pria lancang yang berani masuk kedalam kamar seseorang tanpa izin. Bahkan saat masuk ke kamar mamahnya dan putrinya saja Stefan tidak begitu seenaknya kecuali jika memang ada hal yang mendesak.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu mengejutkan Hana. Wanita itu segera menoleh kearah pintu kemudian menghela napas sambil mengusap usap dadanya.


Namun ketika Hana hendak bangkit dari berbaringnya untuk turun dari ranjang, Stefan langsung menahan-nya dengan memeluknya erat.


Hana menoleh. Yang dia tau Stefan sedang terlelap tidur.


“Biarkan saja, tidak perlu dibuka. Tunggu saja sampai om dan tante pulang.” Katanya dengan kedua mata terpejam.


“Tapi Stefan..”


“Hana, aku melakukan ini demi melindungi kamu dan anak kita dari Gabriel.” Sela Stefan membuka kedua matanya menatap Hana dengan tatapan memohon.


Hana diam. Hana sangat sangat tau Stefan memang sangat menyayanginya juga janin yang sedang dikandungnya. Hana juga yakin Stefan tidak mungkin berbohong padanya. Tapi Hana juga sangat yakin bahwa Gabriel adalah gadis yang baik. Semua itu bisa Hana lihat dari tatapan penuh ketulusan gadis cantik itu.


“Memangnya kenapa dengan Gabriel Stefan? Tolong jelaskan agar aku tidak bingung seperti ini..”


Stefan bangkit dari berbaringnya. Pria itu menghela napas pelan kemudian mengarahkan pandangan-nya lurus kedepan.

__ADS_1


“Gabriel, dia sebenarnya seperti psikopat Hana. Dia memang terlihat baik dan tulus. Tapi sebenarnya dia sangat kejam. Dia bisa melakukan apa saja demi bisa mencapai apa yang dia mau.”


Hana menyipitkan kedua matanya merasa sangat tidak percaya mendengar apa yang Stefan ceritakan tentang Gabriella. Hana memang belum mengenal bagaimana sosok Gabriel yang sebenarnya. Tapi Hana merasa ragu jika memang benar gadis cantik berambut keriting itu bisa melakukan hal kejam.


“Siapapun yang baru melihat Gabriel pasti tidak akan percaya dengan cerita ini termasuk kamu. Tapi Hana, om dan tante bahkan tidak mengizinkan Gabriel pergi kemanapun meski terkadang Gabriel sering melanggar dengan pergi diam diam mengikuti om dan tante. Itu sebabnya dia selalu dirumah. Dia selalu di keluarkan dari sekolahnya.” Lanjut Stefan.


Hana menghela napas perlahan. Stefan tidak mungkin membohonginya.


“Bukankah anak om dan tante ada dua?” Tanya Hana kemudian.


“Ya.. Gabriel punya kakak namanya Selena. Selena bahkan pernah beberapa kali terluka karena ulah Gabriel. Karena hal itu tante sama om terpaksa menjauhkan Selena dengan Gabriel. Gabriel bahkan tidak tau dimana Selena berada. Karena om dan tante sengaja merahasiakan tempat tinggal Selena dari Gabriel.”


Hana tampak berpikir. Dari sosok Gabriel, Hana menebak mungkin Gabriel masih seumuran dengan Amira, adik Alan.


“Sejak kapan Gabriel bersikap seperti itu Stefan? Apakah sudah ada upaya untuk penanganan-nya?”


Hana benar benar sangat penasaran bagaimana bisa gadis secantik, seramah, dan semanis Gabriel bisa berbuat demikian dengan mencelakai orang orang disekitarnya.


“Sekarang kamu sudah tau kan kenapa kamu harus waspada pada Gabriel?” Tanya Stefan menatap Hana yang masih membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Hana menganggukkan kepalanya mengerti. Meski sebenarnya Hana merasa ada sesuatu yang aneh dari cerita Stefan.


Stefan tersenyum merasa lega karena akhirnya Hana bisa memahami apa yang dikatakan-nya. Pria itu kemudian mendekat pada perut Hana dan mengusapnya dengan sangat lembut. Dan sentuhan lembut Stefan seakan mengusik ketenangan janin dalam kandungan Hana yang langsung bergerak begitu kencang tepat diatas tangan besar Stefan yang sedang mengusapnya.


“Wow.. Apa kamu merasakan-nya Hana? Dia sangat kuat.” Ujar Stefan menggeleng pelan.


Hana tersenyum.


“Ya.. Bahkan pergerakan-nya terkadang membuat perutku terasa nyeri Stefan. Dia memang sangat kuat.” Kata Hana setuju.

__ADS_1


Stefan tertawa pelan. Pria itu kemudian menurunkan wajah tampan-nya dan mengecup singkat perut buncit Hana.


“Baik baik disana ya jagoan.. Cepatlah keluar, Daddy tidak sabar ingin menggendong kamu.” Bisik Stefan yang sama sekali tidak di dengar oleh Hana.


Setelah mengecup singkat perut Hana, Stefan kembali membaringkan tubuhnya disamping Hana. Kali ini dengan posisi miring menghadap Hana yang berbaring terlentang.


“Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Hana karena Stefan terus menatapnya.


“Apa tidak boleh?” Tanya balik Stefan dengan terus menatap Hana.


“Bukan, bukan tidak boleh. Hanya saja aku merasa aneh karena kamu terus menatapku.” Jawab jujur Hana yang sebenarnya merasa malu terus di tatap oleh Stefan.


“Hem.. Hana.” Panggil Stefan pelan.


“Ya Stefan...” Saut Hana menoleh membalas tatapan Stefan.


Stefan mendekatkan wajahnya pada Hana membuat Hana langsung salah tingkah. Pria itu menatap tepat pada kedua bola mata Hana dengan tatapan lembutnya.


Stefan tidak pernah sedikitpun membayangkan dirinya akan jatuh cinta pada Hana. Stefan bahkan sampai seperti orang gila karena terlalu mencintai Hana yang awalnya hanya dia nikahi agar Sera tidak lagi menanyakan tentang pasangan padanya.


“Hana berjanjilah untuk selalu ada di sisiku apapun yang terjadi.” Lirih Stefan.


Hana menelan ludahnya. Saat ini dirinya benar benar tidak bisa fokus mendengarkan apa lagi mencerna apa yang Stefan katakan. Tatapan Stefan benar benar mengalihkan seluruh pikiran-nya. Stefan seperti sedang menghipnotisnya lewat tatapan dalam juga lembutnya.


Detik berikutnya Hana merasakan bibir Stefan yang menempel di bibirnya kemudian ********** dengan lembut dan penuh cinta.


Hana tidak bisa menolak. Perlahan Hana memejamkan kedua matanya menikmati setiap apa yang Stefan lakukan padanya.


Pemikiran Hana tentang Gabriel bahkan lenyap seketika karena sentuhan lembut Stefan. Yang ada di pikiran Hana sekarang hanyalah Stefan, suaminya, dan pria yang berhasil menguasai hati dan pikiran-nya.

__ADS_1


__ADS_2