
Setelah berbaikan Stefan dan Hana kembali mesra. Mereka berdua bahkan tidur dengan berpelukan sampai pagi menjelang.
Hana tersenyum menatap wajah tampan Stefan yang tampak sangat pulas dalam tidurnya. Hana mengangkat tangan-nya membelai lembut pipi tirus suaminya. Hana tidak tau harus bagaimana mengungkapkan rasa syukurnya karena kehadiran Stefan dalam hidupnya.
Stefan adalah pria pertama yang membuat jantungnya bekerja diluar normalnya. Stefan juga adalah pria pertama yang bisa membuatnya tersipu malu.
“Aku tau aku memang ganteng. Tapi nggak perlu kamu sembunyi sembunyi begini mengagumi aku.” Ujar Stefan dengan kedua masih mata terpejam.
Hana terkejut dan segera menarik tangan-nya dari pipi Stefan namun sebelum tangan Hana menjauh dari pipinya, Stefan langsung meraih dan menahan-nya.
Stefan kemudian membuka kedua matanya menatap Hana yang merasa malu karena menyentuh pipi Stefan diam diam.
“Kenapa? Malu?” Tanya Stefan dengan wajah datar.
Hana gelagapan tidak tau harus menjawab apa. Apa lagi sekarang posisi mereka sangat intim.
“Stefan aku.. Aku harus mandi sekarang.” Hana berusaha mencari alasan.
“Mandi? Aku bahkan sama sekali belum melakukan apapun sama kamu Hana. Jadi kamu tidak perlu buru buru mandi.” Senyum Stefan menggoda Hana.
Hana mendelik dan menelan ludah mendengarnya. Hana tau apa yang dimaksud oleh suaminya.
“Apaan sih?! Nggak lucu tau nggak.” Ujar Hana melengos menghindari tatapan Stefan.
Stefan meraih dagu Hana menuntun-nya agar Hana kembali menatap padanya. Pria itu menatap Hana dengan tatapan lembut dan tepat pada kedua bola mata indah istrinya itu.
“Bagaimana kalau aku menginginkan-nya sekarang sayang?”
Hana terkejut dan tidak percaya mendengar Stefan memanggilnya sayang. Panggilan itu benar benar sangat tidak biasa bagi Hana.
__ADS_1
“Sa, sayang?” Tanya Hana gagap.
Stefan tersenyum kemudian menekan tubuh Hana agar semakin menempel pada tubuhnya.
Saat itu juga Hana merasakan ada sesuatu yang beda dari tubuh kekar suaminya. Stefan terasa sangat panas dan sesuatu dibawah sana terasa mengganjal di perut Hana.
Hana memang belum berpengalaman tentang hal itu. Tapi Hana tidak sepolos dan sebodoh itu. Hana tau reaksi apa yang sedang di rasakan oleh suaminya.
“Stefan kamu..”
“Ya Hana.. Aku mau kamu sekarang. Boleh kan?” Sela Stefan kemudian bertanya dengan suara purau.
Hana terdiam. Hana bukan tidak siap untuk melayani Stefan. Hana hanya tidak menyangka jika Stefan akan memintanya sekarang.
Hana menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan. Hana sudah mempersiapkan dirinya jauh jauh hari setelah pernyataan cinta dari Stefan. Hana siap kapanpun jika memang Stefan menginginkan-nya. Hana juga siap memberikan segalanya pada Stefan.
Stefan mulai mendekatkan wajahnya pada Hana yang memang sudah benar benar siap melayani suaminya itu.
Perlahan Hana menutup kedua matanya siap menerima apapun yang akan Stefan lakukan padanya pagi ini. Mulai saat ini Hana akan benar benar menyerahkan segalanya pada Stefan. Hana akan melayani suaminya itu dengan setulus hatinya tanpa lagi membatasi diri baik secara kontak fisik maupun hati. Karena Stefan memang adalah miliknya begitu juga sebaliknya, Hana adalah milik Stefan.
Pagi itu Stefan benar benar menyentuh Hana dengan sangat lembut. Pria itu memperlakukan Hana dengan penuh cinta dan kemesraan membuat Hana merasa terbang dengan rasa luar biasa yang membuatnya sampai tidak berdaya.
-----------
“Ada apa?” Tanya Stefan melirik Angel yang tampak murung disamping kemudinya.
Beberapa hari ini Stefan memang tidak lagi mengizinkan Hana untuk ikut mengantar Angel ke sekolah dengan alasan tidak ingin istrinya itu kelelahan. Dan alasan itu langsung diterima dengan baik oleh Hana.
Angel menghela napas. Sejak sarapan Angel memang tampak tidak semangat seperti pagi pagi biasanya. Gadis itu bahkan tidak menghabiskan makanan di piringnya dan hanya melahapnya beberapa suap saja. Stefan yang merasa penasaran akhirnya berinisiatif untuk lebih dulu bertanya pada gadis kecil yang sudah benar benar dia anggap sebagai putrinya itu.
__ADS_1
“Angel kangen sama oma dad..” Jawab Angel pelan.
Stefan menelan ludah. Sudah hampir sebulan Sera di Amerika dan sampai sekarang belum juga kembali. Padahal Stefan sangat yakin acara om dan tantenya disana pasti sudah selesai. Tapi sampai sekarang Sera belum juga kembali. Wanita itu bahkan selalu punya alasan saat Stefan bertanya kapan dia akan pulang.
“Oma sudah lama di Amerika. Tapi setiap Angel bertanya kapan oma pulang oma selalu menjawab bahwa urusan-nya disana belum selesai.” Tambah Angel.
Stefan mengerti dan paham bagaimana perasaan gadis kecil itu. Angel memang sangat dekat dengan Sera. Angel bahkan sudah seperti putri kandung Sera sendiri karena sejak bayi Sera sendiri yang turun tangan untuk mengurusinya.
“Urusan oma mungkin disana belum selesai. Kamu tidak usah sedih. Ada daddy dan mommy yang akan selalu ada buat kamu. Yang penting oma baik baik saja disana.”
Angel menoleh menatap Stefan yang menatap lurus pada jalanan yang sedang mereka lalui. Perlahan Angel tersenyum. Stefan sudah benar benar perduli padanya.
“Ya dad.. Terimakasih.. Angel sayang banget sama daddy..” Senyum gadis kecil itu pada Stefan.
Stefan menghela napas dan melirik sekilas pada Angel. Perasaan Stefan benar benar sudah sangat berubah. Sejak Stefan berusaha terbiasa dan menerima Angel disekitarnya Stefan memang merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Rasa benci yang bersarang di hati dan pikiran-nya pada Lusi perlahan mulai terkikis. Stefan memang tidak bisa melupakan rasa sakit yang diciptakan secara kejam oleh Lusi dihatinya, namun Stefan sudah tidak lagi menyangkut pautkan luka di masa lalunya dengan Angel. Dan lagi lagi itu semua karena Hana, istri keduanya.
“Ya...” Saut Stefan pelan.
Saat sampai didepan pintu gerbang sekolah Angel, Stefan ikut turun dari mobilnya. Pria itu tersenyum samar saat Angel menyaliminya.
“Angel sekolah dulu ya dad.. Daddy hati hati ya di jalan nanti.” Senyum Angel mendongak menatap Stefan.
Stefan menganggukkan kepalanya pelan. Setelah itu Angel menjauh darinya melangkah masuk ke area sekolahan-nya.
Untuk yang kesekian kalinya kehadiran Stefan menjadi pusat perhatian para siswi siswi disekolah itu. Karena sekolahan tempat Angel menimba ilmu merupakan sekolah internasional dimana disitu juga ada siswa siswi SMP dan SMA yang tentu sudah tau siapa Stefan.
Sebagian besar para remaja putri itu memang selalu dengan sengaja menunggu kedatangan Angel yang di antar oleh Stefan. Bahkan mereka juga begitu baik dan ramah pada Angel. Beberapa dari mereka bahkan sering memberikan Angel hadiah agar bisa dekat dengan Angel juga Stefan tentunya.
Setelah melihat Angel yang mulai berbaur dengan teman teman-nya, Stefan pun masuk kembali kedalam mobilnya. Stefan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang berlalu dari depan gerbang sekolah Angel untuk menuju perusahaan-nya.
__ADS_1