ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 287


__ADS_3

Karena Theo terus merengek sampai berhari hari, Stefan pun memutuskan untuk tidak dulu pergi ke perusahaan. Pria itu mengerjakan semuanya dari rumah dan menyuruh agar Rico langsung datang saja kerumahnya jika ada sesuatu yang penting.


“Aku minta maaf karena aku kamu jadi tidak bisa pergi ke kantor Stefan. Kamu bahkan sampai mengundur pertemuan penting kamu dengan client.” Hana menatap penuh sesal pada Stefan yang sedang duduk disampingnya dan menatapnya.


Stefan menghela napas. Sebenarnya kerewelan Theo juga menguntungkan-nya. Karena dengan begitu Stefan menjadi punya alasan untuk tetap dirumah dan ikut membantu Hana mengurus Theo walaupun hanya sekedar menjaga Theo saat Hana sedang berada di dalam kamar mandi.


Stefan menatap sebentar pada Theo yang baru saja terlelap setelah menyusu pada Hana. Setelah itu Stefan kembali memusatkan perhatian-nya pada Hana yang duduk samping memangku Theo.


“Harusnya aku yang minta maaf sama kamu sayang.. Aku nggak bisa banyak membantu kamu..” Ujar Stefan yang kemudian membelai dengan lembut pipi Hana yang menatapnya.


“Aku sebenarnya sangat ingin bisa mengurangi beban kamu. Tapi yah.. Kamu melihat sendiri bagaimana Theo yang tidak mau sama aku kan? Dia ingin selalu bersama kamu sayang..” Lanjut Stefan.


Hana hanya diam saja. Theo memang tidak bisa dia tinggalkan barang sebentar saja. Bahkan Theo juga menangis saat Angel menemaninya bermain tanpa Hana. Hal itu membuat Angel sangat panik karena memang gadis kecil itu belum bisa dan tidak berani menggendong adiknya.


“Ya.. Dia sangat pintar.” Senyum Hana kemudian.


Stefan ikut tersenyum mendengarnya.


“Tentu saja. Dia anakku.” Ujarnya membanggakan diri.


Hana berdecak pelan. Kepercayaan diri suaminya memang begitu besar. Apa lagi jika sudah menyangkut kepintaran putranya.


“Theo pintar karena dia punya mommy yang pintar juga. Karena kata orang kalau ingin memiliki anak yang pintar, pilihlah istri yang pintar juga.”


Stefan tertawa pelan.


Pria itu sudah tidak bisa lagi mengelak. Karena memang Hana adalah wanita yang pintar. Bukan hanya pintar dalam menjadi ibu, tapi juga pintar menjadi guru bagi Angel. Ya, Hana memang adalah mantan guru di taman kanak kanak di tempat dirinya tinggal dulu.


“Oke, baiklah. Aku akui kamu memang pintar sayang.” Angguk Stefan.


Hana tertawa merasa geli sendiri. Wanita itu merasa sepertinya dirinya sudah tertular sikap terlalu percaya diri Stefan, suaminya.

__ADS_1


Hana menurut saja saat Stefan menyenderkan punggungnya di dada bidang pria itu. Rasa nyaman seketika langsung Hana rasakan begitu punggungnya menempel di dada bidang Stefan. Hana bahkan merasa setiap berada di dekat Stefan dirinya selalu aman. Ya, Hana percaya Stefan bisa melindunginya.


“Hana, kamu tidak pernah mengajakku untuk berziarah ke makam kedua orang tua kamu.”


Hana mengeryit. Hana memang sudah lama tidak datang mengunjungi makam kedua orang tuanya. Tepatnya setelah Hana menikah dengan Stefan, dirinya memang tidak pernah kemana mana sendiri. Hana selalu pergi dengan Stefan yang ada di sampingnya.


“Aku bahkan tidak pernah kesana Stefan.” Ujar Hana pelan.


Stefan tersenyum tanpa Hana ketahui. Stefan percaya jika memang Hana tidak pernah mengunjungi makam kedua orang tuanya. Karena Stefan sendiri selalu tau dimana dan sedang apa Hana setiap saat.


“Bagaimana kalau besok kita kesana? Bukankah pemakaman-nya satu area dengan makam Lusi?”


Hana mengeryit kemudian menegakkan tubuhnya. Wanita itu menoleh pada Stefan yang terlihat biasa saat menyebut nama mendiang istri pertamanya.


“Kenapa?” Tanya Stefan bingung melihat cara Hana menatapnya.


“Kamu sudah tidak apa apa?” Tanya Hana pelan.


“Tentu saja. Aku baik baik saja. Aku sudah tidak apa apa.” Jawabnya mencubit pelan merasa gemas pada Hana.


Hana tersenyum mendengarnya. Hana merasa senang karena Stefan sudah bisa berdamai dengan keadaan. Stefan bahkan sudah tidak lagi menghindar jika berbicara tentang mendiang istri pertamanya. Stefan juga dengan terang terangan menyebut nama wanita yang pernah singgah di hatinya. Wanita yang juga hampir saja menghanyutkan-nya dalam kesakitan dan dendam di masa lalu karena di khianati.


“Jadi?” Tanya Stefan memastikan.


“Hem.. Oke, tapi tidak dalam waktu dekat ini Stefan. Tunggu sampai Theo kembali anteng seperti biasanya. Nggak papa kan?”


“Tentu saja.” Jawab Stefan mengedikkan kedua bahunya.


Hana tersenyum menatap Stefan yang perlahan mulai mendekatkan wajahnya. Hal itu membuat senyuman di bibir Hana langsung sirna. Hana langsung merasa gugup karena di tatap sedemikian dekat oleh Stefan.


“Stefan aku..”

__ADS_1


“Sshhttt..”


Stefan menyela apa yang ingin Hana katakan dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir Hana. Saat ini pria tampan itu tidak ingin mendapat penolakan dengan bentuk alasan apapun dari istri tercintanya.


“Hana, aku mencintai kamu.” Ungkap Stefan yang kemudian mencium bibir Hana.


Ciuman itu hanya sebatas menempelkan bibir saja tanpa ada sedikitpun *******. Bahkan Stefan juga hanya sebentar menempelkan-nya. Namun apa yang Stefan lakukan tetap membuat tubuh Hana terasa kaku di tempatnya duduk. Apa lagi Stefan juga kembali menatap Hana dengan tatapan lembut penuh cintanya.


“Aku tidak tau apa jadinya aku tanpa kehadiran kamu Hana. Mungkin juga aku akan tetap tidak bisa menerima Angel sebagai Putriku. Dan hatiku, mungkin akan terus terbelenggu oleh rasa sakit dan dendam atas apa yang aku alami di masa lalu.”


Hana tetap diam dan terus mendengarkan apa yang Stefan katakan. Hana juga merasa tidak bisa sedikitpun berpaling dari tatapan Stefan yang begitu lembut juga dalam.


“Hana.. Aku yakin terimakasih saja tidak akan cukup untuk apa yang sudah kamu berikan padaku. Kebahagiaan juga rasa tenang di hati yang sejak Lusi berkhianat itu sirna begitu saja.”


Stefan menghela napas pelan yang membuat Hana bisa merasakan hangatnya napas itu karena posisi wajah mereka yang begitu sangat dekat.


“Aku tau aku jauh dari kata baik apa lagi sempurna. Tapi aku janji Hana, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu. Daddy yang baik untuk anak anak kita. Angel dan Theo mungkin juga adik adiknya nanti.” Stefan kembali melanjutkan.


Harapan Stefan pada hubungan-nya dan Hana memang sangat besar. Pria itu sedikitpun tidak ingin jika sampai sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Stefan bahkan bertekad akan melakukan apa saja demi keutuhan rumah tangganya dengan Hana.


“Kamu tidak ada yang mau di omongin ke aku begitu?” Tanya Stefan yang kemudian membuat Hana langsung mengerjapkan beberapa kali kedua matanya.


“Aku?” Tanya Hana yang langsung mendapat anggukan kepala dari Stefan.


Hana diam tidak tau harus mengatakan apa karena memang semua yang Hana lakukan dengan berusaha menjadi istri dan mommy yang baik adalah sebagai tanda Hana sangat mencintai Stefan, suaminya.


Stefan terus menunggu. Berharap Hana mengatakan sesuatu padanya.


“Hem.. Aku juga sangat mencintai kamu Stefan.” Kata Hana kemudian.


Stefan tertawa mendengarnya. Pria itu kemudian menganggukan kepalanya memaklumi. Stefan yakin Hana juga mempunyai rasa cinta yang sama besarnya seperti cinta yang Stefan miliki untuk Hana.

__ADS_1


__ADS_2